JIHAD DALAM ISLAM

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                              JIHAD DALAM ISLAM

   A. Pengertian Jihad

Kata jihad berasal dari kata jâhada yujâhidu jihâdan wa mujâhadatan. Asal katanya adalah jahada yajhadu jahdan/juhdan yang berarti kekuatan (al-thâqah) dan upaya jerih payah (al-masyaqqah). Secara bahasa jihad berarti mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan untuk membela diri dan mengalahkan musuh. sedangkan menurut istilah ulama fikih, jihad adalah perjuangan melawan orang-orang kafir untuk tegaknya agama Islam. Jihad juga dapat berarti mencurahkan segenap upaya dan kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kesulitan dan penderitaan. Sehingga, jâhada berarti mencurahkan segala kemampuan dalam membela dan memperoleh kemenangan. Dikaitkan dengan musuh, maka jâhada al‘aduww berarti membunuh musuh, mencurahkan segenap tenaga untuk memeranginya, dan mengeluarkan segenap kesungguhan dalam membela diri darinya.

Pelaku jihad disebut mujâhid. Dari akar kata yang sama lahir kata ijtihâd yang berarti upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan untuk mengambil kesimpulan atau keputusan sebuah hukum dari teks-teks keagamaan

   B. Dasar-dasar Jihad dalam Al Qur’an dan Hadis

  1. Al-Qur’an
  • Lukman(31): 15

Melawan segala bentuk pemaksaan membutuhkan keberanian untuk menolaknya. Apalagi pemaksaan yang terkait dengan masalah keyakinan. Meskipun demikian, kita tetap harus menjaga hubungan baik dengan mereka dalam pergaulan sehari-hari. Allah berfirman :

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  1. Hadits

Jihad merupakan sikap dan tindakan tegas dalam memegang keyakinan terhadap keesaan Allah hingga tak ada celah sedikitpun untuk bersikap yang berpotensi merusak keimanan itu. Bahkan dalam konteks tertentu kita dilarang untuk menyerupai merekayang tidak beriman akan keesaan Allah. Rasulullah bersabda :

Dari Ibn ‘Umar, Rasulullah saw bersabda, “Saya diutus dengan pedang, hingga Allah disembah tiada serikat bagi-Nya, dan rezkiku dijadikan di bawah naungan tombak, kehinaan bagi siapa yang menyalahi perintahku, dan siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kepada kaum tersebut.” (HR. Ahmad)

   C. Macam-Macam Jihad

  1. Jihad melawan hawa nafsu

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang” (QS. Yusuf (12): 53

Jihad melawan hawa nafsu dapat dilakukan dengan:

  • Mempelajari petunjuk-petunjuk agama yang dapat mengantarkan jiwa kepada keberuntungan dan kebahagiaan
  • Mengamalkan apa yang ia telah ketahui
  • Mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk agama. Dengan berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain seseorang dapat mencapai tingkatan yang disebut dengan rabbaniyy.
  • Bersabar dan menahan diri dari berbagai cobaan dalam menjalankan dakwah.

    2. Jihad melawan setan

Jihad melawan setan, berupa upaya menolak segala bentuk keraguan yang menerpa keimanan seseorang dan menolak segala bentuk keinginan dan dorongan hawa nafsu. Keduanya dapat dilakukan dengan berbekal pada keyakinan yang teguh dan kesabaran. Allah berfirman QS. As Sajadah (32): 24,

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.”

  1. Jihad melawan orang-orang kafir dan orang munafik

Selain jihad melawan hawa nafsu dan setan, jihad lain yang yang secara tegas disebut obyeknya dalam Qur’an adalah Jihad melawan orang-orang kafir. Allah berfirman :

” Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburukburuknya tempat kembali. (QS. Al-Tahrim:9)

   4. Tujuan Jihad

Tujuan jihad dalam Islam untuk mempertahankan dan membela serta meninggikan agama Islam. Itulah tujuan pokok perang dalam Islam. Disamping itu tujuan perang dalam Islam ini dapat disebutkan lebih rinci sebagai berikut:

  1. Mempertahankan hak-hak umat Islam dari perampasan pihak lain.
  2. Memberantas segala macam fitnah
  3. Memberantas kemusyrikan, demi meluruskan tauhid
  4. Melindungi manusia dari segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan.

   5. Hukum Jihad

Hukum jihad untuk mempertahankan dan memelihara agama dan umat Islam (serta Negara) hukumnya wajib atau fardhu. Baik fardhu ain maupun fardhu kifayah.

  • Sebagian ulama sepakat jihad hukumnya fardhu ain.

Firman Allah SWT Qs. atTaubah (9):41

Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

  • Sebagian ulama sepakat jihad hukumnya fardhu kifayah.

Firman Allah SWTQs. An-Nisa (4):95

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

  • Hukum jihad bisa berubah menjadi fardhu ‘ain bagi orang yang telah bergabung dalam barisan perang. Begitu juga bagi setiap individu jika musuh telah mengepung kaum muslimin dengan syarat:
  1. Jika jumlah orang-orang kafir tidak melebihi 2 kali lebih besar dibandingkan kaum muslimin dengan penambahan pasukan yang dapat diperhitungkan.
  2. Tidak ditemukan udzur, baik sakit maupun tidak ada senjata dan kendaraan perang.
  3. Jihad tidak bisa dilakukan dengan berjalan kaki

  *Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak terpenuhi, maka boleh meninggalkan peperangan.

   6. Syarat- Syarat wajib jihad

  1. Islam
  2. Dewasa (Baligh)
  3. Berakal sehat
  4. Merdeka
  5. Laki-laki
  6. Sehat badannya
  7. Mampu berperang

   7. Etika Perang dalam Islam

  1. Tidak boleh memerangi orang yang memusuhi Islam dan umat Islam sebelum diberi peringatan. Setelah ada peringatan ternyata tetap menganggu, baru diadakan perang.
  2. Tidak boleh membunuh anak-anak, wanita, orang tua (yang tidak ikut perang)
  3. Tidak boleh membuat kerusakan harta. Seperti menebangi pohon, merusak jembatan, membakar kota dll.
  4. Tidak boleh menggangggu apalagi membunuh utusan yang dikirim musuh secara resmi.
  5. Tidak boleh membunuh musuh yang menyatakan menyerah.

CONTOH SOAL:

  1. Memerangi orang kafir yang memusuhi agama dan umat Islam disebut….

          A. ijtihad

          B. jihad

          C. i’tikaf

          D. ijma’

          E. mujtahid

        Jawaban: B

  1. Sikap toleransi mujtahid yang digariskan oleh Al Qur’an sangatlah jelas dan tegas, yakni….

           A. mempertahankan aqidah islamiyah yang lurus

           B. berjalan sesuai kehendak masing-masing

           C. mencampur adukkan ajaran agama

           D. saling menjaga dan mengerjakan

           E. mengarahkan kepada penganut berbagai agama

          Jawaban:  A

  1. Diperintahkan untuk mengatakan agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu , termasuk sikap terhadap orang…

           A. munafik

           B. beriman

           C. muslim

           D. musyrik

           E. kafir

             Jawaban: E

  1. Tujuan diperintahkannya sikap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat adalah agar hidup manusia menjadi….

          A. bahagia

          B. tentram

          C. mewah

          D. seimbang

          E. gelisah

                Jawaban: B

  1. Menghadapi orang yang berbeda pendapat dalam keyakian, maka kita harus memiliki sifat….

          A. tenggang rasa

          B. keteguhan aqidah

          C. hidup semena-mena

          D. pedoman hidup

          E. prinsip sendiri-sendiri

          Jawban: B

  1. Toleransi antar umat beragama yang diajarkan dalam Islam dibatasi oleh….

            A. nilai-nilai luhur sosialisme

            B. kerjasama dalam urusan agama

            C. pengamalan sesuai ajaran agama masing-masing

            D. adanya penyatuan ajaran agama

            E. mendukung kelestarian agama lain

                 Jawaban:  C

  1. Berikut ini yang dimaksud orang kafir dalam surat Al-Kahf ayat 29 adalah….

             A. orang yang berbeda pendapat

             B. orang yang hati dan ucapannya berbeda

             C. orang yang memusuhi islam

             D. orang yang menganiaya diri sendiri

             E. orang yang tidak percaya kepada kebenaran Islam

                     Jawaban: E

  1. Dalam surat Al-Kahf ayat 29, Allah SWT menegaskan tentang hal-hal sebagai berikut, kecuali….

     A. neraka adalah tempat yang paling buruk

  B. minuman bagi orang dzalim adalah air panas seperti besi yang mendidih

     C. kebenaran datangnya dari Allah

     D. manusia wajib beriman dan bertaqwa

     E. manusia boleh beriman dan kafir

                                  Jawaban: D

  1. Perlakuan Islam terhadap Ahl al Dzimmah, kecuali….

          A. memerangi / melawan

          B. hak perlindungan

          C. perlindungan nyawa dan badan

          D. perlindungan terhadap kehormatan

          E. tidak boleh mencaci

            Jawaban:  B

  1. Pemeluk agama lain yang menganggu keamanan dan ketentraman, bersifat dzalim, dan yang kita diizinkan melawan adalah….

           A. Golongan Ahl Zimmah

           B. Golongan Musta’min

           C. Golongan mu’ahada

           D. Golongan Harbi

           E. Golongan Kafir

                             Jawaban: E

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *