Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

  1. Dalam perusahaan perseorangan saldo laba/saldo rugi dan prive diperhitungkan ke modal. Demikian juga dengan perusahaan jasa, saldo laba/rugi dan prive diperhitungkan ke dalam modal. Jumlah pendapatan diselisihkan dengan beban. Jika pendapatan lebih besar dari beban, berarti memperoleh laba yang sifatnya menambah modal, sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari beban, diketahui kerugian yang sifatnya mengurangi modal.
  2. Untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debit dan saldo kredit akun-akun buku besar setelah diadakan penutupan, disusunlah  daftar yang disebut dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan berisi akun riil saja, yaitu harta, utang, dan modal.

 

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Perhatikanlah bagian dari kertas kerja berikut:

     

Berdasarkan kertas kerja di atas, penyesuaian yang dilakukan menggunakan pendekatan ….

      A. Harta

      B. Beban

      C. Pendapatan

      D. Utang

      E. Neraca

  • Jawaban: B

   Pembahasan:

Pencatatan penyesuaian beban-beban yang dibayar di muka dapat dilakukan dengan 2 pendekatan yaitu pendekatan  harta (neraca) atau  pendekatan beban (laba rugi), dalam jurnal penyesuaian di atas, akun beban asuransi diletakkan di kredit, hal ini menandakan sebelum dilakukannya penyesuaian, perusahaan mencatat asuransi tersebut ke dalam akun beban asuransi, artinya perusahaan melakukan pencatatan dengan pendekatan beban. Sebab jika melakukan pencatatan dengan metode harta atau neraca, maka akan ditemukan akun asuransi dibayar di muka terletak di kredit dalam kertas kerja bagian penyesuaian.

  • Pelunasan utang usaha sebesar Rp1.500.000,00 apabila dicatat dalam jurnal umum adalah ….

           A. Utang usaha :  Rp1.500.000,00

                Kas : Rp1.500.000,00

            B. Kas : Rp1.500.000,00

                 Utang usaha  :  Rp1.500.000,00

            C. Kas  :  Rp1.500.000,00

                 Piutang usaha  :  Rp1.500.000,00

             D. Piutang usaha  :  Rp1.500.000,00

                     Kas  :  Rp1.500.000,00

              E. Beban utang  :  Rp1.500.000,00

                     Kas : Rp1.500.000,00

  • Jawaban: A

  Pembahasan:

Transaksi pelunasan utang usaha sebesar Rp1.500.000,00 dicatat dalam jurnal umum dengan mendebitkan utang usaha pada kas. Utang usaha memiliki saldo normal di sebelah kredit yang artinya apabila hutang bertambah akan dijurnal disebelah kredit sedangkan apabila berkurang disebelah debit. Oleh karena itu pelunasan utang usaha akan menyebabkan berkurangnya utang usaha, sehingga utang usaha dicatat disebelah debit. Kas memiliki saldo normal di sebelah debit yang artinya apabila kas bertambah akan dijurnal disebelah debit sedangkan apabila berkurang disebelah kredit. Oleh karena itu pembayaran kas untuk pelunasan utang usaha akan menyebabkan berkurangnya kas, sehingga kas dicatat disebelah kredit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *