ADAD & MA’DUD:MUROKKAB ADADI

ADAD & MA’DUD:MUROKKAB ADADI

Yaitu gabungan kata bilangan (ADAD) dengan kata yang dihitungnya (MA’DUD), yaitu Kalimah Isim yang terletak setelah adad.

Bentuk-bentuk Adad & Ma’dudnya

  1. Adad 1 dan 2
  • Adad terletak setelah ma’dud jadi na’at. Dibaca mengikuti ma’dud
  • Ma’dud terletak sebelum adad jadi Man’ut. Dibaca tergantung kata sebelumnya
  • Adad dan ma’dud harus sama dalam mudzakar & muannatsnya. Jika mudzakar tidak dibubuhi ta marbuthah. Jika muannats dibubuhi ta marbuthah

  1. Adad 3-10
  • Adad dibaca tergantung sebelumnya
  • Adad jadi mudhaf. Dan Ma’dud jadi mudhaf ilaih, dibaca Jar.
  • Ma’dud harus berbentuk Jama’ Nakirah
  • Jika Ma’dudnya mudzakkar (laki-laki:tidak tidak dibubuhi ta marbuthah) maka adadnya muanntas (wanita:dibubuhi ta marbuthah). Begitu juga sebaliknya.

  1. Adad 11-19
  • Adadnya berbentuk MUROKKAB
  • Yang pertama dan kedua wajib dibaca fathah selamanya
  • Kecuali adad 12, yang pertamanya diakhiri dengan alif jika rofa (dibaca aa..), diakhiri dengan ya jika nashab atau jar (dibaca ai..)
  • Ma’dudnya harus berbentuk ISIM MUFRAD NAKIROH ,dibaca NASHAB
  • Adad pertama (satuan) harus mudzakkar jika ma’dudunya muannats dan sebaliknya.
  • Adad kedua (sepuluh) disamakan dengan ma’dudunya.

  1. Adad 20-99
  • Antara satuan dan puluhan disambung dengan huruf Athaf. Jadi yg satuan menjadi ma’thuf alih, dibaca tergantung sebelumnya. Yang puluhan menjadi ma’thuf, dibaca mengikuti ma’thuf alaih.(termasuk ke dalam Murokkab Athfi).
  • Ma’dudnya harus terdiri dari Isim Mufrad Nakirah,dibaca Nashab

  1. Adad 100 & 1000
  • Adad harus diidhafatkan pada ma’dudnya
  • Jadi Adad = Mudhaf, Ma’dud = Mudhaf Ilah
  • Ma’dud harus terdidri dari Ism Mufrad

GABUNGAN KANA DKK DGN MUBTADA –KHABAR

GABUNGAN KANA DKK DGN MUBTADA –KHABAR

  • Jika mubtada & khabar didahului kana dkk. Maka mubtada berubah menjadi isim kana  di baca rofa. Dan khabar berubah menjadi khabar kana dkk, dibaca nashab.

  • الجملة المفيدة : atau كلام adalah susunan dari beberapa kata dalam bahasa Arab yang bermakna sempurna dan diucapkn secara sengaja.

الجملة المفيدة : atau الكلام dalam bahasa Indonesia sering disebut Kalimat

  • الكلمة atau اللفظ dalam bahasa Indonesia disebut Kata
  • الكلمة atau اللفظ terbagi menjadi 3 :
  1. اَلاِسْمُ (kata benda)
  2. الْفِعْلُ (kata benda)
  3. الحرف (kata benda)
  • اْلاِسْمُ
  • اَلاِسْمُ هُوَ كُلُّ لَفْظٍ تَدُلُّ عَلٰى إِنْسَانٍ أَوْ حَيَوَانٍ أَوْ نَبَاتٍ أَوْ جَمَادٍ أَوْ مَكَانٍ أَوْ زَمَانٍ أَوْ صِفَاتٍ أَوْ مَعْنىً مُجَرَّدٍ مِنَ الزَّمَانِ.
  • Isim adalah setiap lafadz yang menunjukkan nama manusia, hewan, tumbuhan, benda, tempat, waktu, sifat atau makna yang tidak disertai pengertian zaman/waktu.
  • Isim = kata benda atau yang dibendakan

Contoh :

  • إنسان : رجل، محمد، أنا (seorang laki-laki, Muhammad, saya)
  • حيوان : أسد ، هرة (sing, kucing)
  • نبات : زهرة (bunga)
  • جماد : حائط (dinding/tembok)
  • مكان : القاهرة ، جاكرتا (Cairo, Jakarta)

عَلاَمَاتُ اْلاِسْمِ كَثِيْرَةٌ، مِنْهَا :

  • إِمْكَانُ تَنْوِيْنِهِ
  • إِمْكَانُ إِدْخَالِ “اَلْ” عَلَيْهِ
  • إِمْكَانُ جَرِّهِ بِحُرُوْفِ الْجَرِّ أَوْ بِاْلإِضَافَةِ

Tanda-tanda isim ada banyak, diantaranya :

  1. Bisa ditanwin
  • Contoh : طَالِبٌ ، رَجُلٌ ، قَائِمٌ ، زَيْدٌ ، أُسْتَاذٌ
  1. Bis diawali dengan اَلْ
  • Contoh : الطَّالِبُ ، الرَّجُلُ ، الْقَائِمُ ، اْلأُسْتَاذُ ، الْمَدْرَسَةُ
  1. Bisa di-I’rab jar, baik dengan huruf jar ataupun dengan idhofh.

     Contoh :

  • Dengan huruf jar : إِلَى الْمَدْرَسَةِ ، مِنَ الْمَسْجِدِ ، فِي بَيْتٍ
  • Dengan idhofah : رَسُوْلُ اللهِ ، عِلْمُ النَّحْوِ ، كِتَابُ الْفِقْهِ

Catatan :

Lafadh-lafadh yang sudah diawali اَلْ dengan tidak boleh ditanwin. Begitu pula sebaliknya, jika sudah ditanwin, maka tidk boleh diawali dengan اَلْ.

                                         Contoh :

يَجْلِسُ طَالِبٌ عَلَى الْكُرْسِيِّ

قَرَأَ تِلْمِيْذٌ الْكِتَابَ

شَرَحَ أُسْتَاذٌ الدَّرْسَ

يَجْلِسُ الطَّالِبُ عَلَى كُرْسِيٍّ

قَرَأَ التِّلْمِيْذُ كِتَابًا

شَرَحَ اْلأُسْتَاذُ دَرْسًا

Huruf-huruf Jar :

  1. مِنْ (dari) Contoh : خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِلِ

        (Saya telah keluar dari rumah)

  1. إِلَى (ke/kepada) Contoh : ذَهَبْتُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ

         (Saya telah pergi ke sekolah)

  1. عَنْ (dari/tentang) Contoh : سَأَلْتُكَ عَنْ مَحْمُوْدٍ

         (Saya telah bertanya kepadamu tentang Mahmud)

         رُوِيَ عَنْ أَنَسٍ  (Telah diriwayatkan dari Anas)

  1. عَلَى (diatas/pada) Contoh : الْقَلَمُ عَلَى الْمَكْتَبِ 

         (Pena itu di atas meja)

  1. فِيْ (didalam/di) Contoh : الطَّالِبُ فِي الْفَصْلِ

         (Siswa itu di dalam kelas)

  1. رُبَّ (banyak/sedikit sekali) Contoh : رُبَّ طَبِيْبٍ فِي الْقَرْيَةِ 

         (Sedikit sekali dokter di desa itu)

           رُبَّ رَجُلٍ صَالِحٍ فِي الْمَسْجِدِ 

          (Banyak sekali orang sholeh di dalam masjid)

  1. بِـ (dengan) Contoh : كَتَبْتُ بِالْقَلَمِ

         (Saya telah menulis dengan pena)

  1. كَـ (seperti/bagai) Contoh : أَنْتَ شُجَّاعٌ كَاْلأَسَدِ

          (Kamu pemberani seperti singa)

  1. لِـ (untuk) Contoh : إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ

         (Sesungguhnya sedekah-sedekah itu untuk orang-orang fakir)

  1. حُرُوْفُ الْقَسَمِ : وَ (demi); contoh : وَاللهِ   (Demi Allah)
  • بِ (demi); contoh : بِاللهِ   (Demi Allah)
  •  تَ (demi); contoh : تَاللهِ   (Demi Allah)

اْلإِضَافَةُ (Kata Majemuk)

  • Idhofah adalah dua isim yang dijadikan satu sehingga menjadi satu kesatuan arti dan makna baru
  • Idhofah terdiri dari dua bagian :
  1. Mudhof (مضاف) : isim yang terletak di depan (I).
  2. Mudhof ilaih (مضاف إليه) : isim yang terletak di belakang (II).

Contoh :

  1. كِتَابٌ (kitab) + مُحَمَّدٌ (Muhammad)

كِتَابُ مُحَمَّدٍ (Kitabnya Muhammad)

  • كتاب (مضاف) ، محمد (مضاف إليه) .

ثَوْبٌ .2 (baju) + زَيْدٌ (Zaid)

ثَوْبُ زَيْدٍ (Bajunya Zaid)

  • ثوب (مضاف) ، زيد (مضاف إليه)  

غُرْفَةٌ .3 (kamar) + النَّوْمُ (tidur)

غُرْفَةُ النَّوْمِ (kamar tidur)

  • غرفة (مضاف) ، النوم (مضاف إليه)

نُوْرٌ .4 (cahaya) + الْعِلْمُ (ilmu)

نَوْرُ الْعِلْمِ (Cahaya ilmu)

  • نور (مضاف) ، العلم (مضاف إليه)

دَرْسٌ .5 (pelajaran) + النَّحْوُ (nahwu)

دَرْسُ النَّحْوِ (Pelajaran nahwu)

  • درس (مضاف) ، النحو (مضاف إليه)

Mudhof ilaih itu bisa berupa :

  1. Isim dzohir, contoh : كِتَابُ مُحَمَّدٍ « محمد

                                        طَالِبَةُ مَدْرَسَةٍ  « مدرسة

  1. Isim dhomir, contoh : كِتَابُهُ « هُوَ

MUBDAL MINHU & BADAL:MUROKKAB BADALI

MUBDAL MINHU & BADAL:MUROKKAB BADALI

  • BADAL adalah Kalimat Isim yang :
    1. Menjelaskan kalimah sebelumnya,
    2. Hakikatnya sama dengan sebelumnya,
    3. Merupakan rincian kata sebelumnya,
    4. Jika kata sebelumnya (Mubdal Minhu) dibuang maka maknanya tidak
  • BADAL dibaca mengikuti Mubdal Minhu. Biasanya BADAL diartikan dengan “yaitu……..”

الْفَاعِلُ                                                                 

 الْفَاعِلُ هُوَ اِسْمٌ مَرْفُوْعٌ تَقَدَّمَهُ فِعْلٌ وَدَلَّ عَلَى  الَّذِي فَعَلَ الْفِعْلَ   

Fa’il adalah isim yang dibaca rofa’, terletak setelah fi’il dan menunjukkan pelaku pekerjaan.

Fa’il = Subyek = pelaku pekerjaan.

Fa’il ada 2 (dua) :

  1. Isim Dzohir, misal :
  • قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْكِتَابَ (Muhammad membaca kitab)

Kata مُحَمَّدٌ  adalah fa’il, karena ia adalah isim yang dibaca rofa’ (tanda rofa’-nya adalah dlommah karena berupa isim mufrod) dan terletak setelah fi’il (yaitu قَرَأَ)

  • قَرَأَتْ فَاطِمَةُ الْكِتَابَ (Fatimah membaca kitab)

Kata فَاطِمَةُ  adalah fa’il, karena ia adalah isim yang dibaca rofa’ (tanda rofa’-nya adalah dlommah karena berupa isim mufrod) dan terletak setelah fi’il (yaitu قَرَأَتْ)

  1. Isim Dhomir, misal :
  • قَرَأَ الْكِتَابَ à [Fa’il berupa dlomir tersimpan, yaitu هُوَ]

(Dia [Lk] membaca kitab)

  • قَرَأَتْ الْكِتَابَ à [Fa’il berupa dlomir tersimpan, yaitu هِيَ] (Dia [Pr] membaca kitab)
  • قَرَأْنَا الْقُرْآنَ à [Fa’il berupa dlomir terlihat, yaitu نَا]

(kami membaca al-Qur’an)

Kata قَرَأْنَا adalah fi’il madli mabni sukun, karena bertemu dengan dlomir rofa’ yang berharakat yang berkedudukan sebagai fa’il (نَا).

Contoh Fa’il isim Dzohir

Contoh Fa’il Isim Dhomir

Catatan :

  1. Fi’il harus sesuai dengan fa’ilnya dalam hal MUDZAKAR dan MU’ANNATS
  • كَتَبَ الْمُسْلِمُ   : untuk mudzakar
  • كَتَبَتْ الْمُسْلِمَةُ : untuk mu’annats, fi’ilnya terdapat ta’ ta’nits
  1. ضمير مستتر : Dhomir yang tersimpan
  • ضمير بارز      : Dhomir yang terlihat

الْفِعْلُ هُوَ كُلُّ لَفْظٍ يَدُلُّ عَلَى حُصُولِ عَمَلٍ فِيْ زمَنٍ خَاصٍّ.

Fi’il adalah setiap lafadh yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan pada masa tertentu. Fi’il = kata kerja.

Contoh :

  • كَتَبَ      (telah menulis)
  •  يَكْتُبُ   (sedang /akan menulis)
  •    اُكْتُبْ  (tulislah !)

Pembagian Fi’il

  1. Fi’il Madli (الْفِعْلُ الْمَاضِي)

Contoh : جَلَسَ   (telah duduk)

  1. Fi’il Mudlori’ (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ)

Contoh : يَجْلِسُ    (sedang/akan duduk)

  1. Fi’il Amr (فِعْلُ اْلأَمْرِ)

Contoh : اِجْلِسْ  (duduklah!)

  • الْفِعْلُ الْمَاضِي هُوَ كُلُّ فِعْلٍ يَدُلُّ عَلَى حُصًوْلِ عَمَلٍ فِي الزَّمَنِ الْمَاضِي
  • Fi’il Madli adalah setiap kata kerja yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan pada masa lampau.

Contoh : كَتَبَ      (telah menulis)

                جَلَسَ   (telah duduk)

               قَامَ   (telah berdiri)

  • الْفِعْلُ الْمُضَِارِعُ هُوَ كُلُّ فِعْلٍ يَدُلُّ عَلَى حُصًوْلِ عَمَلٍ فِي الزَّمَنِ الْحَاضِرِ أَوِ الْمُسْتَقْبَلِ
  • Fi’il Mudlori’ adalah setiap kata kerja yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan pada masa sekarang atau akan datang.

Pada fi’il ini selalu diawali dengan salah satu huruf-huruf berikut ini : أ ، ن ، ي ، ت (أنيت) sering disebut juga huruf mudloro’ah.

Contoh : يَكْتُبُ     (sedang/akan menulis)

                يَجْلِسُ  (sedang/akan duduk)

               يَقُوْمُ   (sedang/akan berdiri)

  • الْفِعْلُ الْمَاضِي هُوَ كُلُّ فِعْلٍ يُطْلَبُ بِهِ حُصُوْلِ عَمَلٍ فِي الزَّمَنِ الْمُسْتَقْبَلِ
  • Fi’il Amr adalah setiap kata kerja yang menuntut (meminta) terjadinya suatu pekerjaan pada masa yang akan datang. Fi’il Amr = kata perintah

Contoh : اُكْتُبْ      (tulislah!)

                اِجْلِسْ  (duduklah!)

               قُـمْ  (berdirilah!)

  • الْمُعْرَبُ وَالْمَبْنِي
  • Mu’rob adalah lafadh-lafadh yang berharokat pada huruf terakhirnya bisa berubah-ubah.
  • Mabni adalah lafadh-lafadh yang berharokat pada huruf TETAP dan TIDAK berubah-ubah.
  1. Isim

Kebanyakan dari kalimah isim adalah mu’rob, tapi ada beberapa isim yang Mabni, diantaranya :

  1. اِسْمُ اْلإِشَارَةِ (kata petunjuk),
  • contoh : هٰذَ ، هٰذِهِ ، ذٰلِكَ ، تِلْكَ
  1. اْلاِسْمُ الْمَوْصُوْلُ (kata sambung),
  • contoh : الَّذِي ، الَّتِي ، الَّذِيْنَ ، اللاَّتِي
  1. الضَّمِيْرُ (kata ganti),
  • contoh : هُوَ ، هُمَا ، هُمْ ، هِيَ ، هُمَا ، هُنَّ
  1. اِسْمُ اْلاِسْتِفْهَامِ (kata tanya),
  • contoh : هَلْ ، أَيْنَ ، كَمْ ، مَتَى ، مَنْ ، مَا
  1. Fi’il
  • Fi’il-fi’il yang mu’rob adalah semua fi’il mudlori’, kecuali fi’il mudlori’ yang bersambung dengan nun niswah dan nun taukid. Contoh mu’rob : يَكْتُبُ ، يَنْصُرَ ، يَجْلِسُ
  • Fi’il-fi’il yang mabni :
  1. Fi’il Madli, contoh : كَتَبَ ، نَصَرَ ، جَلَسَ
  2. Fi’il Amr, contoh : اُكْتُبْ ، اُنْصُرْ ، اِجْلِسْ
  3. Fi’il Mudlori’ yang bersambung dengan nun niswah dan nun taukid secara langsung, contoh :
  • نون نسوة : هُنَّ يَكْتُبْـنَ ، أَنْتُنَّ تَكْتُبْنَ
  •  نون توكيد : هُوَ يَكْتُبَـنَّ ، هُوَ يَكْتُبَـنْ

Bahasa Arab

BAHASA ARAB

Bahasa Arab (bahasa Arab: اللغة العربية, translit. al-lugah al-‘Arabīyah‎, atau secara ringkas عربي) adalah salah satu bahasa Semit Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami.

bilangan-1-sd-20-bahasa-arab

ADAD & MA'DUD:MUROKKAB ADADI

Isim Adad yg kosong dari Tarkib dan ‘Athaf. Yaitu bilangan dari Wahidun (satu) sampai ‘Asyarotun (sepuluh), Bidh’un (sejumlah antara 3-9), Mi’atun (seratus), dan Alfun (seribu). Sebagian Nuhat menyebutnya “Adad Mudhaf” karena dapat dimudhafkan pada Tamyiznya/Ma’dudnya, yang selain wahidun (satu) dan Itsnani (dua).

IMG_20190309_031759-02

MA’THUF ALAIH & MA’THUF :MUROKKAB ATHFI

Adalah Isim Adad susunan Athaf. Yaitu bilangan yg ada diantara dua Adad Aqd (angka yg ada diantara 20>…<30, 30>…<40, dst.). Contoh Wahidun wa ‘Isyruuna (dua puluh satu), Itsnaani wa Isyruuna (dua puluh dua), dst. Hingga Tis’atun wa Tis’uuna (sebilan puluh Sembilan).

Pembagian Kalam Dalam Jurmiyah

MUBDAL MINHU & BADAL:MUROKKAB BADALI

Murakkab (الْمُرَكَّبُ) artinya susunan. Maksudnya di sini: gabungan dua kalimah atau lebih yang menghasilkan suatu fâidah.

contoh-kalimat-inna-dan-saudaranya

GABUNGAN INNA DKK DGN MUBTADA-KHABAR

Pengamalan untuk Inna, Anna, Laita, Lakinna dan Ka-anna, kebalikan dari pengamalan untuk Kaana. (yakni, Inna dss. Beramal menashabkan isimnya dan merofa’kan khobarnya)

index

GABUNGAN LA NAFY DGN MUBTADA-KHABAR

Nafi ( semua nafi yang pantas masuk pada isim ( مَا ... Khabar bagi Mubtada' yg ber-Lam Ibtida' atau Mubtada' dari Isim Shadar

10-khabar-kana-3-638

GABUNGAN KANA DKK DGN MUBTADA –KHABARB ATHFI

Apabila dilihat dari Khabarnya maka Mubtada terbagi menjadi dua, yaitu Mubtada yang mempunyai khabar, contohnya (محمد مبتسم) dan Mubtada yang tidak memiliki Khabar, akan tetapi mempunyai isim marfu’yang menempati posisi dari pada khabar,

Digital Solutions
Boost your Success

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar

Themes
Users
Active Installs

Our Team

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.