TEKS CERAMAH

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                          TEKS CERAMAH

  1. Struktur Teks Ceramah 

Ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya. Yang menyampaikan adalah orang-orang yang menguasai di bidangnya dan yang mendengarkan biasanya melibatkan banyak orang. Medianya bisa langsung ataupun melalui sarana komunikasi, seperti televisi, radio, dan media lainnya.

Selain itu, ada pula yang disebut dengan pidato dan khotbah.

  • Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasif, yakni berisi ajakan ataupun dorongan pada khalayak untuk berbuat sesuatu.
  • Khotbah adalah pembicaaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan keagamaan atau praktik beribadah dan ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan.

 

  • Fungsi Teks Ceramah 

Ceramah merupakan teks yang berfungsi untuk menyampaikan informasi (edukatif) yang berupa pengetahuan kepada khalayak juga untuk mengajak atau meyakinkan.

  • Menentukan isi dan Struktur dalam Teks ceramah

Teks ceramah memiliki bagian-bagian tertentu, yang meliputi bagian pembuka, isi, dan penutup.

  1. Pembuka

Berupa pengenalan isu, masalah, ataupun pandangan pembicara tentang topik yang akan dibahasnya. Bagian ini sama dengan isi dalam teks eksposisi, yang disebut dengan isu.

     2. Isi yang berupa rangkaian argumen pembcara berkaitan dengan pendahuluan atau tesis. 

Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumen pembicara

     3. Penutup berupa penegasan kembali atas pernyataan-pernyataan sebelumnya

  1. Ciri Kebahasaan Teks ceramah

Sebagaimana jenis teks lainnya, ceramah pun memiliki karakteristik tersendiri yang cenderung berbeda dengan teks-teks lainnya. Teks ceramah memiliki kaidah kebahasaan sebagai berikut.

  1. Menggunakan kata ganti orang pertama (tugggal) dan kata ganti orang kedua jamak, sebagai sapaan. Kata ganti orang pertama, yakni saya, aku. Mungkin juga kata kami apabila penceramahnya mengatasnamakan kelompok. Teks ceramah sering kali menggunakan kata sapaan yang ditujukan pada orang banyak, seperti hadirin, kalian, bapak-bapak, ibuibu, saudara-saudara
  2. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Dengan topik tentang masalah kebahasaan yang menjadi fokus pembahasanya, istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis, epimistis, tata krama, kesantunan berbahasa,etika berbahasa.
  3. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab akibat). Misalnya, jika… maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan/pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.
  4. Menggunakan kata-kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, menyimpulkan.
  5. Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya, diharapkan, perlu, harus.

       Contoh soal:

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin.


Hadirin sekalian yang berbahagia!

Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya.

  1. Teks tersebut termasuk teks…

    A. ceramah

    B. eksplanasi

    C. eksposisi

    D. prosedur

    E. deskripsi

  • Jawaban: a
  1. Salam pembuka di tandai dengan kalimat…

    A. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    B. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt.

    C. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw.

    D. Dirasa amat penting sekali jiwa social untuk diterapkan dilingkungan keluarga.

    E. Karena dengan jiwa sosial

  • Jawaban: a

TEKS CERPEN

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                             TEKS CERPEN

  1. Struktur Cerpen

Struktur cerita pendek secara umum dibentuk oleh (1) bagian pengenalan cerita, (2) penanjakan menuju konflik, (3) puncak konflik, (4) penurunan, dan (5) penyelesaian. Bagianbagian itu ada yang menyebutnya dengan istilah abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda.

  • Abstrak (sinopsis) merupakan bagian cerita yang menggambarkan keseluruhan isi cerita.
  • Orientasi atau pengenalan cerita, baik itu berkenaan dengan penokohan ataupun bibit-bibit masalah yang dialaminya.
  • Komplikasi atau puncak konflik, yakni bagian cerpen yang menceritakan puncak masalah 

yang dialami tokoh utama. Masalah itu tentu saja tidak dikehendaki oleh sang tokoh. Bagian ini pula yang paling menegangkan dan rasa penasaran pembaca tentang cara sang tokoh di dalam menyelesaikan masalahnya bisa terjawab. Dalam bagian ini, sang tokoh menghadapi dan menyelesaikan masalah itu yang kemudian timbul konsekuensi atau akibat-akibat tertentu yang meredakan masalah sebelumnya.

  • Evaluasi, yakni bagian yang menyatakan komentar pengarang atas peristiwa puncak yang telah diceritakannya. Komentar yang dimaksud dapat dinyatakan langsung oleh pengarang atau diwakili oleh tokoh tertentu. Pada bagian ini alur ataupun konflik cerita agak mengendur, tetapi pembaca tetap menunggu implikasi ataupun konflik selanjutnya, sebagai akhir dari ceritanya.
  • Resolusi merupakan tahap penyelesaian akhir dari seluruh rangkaian cerita. Bedanya, 

dengan komplikasi, pada bagian ini ketegangan sudah lebih mereda. Dapat dikatakan pada bagian ini hanya terdapat masalah-masalah kecil yang tersisa yang perlu mendapat penyelesaian, sebagai langkah “beres-beres”.

  • Koda merupakan komentar akhir terhadap keseluruhan isi cerita, mungkin juga diisi dengan kesimpulan tentang hal-hal yang dialami tokoh utama kemudian.
  1. Ciri Kebahasaan Cerpen

Cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan seperti berikut.

1) Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang ditandai oleh fungsi-fungsi keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika itu, beberapa tahun yang lalu, telah terjadi.

2) Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis). Contoh: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.

3) Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, membersihkan, menawari, melompat, menghindar.

4) Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentang, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.

5) Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh. Contoh: merasakan, menginginkan, mengarapkan, mendambakan, mengalami

6) Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (“….”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.

   CONTOH:

  1. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temu orang itu!”
  2. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” Tanya Ani pada temannya.
  3. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak Lani.

7) Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggabarkan tokoh, tempat, atau suasana.

    CONTOH:

Segala sesuatu tampak berada dalam kendali sekaran.: Bahkan kamarnya sekarang sangat rapi dan bersih. Segalanya tampak tepat berada di tempatnya sekarang, teratur rapi dan tertata dengan baik. Ia adalah juru masak terbaik yang pernah dilihatnya, ahli dalam membuat ragam makanan Timur dan Barat ‘yang sangat sedap’. Ayahnya telah menjadi pencandu beratnya.

    Contoh soal:

  Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

“sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”

 “maksud ibu apa?”

“Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.”

  1. Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?

   A. sabar dan penyayang

   B. angkuh dan disiplin

   C. tegas dan pemberani

   D. Penuh perhatian dan tegas

   E. penakut

  • Jawaban: D

   2. Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat…

      A. pendendam

      B. keras kepala dan mudah marah

      C. Tidak bisa membedakan urusan dinas dan urusan pribadi

      D. ingin menang sendiri

      E. baik hati

  • Jawaban: C

     3. Bagaimana gambaran karakter tokoh diah dalam cerpen di atas?

        A. kuat menerima cobaan

        B. gampang putus asa

        C. Lemah dan penuh penderitaan

        D. trauma dalam menjalani kehidupanya

        E. keras dan kuat

  • Jawaban: C

TEKS EKSPLANASI

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                           TEKS EKSPLANASI

  1. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks eksplanasi

Teks eksplanasi dapat disamakan dengan teks yang menceritakan prosedur atau proses terjadinya sesuatu. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadi sesuatu secara jelas dan logis. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pernyataan-pernyataan yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas). Namun, sebab-sebab ataupun akibat-akibat itu berupa sekumpulan fakta menurut penulisnya.

  1. Struktur Teks Ekplanasi

Teks eksplanasi memiliki struktur baku sebagaimana halnya jenis teks lainnya. Sesuai dengan karakteristik umum dari isinya, teks eksplanasi dibentuk oleh bagian-bagian berikut.
a. Identifkasi fenomena (phenomenon identifcation), mengidentifkasi sesuatu yang akan diterangkan.
b. Penggambaran rangkaian kejadian (explanation sequence), memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa. 

c. Ulasan (review), berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya. 

  1. Menelaah Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan teks eksplanasi, antara lain, sebagai berikut.

  1. Banyak menggunakan kata yang bermakna denotatif.
  2. Banyak menggunakan konjungsi kausalitas ataupun kronologis.
  3. Banyak menggunakan keterangan waktu pada kalimat-kalimatnya.
  4. Banyak menggunakan kata ganti benda, baik konkret ataupun abstrak, seperti demonstrasi, banjir, gerhana, embrio, kesenian daerah; dan bukan kata ganti orang, seperti ia, dia, mereka. Oleh karena objek yang dijelaskannya itu berupa fenomena, tidak berbentuk personal (nonhuman participation), 
  5. Banyak menggunakan kata kerja pasif. Seperti kata terlihat, terbagi, terwujud, terakhir, dimulai, ditimbun, dan dilahirkan.
  6. Banyak menggunakan kata teknis atau peristilahan, sesuai dengan topik yang dibahasnya. 

 

  1. Menulis Teks Eksplanasi Berdasarkan Struktur dan Kebahasaan

Adapun langkah-langkah penyususannya adalah sebagai berikut.

  • Menentukan satu fenomena peristiwa alam atau sosial budaya

Misalnya, peristiwa alam gempa bumi

  • Mendafar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi teks eksplanasi
  • Menyusun kerangka teks, yakni dengan menomori topik-topik itu sesuai dengan struktur baku dari teks ekspalanasi, yang paragraf-paragrafnya dapat disusun secara kausalitas atau kronologis. 
  • Pengumpulan data
  • Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi yang lengkap dan utuh, dengan memperhatikan struktur bakunya: identifkasi fenomena, proses kejadian, dan ulasan. 

    Contoh soal:

  1. Struktur teks eksplanasi adalah….

       A. Pernyataan umum ^ aspek yang dilaporkan

       B. Pernyataan umum ^ urutan sebab-akibat

       C. Pernyataan umum ^ argumentasi ^ reiterasi

       D. Orientasi ^ krisis ^ reaksi ^ koda

       E. Orientasi ^ urutan peristiwa ^ reorientasi

  • jawaban: b

    2. Inti teks eksplanasi terdapat pada bagian….

    A. pernyataan umum

    B. sebab-akibat

    C. aspek yang dilaporkan

    D. argumen

    E. Penutup

  • Jawaban: b

TEKS PROSEDUR

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                           TEKS PROSEDUR

  1. Mengorganisasikan Informasi dalam Teks Prosedur

Mengorganisasikan informasi dalam teks prosedur adalah kegiatan menelaah teks prosedur untuk menemukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam pernyataan umum dan tahapan-tahapan melakukan suatu kegiatan atau suatu pekerjaan. 

Pernyataan umum atau penjelasan umum atau bisa disebut sebagai pembuka dalam teks prosedur ialah tulisan yang berisi tujuan atau hasil akhir yang akan dicapai jika seseorang mengikuti langkah-langkah yang ada pada teks tersebut. Sementara itu, tahapan-tahapan ialah prosedur yang harus/wajib diikuti agar mencapai tujuan yang diinginkan dengan tepat. 

  1. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur

Teks prosedur dibentuk oleh ungkapan tentang tujuan, langkah-langkah, dan penegasan ulang.

Unsur kebahasaan teks prosedur di antaranya Banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif), banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya, Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan, banyak menggunakan pernyataan persuasif, apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

  1. Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan dalam Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki dua bagian utama berupa pernyataan umum dan tahapan-tahapan.

Langkah-langkah merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur di antaranya sebagai Berikut.

  • Menentukan macam atau jenis teks prosedur yang akan dirancang
  • Menentukan topik teks prosedur
  • Menyusun rancangan pernyataan umum dan langkah-langkah atau tahapan-tahapan.

    4. Membandingkan Dua Teks Prosedur

Membandingkan dua teks adalah membandingkan satu teks dengan teks lainnya, apakah terdapat perbedaan atau persamaan baik dari struktur maupun kaidah kebahasaannya.

  1. Menyusun Teks Prosedur dengan memperhatikan isi, struktur, dan kaidah kebahasaan

Langkah-langkah penyusunan teks prosedur ialah sebagai berikut.

  • Menginventarisasi macam-macam kegiatan yang pernah atau dapat dilakukan.
  • Menentukan tema kegiatan.
  • Membuat kerangka dalam bentuk topik-topik kegiatan secara garis besar.
  • Mensistematisasikan kerangka dengan benar dan mudah dipahami pembaca.
  • Mengumpulkan bahan-bahan.
  • Mengembangkan kerangka menjadi sebuah petunjuk yang jelas dan lengkap.
  • Menyunting Teks Prosedur

Dalam menyunting sebuah teks prosedur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu, kebenaran isi, strukturnya, kaidah kalimat, ataupun penggunaan ejaan/tanda bacanya.

Contoh soal:

  1. Kalimat yang mengandung perintah dalam teks prosedur adalah kalimat…

          A. imperatif

          B. interigatif

          C. baku

          D. tanya

          E. ke Satu

  • Jawaban: a

     2. Cermatilah teks berikut!

Batang pisang dikerap cukup dalam, kemudian batang pisang dirobohkan pelan-pelan. Caranya, salah satu pelepah daunnya ditarik sampai hampir roboh. Tandanya pisang jangan sampai membentur tanah agar tidak trusak. Sebelum tandan dekat ke tanah, ujung tandan dipegang dengan tangan atau disangga dengan alat yang telah disediakan.

Kutipan tersebut merupakan bagian dari…

   A. cara memanen buah pisang

   B. cara memanfaatkan buah pisang

   C. tanda-tanda buah pisang siap panen

   D. buah pisang sebagai bahan keripik pisang

   E. manfaat buah pisang selain sebagai buah meja

  • Jawaban: a

TEKS EDITORIAL

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                          TEKS EDITORIAL

  1. Pengertian teks editorial

Editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat). 

  1. Fungsi Teks Editorial

Fungsi teks editorial di antaranya sebagai Berikut.

1) Menjelaskan fakta atau peristiwa dan akibatnya kepada masyarakat

2) Mengisi latar belakang dari isu dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhinya.

3) Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

4) Memberikan penilaian moral tentang isu tersebut.

5) Mengajak pembaca untuk ikut berpikir tentang masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar

  1. Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Contoh soal:

  1. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di Merauke, Sabtu (26/5).

Kalimat utama dalah paragraf diatas adalah …

     A. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai 95%.

     B. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan.

     C. Hal itu tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di Merauke

     D. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai 85%.

     E. Hanya saja, hal itu dinilai patokan kualitas kelulusan.

  • Jawaban: a

    2. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di Merauke, Sabtu (26/5). Menyimak pernyataan di atas menguatkan apa yang selama ini diwacanakan, khususnya saat UN tiba, yaitu adanya kesenjangan taraf pendidikan di Tanah Air. Di wilayah barat, pendidikan relatif maju. Lulusan UN bisa langsung bersaing secara setara di kancah perguruan tinggi terkenal. Sebaliknya, siswa dari Merauke, jika ingin masuk PTN terkenal, harus matrikulasi satu tahun kalau mau setaraf dengan lulusan setingkat dari Jawa.

Fakta dalam paragraf diatas …

   A. Di wilayah barat, pendidikan relatif maju.

   B. Lulusan UN bisa langsung bersaing secara setara di kancah perguruan tinggi terkenal.

   C. Sebaliknya, siswa dari Merauke, jika ingin masuk PTN terkenal, harus matrikulasi satu tahun kalau mau setaraf dengan lulusan setingkat dari Jawa.

   D. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai 95%.

   E. Menyimak pernyataan di atas menguatkan apa yang selama ini diwacanakan, khususnya saat UN tiba, yaitu adanya kesenjangan taraf pendidikan di Tanah Air.

  • Jawaban: d

TEKS CERITA ATAU NOVEL SEJARAH

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

TEKS CERITA ATAU NOVEL SEJARAH

  1. Pengertian Novel Sejarah

Novel sejarah adalah novel yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa bersifat naratif atau deskriptif, dan disajikan dengan daya khayal pengetahuan yang luas dari pengarang. 

  1. Struktur Teks Cerita/Novel Sejarah 
  • Pengenalan situasi cerita (ekspostion, orientasi)

Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan latar cerita baik waktu, tempat maupun peristiwa. Selain itu, orientasi juga dapat disajikan dengan mengenalkan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antartokoh. 

  • Pengungkapan peristiwa

Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya. 

  • Menuju konflik (rising action)

Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh

  • Puncak konflik (turning point, komplikasi)

Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal. 

  • Penyelesaian (Evaluasi, resolusi)

Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan ataupun penilaian tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Pada bagian ini pun sering pula dinyatakan wujud akhir dari kondisi ataupun nasib akhir yang dialami tokoh Utama.

  • Koda

Bagian ini berupa komentar terhadap keseluruhan isi cerita, yang fungsinya sebagai penutup. Komentar yang dimaksud bisa disampaikan langsung oleh pengarang atau dengan mewakilkannya pada seorang tokoh. Hanya saja tidak setiap novel memiliki koda, bahkan novel-novel modern lebih banyak menyerahkan kesimpulan akhir ceritanya itu kepada para pembacanya. Mereka dibiarkan menebak-nebak sendiri penyelesaian ceritanya.

  1. Ciri Kebahasaan Novel Sejarah

Beberapa ciri kebahasaan novel sejarah adalah sebagai Berikut

  • Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau

Contoh: Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.

  • Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal), seperti: sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian.

Contoh: Setelah juara gulat itu pergi, Sang Adipati bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke Kadipaten.

  • Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material).

CONTOH:

1). Di depan Ratu Biksuni Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh.

2). Ketika para Ibu Ratu menangis yang menulari siapa pun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitikkan air mata.

  • Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. Misalnya, mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, menggungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.

CONTOH:

!). Menurut Sang patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar dan ia telah melihat banyak botol dan benda-benda yang ia tak tahu nama dan gunanya.

2). Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan kendit Galih tentang masalah itu.

  • Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental). Misalnya, merasakan, mengingikan, mengharapkan, mendambakan, menganggap. 

Contoh:

1). Gajah Mada sependapat dengan Jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.

2). Melihat itu, tak seorang pun yang menolak karena semua berpikir Patih Gajah Mada memang mampu dan layak berada di tempat 

  • Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (‘..”) dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.

Contoh:

“Mana surat itu?”

“Ampun, Gusti Adipati, Patik takut maka Patik bakar.” 

  • Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

Contoh:

Dari apa yang terjadi itu terlihat betapa besar wibawa Gajah Mada, bahkan beberapa prajurit harus mengakui wibawa yang dimiliki Gajah Mada jauh lebih besar dari wibawa Jayanegara. Sri Jayanegara masih bisa diajak bercanda, tetapi tidak dengan Patih Gajah Mada, sang pemilik wajah yang amat beku itu.

  1. Menyusun Novel Sejarah

Langkah-langkah menyusun novel sejarah adalah sebagai Berikut.

  • Menentukan peristiwa sejarah yang akan menjadi bahan penceritaan

Langkah pertama dalam menyusun novel sejarah seseorang atau diri sendiri adalah menentukan peristiwa sejarah (peristiwa yang terjadi pada masa lalu) yang akan dikembangkan menjadi novel sejarah. 

Dalam novel sejarah, penulis menceritakan peristiwa-peristiwa yang dialami para tokohnya dengan menggunakan latar peristiwa sejarah. Menulis novel sejarah berarti mengemas fakta sejarah dengan rekaan penulis. Wujudnya dapat berupa peristiwa yang berkaitan dengan hidup orang banyak atau hidup seseorang. 

Contoh:

  • Menyusun kerangka atau gambaran singkat cerita sejarah yang akan ditulis

Dasar penyusunan kerangka novel sejarah dapat berupa perjalanan waktu (misalnya. masa kecil, masa remaja, masa sekolah, masa kuliah, masa dewasa); latar tempat (di desa, di sekolah, di kota, di luar negeri).

Kerangka karangan dapat berisi tokoh, waktu dan tempat kejadian, , ilustrasi visual setiap tokoh, apa yang dipermasalahkan, dan sebagainya. 

  • Mengumpulkan bahan-bahan cerita

Pada tahap ini penulis mengumpulkan rangkaian peristiwa dari berbagai rujukan dan sumber (orang, buku, dan sebagainya).

  • Mengembangkan kerangka atau draf awal menjadi novel atau teks cerita sejarah

Pada tahap ini, penulis merangkai cerita berdasarkan daya khayal atau imajinasi. Sudut pandang yang paling mudah adalah sudut pandang orang pertama “ aku”. 

Penceritaan teks novel atau cerita sejarah mengikuti gaya teks rekon imajinatif yang didalamnya ada orientasi, pengungkapan peristiwa, cerita mulai memuncak, puncak permasalahan, resolusi, dan koda.

Contoh soal:

  1. “Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal abad ke-19”.

Jika diperhatikan konjungsinya pernyataan tersebut merupakan kalimat ….

     A. simpleks

     B. kompleks

     C. imperatif

     D. interogatif

     E. tak langsung

  • Jawaban: B

     2. Simaklah kutipan teks cerita sejarah berikut dengan saksama!

Perbedaan isi pada kedua teks tersebut adalah ….

   A. Wacana pertama membicarakan perubahan nama dari ESCAP menjadi ECAFE; sedang wacana kedua membahas tentang FIFA yang tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan Negara di Eropa hingga batas akhir pendaftaran.

   B. Wacana pertama membicarakan perubahan nama dari ECAFE menjadi ESCAP; sedang wacana kedua membahas tentang FIFA yang telah menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan Negara di Eropa hingga batas akhir pendaftaran.

   C. Wacana pertama membicarakan perubahan nama dari ECAFE menjadi ESCAP; sedang wacana kedua membahas tentang FIFA yang menerima beberapa konfirmasi keikutsertaan Negara di Eropa hingga batas akhir pendaftaran.

   D. Wacana pertama membicarakan perubahan nama dari ESCAP menjadi ECAFE; sedang wacana kedua membahas tentang FIFA yang tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan Negara di Eropa hingga batas akhir pendaftaran.

   E. Wacana pertama membicarakan perubahan nama dari ECAFE menjadi ESCAP; sedang wacana kedua membahas tentang FIFA yang tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan Negara di Eropa hingga batas akhir pendaftaran.

  • Jawaban: E

SURAT LAMARAN PEKERJAAN

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

              SURAT LAMARAN PEKERJAAN

  1. Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Isi surat meliputi bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan dan hal-hal yang harus ada di dalam surat lamaran pekerjaan. 

Sistematika adalah klasifikasi atau penggolongan atas isi atau bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan. 

Isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan surat, lampiran dan perihal, alamat surat, salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup, tanda tangan, dan nama terang. Isi surat terdiri atas unsur nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, alamat, serta beberapa hal yang dilampirkan.

  1. Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan maupun tulis

Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan (menetapkan, menyarikan pendapat, dan sebagainya) berdasarkan apa-apa yang diuraikan (https://kbbi.kata.web.id/menyimpulkan/). 

Menyimpulkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan adalah mengikhtisarkan atau menetapkan isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan berdasarkan identifikasi isi surat lamaran Pekerjaan.

  1. Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan

Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan terkait dengan bahasa yang digunakan adalah sebagai Berikut.

  1. Bahasa surat adalah bahasa yang baik dan benar.
  2. Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Bahasa surat berisi kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informative, dan tepat sasaran.
  4. Bahasa surat tampak dari tulisan yang bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
  5. Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama terang).
  1. Menyusun Surat Lamaran Pekerjaan dengan memperhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan

Berikut disajikan tips dalam membuat surat lamaran pekerjaan. 

  1. Menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  2. Menulis dengan susunan format rapi.
  3. Melengkapi data sesuai dengan keperluan.
  4. Melampirkan surat pendukung seperti sertifikat pengalaman kerja.

Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh seseorang untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan, kantor, atau instansi tertentu.

Surat lamaran pekerjaan memiliki isi dan sistematika yang berbeda dengan jenis surat lainnya.

Isi surat meliputi bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan dan hal-hal yang harus ada di dalam surat lamaran pekerjaan.

Sistematika adalah klasifikasi atau penggolongan atas isi atau bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan.

Isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan meliputi tempat dan tanggal pembuatan surat, lampiran dan perihal, alamat surat, salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup, tanda tangan, dan nama terang. Isi surat terdiri atas unsur nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, alamat, serta beberapa hal yang dilampirkan. Hal-hal penting yang dilampirkan antara lain daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah terakhir, sertifikat, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan pasfoto. Kadang-kadang instansi/lembaga juga meminta persyaratan lain, seperti surat keterangan pengalaman kerja, surat keterangan berbadan sehat, dan surat izin orang tua.

Berikut disajikan contoh analisis isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan.

Contoh surat lamaran pekerjaan

Hasil identifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan

Contoh soal:

  1. Hal yang diperlukan dalam sebuah surat lamaran pekerjaan adalah…

    A.  penggunaan kalimat permohonan pada yang dituju

    B.  penggunaan bahasa dengan uraian yang panjang, jelas, dan terperinci

    C. peggunaan kata yang runtut, sistematis, dan mudah dimengerti

    D. curriculum vitae yang perlu direkayasa demmi kelancaran

    E. adanya kop surat dari lampiran

  • Jawaban : A

   2. Hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan surat lamaran pekerjaan sebagai berikut, kecuali

     A. terdapat gambar dan pernak pernik

     B. menggunakan bahasa baku

     C. bahasa yang digunakan bertele tele

     D. tulisan menggunakan tinta warna warni

     E. menggunakan kertas warna warni

  • Jawaban : B

BAGIAN INTI KARANGAN

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                   BAGIAN INTI KARANGAN

  1. Bab Pendahuluan

   1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus.

   1.2 Rumusan masalah

Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan.

   1.3 Tujuan

Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul. Tujuan boleh lebih dari satu.
   1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas. Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilah istilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan.

   1.5 Landasan Teori

Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti.

   1.6 Hipotesis

Hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan untuk sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data otentik yang ada, pada bab-bab be rikutnya. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas.

   1.7 Sumber data

Sumber data yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.

   1.8 Metode dan teknik

  1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif. Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya.

     2. Teknik Penelitian

Teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi. Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas.

   1.9 Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan adalah suatu tulisan mengenai isi pokok secara garis besar dari bab I sampai bab terakhir atau kesimpulan dari suatu karangan ilmiah. Berdasarkan landasan teori
     2. Bab Analisis/Bab Pembahasan

Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah,yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab.

  1. Bab Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan.Yang dimaksudkan dengan saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian.

BAGIAN PENUTUP

  1. Daftar Pustaka

Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain.

Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan. Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut. Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka.

  1. Penulisan Lampiran (jika diperlukan)
  2. Penulisan Indeks (jika diperlukan)
  3. KUTIPAN, DAFTAR PUSTAKA DAN CATATAN KAKI

Penulisan kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki berkaitan erat dengan proses pengambilan data untuk kepentingan penulisan karya ilmiah.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki, kita akan melihat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data.

  1. Harus mencantumkan sumber aslinya. Hal ini penting karena pengambilan data tanpa mencantumkan sumber aslinya dapat dikategorikan sebagai penjiplakan atau plagiat.
  2. Data yang diambil harus sesuai dengan fakta, tidak boleh diubah ataupun direkayasa.
  3. Pengambilan data hendaknya diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, baik dari objektivitas, metode pengumpulan, (jika data diperoleh dari pengamatan, pengujian, atau angket) maupun kewenangan pihak pemberi data.

     Contoh soal:

  1. Cermatilah judul karya ilmiah berikut!

Judul karangan: mengenal macam, fungsi, dan cara pembuatan sabun.

Penulisan judul karya ilmiah tersebut yang tepat adalah …

       A. Mengenal Macam, Fungsi, dan Cara Pembuatan Sabun

       B. Mengenal Macam, Fungsi Dan Cara Pembuatan Sabun

       C. Mengenal macam, fungsi, dan Cara pembuatan sabun

       D. Mengenal macam, fungsi dan cara pembuatan sabun

       E. Mengenal Macam, fungsi dan Cara Pembuatan Sabun

  • Jawaban: A

Pembahasan: dalam menuliskan judul penelitian, tiap-tiap kata diawali dengan huruf kapital, kecuali kata hubung.

  1. Topik: pencegahan merokok pada anak-anak

Jika topik tersebut digunakan untuk membuat perumusan masalah, kalimat yang menunjukkan perumusan masalah yang benar adalah …

    A. Apa saja ciri-ciri anak perokok yang harus diwaspadai?

    B. Apa saja tingkah laku yang dapat dilihat dari anak perokok?

    C. Bagaimana dampak merokok yang berbahaya terhadap anak?

    D. Bagaimana upaya pencegahan merokok pada anak-anak?

    E. Mengapa ada larangan keras merokok bagi anak-anak?

  • Jawaban: D

Pembahasan: sudah jelas

KARANGAN ILMIAH

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                         KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Yang termasuk karangan ilmiah adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.

Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah:

  1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal.
  2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12.
  3. Menggunakan tinta berwarna hitam.
  4. Batas-batas pengetikan:
  • pias atas 4 cm;
  • pias bawah 3 cm;
  • pias kiri 4 cm; dan
  • pias kanan 3 cm.

 

Sistematika Karya Ilmiah

BAGIAN PEMBUKA

   1 . Kulit Luar/Kover

   Yang harus dicantumkan pada kulit luar dan halaman judul

  • Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada)
  • Keperluan Penyusunan
  • Nama Penyusun
  • Nama Lembaga Pendidikan
  • Nama Kota
  • Tahun

Penyusunan karangan ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Halaman Judul
  2. Halaman Pengesahan,dalam halaman ini dicantumkan nama guru pembimbing, kepala sekolah, dan tanggal, bulan, tahun persetujuan.
  3. Kata Pengantar. Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah. Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas. Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/ hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapan penulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah.
  4. Daftar Tabel. Tajuk Daftar Tabel dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah.
  5. Daftar Grafik, Bagan, atau Skema. Pada dasarnya penulisannya hampir sama seperti penulisan Daftar Tabel.
  6. Daftar Singkatan/Lambang. Penulisan sama dengan penulisan Daftar Tabel, Grafik, Bagan, atau Skema.

Contoh soal:

  1. Perhatikan unsur karya tulis berikut!

     1) Latar belakang

     2) pendahuluan

     3) kesimpulan

     4) pembahasan

     5) penutup

Sistematika yang tepat dari unsur-unsur karya tulis di atas adalah…

        A. 1, 2, 3, 4, 5

        B. 2, 3, 4, 5, 1

        C. 3, 4, 5, 1, 2

        D. 1, 3, 5, 4, 2

        E. 2, 1, 4, 5, 3

  • Jawaban = E

Pembahasan: sudah jelas di materi

    2. Hal-hal yang merupakan pendahuluan dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut, kecuali

        A. latar belakang permasalahan

        B. tujuan penulisan

        C. kesimpulan penulisan

        D. sistematika penulisan

        E. metode penulisan

  • Jawaban = C

Pembahasan: kesimpulan penulisan menjadi bab tersendiri di bab penutup, bukan di pendahulaun.

Proposal

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                PROPOSAL

Pada umumnya sebelum kita melakukan suatu kegiatan, kita harus menyusun rencana kegiatan terlebih dahulu. Rencana kegiatan itu berisi strategi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.Rencana kegiatan yang disusun itu disebut proposal.

Proposal dapat didefinisikan sebagai rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal

  • Contoh format penyusunan proposa kegiatan
  1. Nama kegiatan (Judul) Nama kegiatan/judul yang akan dilaksanakan tercermin dalam judul proposal.
  2. Latar belakang Latar belakang proposal berisi pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan tertentu.
  3. Tujuan Penyusunan proposal harus merumuskan tujuan sedemikian rupa agar target yang akan dicapai dapat dirasakan oleh pembaca proposal. Oleh karena itu,tujuan harus dijabarkan supaya tampak manfaatnya.
  4. Tema Tema adalah hal yang mendasari kegiatan tersebut.
  5. Sasaran/pesertaPenyusun proposal harus menetapkan secara tegas siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
  6. Tempat dan waktu kegiatan Dalam proposal harus dituliskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan akan dilaksanakan.
  7. Kepanitiaan Penyelenggara atau susunan panitia harus dicantumkan dalam proposal dan ditulis secara rinci.
  8. Rencana anggaran kegiatan Penulis proposal harus menyusun anggaran biaya yang logis dan realistis, serta memperhatikan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. 9. Penutup
    Berisi ucapan terima kasih

    Contoh soal:

  1. Dari pengertian proposal yang kalian ketahui, bentuk proposal usaha haruslah dalam bentuk…

         A. Tertulis

         B. File komputer

         C. Suara

         D. Produk

         E. Gambar

  • Jawaban = A

Pembahasan: proposal sebaiknya dalam bentuk tertulisa karena tidak semua orang nyaman membaca dalam bentuk digital

    2. Pendahuluan dalam proposal berisi.

       A. Penjadwalan kegiatan

       B. Informasi Usaha

       C. Kriteria pelanggan

       D. Biodata perusahan

       E. Latar belakang

  • Jawaban = E

Pembahasan: sudah jelas di materi