CONJUNCTION

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                                     CONJUNCTION

Conjunction merupakan kata atau kelompok kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua frasa (phrases) atau klausa (clauses). Secara sederhana, Conjunction dapat disebut sebagai kata hubung.

Berikut adalah jenis-jenis Conjunction beserta penjelasannya;

  1. Coordinate Conjunction

Coordinate Conjunction digunakan untuk menghubungkan dua independent clause.

            

   2.Correlative Conjunction

  Correlative Conjunction adalah kata hubung yang digunakan berpasangan.

           3.Subordinate Conjunction

Subordinate Conjunction adalah kata hubung yang berada di awal subordinate clause. Kata hubung ini berfungsi untuk menghubungkan subordinate clause dengan main clause untuk membentuk complex sentence.

     Subordinate Conjunction digunaka untuk tiga jenis klause, yaitu;

           4.Conjunctive Conjunction

       Conjunctive Conjunction adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua independent clause.

        Referensi: 

     https://www.studiobelajar.com/conjunction/

Berikut contoh soal mengenai Conjunction beserta pembahasannya;

  1. Elephants are big animal, __________ big whales are even bigger.

         a.and            b.  but               c.  or

Jawaban yang benar adalah B (but). Kalimat tersebut menghubungkan kalimat yang sekelas tetapi kontras, maka jawaban yang tepat adalah ‘but’.

  1. I don’t like __________ milk _________ soda. I prefer juice.

          a. neither … nor          b.  either … or            c. but … also

Jawaban yang benar adalah A (neither … nor). Kata kunci pada kalmia tersebut adalah ‘don’t like’. Kata tersebut menunjukkan kalimat negatif, maka jawaban yang tepat adalah ‘neither … nor’

COUNTABLE AND UNCOUNTABLE NOUNS

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                             COUNTABLE AND UNCOUNTABLE NOUNS

Noun atau kata benda dalam Bahasa Inggris dikategorikan menjadi dua;

  1. Countable Noun

  => kata benda yang jumlahnya dapat dihitung. Karena dapat dihitung, Countable noun juga dapat diukur.

Jika berbentuk tunggal (singular), countable noun harus diawali dengan article ‘a/an; the; atau one

Jika berbentuk jamak (plural), countable noun dapat diawali dengan ‘many; some; a few; a lot of; atau two, three, dst’ dan harus diakhiri dengan ‘-s/-es

Berikut contoh Countable Noun dan penggunaannya dalam kalimat:

          2.Uncountable Noun

    => kata benda yang jumlahnya tidak dapat dihitung, terutama dengan angka. Uncountable noun hanya dapat dihitung menggunakan ukuran tertentu, seperti takaran, timbangan, meteran, dan alat ukur lain.

Kata benda yang termasuk dalam Uncountable noun adalah material nouns dan abstract nouns.

Karena tidak dapat dihitung, maka kata benda dan kata kerja yang digunakan adalah bentuk tunggal (singular). Uncountable noun dapat diawali dengan ‘the; much; a little; a lot of; atau some

 

Berikut contoh Uncountable Noun dan penggunaannya dalam kalimat;

   Contoh Uncountable Noun yang lain;

Berikut contoh soal mengenai Countable and Uncountable Noun beserta pembahasannya;

  1. How __________ oranges do you eat today?

        a.many            b.  much                c.  some

Jawaban yang benar adalah A (many). Kata kunci pada pertanyaan ini adalah ‘oranges’. Oranges merupakan countable noun karena dapat dihitung. Maka, jawaban yang tepat adalah ‘many’.

  1. I think we still have __________ money in our saving.

A.   a few                 B.  a little               C.  many

Jawaban yang benar adalah B (a little). Kata kunci pada kalimat tersebut adalah ‘money’. Money merupakan uncountable noun karena tidak dapat dihitung dengan angka. Maka, jawaban yang tepat adalah ‘a little’.

MODAL VERBS

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                                    MODAL VERBS

Modal Verb merupakan salah satu kata kerja bantu (auxiliary verb). Kata kerja ini merupakan kata kerja bantu untuk menyatakan atau menanyakan kesanggupan atau permintaan, kemungkinan, atau hal-hal yang perlu dan harus dilakukan.

Berikut adalah contoh Modal Verbs:

  1. Can – Could

=> berarti ‘dapat/bisa’. Could merupakan bentuk lampau (past) dari Can.

Can atau Could dapat digunakan untuk:

  • Menunjukkan kemampuan (“My father can fly an airplane because he is a pilot.”)
  • Memberikan pilihan (“Miss Tania says I can bring meat or vegetables for my lunch.”)
  • Meminta izin (“Could you please close the door?”)
  1. May – Might

 => berarti ‘boleh/diizinkan’. Might merupakan bentuk lampau (past) dari May.

May atau Might dapat digunakan untuk:

  • Meminta izin dengan sopan (“May I drink, please?”)
  • Menunjukkan kemungkinan (“The teacher might not come today.”)
  1. Will – Would

=> berarti ‘akan’. Would merupakan bentuk lampau (past) dari Will.

Will atau Would dapat digunakan untuk:

  • Menyatakan kejadian di masa depan (“They will have exam next week.”)
  • Menyatakan janji (“I will work on my homework tonight.”)
  1. Must

=> berarti ‘harus’

Must dapat digunakan untuk:

  • Menyatakan kewajiban (“The teacher says all students must finish the homework.”)
  • Menyatakan kebutuhan (“It’s too late. I must go to bed now.”)
  • Menyatakan larangan, jika digunakan dengan ‘not’ (“You must not break your promise.”)
  1. Shall

=> berarti ‘akan’. Shall memiliki fungsi yang hampir sama dengan Will, tetapi Shall hanya dapat digunakan untuk first person, yaitu I dan We.

      Shall dapat digunakan untuk:

  • Menyatakan kejadian di masa mendatang (“I’m afraid I shall not be able to come t your wedding party next Sunday.”)
  • Menyatakan permintaan dengan sopan (“Shall we call him?”)
  1. Should

=> berarti ‘seharusnya’

Should dapat digunakan untuk:

  • Memberi saran/suggestion (“I think you should fix your problem first.”)
  • Memberi nasehat/advice (“You should see the doctor as soon as possible.”)

Berikut beberapa ketentuan untuk penggunaan Modal Verbs:

  1. Modal Verbs tidak dipengaruhi tenses

Modal verbs tidak ditambah –s/-es atau –d/-ed karena tidak dipengaruhi oleh tenses, baik present tense, past tense maupun future tense.

Contoh:

He cans cook delicious meal. => SALAH

He can cook delicious meal. => BENAR

  1. Modal Verbs diikuti kata kerja bentuk pertama (Verb 1)

Modal verb digunakan setelah Subject dan diikuti oleh kata kerja bentuk pertama (Verb 1). Kata kerja tersebut tidak ditambah –s/-es, -d/-ed, atau –ing

Contoh:

My mother will picking me up before noon. => SALAH

My mother will pick me up before noon. => BENAR

  1. Kalimat negatif dalam Modal Verbs

Kita dapat menambahkan ‘not’ setelah modal verbs untuk membentuk kalimat negatif.

Contoh:

They cannot get the ticket for the concert.

You shouldn’t buy it if you have no saving.

  1. Modal Verbs digunakan untuk semua subjek, kecuali Shall

Kita dapat menggunakan modal verbs untuk semua subjek (I, you, they, we, he, she, it). Tetapi untuk Shall hanya dapat digunakan untuk subjek I dan We.

Contoh:

You shall not forget me. => SALAH

I shall never forget you. => BENAR

Berikut contoh soal mengenai Modal Verbs beserta pembahasannya;

  1. You __________ park here. It is not permitted.

            a.can               b.  cans                 c.  cannot

Jawaban yang benar adalah C (cannot). Kata kunci pada pertanyaan ini adalah ‘It is not permitted’. Jika itu dilarang, maka jawaban yang benar adalah ‘tidak boleh parker di sini’ atau ‘cannot park here’.

  1. This is a secret. You __________ tell anybody.

         a.will not            b.  should not             c.  shall not

Jawaban yang benar adalah B (should not). Konteks kalimat ini adalah untuk menyatakan hal yang tidak seharusnya dilakukan, maka jawaban yang paling tepat adalah ‘should not’.

PREPOSITION

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                                      PREPOSITION

Preposition adalah kata yang berfungsi untuk membentuk frasa yang menerangkan verb, noun, atau adjectives. Preposition dapat dikombinasikan dengan noun atau pronoun dan menunjukkan hubungan antara object of preposition dengan kata lain di dalam kalimat.

Object of preposition dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), gerund (V-ing) atau noun phrase (frasa kata benda).

Kombinasi antara preposition dengan object of preposition membentuk prepositional phrase.

Contoh Prepositional phrases:

Jenis-jenis Preposition

  1. Preposition of Time
  • Preposition untuk menunjukkan waktu

Contoh Preposition of Time

Contoh pada kalimat:

  • My class starts at 7 A.M.
  • We have ceremony on Monday.
  • My family has moved here since 2012.
  • My father has meeting from 8 A.M. to 3 P.M.
  1. Preposition of Place
  • Preposition untuk menunjukkan tempat

Contoh Preposition of Place

Contoh pada kalimat:

  • The glass is on the table.
  • My cat hides under the bed.
  • My school is across from a bookstore.
  • Please, sit next to me.
  1. Preposition of Movement
  • Preposition untuk menunjukkan gerakan

Contoh Preposition of Movement

Contoh pada kalimat:

 

  • The moon goes around the Earth.
  • The baby walks towards her mom.
  • We should go down to the ground floor.
  • The coffee spilled all over the floor.

Berikut contoh soal mengenai preposition beserta pembahasannya;

  1. The film finishes __________ 8 P.M.

          A. on            B.  at              C.  in

Jawaban yang benar adalah B (at) karena preposition tersebut menunjukkan waktu, waktu yang ditunjukkan adalah waktu spesifik (8 P.M.).

  1. Diana is sitting __________ Joseph and Andy.

           A.on             B.  between              C.  under

 

Jawaban yang benar adalah B (between) karena preposition tersebut menunjukkan tempat. Tempat yang ditunjukkan adalah di antara kedua orang, Joseph dan Andy.

TYPES OF TEXT

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                                  TYPES OF TEXT

Ada beberapa teks dalam Bahasa Inggris. Pembagian teks Bahasa Inggris tersebut dibedakan berdasarkan tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan. Berikut adalah beberapa jenis teks Bahasa Inggris beserta pembahasan dan contohnya;

  1. Recount Text

Tujuan => menceritakan kembali peristiwa yang terjadi di masa lampau dan urutan suatu kejadian yang sudah terjadi

Struktur teks => Orientation – Event(s) – Reorientation

Unsur Kebahasaan => Menggunakan Past Tense, Action Verb, Adjectives

Contoh : Biografi

  1. Narrative Text

Tujuan => menceritakan cerita yang membuat pembaca terhibur

Struktur teks => Orientation – Complication – Resolution – Reorientation

Unsur Kebahasaan => Menggunakan Past Tense, Action Verb, disusun secara kronologis

Contoh : legenda, mitos, dongeng

  1. Expository Text

Tujuan => mengajak pembaca untuk memandang suatu isu berdasarkan sudut pandang penulis

Struktur Teks => Introduction – Body (argument and evidence) – Conclusion

Unsur Kebahasaan => menggunakan Present Tense, Mental Verb, Conjunction

Contoh: Esay, artikel koran, editorial

  1. Informative Text / Report

Tujuan => memberikan informasi mengenai suatu topik

Struktur Teks => General classification – Description

Unsur Kebahasaan => menggunakan Simple Present Tense, Logical Connection, menyatakan aspek umum

  1. Procedure Text

Tujuan => menjelaskan cara atau langkah membuat/melakukan sesuatu

Struktur Teks => Goal/Aim – Materials/Equipment – Steps/Methods

Unsur Kebahasaan => menggunakan Simple Present Tense, Imperatives, Adver, Technical terms

  1. News Item

Tujuan => menginformasikan kabar berita pada hari itu yang dianggap penting

Struktur Teks => Newsworthy events – Background events – Sources

Unsur kebahasaan => Menggunakan Action Verbs, Direct-Indirect speech, Adverbs, Caption

Berikut contoh beberapa teks, pertanyaan mengenai teks tersebut beserta pembahasannya;

ELLIPSIS

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Elipsis

Ellipsis atau omission marks atau suspension adalah salah satu punctuation (tanda baca) yang digunakan untuk menunjukkan adanya bagian yang hilang pada direct quotation (kutipan langsung) dan untuk memutus suatu quote speech (kutipan perkataan).

 

Adapun aturan penggunaan ellipsis beserta skemanya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

 

Beberapa Penggunaan dan Contoh Kalimat dengan Ellipsis:

ANNOUNCEMENT – ADVERTISEMENT

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                                   Announcement

Announcement merupakan jenis teks Bahasa Inggris yang bertujuan untuk memberi informasi kepada publik tanpa unsur komersil. Announcement dapat diartikan sebagai pengumuman.

Sedangkan Advertisement merupakan teks Bahasa Inggris yang bertujuan untuk menyampaikan suatu hal ke publik dengan tujuan komersil, seperti menjual sesuatu. Advertisement dapat diartikan sebagai iklan.

Berikut perbedaan struktur teks Announcement dan Advertisement

Announcement

Advertisement

  • Opening
  • Purpose
  • Content
  • Name of Product
  • Closing
  • User

Berikut contoh teks Announcement dan Advertisement beserta contoh soal dan pembahasan : 

REPORTED SPEECH / MIXED TYPE (Jenis Gabungan)

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                   REPORTED SPEECH / MIXED TYPE (Jenis Gabungan)

     Bila pertanyaan dan pernyataan digabung dalam Reported Speech, maka kita menggunakan kata as (karena) sebagai penghubung pada bagian kalimat pernyataan yang dilaporkan. Dalam hal ini, kalimat pernyataan tersebut dilaporkan kemudian.

Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini :

  • She asked me, ”What is the time? My watch has stopped.”     

      => She asked me what the time was as her watch had stopped.

  • Ira asked John, ”What is the matter with you? You don’t look well.”

     => Mary asked John what the matter was with him as he didn’t look well.

  • I asked her, ”How long have you been studying English? Your accent is very good.”

     => I asked her how long she had been studying English as he her accent was very good.

  • He told me, ”I am off to the movie. Where are you going?”

    => He told me that he was off to the movie and asked me where I was going.

  • She said, ”It is cold inside. Is the window open?”

      => She said that it was cold inside and asked if the window was open.

  1. Bila dalam pertanyaan langsung disertai dengan jawaban ‘Yes’ dan ‘No’, maka kita menggunakan kata but sebagai penghubung untuk jawaban No dan kata and sebagai penghubung untuk jawaban Yes.

Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini :

  • He asked me, ”Will you go out with me?” I answered, “No, I won’t.”

     => He asked me if I would go out with him but I said I wouldn’t.

  • Mother asked John, ”Have you had lunch ?” John answered, “No, I haven’t.”

    => Mother asked John if he had had lunch but he said he hadn’t.

  • She asked me, ”Can you meet me tomorrow ?” I answered, “No.”

    => She asked me if I could meet her the following day but I said I couldn’t.

  • I asked her, ”Do you like vegetables ?” She answered, “Yes, I do.”

    => Is asked her if she liked veggetables and she said she did.

  • Mary asked John , ”Did you phone me last night ?” He answered, “Yes, I did.”

   => Mary asked John if he had phoned her the night before and he said he had.

  • Father asked me, ”Are you going to the movie tonight?” I answered, “Yes.”

   => Father asked me if I was going to the movie that night and I said I was.

DIRECT INDIRECT SPEECH

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

By NICK JOHNSON

                                         DIRECT INDIRECT SPEECH

Direct Speech (Kalimat Langsung) ialah kalimat yang diucapkan langsung oleh si pembicara.

Indirect Speech (Kalimat Tak Langsung) ialah kalimat yang diucapkan untuk melaporkan kata-kata si pembicara kepada orang lain.

Jadi, Indirect Speech (Reported Speech) digunakan bila kita ingin melaporkan kata-kata seseorang kepada orang lain secara tak langsung.

Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan dari Direct ke Indirect Speech:

  1. To be & Auxiliary Verbs

Direct

 

Indirect

  • Am/is/are

  • Was/were
  • Shall/will

  • Should/would
  • Can

  • Could
  • May/Must

  • Might
  • Have/has to

  • Had to
  1. Time & Place (keterangan waktu & tempat)

Direct

 

Indirect

  • now

  • then
  • tomorrow

  • the following day
  • next week

  • the following week
  • tonight

  • that night
  • today

  • that day
  • yesterday

  • the day before
  • last night

  • the night before
  • last week

  • the week before, the previous week
  • here

  • there
  • this

  • that
  • these

  • those
  1. Tenses

Direct

 

Indirect

  • Simple present

  • Simple past
  • Simple past

  • Past perfect
  • Present perfect

  • Past perfect
  • Present continuous

  • Past continuous
  • Present perfect continuous

  • Past perfect continuous

 

Direct & Indirect Speech terdiri dari 3 jenis, yaitu :

  1. Statement (pernyataan)
  2. Command (perintah)
  3. Question (pertanyaan)

 

  1. STATEMENT

Dalam Indirect Statement kita menggunakan kata that (bahwa) sebagai penghubung antara kalimat pengantar (introduce phrase) dan kata-kata yang dilaporkan (reported words). Kalimat-kalimat pengantar dalam indirect statement ialah:

He said *

He said to me*                     = that + reported words

He told me*

Contoh  Indirect Statement:

  • Mary told her friends, “I have been to Bali twice.”

=> Mary told her friends that she had been to Bali twice.

  • Father said, “I am going out of town tomorrow”

=> Father said that he was going out of town the following day. 

  • Mary told John, “my father warned me last night”

=> Mary told John that her father had arned her the night before. 

  • My sister said to me, “I don’t like tennis”

=> My sister said to me that she didn’t like tennis. 

Apabila kalimat pengantarnya dalam bentuk Simple Present Tense, maka kalimat yang dilaporkan tidak mengalami perubahan.

                Contoh Indirect Statement – Simple Present Tense:

  • John says, “I will go to Bandung tomorrow”

=> John says that he will go to Bandung tomorrow

  • Mary says, “I have seen that film”

=> Mary says that she has seen that film.

  • My brother says, “I met Tom at the party last night”

=> My brother says that he met Tom at the party last night.

  • Tom says, “I don’t like English”

=>Tom says that he don’t like English.

  1. COMMAND

Command dibagi dalam 2 (dua) bagian yaitu :

  1. Positive Command

Dalam perintah positif, kita tambahkan to di depan kalimat perintahnya, sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan perintah yang dilaporkan. Kalimat-kalimat pengantar dalam jenis ini ialah:

He asked me*

                                                          = to + infinitive

He told me*

Contoh Indirect Positive Command;

  • He asked me, “Open your book”

=> He asked me to open my book.

  • Mary told me, “Stop talking to Jane”

=> Mary told me to stop talking to Jane.

  • Mother asked John, “Pay attention to what I say”

=> Mother asked John to pay attention to what she says.

  • John told Mary, “Wait until I come”

=> John told Mary to wait until he comes.

  • The teacher said to the students, “Be quiet while I am talking”

=>The teacher told the students to be quiet while she is talking.

  1. Negative Command

Dalam  perintah negatif, kita tambahkan not  to di depan perintah yang dilaporkan. 

He asked me

                                                          not to + infinitive

He told me

Contoh Indirect Negative Command

  • Mary told John, “Don’t wait for me”

=> Mary told John not to wait for her.

  • I told him, “Don’t mention it to anyone”

=> I told him not to mention it to anyone.

  • Father asked her, “Don’t go there alone”

=> Father asked her not to go there alone.

  • Ira asked Tom, “Don’t come to my house again”

=> Ira asked tom not to come to her house again.

  • Mothers asked John, “Don’t smoke too much”

=> Mother asked John not to smoke too much.

  • QUESTION

Bila pertanyaan langsung (direct question) menggunakan kata-kata tanya seperti ;Where, When, Why, What, Who, How, dll, maka kata-kata tersebut digunakan sebagai penghubung dalam Reported Speech. Pertanyaan yang dilaporkan berubah menjadi bentuk positif. Kalimat pengantarnya ialah: 

Positive Form

He asked me:    1. when                           

                            2. when, etc.  

Contoh Indirect Positive Question

  • The man asked me, “Where do you live?”

=>The man asked me where I lived.

  • John asked Mary, “Why do you get angry with me?”

=>John asked Mary why she got angry with him.

  • I asked him, “When did you get back from your trip?”

=>I asked him when he had got back from his trip.

  • He asked me, “How will you go there?”

àHe asked me how I would go there.

  • John asked the girl, “What is your name?”

=>John asked the girl what her name was.

Bila pertanyaan langsung tidak menggunakan kata-kata tanya, dan hanya merupakan pertanyaan dalam bentuk “Yes & No Question”, maka kita menggunakan kata-kata if, whether (jika, apakah) sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan pertanyaan yang dilaporkan.

He asked me :   1.     if

                            2.   whether

Contoh Indirect Yes-No Question

  • The boy asked John, “Does Mary live nearhere?”

   =>The boy asked John if Mary lived near there.

  • The teacher asked her, “Have you finish your homework?”

=>The teacher asked her if he had finished her homework

  • Mary asked me, “Did you she John at the party the night before.

=>Mary asked me whether I had seen John at the party the night before.

  • We asked them, “Will you go to the movie with us tonight?”

=>We asked them whether they would go to the movie with us that night.

  • Mother asked John , “Are you going to marry her?”

=> Mother asked John if he was going to marry her.

Note :    Baik if maupun whether dapat digunakan bergantian 

 

Direct & Indirect with Auxiliaries

Perhatikan perubahan-perubahan yang perlu diubah dari Auxiliaries

 

Direct

 

Indirect

Was/were

Had been

Can

Could

May

Might

Must/have to

Had to

Must not

Wasn’t to/musn’t

Do not need

Didn’t have to

 

Contoh Indirect with Auxiliaries

  • Mary said, ” I was sick yesterday.”

=>Mary said that she had been sick the day before.

  • The man asked me, ” Can you speak English ?”

=>The man asked me if I could speak English.

  • Mary said to John, ”You may come to my house tomorrow.”

=>Mary said to John that she might come to his house the following day.

  • Mother told John, ”You must study harder if you want to pass the exam.”

=>Mother told John that he had to study harder if he wanted to pass the exam.

  • The police told me, ” You must not drive without license.”

=>The police told me that I wasn’t to drive without license.”

  • The teacher told them, ”You needn’t hurry.”

=>The teacher told them that they didn’t have to hurry.

SUBJUNCTIVE

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

By NICK JOHNSON

SUBJUNCTIVE

  1. Pengertian

Sebelum membicarakan rumus subjunctive wish dan yang lain, mari kita definisikan terlebih dahulu apa itu Subjunctive. Pengertian Subjunctive termudah adalah antara kenyataan atau fakta dan harapan berlawanan atau bertolak belakang dengan harapan. Kata-kata yang bisa mengekspresikannya adalah wish (berharap), if only (seandainya), would rather (lebih suka) dan as if/as though (seolah-olah). Singkatnya, subjunctive adalah bentuk pengandaian. Materi ini sering kali muncul dalam berbagai bentuk test Bahasa Inggris, bahkan dalam test berskala international sekalipun, seperti TOEFL dan TOIEC. Oleh karena itu, pastikan kamu menguasai betul-betul materi ini.

b.       Rumus Subjunctive

Di atas sudah dijelaskan bahwa kalimat subjunctive selalu bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi. Adakalanya, kenyataan itu terjadi pada masa sekarang (present), masa yang akan datang (future) dan masa lampau (past). Oleh karena itu, rumus subjunctive pun dibagi menjadi tiga berdasar waktunya:

  Present Tense
     Jika faktanya terjadi pada masa sekarang, maka kalimat fakta yang bisa ditarik atau disimpulkan dari kalimat subjunctive pun harus berupa Simple Present Tense. Adapun rumusan Subjunctive Present Tense adalah:
Subjunctive Verb + S + Verb-2
Contoh:

  • Subjunctive: I wish I knew what to do.
    (Saya berharap saya tahu apa yang harus saya lakukan.)
    Faktanya: I don’t know what to do.
  • Subjunctive: If only I didn’t have homework, I can sleep.
    (Seandainya aku tidak punya banyak PR, aku bisa tidur).
    Faktanya: I have
  • Subjunctive: Stay calm and act as if there was nothing happen.
    (Santai saja dan bertingkahlah seperti tidak terjadi apa-apa.)
    Faktanya: There is something happen.
  1. Future Tense
    Jika kenyataannya terjadi pada masa yang akan datang, maka kalimat fakta yang bisa ditarik atau disimpulkan dari kalimat subjunctivenya harus berupa Simple Future Tense. Adapun rumusannya adalah:
    Subjunctive Verb + Subject + Could/Would + infintive/verb-1
    Contoh:
    • Subjunctive: I wish I could come to your party tomorrow.
      (Aku berharap aku bisa datang ke pestamu besok.)
      Faktanya: I will not come.
    • Subjunctive: If only I could follow the tour to Bali next month.
      (Seandainya aku bisa ikut tour ke Bali bulan depan.)
      Faktanya: I will not follow.
    • Subjunctive: You bring an umbrella as if today would rain. Don’t you see sun shines so bright?
      (Kamu bawa payung seperti mau hujan saja. Tidak kah kamu lihat matahari bersinar cerah?)
      Faktanya: Today will not rain.
  2. Past Tense
    Jika faktanya terjadi pada masa lampau, maka kalimat fakta yang bisa ditarik atau disimpulkan dari kalimat subjunctive haruslah berupa simple past tense. Adapun rumusannya adalah:
    Subjunctive Verb + Subject + had + Verb-3
    Contoh Kalimat:
    • Subjunctive: I wish I had studied harder when I was at school.
      (Aku berharap dulu rajin belajar semasa sekolah.)
      Faktanya: I did not study
    • Subjunctive: If only I had known that Sean is your girl, I would not touch her.
      (Seandainya aku tahu bahwa Sean adalah pacarmu, aku tidak akan mendekatinya).
      Faktanya: I did not know.
    • Subjunctive: She just passed in front of me as though she had never known me.
      (Dia lewat di depanku seolah-olah dia tidak pernah mengenalku.)
      Faktanya: She knew

c.       Pengecualian Rumus Subjunctive

Khusus untuk subject ‘I’ yang menggunakan to be, maka to be nya harus menggunakan were. Misalnya:

If only I were a Superman (√)

If only I was a Superman (X)

  1. Contoh Soal Subjunctive

The woman wished she … such a drastic action when the stock market seemed volatile.

  • had not taken
  • was not taken
  • does not take
  • is not taking

   Pembahasan:

Wish digunakan ketika seseorang menginginkan sesuatu yang berbeda dengan kenyataan. Polanya menggunakan konsep Subjunctive. Karena berharapnya sudah dalam waktu lampau, maka diikuti dengan past participle. Maka jawaban yang benar adalah had not taken (A).