Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

  1. Tahap pencatatan dalam siklus akuntansi terdiri dari bukti transaksi, jurnal, dan buku besar.
  2. Semua pencatatan harus didukung dengan bukti transaksi atau dokumen transaksi.
  3. Bukti transaksi terdiri dari:
  • Bukti internal, seperti bukti kas masuk, bukti kas keluar, dan memo;
  • Bukti eksternal, seperti kuitansi, faktur, nota kontan, nota debit, nota kredit, dan cek.

    4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis transaksi adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan dalam perkiraan yang bersangkutan.
  2. Tentukan akun apa saja yang dipengaruhi.
  3. Tentukan debit/kredit akun yang bersangkutan.
  4. Tentukan jumlah yang harus didebit atau dikredit.

    5. Siklus pencatatan transaksi dalam perusahaan jasa:

    6. Jurnal umum adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan perkiraan yang harus didebit atau dikredit beserta jumlahnya.

    7. Fungsi jurnal ialah sebagai berikut:

  1. Pencatatan,
  2. Historis,
  3. Analisis,
  4. Instruktif, dan
  5. Informasi

   8. Buku besar adalah kumpulan perkiraan untuk mencatat perubahan transaksi yang mengakibatkan perubahan pada harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.

   9. Memindahkan transaksi dari jurnal ke buku besar disebut posting.

   10. Neraca saldo bertujuan untuk menilai proses input data dari jurnal umum ke buku besar dan memastikan bahwa seluruh proses dan nilainya sudah benar.

   11. Jurnal penyesuaian bertujuan untuk melakukan koreksi dan menyesuaikan data catatan dengan data sebenarnya, yang dibuat ketika terjadi transaksi yang berpengaruh pada akun-akun perusahaan, contohnya seperti uang sewa yang belum dilunasi, penyusutan peralatan, dan sebagainya.

   12. Neraca saldo setelah penyesuaian. Selesai disusun jurnal penyesuaian, nilai atau nominalnya pasti mengalami perubahan. Sehingga, nilai saldo perlu kembali disesuaikan dengan cara menyusun neraca saldo.

   13. Kertas kerja: Lembar kerja yang memudahkan akuntan saat menyusun laporan keuangan yang memuat semua data keuangan perusahaan.

   14. Laporan Perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan posisi modal perusahaan.

   15. Laba rugi adalah laporan yang menyajikan penghitungan atas semua pendapatan dan biaya perusahaan, fungsinya untuk mengetahui apakah bisnis Anda mengalami untung atau rugi.

   16. Neraca adalah laporan yang berisi posisi keuangan perusahaan, meliputi aset, utang, dan modal pada periode akuntansi tertentu.

   17. Jurnal penutup bertujuan untuk menutup akun-akun nominal sementara. Akun-akun tersebut di antaranya adalah akun pendapatan, biaya/beban, dan akun laba rugi.

   18. Neraca setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindahbukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan.

   19. Jurnal pembalik menyesuaikan akun-akun yang telah dibuat jurnal penutup pada akhir periode.

    CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Perhatikanlah jurnal umum berikut!

   

  – Berdasarkan jurnal umum diatas, maka akan dibuat buku besar kas     sebagai berikut:

  Akun: kas

   

  Berdasarkan buku besar kas diatas, posting dari jurnal umum ke buku   besar yang tepat ditunjukkan oleh nomor….

    A. 3,6,8

    B. 6,8,9

    C. 8,9,17

    D. 3,8,9

    E. 3,9,17

  • Jawaban: D

  Pembahasan:

  Pemostingan yang tepat adalah:

   

  • Diketahui data berikut!
  1. Kas Rp10.000.000
  2. Piutang usaha Rp5.000.000
  3. Perlengkapan Rp1.500.000
  4. Peralatan Rp6.000.000
  5. Utang Rp2.500.000
  6. Pendapatan Rp25.000.000
  7. Beban-beban Rp2.300.000,00

 Berdasarkan data di atas, besarnya nilai pasiva dalam laporan keuangan   neraca adalah ….

   A. 500.000,00

   B. 700.000,00

   C. 000.000,00

   D. 500.000,00

   E. 700.000,00

  • Jawaban: D

   Pembahasan:

Passiva terdiri dari akun utang dan beban, atau nantinya akan bernilai sama dengan nilai aktiva (harta) dalam neraca, jadi nilai passive = aktiva.

Aktiva = 10.000.000 + 5.000.000 + 1.500.000 + 6.000.000

Aktiva = 22.500.000

Jadi karena aktiva = pasiva, maka nilai passiva adalah Rp22.500.000

STRUKTUR DASAR AKUNTASI

STRUKTUR DASAR AKUNTASI

   A. Dalam mengerjakan persamaan akuntansi, sebelumnya diawali dengan analisis secara teliti:

  1. Tentukan akun yang muncul/timbul yang dinyatakan berkurang atau bertambah;
  2. Pastikan pengaruhnya terhadap harta, utang atau modal.

   B. Transaksi yang mengakibatkan modal bertambah adalah sebagai berikut.

  1. Investasi/penyetoran modal.
  2. Penerimaan pendapatan dan laba.
  3. Investasi tambahan.

   C. Transaksi yang mengakibatkan modal berkurang, yaitu

  1. Pembayaran beban-beban,
  2. Pengambilan pemilik, dan
  3. Kerugian

   D. Unsur laporan keuangan perusahaan terdiri dari:

  1. Laporan penghitungan laba rugi;
  2. Laporan perubahan posisi keuangan;
  3. Neraca

   E. Rumus Persamaan Dasar Akuntansi:

  • Harta (Aset) = Utang + Modal (Ekuitas).

   F. Akun adalah formulir tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat mengubah susunan komposisi harta, kewajiban, dan modal perusahaan.

   G. Tujuan pemberian kode akun adalah untuk memudahkan proses pencatatan, pencarian, dan penyimpanan setiap akun. Kode akun adalah pemberian tanda/nomor tertentu dengan memakai angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf pada setiap akun.

   H. Kode akun terdiri dari:

  1. Kode numerial 

     

  1. Kode desimal, yang terbagi atas:
  • Kode kelompok

            

  • Kode blok

         

   I. Pengelompokkan akun:

  1. Akun Riil: Akun yang dicatat pada neraca yang terdiri dari harta/aktiva (asset), utang/kewajiban (liabilities) dan modal (capital).
  2. Akun Nominal: Akun yang dicatat pada laba/rugi yang terdiri dari pendapatan (revenue) dan beban (expenses).

   J. Tujuan penyusunan laporan perubahan posisi keuangan adalah untuk mengikhtisarkan semua pembiayaan dan investasi termasuk seberapa jauh perusahaan telah menghasilkan dana dari usaha selama periode bersangkutan.

   K. Harta (aktiva) adalah sumber ekonomis yang juga meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat transaksi sebelumnya dan mempunyai manfaat pada masa yang akan datang.

  1. Harta Lancar: Harta yang dalam waktu kurang dari satu tahun sudah berubah
  • Kas: uang tunai yang terdapat pada perusahaan dan saldo giro perusahaan pada bank.
  • Surat-surat berharga (efek): Saham dan obligasi dan sejenisnya yang setiap saat dapat dijual untuk mendapatkan uang tunai.
  • Wesel tagih: Piutang pada perusahaan lain yang disertai bukti tertulis sesuai dengan hukum dagang.
  • Piutang: Tagihan perusahaan pada pihak lain.
  • Persediaan barang: Persediaan barang yang masuk, ada pada saat menyusun neraca.
  • Perlengkapan: Sarana yang sekali pakai habis.
  • Beban dibayar dimuka: Beban yang sudah dibayar tetapi jasa belum diterima, sehingga biaya ini dianggap sebagai persekot.
  • Investasi jangka panjang: Harta dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga lainnya yang tujuannya menghasilkan mungkin berupa dividen atau hasil lainnya.

     2. Harta tetap: Harta perusahaan yang digunakan dalam kegiatan perusahaan dan masa pemakaiannya lebih dari satu tahun. Contoh: Tanah, gedung, mesin, kendaraan, peralatan.

    3. Harta tidak berwujud: Harta yang tidak mempunyai bentuk fisik tetapi mempunyai harga.

  • Hak paten: Hak atas suatu penemuan baru atau hak untukmenggunakan suatu produk.
  • Hak cipta: Hak karena menciptakan sesuatu. Misalnyamenciptakan lagu. Kalau lagu itu digandakan atau diproduksi maka pencipta dapat sejumlah uang atau royalty.
  • Franchise: Hak yang diberikan pada suatu perusahaan untuk menjualnya. Dan pemilik yang member hak tersebut menerima sejumlah uang.
  • Good will: Nama baik perusahaan. Dengan nama baik (good will) maka barang yang diproduksi akan dibeli masyarakat.
  • Hak merek: Hak untuk menggunakan merek tersebut pada barang dagangan atau produk yang dijualnya.

    4. Harta lain-lain: Harta yang tidak dapat dimasukkan pada jenis harta yang ada karena sifatnya yang khusus. Misalnya mesin-mesin yang tidak dipakai lagi atu gedung yang sedang dikerjakan.

   L. Kewajiban adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang sebagai akibat kegiatan usaha.

  1. Utang lancar: Utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh: Utang usaha, utang wesel, biaya yang masih harus dibayar, dan pendapatan diterima dimuka.
  2. Utang jangka panjang: Pinjaman hipotik, pinjaman obligasi, dan pinjaman bank.

   M. Modal adalah selisih antara harta dan kewajiban, dan merupakan hak pemilik perusahaan atas sebagian harta perusahaan.

   N. Pendapatan adalah hasil atau penghasilan yang diperoleh perusahaan.

  1. Pendapatan usaha, yaitu pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
  2. Pendapatan di luar usaha, yaitu pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha, misalnya sebuah perusahaan dagang menyewakan sebagian ruang yang tidak dipakai untuk kegiatan usaha pihak lain.

   O. Beban adalah pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatanusaha untuk memperoleh pendapatan.

  1. Beban usaha, yaitu pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
  2. Beban lain-lain, yaitu pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pokok usaha, misalnya beban bunga yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari bank.

    CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Transaksi pembelian perlengkapan secara kredit, akan berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi ….

        A. Akun harta bertambah, utang berkurang

        B. Akun utang bertambah, modal berkurang

        C. Akun harta bertambah, modal bertambah

        D. Akun harta bertambah, utang bertambah

        E. Akun harta bertambah dan berkurang pada saat bersamaan

  • Jawaban: D

   Pembahasan:       

Pembelian perlengkapan akan mengakibatkan bertambahnya perlengkapan (harta) karena terjadinya penambahan akibat pembelian, dilakukannya pembelian secara kredit akan menyebabkan akun utang bertambah.

  • Informasi keuangan perusahaan dapat digunakan oleh pihak-pihak di luar perusahaan, khususnya pihak perbankan untuk.…

         A. Menilai perkembangan kemakmuran perusahaan

         B. Menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar

         C. Menilai prospek perusahaan yang akan datang

         D. Menentukan untuk menambah atau mengurangi modal

         E. Menentukan kemampuan perusahaan dalam membayar utang

  • Jawaban: E

     Pembahasan :

Laporan keuangan digunakan oleh bank sebagai kreditor perusahaan untuk menganalisis kemampuan perusahaan dalam membayar utang. 

  • Perhatikan jenis-jenis aktivaberikut ini :
  1. Tanah
  2. Peralatan
  3. Kas
  4. Kendaraan
  5. Piutang

   Yang termasuk ke dalam aktiva tetap ditunjukkan angka …

   A. 1, 2, dan 3

   B. 1, 2, dan 4

   C. 2, 3, dan 4

   D. 2, 3, dan 5

   E. 3, 4, dan 5

  • Jawaban: B

    Pembahasan :

Aktiva tetap adalah aktiva yang berwujud secara fisik dan digunakan serta dimanfaatkan untuk kegiatan produksi barang dan atau jasa oleh perusahaan secara terus menerus. Perusahaan memiliki aktiva ini bukan bertujuan untuk dijual kembali, namun hanya untuk produksi saja, dan aktiva ini hanya akan dijual ketika aktiva tersebut dinilai kurang bermanfaat, habis manfaatnya, perlu diganti, rusak, dan sebagainya. Contoh aktiva yang termasuk dalam aktiva tetap adalah sebagai berikut:tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan dan sebagainya. Maka jawaban yang benar adalah pilihan jawaban B.

Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi

KETENAGAKERJAAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

                 

  1. Penduduk Indonesia adalah semua orang yang berdomisili atau menetap di wilayah geografis Republik Indonesia.
  2. Jumlah penduduk yang terlalu besar tidak otomatis menjadi modal yang besar juga bagi pembangunan suatu negara, justru dapat menjadi beban atau tanggungan bagi penduduk lainnya yang termasuk dalam angkatan kerja di negara tersebut.
  3. Angkatan kerja adalah penduduk berumur lima belas tahun ke atas yang mempunyai pekerjaan atau orang yang sedang mencari pekerjaan.
  4. Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang tidak sedang bekerja ataupun mencari pekerjaan, seperti mereka yang sedang bersekolah dan menjadi ibu rumah tangga.
  5. Dari keseluruhan angkatan kerja dalam suatu negara tidak semua mendapat kesempatan untuk bekerja sehingga angkatan kerja dikelompokkan menjadi angkatan kerja yang bekerja dan angkatan kerja yang menganggur.
  6. Pemerintah dituntut untuk aktif dan kreatif dalam menciptakan kesempatan kerja bagi angkatan kerja melalui program dan kebijakan yang efektif.
  7. Sejak lama pemerintah dihadapkan pada permasalahan serius dibidang ketenagakerjaan, yaitu masalah pengangguran. Terjadinya pengangguran terkait dengan usaha-usaha pembangunan yang dilakukan oleh negara.
  8. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur besarnya partisipasi angkatan kerja dalam dunia kerja.
  9. Jenis-jenis tenaga kerja:

      A. Berdasarkan status pekerjaanya:

  • Pekerja Lepas, atau biasa disebut dengan freelanceadalah orang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen pada suatu perusahaan.
  • Pekerja Kontrak, seorang yang dipekerjakan oleh satu perusahaan dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati dalam perjanjian tertulis.
  • Pekerja Tetap, seorang yang dipekerjakan oleh satu perusahaan untuk jangka waktu tidak tertentu.

      B. Berdasarkan kemampuan dan kualitas pekerja:

    • Tenaga Kerja Terdidik: Tenaga kerja ini memperoleh kemampuannya dalam suatu bidang dengan cara menempuh pendidikan formal. Contoh: Dokter, Arsitek.
    • Tenaga Kerja Terampil: Tenaga keja ini adalah tenaga kerja yang membutuhkan keahlian di bidang tertentu dengan melalui pelatihan atau pengalaman kerja. Contoh: Sopir Bus, Musisi.
    • Tenaga Kerja Tidak Terdidik & Tidak Terampil: Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil, bekerja hanya mengandalkan tenaga saja tanpa ada keunggulan lain. Contoh: Kuli.

   10. Upah  adalah hak yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan terhadap jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

     11. Jenis-jenis upah:

  • Upah menurut waktu.Dalam pembayaran upah berdasarkan waktu, upah dibayarkan berdasarkan lamanya seseorang melakukan pekerjaannya, upah ini dapat diberikan secara harian, mingguan, atau bulanan.
  • Upah berdasarkan hasil, yaitu upah yang dihitung berdasarkan berapa banyaknya produk yang dihasilkan oleh individu atau kelompok.
  • Komisi, yaitu bayaran yang diterima berdasarkan presentase hasil penjualan.
  • Bonus, adalah upah tambahan yang diberikan sebagai penghargaan kepada karyawan disamping gaji tetap yang sudah diterima.
  • Pembagian keuntungan, adalah upah yang digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja para pekerja

    12. Kesempatan kerja adalah lapangan kerja yang tersedia bagi angkatan kerja.

   13. Pengangguran merupakan suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tetapi tidak mempunyai pekerjaan dan juga secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan.

     14. Jenis-jenis pengangguran terdiri atas:

  1. Berdasarkan sebab terjadinya:
    • Pengangguran Siklikal (Cyclical Unemployment): Pengangguran ini terjadi karena maju-mundurnya ekonomi suatu negara.
    • Pengangguran Struktural: Jenis pengangguran yang disebabkan perubahan struktur perekonomian. Contohnya peralihan perekonomian dari sektor perkebunan ke sektor industri.
    • Pengangguran Friksional: Pengangguran yang disebabkan oleh sistem yang tidak bisa mempertemukan antara pembuka lowongan kerja dan pencari kerja. entah itu karena kendala informasi, waktu ataupun geografi.
    • Pengangguran Teknologi: Pengangguran ini disebabkan oleh adanya peralihan dari tenaga kerja manusia menjadi mesin.
  2. Berdasarkan lama waktu kerjanya:
    • Pengangguran Terbuka: Keadaan sesorang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan.
    • Pengangguran Tidak Sepenuh Waktu/Setengah Pengangguran: Pengangguran jenis ini ditujukan pada seseorang yang mempunyai pekerjaan namun jam kerja hanya sedikit atau tidak seusai standar 7-8 per hari sehingga penghasilan mereka pun kadang tidak mencukupi.
    • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment): Pengangguran yang pada orang yang mempunyai pekerjaan tapi produktivitasnya rendah.
    • Pengangguran Musiman: Pengangguran yang tidak dapat bekerja ketika pergantian musim.

    15. Cara mengatasi penganguran yaitu:

  1. Peningkatan mobilitas tenaga kerja dan modal
  2. Pengelolaan permintaan masyarakat
  3. Penyediaan informasi tentang kebutuhan tenaga kerja
  4. Program pendidikan dan pelatihan kerja
  5. Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri
  6. Wiraswasta

  16. Pembangunan Indonesia di masa depan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat secara fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja. Mengingat masalah ketenagakerjaan di Indonesia bersifat multidimensi, cara pemecahannya pun harus multidimensi.

    17. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi:

  1. Faktor ekonomi terdiri dari:
    • sumber alam,
    • modal,
    • organisasi,
    • teknologi,
    • pembagian kerja, dan
    • skala produksi.
  2. Faktor nonekonomi:
    • manusia,
    • sosial,
    • budaya, dan
    • politik dan administratif.

  18. Menurut Simon Kuznets, pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari suatu negara untuk menyediakan berbagai barang ekonomi bagi penduduknya.

  19. Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam ekonomi.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  1. Pak Tono merupakan seorang sopir taksi online. Jika dilihat berdasarkan kualitasnya, sopir termasuk ke dalam salah satu bentuk jenis tenaga kerja yaitu…

           A. tenaga kerja terdidik

           B. tenaga kerja terampil

           C. tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil

           D. pekerja lepas

           E. pekerja kontrak

Jawaban : B

Pembahasan :

Sopir taksi online tergolong tenaga kerja terampil, karena kemampuan untuk mengendarai mobil dapat diperoleh melalui pelatihan, tidak perlu diperoleh dengan cara menempuh pendidikan khusus.

   2. Tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan adalah pengertian dari….

           A. Angkatan kerja

           B. Tenaga kerja

           C. Kesempatan kerja

           D. Pengangguran

           E. Bukan angkatan kerja

Jawaban : C

Pembahasan:

Kesempatan kerja: lapangan kerja yang tersedia bagi angkatan kerja yang membutuhkan kerja.

     3. Sistem pemberian upah di mana pekerja mendapat upah tertentu dan bagian laba berupa saham disebut juga dengan….

           A. Upah waktu

           B. Upah indeks

           C. Upah co partnership

           D. Upah borongan

           E. Upah skala berubah

Jawaban : C

Pembahasan:

Sistem pemberian upah:

  • Upah waktu: upah dihitung berdasarkan lama bekerja
  • Upah borongan: upah dihitung berdasarkan kesepakatan bersama antara pemberi kerja dan pekerja untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu
  • Upah satuan: upah dihitung berdasarkan banyaknya barang yang dihasilkan
  • Upah skala berubah: upah tergantung dari hasil penjualan perusahaan
  • Upah indeks: upah ditentukan indeks hidup pekerja

Upah co partnerhip atau mitra usaha: pekerja mendapat upah tertentu dan bagian laba berupa saham atau obligasi.

UANG DAN PERBANKAN

UANG & PERBANKAN

                                          

  1. Uang adalah suatu benda yang diakui masyarakat/negara untuk dijadikan sebagai perantara dalam melakukan pertukaran barang/jasa.
  2. Syarat-syarat uang:
  • Dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability),
  • Tidak berkurang nilainya (stability of value),
  • Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability),
  • Mudah dipindahkan dan dibawa ke mana-mana (portability),
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (disability),
  • Memiliki satu kualitas saja (uniformity
  • Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan,

    3. Fungsi uang dikategorikan menjadi dua, yaitu :

  1. Fungsi Asli (Primer): 1)  Alat Tukar Menukar; 2) Alat Satuan Hitung (Alat Pengukur Nilai)
  2. Fungsi Turunan: 1) Alat Pembayaran Utang; 2)  Alat Untuk Menimbun  kekayaan; dan 3)  Alat Pemindah Kekayaan

    4. Jenis–jenis Uang

  1. Berdasarkan Bahannya:  1) Uang Logam; 2) Uang Kertas
  2. Berdasarkan Lembaga Yang Mengeluarkannya:
    • Uang Kartal: Alat bayar yang digunakan dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Contoh: Uang kertas dan uang logam.
    • Uang Giral: Uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan atau deposito yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Contoh: cek, giro dan telegrafic transfer.
  3. Berdasarkan Nilai:
    • Bernilai Penuh (Full Bodied Money): Jenis uang dimana nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. 
    • Tidak Bernilai Penuh (Token Money): Jenis uang dimana nilai yang tertera di atas uang tersebut lebih besar dengan bahan yang digunakan.
  4. Berdasarkan Pemakai:
    • Internal Value: Kemampuan dari uang untuk membeli barang di dalam suatu Negara.
    • External Value: Kemampuan dari uang dalam negeri untuk bisa ditukar dengan mata uang asing.

  5. Permintaan uang adalah keinginan masyarakat untuk mewujudkan bagian tertentu dari pendapatannya dalam bentuk uang kas.

    6. Motif orang memiliki uang tunai menurut JM Keynes ada tiga, yaitu:

  1. Motif untuk bertransaksi
  2. Motif Berjaga-jaga
  3. Motif Spekulasi

 7. Penawaran uang adalah seluruh jumlah mata uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral, baik itu uang logam maupun uang kertas.

  8. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

   9. Tugas utama dari bank, yaitu sebagai lembaga mediasi (perantara) dari pihak yang kelebihan dana (the lender) dan pihak yang membutuhkan dana (the borrower). Oleh karena itu bank dapat berperan sebagai penyalur kredit dan pencipta kredit:

   10. Jenis-jenis bank:

  1. Berdasarkan kepemilikannya: 1) Bank milik pemerintah, 2) Bank milik swasta nasional, 3) Bank milik koperasi, 4) Bank milik campuran, dan 5) Bank milik asing.
  2. Berdasarkan statusnya:
    • Bank Devisa adalah bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia.
    • Bank Non-Devisa adalah bank yang belum mempunyai izin untuk melakukan kegiatan transaksi layaknya bank devisa dan hanya melakukan kegiatan transaksi hanya dalam batas-batas wilayah negara yang terbatas.
  3. Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya:
    • Bank Konvensional: Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.
    • Bank Syariah: Perbankan yang segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya yang sesuai dengan syariat-syariat Islam.
  4. Berdasarkan organisasinya:
    • Unit banking yaitu bank yang hanya memiliki satu organisasi dan tidak memiliki cabang di daerah lain.
    • Branch banking yaitu bank yang memiliki cabang-cabang di daerah lain.
    • Correspondency banking yaitu bank yang dapat melakukan kegiatan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dan kegiatan utamanya di luar negeri.
  5. Berdasarkan bentuk badan usahanya: 1) Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT), 2) Bank berbentuk Firma, 3) Bank berbentuk Koperasi, 4) Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.

  11. Bank Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa kepada masyarakat dalam bidang keuangan, yang dibagi menjadi dua yaitu bank konvensional dan bank syariah.

   12. Kegiatan utama bank umum meliputi:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  2. Member kredit kepada masyarakat.
  3. Menerbitkan surat pengakuan utang.
  4. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan bank itu sendiri.
  5. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga;
  6. Menyediakan jasa – jasa bank lainnya (service).

  13. Bank Perkreditan rakyat (BPR) adalah bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lainnya dan memberikan pinjaman pad masyarakat.

  14. Fungsi BPR adalah:

  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
  2. Memberikan kredit.
  3. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah.
  4. Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain.
  1. BPR dilarang melakukan hal berikut:
    • Menerima soimpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalulintas pembayaran.
    • Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.
    • Melakukan penyertaan modal.
    • Melakukan usaha perasuransian.
    • Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha yang telah ditentukan.
  2. Produk perbankan terbagi menjadi dua, yaitu:
    1. Kredit pasif, yaitu cara-cara bank menghimpun dana dari masyarakat.
      • Giro adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya hanya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek bilyet giro.
      • Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannnya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
      • Deposito on call adalah simpanan yang tetap berada di bank selama deposan tidak membutuhkannya. Jika ingin mengambil simpanan, deposan lebih dahulu memberitahukan kepada bank.
      • Deposito automatic roll over adalah deposit yang jatuh tempo tetapi belum ditarik oleh deposan dan bunganya langsung diperhitungkan secara otomatis.
    2. Kredit aktif, yaitu cara bank menyalurkan dana ke masyarakat.
      • Kredit Rekening Koran (RIK) adalah bank memberi jaminan kepada nasabah yang dapat diambil sebagian sesuai kebutuhan.
      • Kredit reimburse (letter of credit L/C) adalah pinjaman kepada nasabah yang dapat diberikan kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel.
      • Kredit dokumenter adalah pinajaman yang diberikan kepada nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang telah disetujui oleh kapten kapal.
      • Kredit dengan jaminan surat-surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga dan sekaligus surat-surat berharga tersebut sebagai jaminannya.

   17. Bank sentral merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang. Tujuan bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

    18. Tugas Bank Sentral sebagai berikut:

  1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
  3. Mengatur dan mengawasi bank
  4. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort)

   19. Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.

     20. Macam-macam kebijakan moneter

  1. Politik diskonto
  2. Politik open market
  3. Kredit selektif
  4. Cash ratio
  5. Dorongan moral (moral suasion)

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  1. Jenis produk perbankan yang memberikan fasilitas penyimpanan uang dan pencairannya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pengambilan melalui cek, disebut….

            A. tabungan

            B. giro

            C. deposito

            D. saving money

            E. rekening koran

Jawaban: B

Pembahasan:

Satu-satunya produk bank yang pengambilannya bisa dilakukan melalui cek adalah giro. Meskipun hampir sama dengan tabungan dan deposito, namun hanya giro yang memberikan fasilitas penarikan uang dengan cek. Giro lebih banyak digunakan oleh perusahaan karena nominal yang dapat ditarik lebih besar dibanding dengan tabungan.

   2. Ibu Susi sedang memasang label harga barang di tokonya untuk mempermudah mengingat harga barangnya. Tindakan yang dilakukan oleh Ibu Susi sesuai dengan fungsi uang sebagai alat …

          A. Tukar

          B. Satuan hitung

          C. Pemindah kekayaan

          D. Pembayar utang

          E. Penyimpan kekayaan

  • Jawaban: B

     Pembahasan:

Satuan hitung maksudnya satuan ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai suatu barang akan mudah ditentukan. Misalnya harga sebuah pensil Rp2.000,00 dan sebuah buku Rp2.500,00. Masyarakat tidak perlu bersusah payah membandingkan satu buah pensil dengan 1 kg beras atau 1 kg ikan.

      3. Beberapa contoh motif memegang uang:

(1) Ibu Wati sakit, ia membutuhkan uang untuk segera ke dokter dan membeli obat.

(2) Setiap awal bulan Ibu membeli kebutuhan sehari-hari.

(3) Yanti membeli tas yang baru karena tas yang lama rusak.

(4) Bapak Subur membeli rumah di luar kota untuk investasi.

(5) Panji rajin menabung untuk biaya kuliah.

Yang merupakan contoh motif transaksi adalah…

       A. (1), (2), dan (3)

       B. (1), (3), dan (4)

       C. (2), (3), dan (4)

       D. (2), (4), dan (5)

       E. (3), (4), dan (5)

  • Jawaban : A

   Pembahasan:

Alasan seseorang memegang uang atau yang memotivasi seseorang memiliki uang adalah motif transaksi artinya karena uang dapat digunakan untuk melakukan segala bentuk transaksi guna memenuhi kebutuhannya. Misalnya, pada poin (1) Ibu Wati sakit, ia membutuhkan uang untuk segera ke dokter dan membeli obat; (2) Setiap awal bulan Ibu membeli kebutuhan sehari-hari; dan (3) Yanti membeli tas yang baru karena tas yang lama rusak.

PENDAPATAN NASIONAL

PENDAPATANN NASIONAL

                                          

  1. Product Domestic Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang ada di daerah selama 1 (satu) tahun
  2. Product Domestic Buto (PDB atau GDP) adalah jumlah dari seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama satu tahun termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing dan perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri.

GDP = Pendapatan  WNI di dalam negeri + Pendapatan WNA di dalam negeri

  3. Produksi Nasional Kotor atau Gross National Product (GNP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat selama satu tahun termasuk di dalamnya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat Negara tersebut yang bekerja di luar negeri tetapi tidak diperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat asing yang bekerja di dalam negeri.

GNP = Pendapatan WNI di dalam negeri + Pendapatan WNI di luar negeri

   4. Produksi nasional neto atau Net National Product (NNP) adalah produksi nasional kotor (GNP) dikurangi penyusutan barang-barang modal.

NNP = GNP – Penyusutan

  5.Pendapatan nasional Bersih atau Net National Income (NNI) adalah produksi nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung.

NNI = NNP – Pajak tidak langsung + Subsidi

  6. Pendapatan perseorangan (PI) adalah Pendapatan yang berhak diterima oleh seseorang sebagai bentuk balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi.

PI = NNI + Transfer Payment – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak perseroan)

  7. Pendapatan Bebas (DI) adalah pendapatan dari seseorang yang siap digunakan baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

DI = PI – Pajak langsung

   8. Rumus GNP Deflator:

  9. Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata dari penduduk suatu negara yang diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.

   10. Rumus pendapatan perkapita yaitu :

  • Dilihat dari komponen produk domestik bruto (PDB)

  • Dilihat dari komponen produk nasional bruto

  11. Bank Dunia (2018) membagi negara-negara di dunia dalam empat kelompok pendapatan perkapita, yakni:

  1. Negara berpendapatan rendah mempunyai pendapatan perkapita <US$995
  2. Negara berpendapatan menengah ke bawah mempunyai pendapatan perkapita antara US$996-US$3.895
  3. Negara berpendapatan menengah ke atas mempunyai pendapatan perkapita antara US$3.896-US$12.055
  4. Negara pendapatan tinggi atau maju mempunyai pendapatan perkapita >US$12.055.

   12. Kegunaan perhitungan pendapatan perkapita:

  1. Untuk melihuat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu Negara dari tahun ke tahun.
  2. Perbandingan kesejahteraan suatu negara dengan negara lain.
  3. Perbandingan tingkat standar hidup suatu negara dengan negara lain.
  4. Untuk pengambilan kebijakan di bidang ekonomi.

  13. Terdapat beberapa pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional:

  1. Pendekatan Produksi

Y = (Q1 × P1) + (Q2 × P2) + (Q3 × P3) + … + (Qn × Pn)

     2. Pendekatan Pendapatan

Y = r + w + i + p

Y = Pendapatan nasional

r = Pendapatan bersih dari sewa

w = Pendapatan dari upah, gaji

i = Pendapatan dari bunga

p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan

    3. Pendekatan Pengeluaran

Y = C + I + G + (X – M)

Y = Pendapatan Nasional

C = Konsumsi rumah tangga

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

  14. Inflasi merupakan suatu peningkatan harga secara umum dalam perekonomian yang terjadi secara terus menerus.

    15. Jenis-jenis Inflasi

  1. Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya:
    • Inflasi ringan (di bawah 10% per tahun)
    • Inflasi sedang (antara 10% – 30% per tahun)
    • Inflasi berat (antara 30% – 100% per tahun)
    • Inflasi sangat berat atau hiperinflasi (di atas 100% per tahun)
  2. Inflasi dilihat dari Penyebabnya:
    • Demand Pull Inflation: Inflasi karena adanya peningkatan jumlah permintaan efektif baik dari masyarakat maupun pemerintah.
    • Cost Push Inflation: Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi.
    • Inflasi Campuran: Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan penawaran.
  3. Inflasi dilihat dari Asalnya
    • Inflasi yang berasal dari Luar negeri (Imported Inflation)
    • Inflasi yang berasal  dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)

    16. Teori Inflasi:

  1. Teori Kuantitas: Teori yang menyatakan bahwa inflasi sangat dipengaruhi oleh uang beredar.
  2. Teori Keynes: Teori yang menyatakan bahwa inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuannya.
  3. Teori Strukturalis: Teori yang memberikan tekanan pada kekakuan dan struktur perekonomian seperti yang terjadi di negara-negara berkembang.

     17. Beberapa hal yang berhubungan dengan inflasi:

  1. Deflasi: Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat terlalu sedikit, sementara barang dan jasa yang tersedia secara melimpah sehingga kenaikan secara tajam nilai mata uang dan peningkatan peranan uang tidak dapat 
  2. Devaluasi: Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri (valuta asing), karena adanya kebijakan pemerintah.
  3. Depresiasi: Penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing, yang terjadi bukan karena adanya kebijakan pemerintah.
  4. Revaluasi: Suatu usaha untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing.
  5. Apresiasi: Suatu kenaikan nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap valuta asing yang terjadi dipasar valuta asing.

    18. Dampak Positif Inflasi:

  1. Debitur(orang yang menerima utang) akan mendapatkan untung karena dengan adanya inflasi, uang yang dikembalikan akan mempunyai nilai lebih rendah dibanding saat meminjam.
  2. Para pengusaha yang mempunyai pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksinya. Jika harga barang naik (saat inflasi), produsen akan terdorong untuk meningkatkan jumlah barangnya. Peningkatan jumlah barang ini tentu akan meningkatkan penghasilan produsen.

   19. Dampak Negatif Inflasi:

  1. Bagi kreditur/pemberi pinjaman, nilai uang yang mereka terima akan lebih kecildibandingkan saat mereka meminjamkan (sebelum terjadi inflasi).
  2. Bagi orang yang berpenghasilan tetap, karena adanya inflasi, harga-harga barang akan naik, sementara pendapatan (gaji) yang mereka terima tidak ikut naik.
  3. Memburuknya distribusi pendapatan
  4. Terganggunya stabilitas ekonomi

   20. Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka indeks yang menghitung dari kelompok barang yang paling banyak dibeli oleh masyarakat/konsumen.

    21. Cara menghitung laju inflasi:

IHKn = IHK tahun ke-n

IHKn-1 = IHK tahun sebelumnya

   22. Indeks harga terbagi menjadi:

  1. Indeks Harga Tertimbang
  • IHK Laspeyres

∑Pn = Jumlah harga komoditi tahun ke-n

∑Po = Jumlah harga komoditi tahun ke-0

Q0 = Jumlah barang tahun ke-0

IL = Indeks Laspeyres

  • IHK Paasche

IP = Indeks Paasche

Qn = Kuantitas tahun ke-n

  • IHK Irving Fisher

      2. Indeks Harga Tak Tertimbang

Pn = Harga komoditi sekarang

Po = Harga komoditi tahun lalu

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  1. Diketahui suatu negara memiliki data dalam satu tahun (dalam juta):
  • Jumlah konsumsi Rp200.000,00
  • Jumlah investasi Rp150.000,00
  • Jumlah pengeluaran pemerintah Rp165.000,00
  • Jumlah ekspor Rp185.000,00
  • Jumlah impor Rp50.000,00
  • Jumlah penduduk 200 jiwa
  • Penyusutan Rp100.000,00

Apabila GNP dicari dengan pendekatan pengeluaran, maka pendapatan per kapita adalah…. (dalam juta)

      A. 750

      B. 570

      C. 750

      D. 250

      E. 750

  • Jawaban: D

   Pembahasan :

Perhitungan GNP dengan pendekatan pengeluaran dengan menggunakan rumus :

Y= C+I+G+(X-M)

C = konsumsi

I = investasi

G = pengeluaran pemerintah

X = ekpor

M = impor

Maka, Y= Rp200.000 + Rp150.000 + Rp165.000 + (Rp185.000- Rp50.000)

Y= Rp650.000

Pendapatan per kapita = pendapatan nasional (GNP) : jumlah penduduk

Pendapatan per kapita = Rp650.000 : 200 jiwa= Rp3.250/jiwa

 2. Tingginya harga akibat dampak dari inflasi akan berpengaruh secara negatif terhadap pihak berikut, kecuali….

      A. Debitur

      B. Kreditur

      C. Pegawai tetap

      D. Ibu rumah tangga

      E. Perusahaan

  • Jawaban: A

   Pembahasan:

Inflasi akan berdampak negatif terhadap masyarakat, termasuk kreditur, pegawai tetap, dan perusahaan. Namun akan berdampak positif terhadap debitur, sebab debitur hanya perlu membayar utangnya sebesar yang dipinjamkan, meski nilai tukar pada saat itu tidak sepadan dengan nilai tukar saat ia meminjam uang tersebut. Saat ia meminjam nilai uang lebih besar daripada saat ia mengembalikan karena terjadi inflas

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI

                  

  1. Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi.
  2. Ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusan-keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi meliputi:
  • Kebijakan fiskal, merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran negara.
  • Kebijakan moneter, kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh  Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku bunga.
  • Kebijakan  ekonomi internasional, kebijakan yang ditetapkan dalam hubungan perdagangan intenasional.
  • Kebijakan pendapatan, kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
  1. Kebijakan fiskal dapat digolongkan berdasarkan:

          A. Segi teori

    • Kebijakan fiskal fungsional: Kebijakan dalam pertimbangan pengeluaran dan penerimaan anggaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat  tidak langsung terhadap pendapatan nasional terutama guna meningkatkan kesempatan kerja.
    • Kebijakan fiskal yang disengaja: Kebijakan dalam mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi dengan cara memanipulasi anggaran belanja secara sengaja, baik melalui perubahan perpajakan maupun perubahan pengeluaran pemerintah. 
    • Kebijakan fiskal yang tidak disengaja: Kebijakan dalam mengendalikan kecepatan siklus bisnis supaya tidak terlalu fluktuatif.

        B. Jumlah penerimaan dan pengeluaran

    • Kebijakan fiskal seimbang: merupakan kebijakan yang membuat penerimaan dan pengeluaran menjadi sama jumlahnya.
    • Kebijakan fiskal surplus: Kebijakan dimana jumlah pendapatan harus lebih tinggi dibandingkan pengeluaran. Kebijakan ini merupakan cara untuk menghindari inflasi.
    • Kebijakan fiskal defisit: Kebijakan yang berlawanan dengan kebijakan surplus. Salah satu kelebihan kebijakan ini adalah mengatasi kelesuan dan depresi pertumbuhan perekonomian.
    • Kebijakan fiskal dinamis: Kebijakan yang menyediakan pendapatan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah yang bertambah seiring berjalannya waktu.
  1. Instrumen Kebijakan Fiskal:
  • Kebijakan fiskal ekspansif: Kebijakan fiskal yang bertujuan meningkatkan Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami penurunan daya beli masyarakat dan pengangguran yang tinggi.
  • Kebijakan fiskal kontraktif: Kebijakan fiskal yang bertujuan mengurangi Kebijakan jenis ini dikeluarkan saat perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
  • Keseimbangan anggaran belanja: Menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan.
  • Pembiayaan fungsional: Kebijakan yang mengatur dan mempertimbangkan pengeluaran pemerintahan dari berbagai akibat tidak langsung pada pendapatan nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja.
  • Pajak

     6. Kebijakan moneter dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Kebijakan Moneter Ekspansif (Kebijakan Uang Longgar): Kebijakan menambah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan ini akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) dan mengatasi jumlah pengangguran jika perekonomian mengalami resesi atau depresi.
  • Kebijakan Moneter Kontraktif (Kebijakan Uang Ketat):  Kebijakan mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini bertujuan menurunkan tingkat infiasi.

     7. Instrumen Kebijakan Moneter:

  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Policy): Cara mengendalikan uang beredar dengan cara membeli atau menjual surat berharga pemerintah. Jika terjadi inflasi, bank sentral menjual surat berharganya dan jika terjadi deflasi, bank sentral membeli surat berharga.
  • Kebijakan Diskonto: Pengaturan uang yang beredar dengan pengaruh tingkat suku bunga bank sentral pada bank umum. Jika terjadi inflasi, bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Jika terjadi deflasi, bank sentral akan menurunkan tingkat suku bunga.
  • Penerapan Batas Maksimum Pemberian Kredit: Batas maksimum penyediaan dana yang dibolehkan untuk dilakukan oleh bank kepada kelompok peminajam tertentu.
  • Himbauan Moral: Kebijakan mengatur jumlah uang beredar dengan memberi peringatan (himbauan) kepada para pelaku ekonomi. 

   8. Masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi antara lain: kemiskinan, inflasi, pengangguran dan lapangan kerja.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Ketika uang yang beredar lebih banyak dibanding barang yang ada, maka hal ini akan meningkatkan harga suatu barang sehingga harga barang-barang akan cenderung mahal. Hal yang dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai penyeimbang nilai rupiah adalah….

     A. meningkatkan suku bunga bank

     B. menurunkan tingkat cadangan minimum

     C. menaikkan pajak

     D. mendorong produksi agar barang bertambah

     E. membeli surat berharga BI

  • Jawaban: A

   Pembahasan:

Ketika jumlah uang lebih banyak daripada barang maka akan terjadi inflasi, akibatnya harga-harga semakin mahal, yang dapat dilakukan oleh bank Indonesia melalui kebijakan moneternya adalah:

  1. Meningkatkan suku bunga bank sehingga orang akan cenderung lebih ingin menabung.
  2. Menjual surat berharga BI.
  3. Menaikkan tingkat cadangan minimum pada bank umum.
  • Salah satu cara mengatasi inflasi yaitu Bank Indonesia akan cenderung meningkatkan nilai cadangan wajib dari masing-masing bank agar uang yang beredar kembali masuk ke bank dan berkurang di masyarakat, sehingga inflasi dapat diatasi. Kebijakan yang diambil oleh bank Indonesia tersebut disebut kebijakan….

           A. politik diskonto

           B. operasi pasar terbuka

           C. giro wajib minimum

           D. moneter ekspansif

           E. fiskal kontraktif

  • Jawaban:  C

   Pembahasan:

Kebijakan dimana Bank Indonesia meningkatkan nilai cadangan minimum disebut juga kebijakan giro wajib minimum, giro wajib minimum pada dasarnya merupakan sejumlah dana dalam jumlah minimum yang harus selalu tersedia pada saldo giro setiap bank di Bank Indonesia. Menaikkan cadangan wajib ini dilakukan agar bank dapat menarik uang yang beredar di masyarakat sehingga jumlah uang yang beredar tidak terlalu banyak.

PASAR, PASAR BARANG DAN PASAR INPUT

PASAR,PASAR BARANG & PASAR INPUT

  1. Pasar diartikan sebagai “tempat” bertemunya kekuatan penjual (supply) dan kekuatan pembeli (demand) sampai timbul transaksi. Pengertian pasar yang menekankan pentingnya tempat atau dalam arti fisik disebut pasar tradisional (pasar konkret).
  2. Penggolongan pasar dapat dilakukan berdasarkan:
  1. Barang yang ditransaksikan:
    • Pasar Output: Pasar yg memperjualbelikan barang-barang hasil produksi.
    • Pasar Input: Pasar yg memperjual belikan faktor produksi (SDM, SDA, Modal, Skill)
  2. Struktur Penjualnya:
    • Pasar Persaingan Sempurna: Pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga penjual tidak dapat mempengaruhi harga pasar. Penjual sebagai price taker/pengikut harga.
    • Pasar Monopoli: Pasar dimana penawaran satu jenis barang / berjenis-jenis barang yang dikuasai satu perusahaan saja. Penjualsebagai price makers/penentu harga. Contoh: PLN, PDAM, Pertamina.
    • Pasar Oligopoli: Pasar dimana penawaran dikuasai beberapa penjual untuk suatu jenis barang. Contoh: Industri telekomunikasi selular di Indonesia dikuasai oleh Telkom, Indosat, Excelcomindo, Bakrie Telkom dan Mobile-8. Industri otomotif dikuasai oleh PT Indomobil, PT Astra, PT Krama Yudha Berlian.
    • Pasar Duopoli: Pasar dimana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan saja. Contoh: Jasa SLI (Sambungan Langsung Internasional) hanya dilayani Telkom dan Indosat.
    • Pasar Persaingan Monopolistik: Pasar dengan banyak penjual yang menawarkan barang-barang sejenis dengan ciri khas yang berbeda. Contoh: Industri obat-obatan, Percetakan buku, Perusahaan pasta gigi, air minum mineral, sabun, elektronik, dll.
  3. Struktur Pembelinya:
    • Pasar Monopsoni: Pasar dengan hanya ada satu pihak pembeli sehingga memiliki kemampuan untuk menetapkan harga. Contoh: PT Kereta Api Indonesia penentu peralatan dan perlengkapan kereta api di Indonesia.
    • Pasar Oligopsoni: pasar dimana pembeli suatu barang dilakukan oleh beberapa perusahaan (lebih dari dua). Contoh: Telkom, Indosat, Bakrie Telkom, Mobile-8 dan Excelcomindo adalah perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi selular.
    • Pasar Duopsoni: Pasar dimana yang membeli suatu barang hanya dua perusahaan. Contoh: Telkom dan Indosat adalah dua perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi SLI di Indonesia.
  4. Komoditas yang Diperdagangkan:
    • Pasar Komoditi atau pasar barang: Pasar yang menjual produk dalam bentuk barang.
    • Pasar Tenaga Kerja: Pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan.
    • Pasar Uang: Pasar yang memperjualbelikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Contoh: Pasar forex.
    • Pasar Modal: Pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk diinvestasikan. Contoh: Bursa Efek Indonesia.
  5. Waktunya:
    • Pasar Harian: Pasar yang aktivitasnya dilaksanakan setiap hari. Contoh: pasar tradisional, warung, toserba, dsb.
    • Pasar Mingguan: Pasar yang aktivitasnya dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Contoh: Pasar di daerah pedesaan yang hanya ada pada hari tertentu.
    • Pasar Bulanan: Pasar yang aktivitasnya dilaksanakan satu bulan sekali. Contoh: Pasar di dekat daerah perkantoran setiap akhir bulan.
    • Pasar Tahunan: Pasar yang aktivitasnya dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Contohnya, Pekan Raya Jakarta dan pameran lainnya.
    • Pasar Temporer: Pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin). Contoh: Pasar murah dan bazar saat perayaan kemerdekaan RI, acara keagamaan seperti maulid dan lain-lain.
  6. Wujudnya:
    • Pasar Konkrit: Pembeli, penjual dan barang yang diperdagangkan bertemu di tempat yang sama. Contoh: Warung makan, pasar tradisional, swalayan, dll.
    • Pasar Abstrak: Pembeli dan penjual bisa bertemu langsung atau tidak, barang yang diperdagangkan tidak berada di tempa Contoh: Bursa efek, pameran tekstil, pameran barang ekspor-impor, dll.
  7. Luas jangkauannya:
    • Pasar Lokal: Pasar yg mempertemukan penjual dan pembeli dari satu daerah/wilayah tertentu saja.
    • Pasar Nasional: Pasar yg mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah/wilayah dalam suatu negara. Contoh: Pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
    • Pasar Internasional: Pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara. Contoh: Pasar tembakau di Bremen, Jerman.

   3. Pasar barang (komoditi) atau dikenal dengan Bursa komoditi adalah suatu pasar yang kegiatannya  mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi jual atau beli barang/komoditi tertentu. Pasar Komoditi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) :

  1. Pasar Fisik adalah suatu kegiatan perdagangan yang penyerahan barang dagangan dari penjual kepada pembeli dilakukan segera setelah transaksi atau ada penyerahan barang secara tunai;
  2. Pasar komoditi berjangka adalah suatu kegiatan perdagangan dalam hal ini yang diperdagangkan adalah surat kontrak yang mewakili barang yang disimpan di gudang. Pada pasar ini penyerahan barang dilakukan kemudian bahkan bisa sampai beberapa bulan sesuai perjanjian.

    4. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:

  • Jumlah pembeli dan penjual banyak.
  • Barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen.
  • Faktor produksi bebas bergerak.
  • Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar.
  • Produsen bebas keluar masuk pasar.
  • Bebas dari campur tangan pemerintah.

     5. Kurva pasar persaingan sempurna

       6. Kelebihan dan kekurangan pasar monopoli:

         – Kelebihan:

    • Bila monopoli terbentuk karena pemberian hak cipta dan hak paten, monopoli dapat meningkatkan inovasi.
    • Monopoli yang dilakukan negara akan memudahkan nnegara dalam mengendalikan kepentingan orang banyak.
    • Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk yang sangat baik dengan berlimpahnya sumber daya yang dimiliki.
    • Bila monopoli diperoleh karena kemampuan efisiensi, monopoli dapat meningkatkan daya saing .

         – Kekurangan:

    • Biaya sosial yang tinggi, yang dapat menimbulkan eksploitasi terhadap pemilik faktor produksi dan pembeli/konsumen.
    • Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan.
    • Monopolis umumnya bertindak boros.
    • Jumlah output yang dihasilkan tergantung monopolis.
    • Perusahaan lain sulit memasuki pasar.

      7. Kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli:

       – Kelebihan:

  • Adanya persaingan membuat perusahaan lebih memperhatikan kepuasan konsumen dibandingkan perusahaan monopolis.
  • Memberi kebebasan yang lebih besar bagi pembeli dalam memilih.
  • Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk yang baik dengan banyaknya sumber daya yang dimiliki.
  • Adanya penerapan teknologi baru

        – Kekurangan:

    • Dapat berkembang ke arah monopoli jika para perusahaan ini bekerja sama membentuk kartel.
    • Hambatan masuk bagi perusahaan baru
    • Dapat menimbulkan pemborosan biaya produksi karena kurangnya persaingan.
    • Dapat menimbulkan eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi.
    • Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan.
    • Harga yang stabil dan terlalu tinggi dapat mendorong timbulnya inflasi.

     8. Kelebihan dan kekurangan pasar monopsoni:

         – Kelebihan:

    • Biaya produksi perusahaan (pembeli) rendah karena bisa mengendalikan harga bahan baku agar tetap rendah.
    • Kualitas produk lebih ter

        – Kekurangan:

    • Produk dengan kualitas yang tidak sesuai tidak akan dibeli dan akan terbuang.
    • Pembeli bisa menekan penjual karena memiliki daya beli yang sangat tinggi.

    9. Kelebihan dan kekurangan pasar oligopsoni:

       – Kelebihan:

    • Penjual memiliki pilihan untuk menjual ke pembeli lain.
    • Pembeli tidak bisa seenaknya menekan penjual karena daya belinya tidak setinggi pembeli pada pasar monopsoni.

       – Kekurangan:

    • Bisa berkembang menjadi pasar monopsoni bila para pembeli bekerja sama.
    • Kualitas barang tidak terjaga sebaik pada pasar monopsoni.

     10. Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik:

  • Jumlah penjual atau produsen cukup banyak, namun tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna.
  • Masing-masing penjual atau produsen masih dapat mempengaruhi harga, meskipun tidak mutlak.
  • Barang yang diperjualbelikan tidak homogen sekali, melainkan ada perbedaan (product differentiation), meskipun perbedaan tersebut hanya pada warna, merek, mutu, dan ukuran.
  • Ada pembatasan dalam pendirian perusahaan, meskipun tidak sesulit pada monopoli dan tidak semudah pada pasar persaingan sempurna.
  • Penggunaan promosi penjualan sangat efektif karena untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dengan menonjolkan kelebihan (perbedaan) produk perusahaan selain harga.

      11. Kelebihan dan kekurangan pasar persaingan monopolistik:

         – Kelebihan:

    • Memberikan kepuasan lebih bagi pembeli karena persaingan yang cukup ketat akan membuat perusahaan berlomba-lomba untuk memuaskan pembeli.
    • Memberikan kebebasan memilih bagi pembeli.
    • Hambatan masuk bagi perusahaan baru

        – Kekurangan:

    • Tidak seefisien pasar persaingan sempurna.
    • Bagi perusahaan kecil, tingkat efisiensinya relatif rendah.
    • Tingkat efisiensi yang rendah pada perusahaan kecil menyebabkan harga barang yang dibayar konsumen masih cukup tinggi.

     CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Perhatikan ciri-ciri pasar barang berikut!
    (1) Barang yang dijualbelikan heterogen
    (2) Barang yang dijualbelikan homogen
    (3) Pembeli dan penjual mengetahui situasi pasar
    (4) Pemerintah tidak turut campur tangan
    (5) Hanya ada satu Penjual

Yang merupakan ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah …
   A. (1), (2), dan (3)
   B. (1), (4), dan (5)
   C. (2), (3), dan (4)
   D. (2), (4), dan (5)
   E. (3), (4), dan (5)

  • Berikut ini ciri-ciri pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempuma:
    (1) Terdapat banyak perusahaan di pasar
    (2) Memiliki hak paten atas suatu barang
    (3) Hanya ada satu penjual yang berada di pasar
    (4) Ada hambatan / sulit untuk masuk ke pasar
    (5) Pembeli mempunyai pengetahuan mengenai pasar

Yang merupakan ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna adalah …
   A. (1), (2), dan (3)
   B. (1), (3), dan (4)
   C. (2), (3), dan (4)
   D. (2), (4), dan (5)
   E. (3), (4), dan (5)

PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA, DAN KESEIMBANGAN

PERMINTAAN,PENAWARAN,HARGA, & KESEIMBANGAN

            

  1. Permintaan (Demand) adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris paribus). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang adalah harga barang itu sendiri (Px), harga barang lain (Py) bisa barang substitusi dan barang komplementer, pendapatan konsumen (Y), selera/preferensi konsumen (t), dan jumlah Penduduk (Pop).
  2. Permintaan menurut daya beli:
  • Permintaan Absolut (absolut demand): Permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
  • Permintaan Efektif: Permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya. Contoh: Si A ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.
  • Permintaan Potensial: Permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Si B sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas.

     3. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya:

  • Permintaan Individu: Permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Permintaan kolektif: Permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar.

    4. Hukum permintaan tidak berlaku mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “Apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang.”

     5. Pembeli dan penjual dapat digolongkan menjadi:

  • Pembeli super marginal: Kelompok pembeli yang memiliki kemampuan membeli di atas harga pasar.
  • Pembeli marginal: Kelompok pembeli yang memiliki kemampuan sama dengan harga pasar.
  • Pembeli sub marginal: Kelompok pembeli yang mempunyai kemampuan membeli di bawah harga pasar.
  • Penjual super marginal: Kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar.
  • Penjual marginal: Kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok sama dengan harga pasar.
  • Penjual sub marginal: Kelompok penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar.

     6. Fungsi Permintaan:

P = a – bQ atau Q = a – bP

P = Harga barang per unit

Q = Jumlah barang yang diminta

a = Angka konstanta

b = Kemiringan

  1. Persamaan fungsi permintaan:

P – P1/P2 – P1 = Q – Q1/Q2-Q1

  1. Pergeseran kurva permintaan:

 9. Penawaran (Supply) diartikan kesediaan penjual untuk menjual/menyerahkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu dan keadaan tertentu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran antara lain harga barang itu sendiri (Px), harga barang lain (Py), tingkat teknologi (T) dan harga sumber daya/input (I).

  10. Hukum penawaran berbunyi “Bila tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, Bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun.”

    11. Fungsi Penawaran:

P = a + bQ atau Q = a + bP

P = Harga barang per unit

Q = Jumlah barang yang diminta

a =  Angka konstanta

b = Kemiringan

  1. Pergeseran kurva penawaran:

  13. Elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain seperti perubahan harga barang itu sendiri, harga barang lain dan Income.

    14. Elastisitas ada 3 (tiga) macam yaitu:

  1. Elastisitas Harga/permintaan: Persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
  2. Elastisitas Silang: persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
  3. Elastisitas pendapatan/income: persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen

   15. Rumus elastisitas permintaan:

∆Q          = Perubahan jumlah permintaan

∆P          = Perubahan harga barang

P             = Harga mula-mula

Q             = Jumlah permintaan mula-mula

∆%Q      = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

∆%P      = Persentase perubahan harga barang

Ed           = Elastisitas permintaan

  1. Macam-macam elastisitas permintaan:

      17. Rumus elastisitas penawaran:

       18. Macam-macam elastisitas penawaran:

      19. Rumus elastisitas silang:

%∆Qx = %Perubahan jumlah barang X yang diminta

%∆Py = %Perubahan harga barang Y

  1. Setelah elastisitas silang dihitung, dapat disimpulkan:
    • Jika Exy > 0 untuk barang substitusi, misalnya jika harga beras naik, maka beras yang diminta akan turun sehingga gandum yang diminta akan naik.
    • Jika Exy < 0 untuk barang komplementer, misalnya jika harga gula naik sehingga menyebabkan gula yang diminta turun, maka teh yang akan diminta juga turun.
    • Jika Exy = 0 untuk dua barang yang netral atau tidak memiliki hubungan sama sekali.
  2. Rumus elastisitas pendapatan:

%∆Q = %Perubahan jumlah barang yang diminta

%∆Y = %Perubahan harga barang

  1. Setelah dihitung elastisitas pendapatan, dapat disimpulkan:
    • Jika Ei = 0 maka barang tersebut merupakan barang kebutuhan pokok.
    • Jika Ei < 0 maka barang tersebut termasuk barang mewah.
    • Jika Ei > 0 permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan riil meningkat.
  2. Keseimbangan pasar (Equilibrium price) atau harga keseimbangan atau harga pasar diartikan sebagai tingkat harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Keseimbangan terjadi saat kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawaran. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity Equlibrium).

    24. Metode untuk menghitung keseimbangan ada 3 (tiga) macam yaitu:

            1. Pendekatan Tabel:

            2. Pendekatan Grafik:

            3. Pendekatan Matematis:

                Qd = Qs atau Pd = Ps

        25. Metode pengendalian harga:

  1. Harga terendah (Price floor): Kebijakan yang menetapkan batas harga jual terendah barang/jasa saat harga jual barang/jasa terlalu rendah.
  2. Harga maksimum (Price ceilling): Kebijakan yang menetapkan harga jual tertinggi sehingga barang/jasa masih bisa dibeli oleh konsumen secara wajar. 

   CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Ketika berada di tingkat harga Rp1.000, jumlah barang A yang ditawarkan adalah 10 unit, ketika harga turun menjadi Rp800, jumlah barang yang ditawarkan adalah 8 unit. Maka fungsi penawaran dari barang A adalah….

          A. P = 100Q + 2.000

          B. P = 100Q – 2.000

          C. P = 100Q

          D. Q= -1/10P + 2.000

          E. Q= -1/10P – 2.000

  • Jawaban: C

    Pembahasan:

Diketahui: P (price) Q (jumlah)

P1 = 1.000 Q1= 10

P2 = 800 Q2= 8

Rumus mencari fungsi penawaran:

P-P1  = Q-Q1

P2-P1   Q2-Q1

P- 1.000 Q-10

800 – 1000    8-10

P-1.000 = Q-10

-200 -2

-2 (P-1000) = -200 (Q-10)

-2P + 2.000 = -200Q + 2.000

-2P = -200Q + 2.000 – 2.000

-2P = -200Q

P =-200Q-2

P = 100Q

Fungsi penawarannya adalah P=100Q

  • Apabila diketahui fungsi permintaan Qd : 820 – 2P dan fungsi penawaran Q : -380 + 4P. Maka jumlah dan harga keseimbangan adalah ….

           A. P=600 dan Q=380
           B. P=420 dan Q=200
           C. P=340 dan Q=240
           D. P=240 dan Q=340
           E. P=200 dan Q=420

  • Jawaban: E

  Pembahasan:

Qd = Qs
820 – 2P = -380 + 4P
– 2P – 4P = -380 – 820
-6P = -1.200
P = -1.200/-6
P = 200
Untuk mendapatkan jumlah keseimbangan P = 200 disubtitusikan ke fungsi permintaan
Q : 820 – 2P
Q : 820 – 2(200)
Q : 820 – 400
Q : 420

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

PERILAKU KONSUMEN & PRODUSEN

                              

  • Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa
  • Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut
  • Nilai suatu barang/jasa dapat dibedakan menjadi dua:
  1. Nilai pakai:
    • Nilai pakai subyektif: Nilai yang diberikan seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: Kamera untuk para wartawan dan fotografer.
    • Nilai pakai obyektif: Nilai yang diberikan terhadap suatu barang yang ditinjau dari penggunaannya secara umum. Contoh: Pakaian, kendaraan, dsb.
  2. Nilai tukar:
    • Nilai tukar subyektif: Nilai yang diberikan seseorang terhadap suatu barang karena kemampuannya ditukar dengan barang lain. Contoh: Si A menukarkan komputer dengan handphone. Si B menukarkan komputernya dengan kamera.
    • Nilai tukar obyektif: Nilai yang diberikan masyarakat terhadap suatu barang karena kemampuannya dipertukarkan dengan barang lain. Contoh: Emas, berlian, komputer.
  • Teori perilaku konsumen terbagi menjadi dua:
  1. Pendekatan ordinal: Pendekatan ordinal menggunakan kurva indiferensi dan kurva budget line. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. Garis anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar.

       2. Pendekatan kardinal:

    • Hukum Gossen I berbunyi “Jika pemuasan kebutuhan dilakukan terus menerus, maka kenikmatan semakin lama  semakin berkurang, dan pada suatu saat akan tercapai titik kepuasan”
    • Hukum Gossen II berbunyi “Manusia berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam hingga mencapai tingkat intensitas yang sama (harmonis)”
  • Faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi seseorang:

         A. Tingkat pendapatan

         B. Harga barang dan jasa

         C. Adat istiadat dan kebiasaan konsumen

         D. Barang substitusi

         E. Jumlah penduduk

         F. Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama dalam masyarakat

         G. Ramalan/dugaan masyarakat akan adanya perubahan harga

         F. Selera Konsumen

  • Produksi sering diartikan sebagai kegiatan menambah dan atau menciptakan guna/manfaat (utility) suatu barang. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen.
  • Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan diantara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan, faktor produksi (input)dan jumlah produksi (output).

Q = f (K, L, R, T)

K = Jumlah modal

L = Jumlah tenaga kerja

R = Kekayaan alam

T = Tingkat Teknologi

Q = Jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor-faktor produksi

  • Faktor produksi terdiri dari:
  1. Faktor produksi asli: alam (natural resources), tenaga kerja (human resources)
  2. Fakor produksi turunan: modal (capital resources), keahlian (skill resources)
  • Teori perilaku produsen:
  1. The Law of Diminishing Return: Suatu hukum yang menyatakan apabila dalam melakukan produksi ditambahkan input secara terus-menerus, maka pertama-tama output yang dihasilkan akan meningkat, namun pada titik tertentu output tersebut akan menurun seiring dengan tetap bertambahnya input.
  2. Kurva Isocost dan Isoquant: Kurva isoquant adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua input faktor produksi (modal dan tenaga kerja) untuk menghasilkan barang dengan kuantitas yang sama. Kurva isocost adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua input faktor produksi untuk menghasilkan barang dengan biaya yang sama.

   CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  1. Hukum pertambahan hasil yang semakin menurun (law of diminishing return) dalam proses produksi berlaku jika…

   A. Semua faktor produksi adalah faktor tidak tetap

   B. Sebagian faktor produksi adalah faktor produksi tetap

   C. Sebagian faktor produksi adalah faktor produksi tetap dan dimulai dari titik belok pada kurva produk marginal

   D. Sejak proses produski dimulai serta adanya marginal produk yang negatif

   E. Dimulai dari titik belok pada kurva produk marginal dan semua faktor produksi bersifat tetap

  • Jawaban: C

    Pembahasan:

Hukum the law of diminishing return berlaku jika sebagian faktor produksi adalah tetap dan sebagian faktor produk produksi adalah variabel, dimana dimulai dari titik belok pada kurva produksi marginal.

  1. Kurva yang menjelaskan kombinasi dua jenis barang yang membutuhkan anggaran yang sama adalah…

        A. Consumer behavior curve

        B. Isoquant curve

        C. Indifference curve

        D. Isocost curve

        E. Budget line curve

  • Jawaban: E

    Pembahasan:

Budget line curve adalah kurva yang menunjukan kombinasi dua macam barang yang membutuhkan anggaran yang sama. 

PERMASALAHAN EKONOMI

PERMASALAHAN EKONOMI

Kebutuhan menurut intensitas kemanfaatan dibedakan menjadi:

  • Kebutuhan Primer: Kebutuhan manusia yang harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidupnya. Contoh: Baju, makanan, tempat tinggal.
  • Kebutuhan Sekunder: Kebutuhan pelengkap atau kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer. Contoh: Peralatan rumah tangga seperti tempat tidur, meja, kursi, dsb.
  • Kebutuhan Tersier: Kebutuhan yang bersi!at mewah setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Contoh: Mobil mewah, pakaian/tas bermerek, dsb.

    2. Kebutuhan menurut sifatnya:

  • Kebutuhan Jasmani: Kebutuhan yang berhubungan dengan tubuh manusia. Contoh: Istirahat, olahraga, makanan, minuman, dsb.
  • Kebutuhan Rohani: Kebutuhan yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Contoh: Rekreasi, membaca buku, beribadah, hiburan, dsb.

     3. Kebutuhan menurut subyeknya:

  • Kebutuhan Perseorangan: Kebutuhan yang berhubungan dengan berbagai individu yang berbeda. Contoh: Siswa yang membutuhkan buku dan alat tulis, Kuas dan kanvas untuk seniman melukis.
  • Kebutuhan Kolektif: Kebutuhan yang berhubungan dengan masyarakat atau disebut juga kebutuhan sosial. Contoh: Jalan, jembatan, rumah sakit, sekolah, dsb.

   4. Kebutuhan menurut waktunya:

  • Kebutuhan Sekarang: Kebutuhan yang tidak dapat ditunda pemenuhannya dan harus dilakukan saat ini. Contoh: Obat, operasi.
  • Kebutuhan yang Akan Datang: Kebutuhan yang dirancang atau direncanakan untuk terpenuhi di masa depan. Contoh: Tabungan, asuransi, dsb.

   5. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kebutuhan antara lain: keadaan alam, peradaban, adat istiadat, dan  agama

   6. Jenis-jenis benda pemuas kebutuhan:

  1. Menurut cara mendapatkannya:
    • Benda Ekonomi: Barang didapat dengan cara mengorbankan sesuatu untuk medapatkannya
    • Benda Bebas: Barang yang bisa didapat tanpa pengorbanan atau biaya.
  2. Menurut kegunaanya (utility):
    • Benda Konsumsi: Benda yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik yang tahan lama, maupun yang tidak tahan lama. Contoh: Pakaian, mobil, makanan, minuman, dsb.
    • Benda Produksi: Barang yang tidak bisa langsung digunakan karena harus mengalami beberapa proses produksi. Contoh: Benang menjadi kain.
  3. Menurut hubungannya dengan benda lain:
    • Benda Substitusi: Benda pemuas kebutuhan yang saling menggantikan satu sama lain. Contoh: Beras bisa diganti dengan singkong atau sagu.
    • Benda Komplementer: Benda pemuas kebutuhan yang memiliki daya guna atau dapat dirasakan manfaatnya jika digunakan bersama dengan benda pemuas kebutuhan yang lain. Contoh: Kopi akan terasa nikmat jika diseduh bersamaan dengan gula, motor membutuhkan bensin.
  4. Menurut kepentingannya:
    • Barang Inferior: Barang yang pemakaiannya dikurangi jika pendapatannya bertambah dan sebaliknya. Contoh: Sandal jepit, barang bekas, dan barang tiruan.
    • Barang Esensial: Barang yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaanya tidak signifikan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Contoh: Beras, gula, minyak sayur, dan bensin.
    • Barang Normal: Barang yang peminatnya bertambah pada saat pendapatan meningkat dan sebaliknya. Contoh: Baju, buku, dan komputer.
    • Barang Mewah: Barang yang berharga mahal dan dapat menaikkan status sosial penggunanya. Contoh: Perhiasan berlian, mobil mewah, dan kapal pesiar.
  5. Menurut cara pengerjaannya atau proses pengolahaan:
    • Barang Mentah: Barang yang belum mengalami pengolahan. Contoh: Minyak bumi, tembakau, atau rotan.
    • Barang yang Setengah Jadi: Barang yang diproses pada tahap tertentu, tetapi belum menjadi barang siap pakai. Contoh: Benang yang jika diolah akan menjadi kain. 
    • Barang Jadi: Barang yang telah diproses hingga siap untuk digunakan.Contoh: Selimut, sendok, atau piring.
  6. Menurut bentuk dan sifat:
    • Barang Tetap: Barang yang bersifat tetap dan tahan lama. Contoh: Gedung, mesin pabrik, dan tanah.
    • Barang Bergerak: Barang yang bersifat tidak tetap dan masa pakainya pendek. Contohnya: Buah, sayur, beras, dan bahan bakar.

   7. Kegunaan barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi: Form utility (nilai guna bentuk), Place utility (nilai guna tempat), Time utility (nilai guna waktu), Ownership utility (nilai guna kepemilikan)

    8. Berbagai macam sistem ekonomi :

  1. Sistem Ekonomi Tradisional: Sebuah sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi yang berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang masih mengandalkan faktor produksi apa adanya.
  2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando: Suatu sistem ekonomi yang di mana pemerintah mempunyai kekuasaan yang dominan pada suatu pengaturan kegiatan ekonomi.
  3. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal: Suatu sistem ekonomi yang berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi semua masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan daripada pemerintah.
  4. Sistem Ekonomi Campuran: Suatu sistem ekonomi yang di satu sisi sih pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam berusaha melakukan suatu kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah mempunyai campur tangan dalam perekonomian

    9. Masalah Pokok Ekonomi Klasik:

  • Masalah Produksi
  • Masalah Distribusi
  • Masalah Konsumsi

  10. Masalah Pokok Ekonomi Modern:

  1. Barang dan Jasa Apa yang Diproduksi? (what?)
  2. Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut? (how?)
  3. Untuk Siapa Barang Tersebut Diproduksi? (for whom?)

  11. Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi dimana manusia memilki sumber daya ekonomi yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tak terbatas.

  12. Penyebab Kelangkaan:

  • Keterbatasan benda pemenuhan kebutuhan di alam.
  • Kerusakan sumber daya alam diakbatkan oleh manusia.
  • Keterbatasan kemampuan manusia mengolah sumber daya alam yang ada.
  • Peningkatan kebutuhaan yang lebih cepat dibandingkan dengan penyediaan sarana pemenuhan kebutuhan.

    13. Objek permasalahan ekonomi makro:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan kapasitas barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat meningkat.
  • Masalah Ketidakstabilan Kegiatan Ekonomi: Dalam sistem ekonomi bebas atau sistem ekonomi pasar, kegiatan ekonomi sering mengalami pasang surut. Kadang kala pertumbuhan ekonomi maju pesat dan kadang kala berjalan lambat, bahkan kadang-kadang berosot.
  • Masalah Pengangguran: Pengangguran adalah suatu kondisi ketika seseorang yang dikategorikan dalam golongan angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
  • Masalah Inflasi: Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga naik secara umum dan terus menerus.
  • Masalah Neraca Perdagangan: Neraca perdagangan atau balance of trade adalah ikhtisar yang menunjukkan selisih antara nilai transaksi ekspor dan impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Terbatasnya jumlah garam yang ada membuat harga garam menjadi tinggi. Tingginya harga garam sangat berdampak besar dalam kehidupan masyarakat salah satu akibatnya adalah membuat semua produk yang berkaitan dengan garam menjadi ikut melambung. Cara mengatasi permasalahan tersebut adalah….

     A. Melakukan stok garam sebanyak mungkin sebelum harga lebih tinggi

     B. jangan memasak atau berproduksi menggunakan garam

     C. menambah jumlah pasokan garam untuk menurunkan harga

     D. menghimbau untuk meminimalisir pemakaian garam

     E. mengadakan hari garam gratis

  • Jawaban: C

   Pembahasan:

Kelangkaan merupakan kondisi dimana jumlah barang lebih kecil dari kebutuhan. Semakin tinggi kelangkaan suatu barang maka harganya akan makin tinggi juga. Kasus garam di atas dapat diatasi dengan cara menambah pasokan garam melalui impor garam dari luar negeri oleh pemerintah. Hal ini akan menurunkan tingkat kelangkaan garam sehingga harga garam akan ikut turun. Impor garam merupakan solusi jangka pendek sedangkan solusi jangka panjangnya adalah peningkatan produksi garam.

  • Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam, bahkan pada tahun 90-an Indonesia sempat mendapatkan penghargaan swasembada pangan. Swasembada pangan merupakan kondisi dimana Indonesia mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatnya tanpa harus melakukan impor. Namun saat ini, Indonesia harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatnya yang semakin banyak. Dari ilustrasi diatas, maka terjadinya kelangkaan disebabkan oleh faktor….

         A. Perbedaan letak geografis

         B. Pertumbuhan penduduk

         C. Kemampuan produksi

         D. Sumber daya alam yang terbatas

         E. Kurangnya sumber daya manusia

  • Jawaban: B

   Pembahasan:

Dari ilustrasi di atas, diketahui bahwa terjadinya kelangkaan adalah disebabkan oleh Indonesia harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatnya yang semakin banyak. Hal ini mengindikasikan terjadinya kelangkaan disebabkan semakin banyaknya masyarakat dan kebutuhannya yang harus dipenuhi oleh Indonesia. Maka faktor yang melandasi terjadinya kelangkaan adalah faktor pertumbuhan penduduk.

  • Bapak Roni berniat memiliki usaha tenun batik, batiknya telah banyak terkenal di masyarakat namun masih belum mampu mencapai daerah yang terlalu jauh sebab sulitnya transportasi dari daerahnya untuk mencapai daerah-daerah lain. Pokok permasalahan ekonomi klasik yang dialami oleh bapak Roni adalah….

         A. konsumsi

         B. produksi

         C. distribusi

         D. how

         E. what

  • Jawaban: C

   Pembahasan:

Permasalahan bapak Roni adalah ia tidak mampu mencapai daerah-daerah tertentu sebab sulitnya transportasi yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan yang dialami oleh bapak Roni adalah masalah distribusi, sebab ia tidak dapat mendistribusikan (menyalurkan) barang-barangnya dengan alasan transportasi yang terbatas.