MAJLIS SYURO

MAJELIS SYURO

                                                 

  • PENGERTIAN MAJLIS SYURA

Majlis Syura menurut bahasa artinya tempat musyawarah, sedangkan menurut istilah ialah lembaga permusyawaratan rakyat. Atau dengan pengertian lembaga permusyawaratan atau badan yang ditugasi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui musyawarah. Dengan demikian majlis syura ialah suatu lembaga negara yang bertugas memusyawarahkan kepentingan rakyat. Di negara kita dikenal dengan lembaga Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

  • PENGERTIAN AHLUL HALLI WAL ‘AQDI

Seperti yang dikatakan Al-Mawardi, arti ahlul halli wal aqdi adalah sekelompok orang yang melakukan musyawarah untuk memutuskan masalah yang terkait dengan kepentingan masyarakat. Ahlul Halli Wal’aqdi ialah anggota Majlis Syura sebagai wakil rakyat.

  • SYARAT-SYARAT MENJADI ANGGOTA MAJLIS SYURA

Syarat-syarat menjadi anggota majlis syura memiliki ilmu pengetahuan tentang orang yang berhak menjadi khalifah dan persyaratan-persyaratannya, serta untuk ijtihad di dalam hukum dan kasus-kasus hukum yang harus dipecahkan. Memiliki kecerdasan dan kearifan yang menyebabkan ia mampu memilih khalifah yang paling maslahat, mampu, dan tahu tentang kebijakan-kabijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat.

CONTOH SOAL:

  1. Jelaskan pengertian Majelis Syuro

     Jawaban:

Majlis Syura menurut bahasa artinya tempat musyawarah, sedangkan menurut istilah ialah lembaga permusyawaratan rakyat. Atau dengan pengertian lembaga permusyawaratan atau badan yang ditugasi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui musyawarah. Dengan demikian majlis syura ialah suatu lembaga Negara yang bertugas memusyawarahkan kepentingan rakyat. Di negara kita dikenal dengan lembaga Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

  1. Sebutkan Syarat-syarat menjadi Anggota Majlis Syura

     Jawaban:

Memiliki ilmu pengetahuan tentang orang yang berhak menjadi khalifah dan persyaratan-persyaratannya, serta untuk ijtihad di dalam hukum dan kasus-kasus hukum yang harus dipecahkan. Memiliki kecerdasan dan kearifan yang menyebabkan ia mampu memilih khalifah yang paling maslahat, mampu, dan tahu tentang kebijakan-kabijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat.

SUMBER HUKUM ISLAM

SUMBER HUKUM ISLAM

  • Dalam ajaran Islam, Al-Qur’an memuat ajaran yang lengkap dalam berbagai aspek, Sebagaimana para mufassir mengemukakan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber ajaran yang tak lekang oleh waktu maka, dengan kata lain bahwa ajaran-ajaran yang termaktub  didalamnya sudah dipastikan memuat ajaran yang universal, kalaupun ada ayat-ayat yang sifatnya temporal itu harus bisa diterjemahkan secara subtantif. Sehingga pendidikan Islam seharusnya ketika mengalami kemunduran dan pudarnya sinergitas dalam dataran praktis harus dikembalikan kepada dasar pendidikan Islam yaitu asas-asas Islam sebagaimana yang digariskan Al-Qur’an, sebagaimana dikemukakan HM. Arifin bahwa Al-Qur’an mengandung dan membawa nilai-nilai yang membudayakan manusia,hampir dua pertiga ayat-ayat Al-Qur’an mengandung motivasi kependidikan bagi umat manusia.
  • Dalam Islam untuk menentukan hukum dan rujukan pola kehidupan juga menggunakan hadits  nabi, karena hadits dalam posisinya sebagai sumber kedua sekaligus bentuk tafsir dan penjelasan  terhadap Al-Qur’an. Terlebih dalam dataran praktek hadits lebih mempunyai kecenderungan aplikatif, karena unsur dalam hadits selain merupakan bagian dari wahyu juga bentuk responsibilitas terhadap persoalan yang muncul,karena hadist merupakan interpretasi dan rangkuman dari sosok agung dalam Islam, Nabi Muhammad SAW, sehingga dalam konsep pendidikan  Islam, hadits merupakan landasan filosofis dalam pengembangan sistematika pendidikan Islam, terlebih dalam  Hadits banyak sekali menekankan tentang akhlak dan pendidikan.
  • Seiring dengan kemajuan zaman dan perbedaan budaya, maka tuntutan dan persoalan umat menjadi rumit dan berkembang, sedang Al-Qur’an dan Hadist sudah tidak turun lagi untuk menjawab persoalan umat  sebagaimana pada masa kerasulan Muhammad SAW. Maka kita harus meyakini lebih dalamlagi bahwa Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber hukum yang tak terbatas waktu, kalaupun secara tekstual itu menunjukan hukum periodik namun secara prinsip  Al-Qur’an dan Hadist berlaku tanpa batas waktu,  ini  yang menuntut kecerdasan dan pemahaman untuk lebih memahami pesan dan hukum dari kedua sumber ajaran Islam tersebut.
  • Ajaran Islam  mengacu pada kedua sumber Al Quran dan Hadits, namun  tetap terbuka terhadap unsur lain dalam menentukan rujukan seperti halnya Ahmad Tafsir menambahkan Akal sebagai sumber filosofis pendidikan Islam. Dengan demikian dasar-dasar Pendidikan Islam  paling tidak yaitu terdiri dari  Al-Qur’an, Sunah dan ijtihad, walaupun sebenarya ijtihad disini hanya pemahaman dan penerjemahan terhadap kedua sumber utama tersebut, namun seperti yang dijelaskan tadi  perlunya ijtihad digunakan karena semakin banyaknya permasalahan yang berkembang sekarang ini dalam bidang pendidikan, sehingga ijtihad bisa menjadi sumber lain dalam penyelenggaran pendidikan, karena diperlukannya pemikiran-pemikiran baru yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perlu adanya terobosan ilmiah sebagai penunjang dalam pengembangan Pendidikan Islam secara sistematis.
  • Pengembangan sistem pendidikan yang sistematis merupakan harapan mendasar untuk memperbaiki sistem pendidikan Islam saat ini. Jadi dengan pengembangan sistem pendidikan yang mengadopsi dari hal-hal baru yang baik merupakan suatu keharusan, dengan catatan sesuai dengan konsep dasar landasan pendidikan islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis karena dengan  membuka diri kepada sesuatu yang baru yang baik, sejalan dengan dialektika pendidikan. Karena pendidikan tidak hanya mengajarkan sejumlah pengetahuan, namun justru mengajarkan bagaimana suatu pengetahuan itu disusun dan ditemukan.

Sumber hukum dalam islam, ada yang disepakati (muttafaq) para ulama dan ada yang masih dipersilisihkan (mukhtalaf).

Adapun sumber hukum Islam yang disepakati jumhur ulama adalah Al Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas.

Adapun sumber hukum yang masih dipersilisihkan (mukhtalaf) adalah Al-Istihsan, Al-Maslahah Al-Mursalah, Al-Istishab, Saddzu Al-Dzara’i, Al-Qaul Al-Shabay, Al-Urf, dan Syar’u Man Qablana.

  A. SUMBER HUKUM ISLAM YANG MUTTAFAQ

Seperti telah disebutkan dsebelumnya bahwa sumber hukum Islam yang muttafaq yaitu Al Qur’an Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Adapun penjelasan mengenai sumber-sumber hukum tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Al Qur’an

Menurut bahasa, kata “al Qur’an” adalah bentuk isim masdar dari kata “qa-ra-a” yang berarti membaca yaitu kata “qur-a-nan” yang berarti yang dibaca. Demikian pendapat Imam Abu Hasan Ali bin Hazim (w : 215 H). Penambahan huruf alif dan lam atau al, pada awal kata menunjuk pada kekhusususan tentang sesuatu yang dibaca, yaitu bacaan yang diyakini sebagai wahyu Allah SWT. Sedang penambahan huruf alif dan nun pada akhir kata menunjuk pada makna suatu bacaan yang paling sempurna. Kekhususan dan kesempurnaan suatu bacaan tersebut berdasar pada firman Allah SWT sendiri yang terdapat dalam QS Al Qiyamah (75):17-18 dan QS. Fushshilat (41): 3.

“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah (Allah SWT) mengumpulkan didadamu dan membuatmu pandai membacanya , jika Kami (Allah SWT) telah selesai membacanya, maka ikutilah (sistem) bacaan itu“. (QS Al Qiyamah (75):17-18

 A. Dasar

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat” (QS. An Nisa’ : 105)

“Aku tinggalkan di antara kamu semua dua perkara; yang kamu semua tidak akan tersesat selama kamu semua berpegang teguh kepada dua perkara itu; yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul (Al-Hadis).” (H.R.Muslim)

 B. Kedudukan Al Qur’an sebagai Sumber Hukum

Kedudukan Al-Qur’an merupakan satu-satunya sumber yang pertama dan paling utama dalam hukum-Islam, sebelum sumber-sumber hukum yang lain. Sebab Al Qur’an merupakan Undang-Undang Dasar tertinggi bagi umat Islam, sehingga semua hukum dan sumber hukum tidak boleh bertentangan dengan Al Qur’an.

  C. Fungsi Al Qur’an

    • Sebagai Pedoman dan Petunjuk Hidup Manusia.
    • Sebagai Pembenar dan penyempurna kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.
    • Sebagai Mu’jizat Nabi Muhammad SAW.
    • Membimbing manusia ke jalan keselamatan dan kebahagiaan
    • Pelajaran dan penerang kehidupan.
  1. Hadits

 A. Pengertian Hadits

Hadis ialah segala hal yang datang dari Nabi Muhammad saw., baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan dan cita-cita nabi SAW. Para ulama telah bersepakat bahwa hadis dapat berdiri sendiri dalam mengadakan hukum-hukum, seperti menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. Kekuatannya sama dengan Al Qur’an.

 B. Dasar

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. (QS. Al Hasyr : 7)

Hadis Nabi SAW ;

“Wajib bagi sekalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafa arRasyidin (khalifah yang mendapat petunjuk), berpegang teguhlah kamu sekalian dengannya’. (HR. Abu Daud dan Ibn Majah).

 C. Kedudukan Hadis sebagai Sumber Hukum

 Hadis merupakan segala hal yang disandarkan kepada Nabi SAW. yang dijadikan dasar untuk menentukan hukum dalam ajaran Islam. Hal ini dikarenakan Nabi SAW adalah sosok yang mulia dan menjadi suri tauladan bagi umat manusia.

Para ulama ahli ushul fiqih, menjadikan hadis untuk menentukan hukum Islam setelah tidak ditemukan keterangan dalam Alquran. Oleh karena itu, para ulama sepakat menempatkan hadis sebagai sumber pokok ajaran setelah Al Qur’an.

 D. Fungsi Hadits Kepada Al-Qur’an

1)   Bayan Taqrir

Hadis/sunnah berfungsi untuk menguatkan atau menggaris bawahi maksud redaksi wahyu (Al Qur’an). Bayan Taqrir disebut juga Bayan Ta’kid Bayan Isbat

2)   Bayan Tafsir

Hadis/sunnah berfungsi menjelaskan atau memberikan keterangan atau menafsirkan redaksi Al Qur’an, merinci keterangan Al Qur’an yang bersifat global (umum) dan bahkan membatasi pengertian lahir dari teks Al Qur’an atau mengkhususkan (takhsis) terhadap redaksi ayat yang masih bersifat umum.

3)   Bayan Tasyri’

Hadis/sunnah berfungsi untuk menetapkan hukum yang tidak dijelaskan oleh Al Qur’an. Hal ini dilakukan atas inisiatif Nabi SAW Atas berkembangnya permasalahan sejalan dengan luasnya daerah penyebaran Islam dan beragamnya pemikiran para pemeluk Islam.

  1. Ijma’

 A. Pengertian ijma’

Ijma’ dalam pengertian bahasa memiliki dua arti. Pertama, berupaya (tekad) terhadap sesuatu. Pengertian kedua, berarti kesepakatan. Perbedaan arti yang pertama dengan yang kedua ini bahwa arti pertama berlaku untuk satu orang dan arti kedua lebih dari satu orang.

Ijma’ dalam istilah ahli ushul adalah kesepakatan semua para mujtahid dari kaum muslimin pada suatu masa setelah wafat Rasul Saw atas hukum syara yang tidak ditemukan dasar hukumnya dalam Al Qur’an dan Hadis.

 B. Dasar

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An Nisa’ : 59)

Sabda Rasulullah SAW:          

“Umatku tidak akan bersepakat untuk melakukan kesalahan “

  1. Qiyas

 A. Pengertian Qiyas

Qiyas menurut bahasa berarti menyamakan, manganalogikan, membandingkan atau mengukur, seperti menyamakan si A dengan si B, karena kedua orang itu mempunyai tinggi yang sama, bentuk tubuh yang sama, wajah yang sama dan sebagainya. Qiyas juga berarti mengukur, seperti mengukur tanah dengan meter atau alat pengukur yang lain. Demikian pula membandingkan sesuatu dengan yang lain dengan mencari persamaanpersamaannya.

Para ulama ushul fiqh berpendapat, qiyas ialah menetapkan hukum suatu kejadian atau peristiwa yang tidak ada dasar nashnya dengan cara membandingkannya kepada suatu kejadian atau peristiwa yang lain yang telah ditetapkan hukumnya berdasarkan nash karena ada persamaan ‘illat antara kedua kejadian atau peristiwa itu

 Contoh soal:

  1. Yang tidak termasuk sumber hukum islam yang muhtalaf fih adalah …..

 A. Qiyas

 B. Istihsan

 C. istishab

 D. Urf

 E. Maslaha mursalah

  • Jawaban: A
  1. Contoh Berikut yang termasuk dari maslahah mursalah adalah…..

 A. Tata cara shalat tarawih

 B. Tata cara haji

 C. Puasa senin kamis

 D. Mencetak al qur’an

 E. Beristiri lebih dari satu bagi lelaki

  • Jawaban: D
  1. Hukum umrah sama dengan hukum haji yaitu wajib karena di sebut bersamaan dalam satu ayat, pengambilan hukum seperti ini di sebut …..

 A. Urf

 B. Dalalatul iqtiran

 C. Muslaha mursalah

 D. istihsan

 E. ijma’

  • Jawaban: B
  1. Imam mazhab yang menjadikan syadzu’ dzariah sebagai sumber hukum adalah …..

 A. Syafii

 B. Abu Hanaf

 C. Ahmad bin Hanbal

 D. Malik

 E. Ja’far

  • Jawaban: D
  1. Segala sesuatu yang sudah dikenal masyarakat dan telah dibiasakannya serta dijalankan secara terus-menerus baik berupa perkataan maupun perbuatan adalah…..

 A. Urf

 B. istishab

 C. istihsan

 D. dalalatul iqtiran

 E. maslaha mursalah

  • Jawaban: A

JIHAD DALAM ISLAM

JIHAD DALAM ISLAM

  A. Pengertian Jihad

Kata jihad berasal dari kata jâhada yujâhidu jihâdan wa mujâhadatan. Asal katanya adalah jahada yajhadu jahdan/juhdan yang berarti kekuatan (al-thâqah) dan upaya jerih payah (al-masyaqqah). Secara bahasa jihad berarti mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan untuk membela diri dan mengalahkan musuh. sedangkan menurut istilah ulama fikih, jihad adalah perjuangan melawan orang-orang kafir untuk tegaknya agama Islam. Jihad juga dapat berarti mencurahkan segenap upaya dan kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kesulitan dan penderitaan. Sehingga, jâhada berarti mencurahkan segala kemampuan dalam membela dan memperoleh kemenangan. Dikaitkan dengan musuh, maka jâhada al‘aduww berarti membunuh musuh, mencurahkan segenap tenaga untuk memeranginya, dan mengeluarkan segenap kesungguhan dalam membela diri darinya.

Pelaku jihad disebut mujâhid. Dari akar kata yang sama lahir kata ijtihâd yang berarti upaya sungguh-sungguh dengan mengerahkan segala kemampuan untuk mengambil kesimpulan atau keputusan sebuah hukum dari teks-teks keagamaan

  B. Dasar-dasar Jihad dalam Al Qur’an dan Hadis

  1. Al-Qur’an
  • Lukman(31): 15

Melawan segala bentuk pemaksaan membutuhkan keberanian untuk menolaknya. Apalagi pemaksaan yang terkait dengan masalah keyakinan. Meskipun demikian, kita tetap harus menjaga hubungan baik dengan mereka dalam pergaulan sehari-hari. Allah berfirman :

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  1. Hadits

Jihad merupakan sikap dan tindakan tegas dalam memegang keyakinan terhadap keesaan Allah hingga tak ada celah sedikitpun untuk bersikap yang berpotensi merusak keimanan itu. Bahkan dalam konteks tertentu kita dilarang untuk menyerupai merekayang tidak beriman akan keesaan Allah. Rasulullah bersabda :

Dari Ibn ‘Umar, Rasulullah saw bersabda, “Saya diutus dengan pedang, hingga Allah disembah tiada serikat bagi-Nya, dan rezkiku dijadikan di bawah naungan tombak, kehinaan bagi siapa yang menyalahi perintahku, dan siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kepada kaum tersebut.” (HR. Ahmad)

  C. Macam-Macam Jihad

  • Jihad melawan hawa nafsu

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang” (QS. Yusuf (12): 53

Jihad melawan hawa nafsu dapat dilakukan dengan:

  1. Mempelajari petunjuk-petunjuk agama yang dapat mengantarkan jiwa kepada keberuntungan dan kebahagiaan
  2. Mengamalkan apa yang ia telah ketahui
  3. Mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk agama. Dengan berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain seseorang dapat mencapai tingkatan yang disebut dengan rabbaniyy.
  4. Bersabar dan menahan diri dari berbagai cobaan dalam menjalankan dakwah.
  • Jihad melawan setan

Jihad melawan setan, berupa upaya menolak segala bentuk keraguan yang menerpa keimanan seseorang dan menolak segala bentuk keinginan dan dorongan hawa nafsu. Keduanya dapat dilakukan dengan berbekal pada keyakinan yang teguh dan kesabaran. Allah berfirman QS. As Sajadah (32): 24,

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.”

  • Jihad melawan orang-orang kafir dan orang munafik

Selain jihad melawan hawa nafsu dan setan, jihad lain yang yang secara tegas disebut obyeknya dalam Qur’an adalah Jihad melawan orang-orang kafir. Allah berfirman :

” Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburukburuknya tempat kembali. (QS. Al-Tahrim:9)

  D. Tujuan Jihad

Tujuan jihad dalam Islam untuk mempertahankan dan membela serta meninggikan agama Islam. Itulah tujuan pokok perang dalam Islam. Disamping itu tujuan perang dalam Islam ini dapat disebutkan lebih rinci sebagai berikut:

  1. Mempertahankan hak-hak umat Islam dari perampasan pihak lain.
  2. Memberantas segala macam fitnah
  3. Memberantas kemusyrikan, demi meluruskan tauhid
  4. Melindungi manusia dari segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan.

  E. Hukum Jihad

Hukum jihad untuk mempertahankan dan memelihara agama dan umat Islam (serta Negara) hukumnya wajib atau fardhu. Baik fardhu ain maupun fardhu kifayah.

  • Sebagian ulama sepakat jihad hukumnya fardhu ain.

Firman Allah SWT Qs. atTaubah (9):41

Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

  • Sebagian ulama sepakat jihad hukumnya fardhu kifayah.

Firman Allah SWTQs. An-Nisa (4):95

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

  • Hukum jihad bisa berubah menjadi fardhu ‘ain bagi orang yang telah bergabung dalam barisan perang. Begitu juga bagi setiap individu jika musuh telah mengepung kaum muslimin dengan syarat:
  1. Jika jumlah orang-orang kafir tidak melebihi 2 kali lebih besar dibandingkan kaum muslimin dengan penambahan pasukan yang dapat diperhitungkan.
  2. Tidak ditemukan udzur, baik sakit maupun tidak ada senjata dan kendaraan perang.
  3. Jihad tidak bisa dilakukan dengan berjalan kaki

Jika salah satu dari ketiga hal tersebut tidak terpenuhi, maka boleh meninggalkan peperangan.

  F. Syarat- Syarat wajib jihad

  1. Islam
  2. Dewasa (Baligh)
  3. Berakal sehat
  4. Merdeka
  5. Laki-laki
  6. Sehat badannya
  7. Mampu berperang

  G. Etika Perang dalam Islam

  1. Tidak boleh memerangi orang yang memusuhi Islam dan umat Islam sebelum diberi peringatan. Setelah ada peringatan ternyata tetap menganggu, baru diadakan perang.
  2. Tidak boleh membunuh anak-anak, wanita, orang tua (yang tidak ikut perang)
  3. Tidak boleh membuat kerusakan harta. Seperti menebangi pohon, merusak jembatan, membakar kota dll.
  4. Tidak boleh menggangggu apalagi membunuh utusan yang dikirim musuh secara resmi.
  5. Tidak boleh membunuh musuh yang menyatakan menyerah.

  CONTOH SOAL:

  1. Memerangi orang kafir yang memusuhi agama dan umat Islam disebut….

  A. ijtihad

  B. jihad

  C. i’tikaf

  D. ijma’

  E. mujtahid

  •  Jawaban: B
  1. Sikap toleransi mujtahid yang digariskan oleh Al Qur’an sangatlah jelas dan tegas, yakni….

  A. mempertahankan aqidah islamiyah yang lurus

  B. berjalan sesuai kehendak masing-masing

  C. mencampur adukkan ajaran agama

  D. saling menjaga dan mengerjakan

  E. mengarahkan kepada penganut berbagai agama

  •   Jawaban:  A
  1. Diperintahkan untuk mengatakan agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu , termasuk sikap terhadap orang…

  A. munafik

  B. beriman

  C. muslim

  D. musyrik

  E. kafir

  • Jawaban: E
  1. Tujuan diperintahkannya sikap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat adalah agar hidup manusia menjadi….

  A. bahagia

  B. tentram

  C. mewah

  D. seimbang

  E. gelisah

  • Jawaban: B
  1. Menghadapi orang yang berbeda pendapat dalam keyakian, maka kita harus memiliki sifat….

  A. tenggang rasa

  B. keteguhan aqidah

  C. hidup semena-mena

  D. pedoman hidup

  E.prinsip sendiri-sendiri

  • Jawban: B
  1. Toleransi antar umat beragama yang diajarkan dalam Islam dibatasi oleh….

  A. nilai-nilai luhur sosialisme

  B. kerjasama dalam urusan agama

  C. pengamalan sesuai ajaran agama masing-masing

  D. adanya penyatuan ajaran agama

  E. mendukung kelestarian agama lain

  • Jawaban:  C
  1. Berikut ini yang dimaksud orang kafir dalam surat Al-Kahf ayat 29 adalah….

  A. orang yang berbeda pendapat

  B. orang yang hati dan ucapannya berbeda

  C. orang yang memusuhi islam

  D. orang yang menganiaya diri sendiri

  E. orang yang tidak percaya kepada kebenaran Islam

  • Jawaban: E
  1. Dalam surat Al-Kahf ayat 29, Allah SWT menegaskan tentang hal-hal sebagai berikut, kecuali….

  A. neraka adalah tempat yang paling buruk

  B. minuman bagi orang dzalim adalah air panas seperti besi yang mendidih

  C. kebenaran datangnya dari Allah

  D. manusia wajib beriman dan bertaqwa

  E. manusia boleh beriman dan kafir

  •  Jawaban: D
  1. Perlakuan Islam terhadap Ahl al Dzimmah, kecuali….

  A. memerangi / melawan

  B. hak perlindungan

  C. perlindungan nyawa dan badan

  D. perlindungan terhadap kehormatan

  E. tidak boleh mencaci

  • Jawaban:  B
  1. Pemeluk agama lain yang menganggu keamanan dan ketentraman, bersifat dzalim, dan yang kita diizinkan melawan adalah….

  A. Golongan Ahl Zimmah

  B. Golongan Musta’min

  C. Golongan mu’ahada

  D. Golongan Harbi

  E. Golongan Kafir

  • Jawaban: E

KHILAFAH

KHILAFAH

                                                       

  1. PENGERTIAN KHILAFAH

Khilafah berasal dari bahasa arab khalafa, yakhlifu, khilafatan yang artinya menggantikan. Dalam konteks sejarah Islam, khilafah adalah proses menggantikan kepemimpinan Rasulullah SAW, dalam menjaga dan memelihara agama serta mengatur urusan dunia. Pada masa sekarang istilah khilafah sama artinya dengan suksesi yang juga berarti proses pergantian kepemimpinan.

Sedangkan menurut istilah khilafah berarti pemerintahan yang diatur berdasarkan syariat Islam. Khilafah bersifat umum, meliputi kepemimpinan yang mengurusi bidang keagamaan dan kenegaraan sebagai pengganti Rasulullah. Khilafah disebut juga dengan Imamah atau Imarah. Pemegang kekuasaan khilafah disebut Khalifah, pemegang kekuasaan Imamah disebut Imam, dan pemegang kekuasaan Imarah disebut Amir.

Bagi kaum Sunni, seperti pendapat al-Mawardi dan Abdul Qadir Audah bahwa khilafah dan imamah secara umum memiliki arti yang sama yaitu system kepemimpinan Islam untuk menggantikan tugas-tugas Rasulullah SAW dalam menjaga agama serta mengatur urusan duniawi umat Islam. Allah berfirman dalam QS. An Nur: 55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa…”

   2. TUJUAN KHILAFAH

Secara umum Khilafah mempunyai tujuan untuk memelihara agama Islam dan mengatur terselenggaranya urusan umat manusia agar tercapai kesejahteraan dunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Allah SWT. Adapun tujuan khilafah secara spesifik adalah:

  1. Melanjutkan kepemimpinan agama Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.
  2. Untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin dengan aparat yang bersih dan berwibawa
  3. Untuk menjaga stabilitas negara dan kehormatan agama.
  4. Untuk membentuk suatu masyarakat yang makmur, sejahtera dan berkeadilan, serta mendapat ampunan dari Allah SWT.

   3. DASAR-DASAR KHILAFAH

Menurut Sulaiman Rasjid, apabila diperhatikan dengan seksama, dapat diketahui dengan jelas bahwa khilafah atau pemerintahan yang dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin berdasarkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya AllahMaha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat:13)

  1. Keadilan.

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS. An-Nahl:90)

  1. Tauhid (mengesakan Allah).

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah:163)

  1. Kedaulatan Rakyat.

Masalah kedaulatan rakyat ini dapat dipahami dari perintah Allah yang mewajibkan kita taat kepada ulil amri (para wakil rakyat atau pemegang pemerintahan). Firman Allah dalam surah An-Nisa, 58-59 :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu…” (QS. An-Nisa:59)

   4. HUKUM MEMBENTUK KHILAFAH

Berdasarkan pendapat yang diikuti mayoritas umat Islam (mu’tabar), hukum mendirikan khilafah itu adalah fardu kifayah dengan beberapa alasan sebagai berikut :

  1. Ijma’ sahabat.

Ketika Rasulullah wafat, saat itu juga terdengar di kalangan para sahabat yang membicarakan masalah pengganti beliau.

  1. Demi menyempurnakan kewajiban.

Khilafah harus didirikan demi menjamin kelancaran atau kesempurnaan dalam menunaikan kewajiban sebagai warga negara.

  1. Memenuhi janji Allah.

Allah SWT. Berfirman dalam surah An-nur, 55 sebagai berikut :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-nur : 55)

   5. HIKMAH KHILAFAH

Khilafah yang ditegakkan dengan tujuan yang jelas dan dasar-dasar yang berpihak pada kepentingn dan kesejahteraan bersama pada akhirnya akan membuat masyarakatnya hidup tenang, nyaman, dan aman di satu pihak. Di pihak lain justru akan membuat Khilafah semakin kuat dan stabil karena adanya kepercayaan dari masyarakat luas.

Upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan disertai pemenuhan aspirasi rakyat dapat melahirkan kesadaran bersama untuk mencapai persatuan dan kesatuan dengan tetap menjaga keragaman, baik suku, agama, dan ras, sebagai anugerah Allah.

  CONTOH SOAL

  1. Struktur pemerintahan yang dalam pelaksanaanya diatur berdasarkan syariat Islam lazim disebut …

           A. Imamah

           B. khilafah

           C. Khalifah

           D. Khadimah

           E. Sultan

  • Jawaban: B
  1. Kehancuran dari umat terdahulu adalah karena ia menghukum mereka yang benar dan membebaskan mereka yang salah. Peristiwa ini tidak sejalan dengan dasar khilafah….

          A. Persamaan derajat

          B. Ketauhidan

          C. Keadilan dan kesejahteraan

          D. Musyawarah

          E. Persatuan Islamiyah

  • Jawaban: C
  1. Khilafah yang dibangun Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para sahabatnya berlandasakan pada pijakan kokoh yang pada prinsipnya dimaksudkan untuk ..

           A. Membina tolerensi

           B. Menegakan kalimat tauhid

           C. Membangun kerjasama

           D. Menghindari permusuhan

           E. Melindungi rakyat lemah

  • Jawaban: B
  1.  Khilafah dalam sejarah Islam yang di pilih oleh para pemimpin umat secara langsung adalah …

           A. Abu Bakar

           B. Umar bin khatab

           C. Usman bin Affan

           D. Umar bin Abdul Aziz

           E. Sultan Salim

  • Jawaban: A

PEMBUNUHAN DAN QISHOS

PEMBUNUHAN & QISHOS

                                      

  A. Pembunuhan

  1. Pengertian pembunuhan , pembunuhan adalah melenyapkan nyawa seseorang sehingga menjadi mati, baik disengaja maupun tidak, baik dengan memakai alat atau tidak
  2. Macam-macam pembunuhan :
    1. Pembunuhan yang disenagja  [قتل العمد], yaitu pembunuhan yang dilakukanseseorang dengan alat yang lazim untuk membunuh, atau alat yang bisa membunuh, baik dengan anggota badan orang yang membunuh, maupun tanpa menggunkan alat. Pembunuhan jenis ini biasanya terencana.
    2. Pembunuhan seperti sengaja  [قتل شبهُ العمد], yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang dengat alat yang menurut perkiraan tidak akan menyebabkan kematian, dan orang yang membuynuhnya tidak bermaksud membunuh orang lain.
    3. Pembunuhan yang tidak disengaja [قتل الخطئ] , yaitu pembunuhan yang sama sekali tidak sengaja membunuh.
  1. Dasar hukum larangan membunuh:

Firman Allah SWT :

ولا تقتلوأ النّفسَ الّتى حرَّم اللهُ إلاّ بالحقِّ  ۗ ومن قُتل مظلوماً فقد جعلنا لوليِّه سلطاناً فلا يسرف فى القتل ۖ إنّه كان منصوراً    ٣٣                                                                              

“Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan sesuatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara dhalim, maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”. Al-Isro’: 33

Nabi saw bersabda:

لا يَحلُّ قتلُ امْرِئٍ مسلمٍ إلاَّ باحدى ثلاثٍ كفرٍ بعد إيمانٍ وَزناً بعد إحصانٍ وقتلِ نفسٍ بغيرِ حقّ          

 ظلماً وعدواناً    [رواه مسلم]                                                                                  

“ Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali tiga hal: kufur sesudah beriman, berzinah setelah berkeluarga, dan membunuh seseorang yang benar karena semata berbuat dhalim dan permusuhan”. (HR. Muslim)

  1. Hikmah larangan membunuh:
  • Manusia tidake berbuat semena-mena terhadap harga diri manusia, sebaliknya ia akan menghargai keberadaan manusia.
  • Manisa akan menempatkan manusia yang lain dalam kedudukan yang tinggi baik di mata hukum maupun dihadapan Allah SWT.
  • Menjaga dan menyelamatkan jiwa manusia.

     A. Qishash

  1. Pengertian qishash, yaitu hukuman balasan yang seimbang bagi pelaku pembunuhan maupun pengrusakan anggota badan seseorang, yang dilakukan dengan sengaja.
  2. Dasar hukum qishash

Membunuh dengan sengaja hukuimnya haram, dan pelakunya selain harus dijatuhi hukuman, kelak di akhirat mendapat siksa yang pedih.

Allah  SWT berfirman:

يأيّها الذين كتب عليكم القصاصُ فى القتلىِ ۖ  الحُرُّ بالحرّ والعبدُ بالعبد والأنثى بالأنثى ۚ فمن أُفيَ له,

من أخيهِ شيئٌ فاتِّباعٌ بالمعروفِ أدآءٌ إليه بإحسانٍ ۗ ذلك تخفيفٌ منربكم ورحمةٌ ۗ                     

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qishash berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diyat (tebusan) kepadamu dengan baik (pula), Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. (al-Baqarah 178)

Nabi saw bersabda:

كلّ ذنبٍ عسى الله أن يغفره إلاّ الرَّجُلَ يموت مشركا أو الرَّجُلَ يقتل مؤمنا متعمّداً                  

 [رواه ابو داود وابن حبان]

“Sertiap dosa ada harapan Allah akan mengampuninya, kecuali seorang laki-laki yang mati dalam keadaan syirik atau seseorang membunuh seorang mukmin dengan sengaj”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Hiban)

  1. Syarat-syarat qishash pembunuhan
  1. Pembunuh sudah bakigh dan berakal sehat.
  2. Pembunuh bukan orang tua yang dibunuh.
  3. Jenis pembunuhan adalah pembunuhan yang disengaja.
  4. Orang yang terbunuh terpelihara darahnya, artinya bukan orang jahat.
  5. Orang yang dibunuh sama derajatnya, misalnya Islam dengan Islam, merdeka dengan orang merdeka.
  6. Qishash dilakukan pada hal yang sama; jiwa dengan jiwa, mata dengan mata, telinga dengan telinga.

     4. Qishash anggota tubuh

Disebutkan di dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 45 yang artinya:

“Kami telah menetapkan bagi meraka di dalamnya (taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishashnya (balasan yang sama)”. 

  1. Pembunuhan oleh massa, yaitu pembunuh yang disengaja yang dilakukan oleh sekelompok orang (lebih dari satu), maka semuanya harus diqishash. Ibnu Abbas berpendapat:”Kalau sekelompok orang membunuh seorang, mereka harus dibunuh meskipun jumlahnya 100 orang dengan cara yang sama.”
  2. Hikmah hukum qishash:
    1. Memberikan pelajaran kepada manusia untuk tidak melakukan kejahatan, ataupun mempermainkan nyawa manusia.
    2. Dengan adanya hukuman qishash maka manusia akan merasa takut berbuat jahat pada orang lain, terutama penganiyaan tubuh dan jiwa manusia.
    3. Hukum qishash dapat melindungi jiwa dan raga.
    4. Timbulnya ketertiban, keamanan dan kedamaian dalam masyarakat.
    5. Menunjukkan bahwa syari’at Islam itu luwes dalam menangani masalah.

 CONTOH SOAL:

Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan memberikan tanda silang pada salah satu jawaban yang kamu anggap benar !

  1. Pembunuhan yang dilakukan tanpa adanya niat membunuh dan dengan cara atau alat yang biasanya tidak mematikan disebut … 

   A. Pembunuhan sengaja

   B. Pembunuhan seperti sengaja

   C. Pembunuhan tersalah

   D. Pembunuhan tidak sengaja

   E. Pembunuhan seperti tersalah

  • Jawaban: A
  1. Hukuman bagi pelaku pembunuhan sengaja yang dimaa􀏐kan oleh keluarga korban adalah …

   A. Qishash

   B. Kaffarah

   C. Diyat mukhaffafah dan kaffarah

   D. Diyat mughaladzah

   E. Dyat mughaladzah dan kaffarah

  • Jawaban: E
  1. Hukuman yang berupa pembalasan yang sama (serupa) dengan perbuatan yang telah dilakukan, dalam istilah fikih Islam disebut…

   A. Qishash

   B. Kifarat

   C. Diyat

   D. Jinayah

   E. uqubah

  • Jawaban: A
  1. Apabila sekelompok orang membunuh seseorang dengan sengaja secara massal, maka semua pelaku harus diqishash. Hal ini berdasarkan pada pendapat … .

   A. Sa’id Ibnu Musayyab

   B. Imam Sya􀏐i’i

   C. Imam Hambali

   D. Umar bin Khattab

   E. Imam maliki

  • Jawaban: D
  1. Jenis denda yang wajib dibayarkan oleh seseorang sebagai tanda taubat kepada Allah Swt dinamakan … .

   A. Qishash

   B. Kaffarah

   C. Diyat

   D. Uqubah

   E. Jinayah

  • Jawaban: B

Ibadah dan Karasterisktiknya

IBADAH & KARAKTERISTIKNYA

                                       

  1. Pengertian

Menurut Bahasa : Ada empat makna, yaitu: Ta’at (الطعة), tunduk(الخضوع), hina(الذ لّ), pengabdian(التنسّك).

Menurut Istilah  : Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa perkataan maupun perbuatan

Menurut Ulama Fiqih : Ibadah adalah semua bentuk pererjaan yang bertujuan memperoleh ridho Allah dan mendambakan pahala dari-Nya di akhirat,

  1. Dasar

                Dalam Al-Qur’an banyak ayat tentang dasar-dasar ibadah sebagaimana berikut di bawah ini :

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S Az-Zariyât [51] : 56)

  يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٢١

Artinya: “Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah [2] : 21)

  1. Macam-macam Ibadah
  •        Ibadah secara garis besar, terbagi 2 macam:
  1. Ibadah Mahdah = Ibadah Khassah (Khusus)
  2. Ibadah Ghairu Mahdah = Ibadah Ammah (Umum)

    a)    Ibadah Mahdah adalah Ibadah yang khusus berbentuk praktek atau hubungan yang menghubungkan antara manusia dan Allah melalui cara yang telah ditentukan dan diatur atau dicontohkan.

  • Contoh : Sholat, zakat, shaum (puasa), adan haji)

  b)    Ibadah Ghairu Mahdah adalah ibadah yang umum berbentuk hubungan sesame manusia dan manusia dengan alam yang memiliki nilai ibadah.

  • Contoh : Menyantuni fakir miskin, mencari nafkah, bertetangga, tolong-menolong, berbegara, dll

 

  • Ibadah dari Segi Pelaksanannya, terbagi 3 macam:

      a)      Ibadah Jasmaniah dan Runaniah

Contoh : Sholat dan Shaum (Puasa)

      b)      Ibadah Ruhaniah dan Mâliyyah

Contoh : Zakat

      c)      Ibadah Jasmaniah, Ruhaniah, dan Mâliyyah

Contoh : Haji

Jasmaniah = Fisik

Ruhaniah  = Batin

Mâliyyah  = Harta

  • Ibadah dari Segi Kepentingannya, terbagi 2 macam:

        a)      Kepentingan fardi (Perorangan)

Contoh : Sholat dan Shaum (Puasa)

        b)      Kepentingan ijtima’I (Masyarakat)

Contoh : Zakat dan Haji

  • Ibadah dari Segi Bentuknya, terbagi 5 macam:

       a)      Ibadah yang berbentuk perkataan atau lisan.

Contoh : Zikir, doa, tahmid, dan membaca Al-Qur’an

       b)      Ibadah yang berbentuk pekerjaan yang tidak ditentukan bentuknya.

Contoh : Membantu orang tua, menolong orang lain, jihad,  mengurus jenazah, dll

       c)      Ibadah yang berbentuk pekerjaan yang telah ditentukan bentuknya.

Contoh : Shalat, shaum, zakat, dan haji

       d)      Ibadah yang berbentuk menahan diri tata cara pelaksanaannya.

Contoh : Shaum, i’tikad, dan ihram.

       e)      Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak

Contoh : Memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan terhadap dirinya dan     membebaskan seseorang yang berhutang kepadanya.

CONTOH SOAL:

  1. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa bersuci. Isyarat dari Hadits di atas adalah …

     A. Bagi seorang muslim yang hendak melaksanakan shalat, harus bersuci terlebih dahulu

     B. Seorang yang sudah masuk dalam usia wajib sholat harus selalu dalam keadaan suci

     C. Shalat tanpa bersuci itu boleh untuk shalat-shalat yang termasuk dalam kategori sunnah

     D. Bersuci itu wajib dilakukan bagi seorang muslim yang hendak melaksanakan shalat wajib

  • Jawaban: A

Syarat sah melaksanakan ibadah shalat adalah suci dari hadat besar dan kecil.

  1. Ada seorang muslim yang berwudlu dua kali. Dalam perjalanan ke masjid ia buang angin kecil (kentut) satu kali. Ketika sampai di masjid ia langsung melakukan shalat berjamaah. Di antara pernyataan berikut ini yang benar adalah …

      A. Shalatnya si muslim sah karena masih memiliki wudlu cadangan

      B. Shalatnya si muslim tidak sah karena shalat tanpa berwudlu

      C. Shalatnya si muslim sah tapi tidak mendapatkan pahala

      D. Shalatnya si muslim tidak sah karena menggunakan wudlu cadangan

  • Jawaban: B

Syarat sah sholat adalah suci dari hadats kecil. Buang angin merupakan hadats kecil yang dapat membatalkan wudhu. Oleh karena itu tidak sah sholatnya seseorang yang tidak berwudhu.

  1. Perjalanan menuju Saudi Arabia dari Indonesia dengan menggunakan jalu udara (naik pesawat) ditempuh dalam waktu sekitar 8-10 jam. Dalam perjalanan itu kita harus melaksanakan shalat dzuhur dan ashar dengan dijama’. Yang mungkin kita lakukan untuk melakukan shalat di pesawat tersebut adalah …

      A. Berwudlu kemudian melakukan shalat dengan menghadap kiblat

      B. Bertayammum kemudian melakukan shalat dengan menghadap kiblat

      C. Bersuci kemudian melakukan shalat di tempat duduk kita tanpa memperhatikan arah kiblat

       D. Bersuci kemudian melakukan shalat dengan menghadap ke kiblat

  • Jawaban: C

Bersuci baik secara berwudhu ataupun tayamum kemudian melakukan shalat sesuai dengan tempat duduk, tidak harus merubah arah. Bukanlah menghadap timur atau barat yang utama tetapi yang lebih utama adalah menghadirkan Allah di hati dan pikiran ketika sholat.

  1. Di antara hikmah diwajibkannya puasa bagi umat Islam yang terkait dengan budaya konsumtif adalah …

     A. Untuk mengurangi kebiasaan makan dan minum secara berlebihan

     B. Menyehatkan badan karena puasa bisa mengurangi kolesterol

     C. Dapat menghemat stok beras sehingga cadangan beras dapat terjaga

     D. Merasakan rasa lapar sebagaimana yang dirasakan oleh orang miskin

  • Jawaban: A

Puasa merupakan salah satu ibadah yang banyak hikmahnya, diantaranya mengatur pola makan, yaitu mengatur waktu makan, jenis dan banyaknya makanan sehingga tidak berlebihan.

  1. Dalam kajian fiqih ada ibadah yang termasuk ke dalam kategori wajib muwassa’ dan ada yang termasuk dalam kategori wajib Di antara uraian terkait dengan penjelasan wajib muwassa’ dan mudhoyyaq di bawah ini yang benar adalah …

      A. Wajib muwassa’ itu diantara nya puasa di bulan Ramadhan karena waktu pelaksanaannya adalah satu bulan

      B. Wajib mudhoyyaq itu di antaranya puasa di bulan Ramadhan karena waktu bulan Ramadhan tiba, saat itu pula kita diwajibkan puasa

      C. Wajib muwassa’ itu diantara nya haji karena tempat wukufnya yang luas, yaitu di padang arafah

      D. Wajib mudhoyyaq itu diantara nya haji karena antriannya lama, sehingga kesempatan untuk melaksanakannya menjadi sempit

  • Jawaban: B

Hukum wajib adalah bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan berdosa.

Syekh Wahbah Az-Zuhaily dalam Ushulul Fiqhil Islamy menjelaskan bahwa hukum wajib bisa dibagi dari empat sudut pandang: Pertama dari sudut pandang waktu pengerjaannya, Kedua dari sudut pandang takarannya, Ketiga dari sudut pandang subyek pelaku, Keempat dari sudut pandang penentuan obyeknya,”

Wajib muwassa’ ialah kewajiban yang waktu pelaksanaannya boleh dipergunakan untuk melaksanakan kewajiban tersebut dan lainnya. Contohnya shalat zhuhur, di mana pada saat waktu zhuhur, kita diperbolehkan melaksanakan shalat zhuhur atau shalat lainnya.

Wajib mudhayyaq ialah kewajiban yang waktu pelaksanaannya hanya boleh dipergunakan untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Contohnya ketika waktu zhuhur hanya tersisa beberapa menit yang cuma cukup untuk mengerjakan shalat zhuhur, maka pada sisa waktu tersebut ia hanya boleh melaksanakan shalat zhuhur. Contoh lain ialah bulan Ramadhan, di mana puasa yang boleh dilakukan pada saat itu adalah puasa Ramadhan, bukan yang lain.

Fiqih

FIQIH

Fikih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya.

Ibadah dan Karasterisktiknya

A. Ibadah dan Karasterisktiknya

ibadah adalah “segala aktivitas yang dilakukan dengan tujuan/motivasi (niat) untuk memperoleh redha Allah (pahala).

PEMBUNUHAN DAN QISHOS

B. PEMBUNUHAN DAN QISHOS

Qisas atau kisas (Arab: قصاص, qishâsh) adalah istilah dalam hukum Islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan pepatah "hutang nyawa dibayar nyawa".

KHILAFAH

C. KHILAFAH

sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

MAJLIS SYURO

D. MAJLIS SYURO

sebuah proses yang dilakukan oleh sebuah majelis atau perkumpulan dari sebuah organisasi ataupun masyarakat yang anggotanya dipilih untuk mementukan keputusan atas suatu hal.

JIHAD DALAM ISLAM

E. JIHAD DALAM ISLAM

kata jihad berarti "berjuang" atau "ber-usaha dengan keras", tetapi bukan harus berarti "perang dalam makna "fisik".

Hukum adalah segala sesuatu yang menjadi dasar, acuan atau pedoman syariat Islam. Sumber hukum Islam. Al-Qur’an. Al-Hadis al-maqbulah (yang diterima untuk dijadikan sumber hukum) Ijtihad ketika tidak ditemukan dalam Al- Qur’an dan Al-Hadis al-Maqbulah.

F. SUMBER HUKUM ISLAM

Al-Qur'an (Sumber Ajaran Islam Pertama), Hadist (Sumber Ajaran Islam Kedua) dan Ijtihad (Sumber Pengembangan Hukum Islam)

Digital Solutions
Boost your Success

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar

Themes
Users
Active Installs

Our Team

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.