NILAI & NORMA SOSIAL

NILAI & NORMA SOSIAL

  1. Nilai Sosial
  • Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang didinginkan, dicita-citakan, diharapkan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam bertindak.

  • Jenis-jenis Nilai Sosial

Jenis-jenis nilai sosial menurut Notonegoro adalah sebagai berikut.

  1. Nilai material, sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
  2. Nilai vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan melakukan kegiatan sehari-hari
  3. Nilai spiritual, segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
  • Ciri-ciri Nilai Sosial :
  1. Dipelajari melalui sosialisasi
  2. Disebarkan dari satu individu ke individu yang lain
  3. merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat
  4. mempengaruhi perkembangan diri seseorang
  5. pengaruh nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat
  6. berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain
  7. bagian dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya
  8. cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.
  • Fungsi Nilai Sosial:
  1. Sebagai pelindung
  2. Penunjuk arah dan pemersatu:
  • memberikan alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
  • mengarahkan masy. Dlm berpikir dan bertingkahlaku
  • penentu terakhir manusia dlm memenuhi peranannya
  • sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok
  • sebagai pengontrol perilaku masyarakat.

     3. Motivator

   2. Norma Sosial

  • Pengertian Norma Sosial

Norma sosial merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama. Menurut Robert M.Z.Lawang, norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu

  • Jenis-jenis Norma Sosial

Berdasarkan daya ikatnya, Soerjono Soekanto membedakan empat jenis pengertian norma sosial sebagai berikut.

  1. Cara (usage) – perbuatan yang menonjol dalam hubungan antarindividu
  2. Kebiasaan (folkways) – merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
  3. Tata Kelakuan (mores) – cara berperilaku yang diakui oleh masyarakat.
  4. Adat Istiadat (custom) – merupakan pola perilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan hukum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.
  • Norma-norma sosial yang ada dalam masyarakat dikelompokkan menjadi :
  1. Norma Agama – berasal dari Tuhan YME dan diajarkan kepada manusia melalui ajaran agama tertentu.
  2. Norma Kelaziman atau kebiasaan – tata aturan seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu kegiatan yang didasarkan atas tradisi dan kebiasaan. Pelanggaran terhadap norma ini dikenai sanksi berupa cacian atau celaan dari orang lain atau masyarakat.
  3. Norma Kesusilaan – salah satu aturan yang berkaitan erat dengan hati nurani dan keyakinan agama. Pelanggaran terhadap norma ini dikenai sanksi berupa gunjingan, sindiran, ejekan, atau dikucilkan.
  4. Norma Kesopanantata aturan yang memandu tingkah laku manusia agar sesuai dengan aturan di masyarakat. Pelanggaran terhadap norma ini dikenai sanksi berupa teguran.
  5. Norma Hukumtata aturan yang membatasi tingkah laku dan perbuatan seseorang untuk mengamankan kepentingan orang lain. Pelanggaran terhadap norma ini dikenai sanksi hukum.
  • Fungsi Norma Sosial
  1. Sebagai faktor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain
  2. sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai sosial sebagai unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.
  • Peranan Nilai & Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi

Memberi bekal pedoman kepada individu atau seseorang agar berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat, sehingga individu dapat hidup dengan baik dalam masyarakat.

      Contoh soal :

  1. Lampu lalu lintas menyala merah sebagai tanda semua kendaraan harus berhenti, tetapi Ahmad tidak menghentikan sepeda motornya karena khawatir terlambat datang di sekolah. Tindakan Ahmad ini …

    A. Melanggar norma kesopanan.

    B. Melanggar norma kesusilaan.

    C. Melanggar norma hukum.

    D. Melanggar norma agam

  • Jawaban : C

    Pembahasan : 

Tindakan Ahmad yang tidak menghentikan sepeda motornya jelas melanggar UU Lalu Lintas dan hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap norma hukum.  Norma hukum merujuk pada rangkaian aturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh lembaga formal seperti pemerintah. Pelanggaran terhadap norma hukum dikenai sanksi berupa denda, penjara, atau hukuman mati.

NEGARA MAJU & BERKEMBANG

NEGARA MAJU & BERKEMBANG

              

  • Metode Penentuan Negara Maju dan Berkembang
  1. Deskriptif, menggunakan catatan-catatan sejarah maupun ilmu sosial
  2. Kuantitatif, berdasarkan pendapatan, jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya
  • Indikator Perkembangan Pembangunan Suatu Negara
  1. Produk Nasional Bruto adalah nilai suatu barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara
  2. Pendapatan perkapita
  3. Indeks kualitas hidup yang terdiri dari angka kematian bayi, angka harapan hidup, dan tingkat melek huruf
  4. Indeks pembangunan manusia yang terdiri dari usia penduduk, kesehatan penduduk, tingkat pendidikan, dan standar hidup layak.
  • Ciri Negara Maju
  1. Pertumbuhan penduduk kecil
  2. Pendapatan perkapita tingi
  3. Tingkat kesehatan baik
  4. Kualitas SDM baik
  5. Penguasaan teknologi tinggi
  6. Industri dan jasa maju
  • Strategi Pembangunan Negara Maju
  1. Menganut sistem ekonomi terbuka
  2. Menjalin kerja sama dengan negara lain dengan prinsip laba
  3. Membuka peluang investasi asing
  4. Persaingan dalam peningkatan mutu produk
  • Ciri Negara Berkembang
  1. Pertumbuhan penduduk tinggi
  2. Tingkat kesehatan rendah
  3. Kualitas SDM rendah
  4. Penguasaan teknologi rendah
  5. Kepadatan penduduk tinggi
  6. Pendapatan perkapita rendah
  • Contoh Soal
  1. Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, Produk Domestik Bruto Indonesia selama tahun 2012 – 2016 adalah sebagai berikut…

Berdasarkan data tersebut, pada tahun berapakan terjadi tingkat pertumbuhan PDB yang tertinggi adalah…

    A. 2013

    B. 2014

    C. 2015

    D. 2016

  • Jawaban: D

Pembahasan: Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2016 merupakan yang tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pada tahun 2016 juga terjadi pertumbuhan PDB yang signifikan dari tahun sebelumnya, yakni 2015. Pertumbuhan tersebut yang paling ditinggi, yakni mencapai 450.521.

LITOFSER

LITOFSER

                          

 Litosfer merupakan lapisan batuan penyusun permukaan bumi. Ketebalannya sekitar 1.200 km yang terdiri dari lapisan SiAl dan SiMg.

  A. Batuan Pembentuk Litosfer

  • Batuan Beku, terbentuk dari pembekuan magma karena proses pendinginan.
  1. Batuan beku dalam, batuan yang tercipta karena proses pembekuan magma di dalam dapur magma. Contoh: granit, diorit, gabro
  2. Batuan beku korok, batuan yang tercipta karena pembekuan magma di celah-celah retakan bumi saat magma akan naik ke permukaan bumi. Contoh: seinit
  3. Batuan beku luar, tercipta karena pembekuan magma di permukaan bumi. Contoh: andesit, basalt, obsidian
  • Batuan Sedimen, terbentuk dari pelapukan batuan dan terendapkan.
  1. Berdasarkan proses terjadinya:
  • Sedimen klastik, diendapkan tanpa proses kimiawi. Contoh: breksi
  • Sedimen kimiawi, diendapkan karena adanya pelarutan kimiawi. Contoh: gipsum
  • Sedimen organik, diendapkan oleh unsur organik. Contoh: batu bara

     2. Berdasarkan tenaga pengangkut

  • Aquatis, diendapkan oleh air. Contoh: lumpur
  • Aeolis, diendapkan oleh angin. Contoh: pasir
  • Glasial, diendapkan oleh es. Contoh: morena

     3. Berdasarkan tempat diendapkannya

  • Teristis, diendapkan di darat. Contoh: tanah loss
  • Fluvial, diendapkan di dasar sungai. Contoh: pasir
  • Marine, diendapkan di dasar laut. Contoh: batu karang
  • Limnis, diendapkan di rawa/danau. Contoh gambut
  • Glasial, diendapkan di es. Contoh: morena
  • Batuan Metamorf, batuan endapan yang berubah sifatnya karena adanya tekanan, suhu tinggi, dan waktu.
  1. Metamorf kontak, terjadi kontak dengan magma (suhu tinggi). Contoh: batu pualam
  2. Metamorf dinamo, terjadi karena tekanan dalam waktu lama. Contoh: sabak
  3. Metamorf pneumatolis, terjadi karena suhu, tekanan, dan waktu yang lama, serta masuknya unsur lain. Contoh: Intan

   B. Tenaga Pembentuk Muka Bumi

  • Tenaga Endogen merupakan tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi. Terdapat berbagai macam fenomena tenaga endogen, yakni
  1. Tektonisme, tenaga dari dalam bumi yang berbentuk tekanan dengan arah vertikal maupun horizontal yang menyebabkan terjadinya perubahan posisi. Tektonisme dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni orogenesa (terbentuknya lipatan dan patahan, serta retakan) dan epirogenesa (pengangkatan atau penurunan muka bumi dengan wilayah luas dan dalam waktu lama).
  2. Vulkanisme, naiknya magma dari perut bumi. Terbagi menjadi dua, yakni intrusi maga atau naiknya magma namun masih berada di rekahan kulit bumi, serta ekstrusi magma yakni naiknya magma hingga mencapai muka bumi.
  3. Seisme atau gempa bumi, getaran kulit bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi. Terbagi menjadi beberapa macam, yakni:
  • Berdasarkan faktor penyebab

Gempa tektonik: akibat tenaga tektonik seperti pergeseran sesar, tumbukan lempeng. Gempa vulkanik: terjadi sebelum, sedang, dan sesudah letusan gunung berapi.

Gempa runtuhan: akibat dislokasi dalam perut bumi.

  • Berdasarkan episentrumnya

Gempa linier: berbentuk garis

Gempa sentral: berbentuk titik

  • Berdasarkan letak hiposentrum

Gempa dangkal: kedalaman hiposentrum < 100 km

Gempa menengah: 100 – 300 km

Gempa dalam: > 300 km

  • Berdasarkan jarak hiposentrum

Gempa lokal: < 10.000 km

Gempa jauh: ± 10.000 km

Gempa sangat jauh: > 10.000 km

  • Berdasarkan letak episentrum

Gempa laut: di dasar laut

Gempa darat: di darat

  • Tenaga eksogen, tenaga yang berasal dari permukaan bumi, seperti air, angin, es, organism, bahkan manusia. Tenaga eksogen meliputi:

   a. Pelapukan, proses penghancuran batuan menjadi tanah. Pelapukan terbagi menjadi 3, yakni:

  1. Pelapukan mekanik, disebabkan karena adanya perbedaan suhu, curah hujan, dan sinar matahari.
  2. Pelapukan kimiawi, disebabkan oleh adanya proses kimia
  3. Pelapukan organik, disebabkan oleh aktivitas organisme, seperti hewan, tumbuhan

  b. Erosi, proses pengikisan muka bumi dengan melalui pengangkatan partikel batuan. Jenis erosi yakni:

  1. Ablasi, disebabkan oleh aliran air hujan atau air sungai
  2. Korasi, disebabkan oleh angin
  3. Abrasi, disebabkan oleh gelombang laut
  4. Eksarasi, disebabkan oleh es yang mencair

  c. Sedimentaasi, pengendapan material batuan oleh angin atau air. Sedimentasi terbagi menjadi tiga berdasarkan penyebabnya, yakni:

  1. Sedimen akuatis, disebabkan oleh air
  2. Sedimen marine, disebabkan oleh gelombang laut
  3. Sedimen geolis, disebabkan oleh angin

   Contoh Soal

  1. Perhatikan gambar persebaran lapisan tanah vertiksl sebagai berikut:

Manakah ciri fisik yang menggambarkan Iapisan batuan induk?

   A. Lapisan tanah yang paling subur, berwarna cokelat kehitam-hitaman, gembur, dan memiliki ketebalan hingga 30 cm,

   B. Lapisan tanah yang memiliki bentuk batuan pejal yang belum mengalami proses pemecahan, terletak di Iapisan paling bawah.

   C. Lapisan tanah yang memiliki sifat kurang subur, berwama kemerahan, strukturnya lebih padat dan memiliki ketebalan antara 50-60 cm.

   D. Lapisan tanah kurang subur karena sedikit mengandung zat zat makanan, strukturnya sangat keras, sehingga sulit ditembus sistem perakaran.

  • Jawaban: B

Pembahasan: Batuan induk berada di lapisan tanah paling bawah karena belum mengalami pelapukan menjadi serpihan tanah. Bentuknya masih berupa batuan yang masih utuh. Bersifat keras dan kompak sehingga sulit ditembus sistem perakaran. Tidak memiliki unsur hara sedikitpun karena belum mengalami pelapukan. Batuan penyusun dalam lapisan ini umumnya adalah batu gamping, granit, basalt, dan batu pasir.

PEMBENTUKAN TATA SURYA DAN BUMI

PEMBENTUKAN TATA SURYA & BUMI

          

  • Teori Pembentukan Jagat Raya
  1. Teori Mengembang

Diperkenalkan oleh Edwin Hubble ditahun 1929. Teori ini menyebutkan jika jagat raya tidak pernah diam, melainkan selalu bergerak menjauhi pusat alam semesta.

  1. Teori Big Bang

Diperkenalkan oleh Friedman, menyatakan jika jagat raya berasal dari ledakan satu titik yang memiliki volume nol karena adanya tekanan temperatur yang sangat tinggi. Dari ledakan tersebut, terbentuk partikel alam semesta.

  1. Teori Keadaan Tetap

Diperkenalkan oleh Fred Hoyle tahun 1948, menyatakan jika jagat raya tidaklah mengembang namun berasal dari hydrogen dan sedari awal sudah membentuk galaksi dan bintang.

  • Teori Pembentukan Tata Surya
  1. Teori kabut

Diperkenalkan oleh Immanuel Kant. Dirinya berpendapat jika pada awalnya terdapat gumpalan kabut yang lama-lama di bagian tengahnya membentuk gumpalangas yang kemudian membentuk matahari danplanet lainnya.

  1. Teori planetesimal

Diperkenalkan oleh Thomas Chamberlin. Teori ini menyebut jika matahari telah ada terlebih dahulu kemudian ada bintang yang mendekat dan terjadilah penarikan massa matahari oleh bintang tersebut. Massa matahari yang terhambur inilah yang membentuk planet.

  1. Teori pasang surut

Oleh Jeans dan Jefreys. Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal, hanya saya massa matahari yang tertarik bintang kemudian membentuk tonjolan dan menjadi planet.

  1. Teori awan debu

Oleh Weizsaeker dan Kniper. Menyebutkan jika tata surya berasal dari gumpalan gas dan debu  yang membentuk cakram di bagian tengah dan tipis di pinggirnya. Bagian tengah membentuk matahari sedangkan pinggirannya membentuk planet.

  1. Teori nebula

Oleh Laplace. Menyatakan jika tata surya berasal dari gumpalan gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat yang menyebabkan sebagian darinya terlempar dan membeku membentuk planet.

  • Pembentukan Bumi
  1. Teori apungan benua.

Pada awalnya bumi terdiri dari satu daratan yang disebut Pangea pada lebih dari 225 juta tahun yang lalu, kemudian tepecah menjadi dua yakni Gondwana dan Laurasia. Daratan Gondwana membentuk Australia, Afrika, Antartika, dan Amerika Selatan. Daratan Laurasia membentuk Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Teori ini diperkenalkan oleh Wagener, dengan pembuktian:

  1. Kesamaan struktur geologi batuan di EropaBarat dengan Amerika Utara, dan Afrika Barat dengan Afrika bagian selatan Timur.
  2. Greenland semakin mendekat ke Amerika Utara.
  • Gerakan Lempeng

Gerakan lempeng terjadi karena adanya arus konveksi dari lapisan astenosfer bumi. Macam-macam gerakan lempeng:

  1. Konvergen, gerakan lempeng yang saling mendekat. Adanya gerakan ini menimbulkan fenomena terbentuknya palung, vulkanisme dan seisme.
  2. Divergen, gerakan saling menjauh yang menyebabkan kenampakan punggung dasar samudra dan aktifitas vulkanis dan seisme di dasar samudra.
  3. Sesar mendatar, gerakan saling berseberangan, mengakibatkan terbentuknya pegunungan lipatan.
  • Bukti-Bukti Gerakan Lempeng
  1. Greenland bergerak menjauhi Eropa
  2. Persamaan garis pantai dan formasi geologi pantai timur Amerika dengan pantai barat Eropa, serta pantai timur Amerika dengan pantai barat Afrika.
  3. Pulau Madagaskar semakin menjauhi Benua Afrika bagian selatan
  • Lapisan Bumi
  1. Kerak bumi/litosfer
  • Lapisan terluar
  • Terdiri atas batuan: lapisan silisium dan aluminium (SiAl) dan lapisan silisium dan magnesium (SiMg)
  • Tebal ± 1.200 km, berat jenis 2,8 gram/cm2
  • Terdiri dari kerak benua dan kerak samudera

     2. Mantel Bumi (Astenosfer)

  • Berada di bawah litosfer
  • Tebal ± 1.700 km, berat jenis 5 gram/cm2
  • Berwujud bahan cair dan berpijar
  • Suhu 2.000˚C

     3. Inti bumi (Barisfer)

  • Berbahan padat tersusun atas nikel dan besi(NiFe)
  • Jari-jari 3.470 km
  • Inti dalam bersifat padat, suhu ± 4.500˚C, diameter 2.740 km
  • Inti luar bersifat cair, suhu ± 2.200˚C, tebal 2.000 km

    Contoh Soal

  • Teori yang mengatakan bahwa:
  • Pada mulanya matahari dekat dengan matahari lewat sebuah bintang besar
  • Karena gaya tarik bintang tersebut, sebagian dari massa matahari membentuktonjolan kea rah bintang itu
  • Bersamaan dengan menjauhnya bintang itu, tonjolan massa matahari itu ikut tertarik membentuk cerutu, kemudian terlepas dari matahari
  • Massa gas yang terbentuk kemudian terputus-putus membentuk tetesan raksasa dengan ukuran yang berbeda-beda
  • Tetesan gas tersebut lama-kelamaan membeku membentuk sebuah planet

   1. Data diatas merupakan tahapan dari teori …

   A. Bintang kembar

   B. Pasang surut

   C. Planetisimal

   D. Nebula

  • Jawaban: C

Pembahasan: Teori Planetesimal disampaikan oleh Forest Ray Moulton dan Thomas C. Chamberlin. Teori ini berpendapat jika tata surya terbentuk karena adanya sebuah bintang yang melintas di dekat matahari dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, muncul daya tarik dari bintang terhadap matahari yang menyebabkan massa matahari tertarik keluar. Massa matahari yang tertarik keluar lama-kelamaan membeku berubah menjadi benda padat dan mengorbit ke matahari, dikenal sebagai planet.

INTERAKSI KEUANGAN DESA KOTA

INTERAKSI KEUANGAN DESA KOTA

              

  • Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Ciri Desa
  1. Sistem perekonomian di dominasi oleh sektor agraris
  2. Lebih banyak menggantungkan pada alam
  3. Hubungan kekerabatan antar kelompok masyarakat kuat
  4. Norma-norma dalam masyarakat masih berlaku kuat
  • Pola Permikuman Desa
  1. Memanjang, mengikuti sungai, jalan, pantai, atau rel kereta api
  2. Memusat/mengelompok, umumnya pada kawasan dekat sumber daya air atau fasilitas pelayanan
  3. Menyebar, berada di daerah karst atau pegunungan.
  • Klasifikasi Desa

    A. Desa Swadaya, bisa dianggap sebagai desa yang tertinggal. Penduduk desa yang cenderung masih primitif dan terisolir dari daerah luar. Di desa ini masyarakatnya masih tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang seperti menjalankan adat istiadat atau tradisi dan hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan primer.Ciri Desa Swadaya:

  1. Daerahnya terisolir atau tertutup
  2. Penduduknya sedikit
  3. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris
  4. Masyarakatnya memegang teguh adat atau tradisi
  5. Hubungan personal sangat erat
  6. Sarana dan prasarana yang tersedia masih kurang
  7. Teknologi yang ada masih rendah atau bahkan belum ada

     B. Desa swakarya, desa yang satu tingkat lebih maju dari desa swadaya. Masyarakat mulai berubah mengikuti aliran jaman dan berpikiran lebih terbuka. Adat istiadat masyarakat mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di sosial masyarakatnya. Mata pencaharian masyarakat lebih beragam dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Serta berkembangnya pembangunan desa dengan didirikannya sarana dan infrastruktur untuk desa. Ciri desa swakarya:

  1. Tidak terikat dengan adat secara penuh
  2. Terbuka dengan pengaruh dari luar daerah
  3. Adanya sarana pendidikan, kesehatan, perekonomian dan prasarana penunjang lainnya
  4. Teknologi sudah mulai digunakan masyarakat
  5. Akses menuju daerah lain lebih mudah
  6. Lapangan pekerjaan yang tersedia mulai beragam

    C. Desa swasembada, biasa disebut sebagai desa maju atau desa berkembang. Masyarakat desa ini sudah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk kegiatan pembangunan desa. Tingkat pendidikan dan perekonomian masyarakat lebih maju dibandingkan tingakatan desa lain dan sudah bisa mengembangkan ide yang dimiliki. Mau berpartisipasi dan memiliki pola pemikiran yang lebih modern. Ciri-ciri desa swasembada:

  1. Biasanya berlokasi tidak jauh dari kota atau kecamatan
  2. Penduduknya mulai padat
  3. Masyarakat sudah tidak terikat oleh adat
  4. Memiliki fasilitas yang memadai dan lebih maju
  5. Masyarakat yang lebih kreatif dan kritis
  6. Aktifnya masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan
  • Kota adalah pusat permukiman dan kegiatan pen­duduk yang mempunyai batas administrasi yang diatur dalam perundang-undangan serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan kehidupan perkotaan.
  • Ciri-Ciri Kota
  1. Sistem perekonomian bersifat nonagraris.
  2. Kehidupan masyarakatnya heterogen dan individualis.
  3. Norma dan adat istiadat mulai pudar.
  4. Pola pikir masyarakat realistis dan rasionalis.
  5. Sarana prasarana tersedia dan lengkap (pasar, per-tokoan, sarana olah raga, tempat parkir khusus, dll).
  • Fungsi Kota
  1. Pusat konsentrasi penduduk
  2. Pusat kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan politik
  3. Pusat pelayanan
  4. Pusat pertumbuhan
  • Klasifikasi Kota
  1. Tahap eopolis: desa yang sudah mulai teratur dan mengarah ke kota
  2. Tahap polis: kota bercirikan agraris
  3. Tahap metropolis: perpindahan ke arah industri
  4. Tahap megapolis: gabungan beberapa me­tropolis
  5. Tahap tiranopolis: adanya kejahatan dan kekacauan
  6. Tahap nekropolis: kota mati
  • Interaksi Desa Kota

Suatu hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara wilayah desa dengan wilayah kota yang menghasilkan fenomena baru.

  • Faktor Penyebab Interaksi
  1. Adanya perbedaan sumberdaya
  2. Kemudahan untuk melakukan mobilitas
  3. Kesempatan untuk berinteraksi
  • Pengaruh Interaksi Desa Kota
  1. Desa semakin berkembang
  2. Backwash effect
  3. Urbanisasi ke wilayah kota
  4. Munculnya kawasan kumuh di wilayah kota
  5. Masuknya teknologi ke desa

Contoh Soal

  1. Hasil penelitian terhadap disparitas wilayah pesisir di Kabupaten Tasikmalaya diperoleh Indeks Williamson tahun 2014 dan 2015, seperti dalam tabel berikut ini:

Pernyataan yang tepat terhadap perbandingan disparitas wilayah pesisir berdasarkan tabel tersebut adalah…

    A. disparitas wilayah non pesisir sama dengan pesisir

    B. disparitas wilayah non pesisir lebih maju dari pada pesisir

    C. disparitas wilayah pesisir lebih tinggi dari pada non pesisir

    D. disparitas wilayah pesisir lebih rendah dari pada non pesisir

  • Jawaban: C

Pembahasan: Disparitas wilayah atau ketimpangan wilayah adalah ketidakseimbangan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang terjadi pada suatu wilayah sehingga menyebabkan perbedaan yang terlalu signifikan. Salah satu cara untuk menghitung ketimpangan wilayah adalah dengan metode Indeks Williamson yang menekankan pada hubungan ketimbangan daerah dengan tingkat pembangunan ekonomi. Indeks Williamson menggunakan model Vw atau model tertimbang dan Vuw atau tidak tertimbang.

PEMETAAN,SIG,& PENGINDERAAN JAUH

PEMETAAN,SIG,& PENGINDERAAN JAUH

      

  • Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya.
  • Fungsi Peta
  1. Menunjukan lokasi
  2. Memperlihatkan ukuran
  3. Menggambarkan bentuk permukaan bumi
  4. Menyajikan data
  5. Sebagai alat peraga
  6. Membantu analisis spasial
  • Macam Peta

     A. Berdasar ukuran skala

  1. Peta kadaster: skala 1:100 – 1:250.000
  2. Peta skala besar: skala 1:250.000 – 1.500.000
  3. Peta skala sedang: skala 1:500.000 – 1:1.000.000
  4. Peta skala kecil: skala 1:500.000 – 1:1000.000
  5. Peta geografis: skala lebih dari 1:1000.000

     B. Berdasarkan isinya

  1. Peta dasar berisi kenampakan dasar permukaan bumi, seperti topografi, kontur, batas administrasi.
  2. Peta tematik berisi kenampakan tema-tema tertentu yang ada di permukaan bumi, seperti peta curah hujan, peta jenis tanah, peta kepadatan penduduk
  • Unsur-Unsur Peta
  1. Judul
  2. Skala
  3. Orientasi
  4. Garis bujur dan lintang
  5. Simbol
  6. Legenda
  7. Inset
  8. Sumber dan tahun pembuatan
  • Syarat-Syarat Pembuatan Peta
  1. Konform, yaitu bentuk peta yang digambar harus sebangun dengan keadaan yang sebenar
  2. Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan dengan skalanya harus sama dengan jarak sebenarnya di lapangan.
  3. Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar di peta setelah diperhitungkan dengan skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
  • Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem yang berkaitan dengan fungsi pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian data yang berkaitan dengan Geografi.
  • Komponen SIG
  1. Data
  • Sumber data SIG dapat berupa peta, penginderaan jauh,data statistik
  • Data dalam SIG terbagi menjadi dua, yakni vektor dan raster
  1. Hardware terdiri dari keyboard, mouse, scanner, CPU, monitor, printer, RAM
  2. Software berupa ArcGIS, ArcView, ERDAS, ILWIS
  3. Brainware
  • Keunggulan SIG
  1. Data dapat diformat dengan kompak dan jelas
  2. Biaya lebih murah dibanding survey lapangan
  3. Data spasial dapat dikelola dan diolah secara bersamaan
  4. Dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dengan cepat
  • Penginderaan Jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi mengenai objek, wilayah, dan gejala di muka bumi dengan cara menganalisa data yang diperoleh tanpa kontak langsung dengan objek.
  • Komponen Penginderaan Jauh
  1. Sumber tenaga: sinar matahari dan buatan.
  2. Atmosfer: medium yang menyerap, menghambur-kan, memantulkan energi matahari dari obyek kepada sensor.
  3. Sensor: alat pengindera/perekam objek.

    A. Sensor fotografik: menggunakan kamera, hasil-nya berupa foto udara dan foto satelit.

Keuntungannya:

  • biaya tidak terlalu mahal,
  • resolusi spasial dan integritas geometris baik,

  B. Sensor elektronik: alat perekam dan penerima data berupa pita magnetik, menggunakan tenaga elektronik dalam bentuk sinyal elektrik, hasilnya berupa citra.

     4. Citra: gambar rekaman suatu objek.

  • Satelit Penginderaan Jauh
  1. Satelit cuaca: NOAA (USA), Tiros-N (USA), GPS, Meteor (Rusia)
  2. Satelit pengindera planet: Viking (USA), Venera (Rusia), Luna (Rusia)
  3. Satelit sumber daya bumi/daratan: LANDSAT (USA), SPOT (Perancis), Soyuz (Rusia)
  4. Satelit penginderaan lautan: SEASAT (USA), MOS (Jepang)
  • Sistem Penginderaan Jauh

  • Contoh Soal
  1. Syarat pembuatan peta:

         A.Bersih

         B. jarak di peta sama dengan jarak di lapangan setelah dikali skala

         C. menggunakan simbol yang rumit

         D. informasi yg disampaikan mudah dipahami

         E. menyajikan kenampakan nyata.

Syarat-syarat peta yang balk adalah :

        (A) a dan b

        (B) b dan d

        (C) a dan d

        (D) c dan d

  • Jawaban: B

Pembahasan:

  1. Konform, yaitu bentuk peta yang digambar harus sebangun dengan keadaan yang sebenar
  2. Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan dengan skalanya harus sama dengan jarak sebenarnya di lapangan.
  3. Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar di peta setelah diperhitungkan dengan skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

SUMBER DAYA ALAM & LINGKUNGAN HIDUP

SUMBER DAYA ALAM & LINGKUNGAN HIDUP

  

  • Sumber daya alam adalah semua yang ada di alam, baik berupa makhluk hidup maupun benda mati, yang terdapat di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  • Macam-Macam Sumber Daya Alam

   A. Berdasarkan letak

  1. SDA yang berada di atas permukaan bumi seperti udara dan cahaya matahari
  2. SDA yang berada di permukaan bumi seperti tanah, air dan hutan
  3. SDA yang berada di bawah permukaan bumi meliputi ragam barang tambang dan mineral seperti minyak bumi, batu bara, emas, timah, dan bijih besi.

   B.Berdasarkan jumlah

  1. SDA ada yang melimpah, ada pula yang sedikit dan terbatas.
  2. SDA yang terdapat disemua daerah seperti sinar matahari, dan ada yang berada di daerah-daerah tertentu seperti emas, perak, batu bara, dan minyak bumi.

    C. Berdasarkan proses

  1. SDA diproses secara alamiah dan membutuhkan waktu jutaan tahun, seperti minyak bumi, batu bara, dan emas.
  2. SDA diproses secara buatan dan membutuhkan waktu yang relatif singkat, seperti perkebunan, pertanian, dan peternakan.

    D. Berdasarkan sifat pengelolaan

  1. SDA yang tidak dapat diperbaharui.
  2. SDA yang dapat diperbaharui.
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan

Pengelolaan sumber daya alam dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk memelihara atau memeperbaiki mutu sumber daya agar kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

   A. Tujuan pengelolaan

  1. Menyelaraskan hubungan manusia dengan lingkungan hidup
  2. Memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan terkendali
  3. Membentuk manusia Indonesia yang mencintai dan berperan sebagai pembina lingkungan hidup
  4. Menjamin kesinambungan pembangunan berwawasan lingkungan
  5. Melindungi negara dari pengaruh luar yang bisa merusak dan mencemari lingkungan.
  • Lingkungan Hidup adalah segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.
  • Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup
  1. Pembangunan industri tidak ramah lingkungan
  2. Penebangan hutan secara liar
  3. Penataan ruang yang kurang memperhatikan faktor lingkungan
  • Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup
  1. Reboisasi dan penghijauan
  2. Mengurangi penggunaan pestisida
  3. Pengelolaan limbah industri
  4. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  5. Menetapkan kawasan lindung
  • Pembangunan Berwawasan Lingkungan, adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, danmutu hidup generasi masa kini dan masa datang.

   A. Ciri pembangunan berwawasan lingkungan

  1. Mengutamakan kualitas hidup untuk semua generasi
  2. Berdasarkan kemampuan lingkungan
  3. Pembangunan dan lingkungan bergerak berimbang
  4. Pemanfaatan SDA dilakukan secara bijaksana.
  • Contoh Soal
  1. Hutan dan pepohonan berperan paling besar dalam perlindungan ekosistem lingkungan ini, sampai kepada manfaat keteduhan dan estetiknya. Bahkan, sumber daya hutan mampu membentuk pola budaya dan social setempat. Jika hutan dan pepohonan rusak maka lingkungan paling sering dihitung dari kejadian bencana kerusakan lingkungan tersebut tata air, kerusakan lahan, dan polusi. Secara geografi pemikiran ini mengandung makna …

        A. Pembangunan ekonomi

        B. Ekonomi berbasis lingkungan

        C. Nilai ekonomi lingkungan

        D. Kepentingan ekonomi dan kerusakan lingkungan

  • Jawaban: B

Pembahasan: Ekonomi berbasis lingkungan atau bisa disebut ekonomi berwawasan lingkungan adalah kegiatan ekonomi yang menekankan pada keseimbangan dan keberlanjutan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan lingkungan. Prinsip dari ekonomi berwawasan lingkungan adalah keseimbangan lingkungan berdasarkan ekonomi, efisiensi lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan.

DEMOGRAFI/DINAMIKA KEPENDUDUKAN

DEMOGRAFI/DINAMIKA KEPENDUDUKAN

                                

Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Ilmu ini meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta perubahan jumlah penduduk.

  • Dinamika Kependudukan
  1. Kelahiran atau Natalitas adalah bertambahnya jumlah penduduk dalam setiap 1000 penduduk. Kelahiran dapat dihitung dengan metode angka kelahiran kasar, angka kelahiran menurut umur. Kelahiran dipengaruhi oleh faktor usia pernikahan dan program keluarga berencana.
  2. Kematian atau Mortalitas adalah berkurangnya jumlah penduduk dalam setiap 1000 penduduk. Faktor yang mempengaruhi kematian adalah kesadaran akan kesehatan, ketersediaan fasilitas kesehatan, bencana alam dan wabah penyakit, peperangan.
  3. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap. Faktor penyebab migrasi antara lain kurangnya lapangan kerja, kepadatan penduduk, ketersediaan sumber daya alam, keinginan memperbaiki taraf hidup.
  • Komposisi penduduk
  1. Angka Ketergantungan adalah jumlah penduduk usia produktif yang dapat menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan usia muda dan usia tidak produktif. Rumus angka ketergantungan adalah:

    2. Sex Ratio adalah perbandingan banyaknya jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah tertentu. Rumus menghitung sex ratio adalah:

  • Piramida Penduduk

Merupakan grafik penduduk yang menggambarkan kompsisi umur penduduk dengan komposisi jenis kelamin.

  1. Piramida ekspansif atau piramida penduduk usia muda, menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dibanding usia tua. Menandakan jika jumlah kelahiran tinggi.
  2. Piramida stasioner atau piramida tetap, menggambarkan penduduk usia muda sama dengan penduduk usia dewasa atau usia tua. Menandakan jika jumlah kematian dan kelahiran sama.
  3. Piramida konstruktif atau piramida usia tua, menggambarkan jumlah penduduk usia tua atau dewasa lebih besar dari usia muda. Ini menandakan jika tingkat kematian sangat sedikit.
  • Masalah Kependudukan
  1. Jumlah penduduk tinggi
  2. Pertumbuhan penduduk tinggi
  3. Persebaran penduduk tidak merata
  4. Kualitas penduduk rendah
  5. Pendapatan perkapita rendah
  6. Lapangan pekerjaan tidak mengimbangi pertumbuhan penduduk
  • Contoh Soal
  1. Menurut Thomas Robert Malthus, pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat tidak diikuti dengan hasil produksi. Akibatnya, hasil produksi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam. Dari pernyataan di atas factor yang menjadi penyebab kelangkaan tersebut adalah …

   A. Keterbatasan sumber daya

   B. Perbedaan letak geografis

   C. Ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk

   D. Rendahnya kemampuan produksi

  • Jawaban: D

Pembahasan: Thomas Robert Malthus dikenal sebegai pencetus teori Malthus yang menyatakan bahwa pertumbuhan populasi penduduk akan mengikuti deret ukur (1,2,4,8,16), sedangkan laju pertumbuhan pangan dan produksi mengikuti deret hitung (1,2,3,4,5,6).

populasi penduduk akan mengikuti deret ukur (1,2,4,8,16), sedangkan laju pertumbuhan pangan dan produksi mengikuti deret hitung (1,2,3,4,5,6)

ATMOFSER

ATMOFSER

                                

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gaslainnya

   A. Lapisan Atmosfer

  • Troposfer
  1. Lapisan paling bawah dengan ketinggian 0 – 8 km (kutub) dan 0 – 16 km (katulistiwa).
  2. Tempat terjadinya proses cuaca.
  3. Semakin ke atas suhu semakin turun.
  • Stratosfer
  1. Pada ketinggian 15 – 50 km.
  2. Terdapat lapisan ozon (O3).
  • Mesosfer
  1. Pada ketinggian 50 – 85 km.
  2. Suhu mencapai 100o C sehingga meteor-meteor terbakar.
  • Termosfer
  1. Pada ketinggian 85 – 500 km.
  2. Terdapat lapisan ionosfer yang memantulkan gelombang radio.
  • Eksosfer
  1. Lapisan terluar dengan ketinggian > 500 km.
  2. Didominasi gas hidrogen.

    B. Cuaca dan Iklim

  1. Cuaca, keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yangrelatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat
  2. Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yangpenyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputiwilayah yang luas

    C. Unsur-Unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim

  1. Suhu adalah keadaan panas atau dingin dari udara. Faktor yang mempengaruhi suhu adalah lama penyinaran matahari, sudut datang sinar matahari, relief muka bumi, dan letak lintang
  2. Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk menggerakan massa udara. Semakin tinggi suatu tempat, maka akan semakin tinggi tekanan udaranya.Garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan sama dinamakan isobar
  3. Angin adalah udara yang bergerak. Hal penting terkait angina yakni kekuatan, arah, dan kecepatan angin.
  4. Kelembapan udara, disebabkan adanya penguapan air yang berasal dari laut, danau, sungai, dan lain sebagainya. Semakin tinggi suatu udara, maka semakin tinggi pula kelembapannya.
  5. Curah hujan, intensitas turunnya hujan pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu.Curah hujan dipengaruhi oleh topografi, kelerengan, arah angin.
  6. Awan, adalah kumpulan titik-titik air dalam udara karena proses kondensasi. Awan terbagi menjadi dua bagian, yakni berdasarkan bentuk dan ketinggiannya.

Contoh Soal

  1. Yang dimaksud dengan cuaca adalah…

    A. keadaan atmosfer harian dan dapat berubah dalam waktu yang pendek

    B. kondisi cuaca rata-rata pada waktu yang lama pada wilayah yang luas

   C. kondisi atmosfer harian yang bisa berubah dalam jangka waktu yang lama

   D. keadaan cuaca rata-rata pada periode waktu yang pendek dalam area yang sempit

   E. kondisi atmosfer harian pada wilayah yang luas

Jawaban: D

Pembahasan: Cuaca merupakan fenomena atmosfer atau berkaitan dengan udara, berdurasi singkat, dan terjadi pada wilayah tertentu yang relatif sempit.

BIOSFER

BIOSFER

                                

Biosfer adalah suatu lapisan kehidupan yang terdiri dari tumbuhan dan hewan.

  • Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
  1. Faktor fisis
  2. Iklim
  3. Tanah
  4. Morfologi
  5. Faktor biotic
  • Persebaran Flora di Dunia
  1. Daerah beriklim tropis: hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, stepa
  2. Daerah beriklim sub tropis: hutan gugur, sabana
  3. Daerah beriklim sedang: Taiga, praire
  4. Daerah beriklim kutub: tundra
  • Persebaran Fauna di Dunia
  1. Kawasan Australis: Australia, Selandia Baru, Indonesia bagian timur. Contoh: kanguru, kasuari, hewan berkantung.
  2. Kawasan Neotropik: Amerika Selatan, Amerika Tengah. Contoh: kera, tapir.
  3. Kawasan Paleartik: Eropa, Asia, Afrika. Contoh: sapi, kambing, robin.
  4. Kawasan Ethiopia: selatan Gurun Sahara, Madagaskar. Contoh: jerapah, zebra, kuda nil, badak.
  5. Kawasan Oriental/Asiatik: India, Sri Lanka, Indocina, Indonesia. Contoh: gajah, harimau, orang utan.
  6. Kawasan Neartik: Amerika Utara. Contoh: kelelawar, tupai, tikus berkantung.
  • Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
  1. Persebaran Flora
  2. Hutan hujan tropis: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua, Sulawesi
  3. Hutan musim: Jawa, Bali
  4. Sabana Stepa: Nusa Tenggara
  5. Hutan Mangrove
  6. Persebaran Fauna
  7. Tipe Asiatik (Indonesia Barat): Harimau, Badak, Kera, Banteng
  8. Tipe Peralihan (Indonesia Tengah): Biawak, babi rusa, maleo
  9. Tipe Australialis (Indonesia Timur): Cenderawasih, Kanguru, kasuari.

Contoh Soal

  1. Perhatikan table di bawah ini

Yang termasuk ciri vegetasi pada tabel no. 2 adalah …

    A. vegetasi hutan nujan tropis dengan ciri memiliki Jenis pohon variatif

    B. vegetasi hutan bakau dengan ciri borakar tunjang

    C. vegetatsi daerah sabana dan stepa dengan ciri padang rumput

    D. vegetasi hutan musim dengan ciri banyak pohon jati

  • Jawaban: C

Pembahasan: Hutan sabana dan stepa dapat ditemui pada daerah-daerah kering dengan curah hujan rendah antara 700 sampai 2900 mm/tahun. Karena kondisi yang kering, maka tanaman yang mendominasi adalah semak belukar dan rerumputan