Pahlawan Revolusi

PAHLAWAN REVOLUSI

Pahlawan Revolusi adalah gelar yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragedi pada tanggal 30 September 1965 malam dan 1 Oktober 1965 dini hari. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar ini diakui juga sebagai Pahlawan Nasional.

Berikut adalah pahlawan revolusi Indonesia:

AIPDA KAREL SATSUIT TUBUN – PAHLAWAN REVOLUSI

Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA) Anumerta Karel Satsuit Tubun adalah salah satu dari sekian pahlawan revolusi yang lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928. Ia meninggal pada usia 36 di Jakarta tepatnya tanggal 1 Oktober 1965. AIPDA Karel Satsuit Tubun merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang menjadi korban Gerakan 30 September tahun 1965 atau dikenal G30S/ PKI. AIPDA Karel Satsuit Tubun merupakan satu dari sekian pengawal dari J. Leimena yang gugur dalam pertempuan G30S/ PKI dan dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta. Ia diangkat menjadi Pahlawan Revolusi karena jasanya mengawal Letnan Leimana yang merupakan musuh dari PKI.

AIPDA Karel Satsuit Tubun yang merupakan pengawal dianggap sebagai salah satu dari pimpinan Angkatan Darat yang menjadi penghalang utama cita-cita PKI. Oleh sebab itu PKI pun menculik juga membunuh para Perwira Angkatan Darat yang dianggap sangat menghalangi cita-cita PKI. PKI menyekap Dr. J. Leimena, orng yang dikawal oleh AIPDA Karel Satsuit Tubun, berusaha melindungi karena mendengar suara gaduh maka AIPDA Karel Satsuit Tubun pun mencoba menembak para gerombolan PKI yang berusaha menculik J. Leimana. Sayangnya, AIPDA Karel Satsuit Tubun kalah dengan segerombolan PKI sehingga iapun tewas ditembak dalam perlawananannya menghadapi PKI. Oleh sebab itu, atas segala jasa-jasa yang telah dilakukan AIPDA Karel Satsuit Tubun dalam menghadapi para pasukan PKI dan korban Gerakan 30 September, pemerintahpun menetapkan ia menjadi satu Pahlawan Revolusi Indonesia.

BRIGADIR JENDERAL KATAMSO DARMOKUSUMO

Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso Darmokusumo adalah salah satu pahlawan revolusi yang gugur pada Gerakan 30 September tahun 1965. Ia lahir di Sragen, Jawa Tengah pada tanggal 5 Februari 1923 dan meninggal di Yogyakarta pada usia 42 tahun atau tepanya pada tanggal 1 Oktober 1965. Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo adalah mantan Komandan Korem 072/Pamungkas yng diangkat menjadi pahlawan revolusi dan pahlawan nasional Indonesia. Ia gugur terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/ PKI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, yang berada di Jalan Kusuma Negara, Yogyakarta. Katamso Darmokusumo memiliki pangkat sebagai Brigadir Jenderal TNI Anumerta dan memiliki penghargaan sipil sebagai Pahlawan Revolusi dan pahlawan nasional. Ia gugur sebagai pahlawan dengan meninggalkan dua anak bernama Endang Murtaningsih dan Murni Ediyanti.

JENDERAL AHMAD YANI

Jenderal Ahmad Yani adalah salah satu pahlawan revolusi dan nasional Indonesia yang lahir pada tanggal 19 Juni 1922 dan meninggal pada tahun 1 Oktober 1965. Jenderal Ahmad Yani merupakan komandan Tentara Nasional Indonesia, dan dibunuh oleh anggota Gerakan 30 September. Ia diculik oleh gerombolan PKI dan selama upaya penculikannya dari rumahnya inilah ia tewas ketika melakukan pemberontak .

Ahmad Yani lahir di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah pada tangal 19 Juni 1922 dan ia berasal dari keluarga Wongsoredjo. Suatu keluarga yang bekerja di pabrik gula yang dijalankan oleh seorang pemilik Belanda. Pada tahun 1927, Ahmad Yani pindah bersama keluarganya ke Batavia, di mana ayahnya bekerja untuk seorang Jenderal Belanda pada sat itu. Di Batavia, Yani kemudian sekolah di pendidikan dasar dan menengah hingga akhirnya pada tahun 1940, iapun meninggalkan sekolah menengah untuk menjalani wajib militer di Angkatan Darat pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Pada awalnya Yani dilatih untuk menjadi seorang pelaut atau angkatan laut. Ia mulai belajar topografi militer di Malang, Jawa Timur, tetapi pendidikannya harus terganggu oleh kedatangan Jepang yang menyerang Indonesia pada tahun 1942. Pada saat yang sama, Yani dan keluarganyapun pindah kembali ke Jawa Tengah.

Pada tahun 1943, Yani bergabung dengan tentara Peta yang dibentuk oleh Jepang, dan iapun menjalani pelatihan lebih lanjut di Magelang sebagai perwira artileri. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Yani mendaftarkan diri untuk dilatih sebagai komandan peleton Peta kemudian dipindahkan ke Bogor, Jawa Barat untuk menerima pelatihannya. Setelah selesai pelatihan, iapun dikirim kembali ke Magelang sebagai seorang instruktur. Setelah Kemerdekaan Indonesia, Yani bergabung dengan tentara Republik Indonesia yang baru berdiri dan berperang melawan Belanda. Selama bulan-bulan pertama setelah Deklarasi Kemerdekaan, Yani membentuk batalion dengan dirinya sebagai Komandan dan pasukan yang dipimpinnyapun berhasil meraih kemenangan melawan Inggris di Magelang. Yani kemudian menindaklanjuti hal ini dengan berhasil mempertahankan Magelang melawan Belanda ketika mencoba mengambil alih kota. Ia pun mendapat julukan “Juru Selamat Magelang”. Sorotan penting lain dari karir Yani selama periode ini adalah serangkaian serangan gerilya yang ia luncurkan pada awal 1949 mampu mengalihkan perhatian Belanda.

Jendeal Ahmad Yani memiliki pasangan bernama Yayu Rulia Sutowiryo Ahmad Yani dan mempunya 8 anak. Penghargaan sipil yang diberikan oleh Ahmad Yani adalah Pahlawan Revolusi. Ahmad Yani memiliki riwayat pendidikan HIS Bogor dan tamat tahun 1935. Kemudian lanjut ke MULO atau setingkat SMP)kelas B Afd. Bogor dan selesai pada tahun 1938 Selepas MULO, Yani melanjutkan pendidikan ke AMS atau setingkat SMU bagian B Afd. Jakarta, namun tidak sampai lulus ia melanjutkan pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang. Ahmad Yani juga memiliki Pendidikan Heiho di Magelang pernah mengikuti PETA (Tentara Pembela Tanah Air) di Bogor.

Ia pun juga pernah mengikuti Command and General Staff College di Fort Leaven Worth, Kansas, Amerika Serikat pada tahun 1955 dan juga Special Warfare Course di Inggris, tahun 1956.

KAPTEN PIERRE TENDEAN

Kapten Czi. Anumerta Pierre Andries Tendean lahir pada tanggal 21 Februari 1939 dan meninggal di usia yang masih dangat muda yakni umur 26 tahun. Ia meninggal pada tanggal 1 Oktober 1965 yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Pierre Andries Tendean adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban dari biadabnya penculikan G30S/PKI pada tahun 1965. Tendean mengawali karier militernya dengan menjabat sebagai seorang intelijen hingga akhirnya ia pun ditunjuk sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution. Setelah diangkat menjadi ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution ia pun memiliki pangkat letnan satu dan dipromosikan menjadi kapten anumerta setelah ia wafat.

Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata ersama enam perwira yang gugur dalam Gerakan 30 September. Berkat perjuangannya menghadapi G30S/PKI inilah, pada tanggal 5 Oktober 1965ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia Sejumlah jalan di Manado, Balikpapan, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia menggunakan nama Tendean sebagai nama jalan sebagai penghagaan terhadap jasanya. Pierre Andries Tendean sendiri lahir dari pasangan Dr. A.L Tendean. Ayahnya adalah seorang dokter yang memiliki keturunan Minahasa. Ibunya, Cornet M.E adalah seorang wanita Indo yang berdarah Perancis.

Tendean adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Mitze Farre dan adiknya bernama Rooswidiati. Tendean sendiri mengenyam sekolah dasar di Magelang, kemudian melanjutkan SMP dan SMA di Semarang mengikuti tempat di mana ayahnya bertugas. Sejak kecil, Tendean sangat ingin menjadi seorang tentara. Ia ingin sekali masuk ke akademi militer hanya saja keinginannya sulit dikabulkan karena orang tuanya ingin ia menjadi seorang dokter mengingat pekerjaan ayahnya adalah seorang dokter. Namun, Tendean tidak putus asa, karena ia ingin menjadi militer, tekadnya yang kuat, pada tahun 1958.berhasil mengantarkan ia bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung

KOLONEL SUGIONO

Kolonel Inf. (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto atau akrab dikenal sebagai Kolonel Sugiono lahir di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta pada tanggal 12 Agustus 1926. Sugiyonopun gugut di Kentungan, Yogyakarta pada usianya ke 39 atau pada tanggal 1 Oktober 1965.

Sugiono merupakan salah satu pahlawan revolusi dan seorang pahlawan nasional Indonesia yang menjadi korban dalam Gerakan 30 September tahun 1965. Kolonel Sugiono adalah mantan Kepala Staf Korem 072/Pamungkas yang menikah dengan Supriyati. Dari hasil pernikahannya ini, ia memiliki enam orang anak laki-laki bernama Erry Guthomo Agung Pramuji, Haryo Guritno, Danny Nugroho, Budi Winoto dan Ganis Priyono. Ia juga dikaruniai seorang anak perempuan bernama Sugiarti Takarina. Hanya saja anak perempuannya lahir setelah Sugiono meninggal. Adapun nama Sugiarti Takarina sendiri diberikan oleh Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Kolonel Sugiono meninggal dan Ia dimakamkan di TMP Semaki, Yogyakarta. Kolonel Sugiono menjalankan tugasnya di TNI A Angkatan Darat dengan masa dinas 1945 – 1965 atau selama 20 tahun. Pangkat yang diberikan kepadaya adalah Pdu koloneltni staf.png Kolonel Inf. Anumerta

LETNAN JENDERAL M.T. HARYONO

Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono atau lebih dikenal dengan nama M.T. Haryono lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 20 Januari 1924. Ia meninggal di Lubang Buaya Jakarta dan meninggal di usia 41 tahun. Haryoo adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang terbunuh pada tanggal 1 Oktober 1965 atau persitiwa G30S. Ia pun dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.

Harjyno lahir di kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, Jawa Timur. Dia cukup beruntung untuk bisa mendapatkan standar pendidikan yang sulit ditempuh untuk sebagian besar teman-temannya. Ia beruntung bisa mengikuti sekolah dasar untuk anak-anak Eropa dan kemudian sekolah menengah di Indonesia yang diduduki Belanda. Ketika Jepang menyerbu, ia dikirim ke sekolah kedokteran Jepang di Jakarta, tetapi sayangnya ia tidak lulus. Haryonopun pindah ke Jakarta ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Sebagaimana banyak pemuda Indonesia lainnya, Haryonopun bergabung dengan pemuda lain untuk melawan Belanda dan kemudian bergabung dengan TKR. TKR adalah cikal bakal Tentara Nasional Indonesia pada zaman dahulu.. Penguasaannya atas Belanda, Inggris, dan Jerman iapun diminati untuk ikut perang selama negosiasi antara Indonesia dan pasukan kolonial. Pada tanggal 1 September 1945, iapun diangkat menjadi kepala kantor komunikasi di Jakarta. Pada tahun 1946, Haryono diangkat menjadi seorang sekretaris delegasi Indonesia dalam negosiasi negara Belanda dan Inggris. Pada bulan November 1949, Haryono juga mengabdi sebagai sekretaris bagian yang bisa membuat Belanda melucuti senjatanya. Ia berhasil membuat Indonesia menang berdasarkan pada Konferensi Meja Bundar Belanda-Indonesia, di mana Belanda setuju untuk menyatakan kedaulatan Indonesia.

Haryono kemudian kembali ke Belanda pada bulan Juli 1950 sebagai atasan militer ke kedutaan Indonesia di Den Haag, kemudian sekembalinya ke Indonesia pada bulan Oktober 1954, ia bergabung dengan Staf Umum Angkatan Darat sebagai Tentara Kwartermaster. Dari Agustus 1962 hingga 1964 ia diangkat menjadi seorang Inspektur Jenderal Angkatan Darat. Lalu pada tahun 1963 Haryono juga diangkat sebagai Kepala Seksi Bahan Strategis dari Komando Operasi Tertinggi atau KOTI. Adapun posisi terakhir yang ia miliki pada tanggal 1 Juli 1964, adalah wakil ketiga untuk kepala staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani.

LETNAN JENDERAL R. SUPRAPTO

Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada tanggal 20 Juni 1920. Ia meninggal di Lubangbuaya pada usia menginjak 45 tahun atau tepatnya gugur pada tanggal 1 Oktober 1965. Dikarenakan ia gugur dalam melakukan pemberontakan terhadap gerakan G30S/PKI ia diangkat menjadi seorang pahlawan nasional Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Suprapto bisa dikatakan hampir seusia dengan Panglima Besar Sudirman yang hanya terpaut empat tahun lebih muda. Pendidikan yang ia tempuh adalah MULO atau setingkat SLTP kemudian AMS atau sama dengan SMU Bagian B di Yogyakarta dan selesai pada tahun 1941. Sayangnya pada tahun 1941 pemerintah Hindia Belanda mengumumkan milisi pecahnya Perang Dunia Kedua saat ia pendidikan militer pada Koninklijke Militaire Akademie-nya di Bandung. iapun tidak bisa menyelesaikan pendidikannya hingga tamat karena pasukan Jepang sudah mulai mendarat di Indonesia.

LETNAN JENDRAL S. PARMAN

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman atau biasa dikenal dengan sebutan Jendral S. Parman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah pada tanggal 4 Agustus 1918 . sama halnya dengan pahlawan revolusi lainnya, ia meninggal di Lubang Buaya pada usia 47 tahun, tepatnya 1 Oktober 1965.

  1. Parman adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia dan putra Indonesia yang gugur dalam melawan pemberontakan Gerakan 30 September. Berkat jasanya inilah ia mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta dan ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta bersama dengan beberapa pahlawan lainnya. Pendidikan sekolah S.Parman adalah ia mulai melanjutkan sekolah tinggi di kota Belanda pada tahun 1940 dan masuk kedokteran. Sayangnya ia harus bekerja untuk pasukan militer Kempeitai Jepang dan meninggalkan sekolah dokternya. Namun, Jepang meragukan kesetiaannya dalam membela militer, namun akhirnya iapun dibebaskan. Setelah dibebaskan, ia pun kemudian dikirim ke Jepang untuk dilatih sekolah intelijen, dan bekerja lagi kepada Kempeitai Jepang hingga akhirnya ia bekerja sebagai penerjemah di kota Yogyakarta.

MAYOR JENDRAL SUTOYO SISWOMIHARJO

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 28 Agustus 1922. Ia meninggal di Lubang Buaya, pada usia 43 tahun atau 1 Oktober 1965. Ia merupakan seorang perwira tinggi TNI-AD yang diculik dan kemudian dibunuh oleh gerombolan G30S/PKI. Sutoyo bergabung ke dalam bagian Polisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini. Iapun kemudian diangkat menjadi Polisi Militer Indonesia, namun pada bulan Juni tahun 1946, Sutoyo kemudian diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto yang saat itu adalah komandan Polisi Militer.

Selepas menjadi ajudan kolonel, Sutoyo terus mengalami kenaikan pangkat di dalam Polisi Militer sehingga pada tahun 1954 ia diangkat menjadi kepala staf di Markas Besar Polisi Militer. Terakhir, ia diangkat menjadi inspektur kehakiman/jaksa militer utama hingga akhir hayatnya.

D.I PANDJAITAN

Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan adalah salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang lahir di Balige, Sumatera Utara, 9 Juni 1925.   Ia meninggal di Lubang Buaya,  pada usia 40 tahun atau 1 Oktober dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pendidikan formalnya diawali dari SD, SMP, SMA hingga kemudian menjadi anggota militer dan mengikuti latihan Gyugun sampai Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Komunisme

KOMUNISME

Komunisme adalah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi yang tujuan utamanya terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara. 

https://www.yuksinau.id/pengertian-ciri-ideologi-komunisme/

Ideologi komunis dikembangkan oleh Karl Marx dan merupakan kebalikan dari kapitalis, yang mengandalkan demokrasi dan produksi modal untuk membentuk masyarakat.

Ciri Ciri Ideologi Komunisme

  • Sifatnya ateis, yaitu tidak mengimani adanya Tuhan. Menganggap Tuhan tidak ada, kalau dia berpikir bahwa Tuhan tidak ada. Tetapi ketika berpikir Tuhan itu ada, maka keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
  • Kurang menghargai manusia sebagai individu, dibuktikan dengan ajaran yang tidak mengijinkan seseorang menguasai alat-alat produksi.
  • Komunisme mengajarkan teori pertentangan (perjuangan) kelas.
  • Doktrin komunis salah satunya yaitu the permanent / continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi menyebar ke seluruh dunia, maka komunisme disebut go internasional.
  • Komunis mempunyai progam terwujudnya masyarakat yang makmur, tanpa kelas, dan semua orang itu sama. Tetapi untuk mewujudkannya, ada fase diktator proletariat yang mempunyai tugas membersihkan kelas lawan komunisme. Terutama tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi.
  • Komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Sehingga bisa dibilang Negara komunis tidak ada partai oposisi atau komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.
  • Negara dan hukum akan lenyap karena tidak lagi diperlukan.

 

Sistem Ekonomi yang dikembangkan oleh Komunis

  • Segala aspek perindustrian yang dilaksanakan oleh negara dari penyediaan bahan baku sampai distribusi akan dikenadalikan penuh oleh pemerintah. Sehingga tidak ada sistem pasar seperti yang terdapat di negara lain.
  • Ekonomi luar negeri akan dipimpinoleh pimpinan komisaris rakyat.
  • Semua sistem transportasi yang ada ntah itu transportasi darat, laut dan juga udara semuanya miliki pemerintah
  • Hak milik atas alat produksi perseorangan atau individu akan dihapuskan serta barang yang menjadi milik pribadi hanyalah berupa pakaian, perabotan dan juga upah.
  • Sistem perdagangan dikendalikan oleh berbagai koperasi milik beberapa tokoh yang memiliki pengaruh terhadap negara penganut komunis.
  • Lapangan ekonomi akan dikendalikan oleh pemerintah sesuai dengan rancangan yang sebelumnya telah dibuat.
  • Individu tidak mempunyai kebebasan dalam menentukan jenis pekerjaan yang mereka inginkan sebab segalanya telah diatur oleh pemerintah.

 

Tokoh-tokoh komunis antara lain yaitu:

  1. Muso
  2. Aidit
  3. Karl Mark
  4. Joseph Stalin
  5. Friedrich Engels
  6. Leonid Breznev

Sedangkan negara yang menerapkan ideologi komunisme diantaranya:

  1. RRC
  2. Korea Utara
  3. Vietnam
  4. Rusia
  5. Kuba
  6. Albania

Negara kita tidak memakai ideologi komunisme karena komunisme tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Dan untuk paham komunisme sendiri terdapat beberapa kelebihan dan juga kekurangan didalamnya, diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Kelebihan
  • Dalam bidang ekonomi, negara yang menganut paham ini akan cenderung lebih mudah dalam mengendalikan angka pengangguran, inflasi, serta masalah lainnya. Sebab pemerintah memiliki kendali penuh.
  • Setiap individu memiliki kedudukan yang sama, sehingga tidak ada pihak yang menganggap dirinya lebih unggul dari yang lain.
  • Jarang sekali terjadi masalah ekonomi seperti krisis ekonomi atau kasus kelaparan. Sebab, pemerintah telah mengatur segala permasalahan yang ada dan masyarakat tinggal mengikutinya.
  1. Kekurangan
  • Berpotensi besar untuk terjadi kasus monopoli yang dilakukan oleh aparat pemerintah yang bisa berdampak merugikan masyarakatnya.
  • Di dalam penerapannya, paham komunisme cenderung tidak menghargai adanya hak asasi manusia.
  • Tidak ada kebebasan individu, karena semua hal yang dilakukan dikendalikan penuh oleh pemerintah.
  • Menurunkan atau menghilangkan motivasi individu untuk menjadi pribadi yang lebih baik sebab mereka tidak dapat mempunyai usaha sendiri. Sekeras apapun usahanya, maka kedudukannya juga akan tetap sama dengan yang lain.
  • Tidak terdapat kepercayaan adanya Tuhan yang menjadi salah satu harapan si pembawa komunisme pertama kali yakni Karl Marx

Partai Komunis Indonesia (PKI)

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebuah partai politik di Indonesia yang telah bubar. PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok sebelum akhirnya PKI dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia

Terdapat sejumlah alasan kenapa komunisme haruslah disangkal dan ditolak keberadaannya. Diantaranya pergerakan komunisme yang menggunakan kekerasan untuk menggulingkan kekuasaan dan pemerintahan yang sah. Tak jarang komunis seperti halnya  PKI menggunakan kekerasan yang brutal dan melanggar HAM  untuk meloloskan tujuannya atau mematahkan kekuatan penghalang.

“Di Indonesia. komunis dilarang karena bertentangan dengan ideologi  Pancasila, identik dengan atheisme, tidak mengakui adanya Tuhan, sering mengabaikan hak asazi manusia, mengabaikan Kebebasan Berpendapat dan semangat musayawarah mufakat”.

Menurut Ahmad Mansyur Suryanegara (sejarawan) mengungkapkan  bahwa sedikitnya PKI telah melakukan 5 kali pemberontakan terhadap NKRI.

  1. Pertama, dilakukan oleh kelompok Sosialis Soetan Sjahrir yang melakukan Kudeta Tak Berdarah pada tanggal 16 oktober 1945. Yang kemudian membatalkan seluruh keputusan komite Nasional Indonesia Pusat- KNIP, 22 Agustus 1945.
  2. Kedua, PKI di bawah mohammad Joesoep dengan menggunakan Laskas Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) melancarkan kudeta di Cirebon, 12 februari 1946 denga pertimbangan Rusia di bawah Stalin sebagai kelompok sekutu dalam perang dunia II.
  3. Ketiga, kelompok Komunis Nasional di bawah pimpinan DatukTan Malaka, melancarkan kudeta terhadap pemerintah yang di pimpin oleh Soetan Sjahrir, 3 Juli 1946.
  4. Keempat, PKI dibawah kepemimpinan Amir Sjarifoeddin dan moeso, didukung oleh Pesindo dan Front Demokrasi Rakyat – FDR, Melancarkan Kudeta PKI di Madiun, 19 September 1948 berupaya menumbangkan Kabinet Hatta.
  5. Kelima, PKI kembali melancarkan Kudetanya yang kesekian kali yang dikenal dengan nama G 30 S/PKI di Jakarta.

“Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme dinyatakan tetap berlaku dengan ketentuan seluruh ketentuan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XXV/MPRS/1966 ini, kedepan diberlakukan dengan berkeadilan dan menghormati hukum, prinsip demokrasi dan hak asasi manusia” 

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD ’45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950Dekret Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Pada kurun waktu tahun 19992002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amendemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Sebelum dilakukan amendemen, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan. Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 16 bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.

Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002, diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

Periode Perubahan UUD 1945

Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amendemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensial.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amendemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:

Pembukaan UUD 1945

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :

Ketuhanan Yang Maha Esa,

kemanusiaan yang adil dan beradab,

persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,

serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pancasila

PANCASILA

Pancasila adalah dasar ideologi-ideologi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945. Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila.

Pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya, dr. Radjiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada anggota-anggota Sidang, “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?”

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:

  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei1945Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di IndonesiaMohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
  • Panca Sila oleh Soekarnoyang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila“. Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, Kemanusiaan atau internasionalisme, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:

Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu Panitia Kecil untuk:

  • Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar Negara berdasarkan pidato yang diucapkan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.
  • Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka.

Dari Panitia Kecil itu dipilih 9 orang yang dikenal dengan Panitia Sembilan, untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 yang kemudian diberi nama Piagam Jakarta.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah:

  • Rumusan Pertama: Piagam Jakarta(Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 – tanggal 18 Agustus1945
  • Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember1949
  • Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus1950
  • Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi (merujuk Dekret Presiden 5 Juli 1959)

Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.

Hari kesaktian pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya. Akan tetapi, otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada hari itu, enam jenderal dan satu kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

berikut ini adalah beberapa fungsi dan kedudukan Pancasila bagi negara kesatuan Republik Indonesia:

  1. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia. Sebagai nilai nilai kehidupan dalam masyarakat bangsa Indonesia melalui penjabaran instrumental sebagai acuan hidup yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai serta sesuai dengan nafas jiwa bangsa Indonesia dan karena Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia
  2. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia. Merupakan bentuk peran dalam menunjukan adanya kepribadian bangsa Indonesia yang dapat di bedakan dengan bangsa lain, yaitu sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia
  3. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Merupakan kristalisasi pengalaman hidup dalam sejarah bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai norma, dan etika yang telah melahirkan pandangan hidup
  4. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Untuk mengatur tatanan kehidupan bangsa Indonesia dan negara Indonesia, yang mengatur semua pelaksanaan sistem ketatanegaraan Indonesia sesuai Pancasila
  5. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum bagi negara Republik Indonesia. Sebagai segala sumber hukum di negara Indonesia karena segala kehidupan negara Indonesia berdasarkan pancasila, juga harus berlandaskan hukum. Semua Tindakan kekuasaan dalam masyarakat harus berlandaskan hukum
  6. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara. Karena pada waktu mendirikan negara Pancasila adalah perjanjian luhur yang disepakati oleh para pendiri negara untuk dilaksanakan, pelihara, dan dilestarikan
  7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa indonesia. Dalam Pancasila mengandung cita-cita dan tujuan negara Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai patokan atau landasan pemersatu bangsa

Butir-butir pengamalan pancasila

Berdasarkan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
  • Persatuan Indonesia
  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta tanah air dan bangsa.
  4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Berdasarkan ketetapan MPR no. I/MPR/2003

Sila pertama

Bintang

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila kedua

Rantai

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila ketiga

Pohon Beringin

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Sila keempat

Kepala Banteng

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima

Padi dan Kapas

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

6 Agama di Indonesia

6 Agama di Indonesia

6 Agama di Indonesia

Negara Indonesia secara resmi mengakui ada 6 agama di Indonesia.

  1. Agama Islam

Agama islam termasuk salah satu agama besar di dunia dan merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di Indonesia. Berdasarkan pada hasil sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam. Tempat ibadah bagi penganut agama Islam adalah Masjid. Setiap harinya mereka menjalankan sholat wajib sebanyak 5 kali di Masjid.

  1. Agama Kristen Protestan

Agama Kristen juga merupakan agama yang besar dan memiliki jumlah pemeluk yang berjumlah besar di dunia. Di Indonesia sendiri, menurut hasil sensus 2010, jumlah pemeluk agama Kristen di Indonesia mencapai 6,96% dari 237.641.326 jumlah penduduk. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Kristen Protestan adalah Gereja.

  1. Agama Katolik

Jumlah pemeluk agama Katolik di Indonesia berdasar hasil sensus tahun 2010 mencapai 2,9% dari 237.641.326 jumlah penduduk. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Katolik adalah Gereja,Kapel.

  1. Agama Hindu

Jumlah pemeluk agama Hindu di Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 2010 mencapai 1,69% dari 237.641.326 jumlah penduduk. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Hindu adalah Pura.

  1. Agama Buddha

Jumlah pemeluk agama Hindu di Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 2010 mencapai 0,72% dari 237.641.326 jumlah penduduk. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Buddha adalah Vihara.

  1. Agama Kong Hu Cu

Jumlah pemeluk agama Hindu di Indonesia berdasarkan hasil sensus tahun 2010 mencapai 0,05% dari 237.641.326 jumlah penduduk. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Kong Hu Cu adalah Litang / Klenteng.

Agama Islam

Inti dari ajaran Islam sekaligus sebab berbagai kebaikan adalah takwa kepada Allah. Takwa adalah perbuatan menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya yang dilandasi oleh rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Seluruh ajaran Islam yang terkandung dalam Alquran dan sunnah (perilaku kehidupan Nabi Muhammad) dapat dikelompokkan menjadi tiga judul besar berdasarkan bidang kajian keilmuannya.

Pertama: Ajaran yang berhubungan dengan keimanan terhadap Allah, para malaikat-Nya, kitab suci yang diturunkan-Nya, para utusan-Nya, dan peristiwa di kehidupan setelah kematian. Pembahasan hal ini tercakup dalam bidang ilmu Aqidah (teologi).

Kedua: Ajaran yang berhubungan dengan perbuatan hati dan jiwa, nilai-nilai moral, dan aturan perilaku. Ajaran ini dimaksudkan untuk mengembangkan sifat-sifat mulia dan tercakup dalam bidang ilmu Akhlak dan Adab (etika).

Ketiga: Ajaran yang berhubungan dengan perbuatan raga yang mencakup perintah, larangan, dan kebolehan. Ajaran ini masuk dalam bidang ilmu Fiqih (hukum Islam).

Ajaran pokok dalam Islam adalah hal-hal yang menyangkut kepercayaan atau keyakinan hati.

Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara, yaitu:

  1. iman kepada Allah,
  2. iman kepada malaikatAllah,
  3. iman kepada kitab Allah(Al-Qur’anInjilTauratZabur dan suhuf),
  4. iman kepada nabidan rasul Allah,
  5. iman kepada hari kiamat, serta
  6. iman kepada qada dan qadar

Aspek hukum dalam Islam meliputi berbagai amal perbuatan. Amal-amal perbuatan tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori dasar menurut arah hubungannya.

Ibadah

Ibadah adalah amal perbuatan manusia berhubungan dengan Allah. Ibadah ada yang murni ibadah, seperti Salat dan puasa; ada yang ibadah sosial,  seperti Zakat dan Haji. Keempat amal ini disebut sebagai “Rukun Islam” setelah syahadat.

Muamalah

Muamalah adalah perbuatan manusia berhubungan dengan manusia lain. Hukum yang mengatur masalah muamalah dibagi lagi menjadi empat sub-bagian:

  • hukum-hukum yang memastikan keberlangsungan dakwahIslam dan mempertahankannya. Hukum-hukum ini adalah yang dimaksud dengan Jihad. Jihad dapat berupa upaya bersenjata dan upaya tidak bersenjata.
  • hukum-hukum keluarga untuk melindungi dan membina keluarga. Di dalamnya termasuk hukum pernikahan, perceraian, dan warisan.
  • hukum-hukum perdagangan yang mengatur transaksi bisnis, kontrak sewa-pinjam, dan lain-lain.
  • hukum-hukum pidana yang mengatur tindakan kriminal dalam masyarakat.

Adab dan akhlak

Islam juga mengajari agar semua muslim menghiasi diri lahir dan batin dengan adab dan akhlak mulia.

Adab-adab dalam Islam:

  • adab kepada Allah, termasuk adab dalam niat
  • adab kepada Alquran
  • adab kepada Muhammad sebagai utusan Allah
  • adab kepada diri sendiri: taubat, muroqobah, muhasabah, dan mujahadah
  • adab kepada semua makhluk
  • adab persaudaraan, cinta, dan benci karena Allah
  • adab majelis
  • adab makan dan minum
  • adab bertamu
  • adab bepergian
  • adab berpakaian
  • adab tidur

Akhlak-akhlak terpuji dalam Islam:

  • sabar menghadapi cobaan
  • bertawakal kepada Allah dan tidak hanya mengandalkan diri sendiri
  • mendahulukan orang lain dan mencintai kebaikan
  • adil dan berimbang
  • kasih sayang
  • malu
  • melakukan yang terbaik
  • jujur
  • dermawan
  • rendah diri, tidak sombong

Akhlak-akhlak tercela dalam Islam:

  • lalim
  • dengki
  • menipu
  • riya’
  • bangga diri dan tertipu oleh dunia
  • lemah dan malas

Pembawa ajaran islam adalah Muhammad. Muhammad (570632) adalah nabi terakhir dalam ajaran Islam di mana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang muslim.

Hari raya dan hari besar

Hari perayaan dalam Islam secara umum dapat dibagi menjadi hari raya keagamaan dan hari besar lainnya. Hari raya keagamaan Islam ada dua, yaitu:

Sedangkan hari besar Islam lainnya, antara lain yaitu:

Agama kristen

Pokok-pokok keyakinan dalam Syahadat Para Rasul adalah:

Asas utama agama Kristen adalah kepercayaan pada Yesus sebagai Putra Allah dan Mesias (Kristus). Umat Kristen percaya bahwa Yesus, selaku Mesias, diurapi oleh Allah menjadi juru selamat umat manusia, dan yakin bahwa Yesus datang ke dunia sebagai penggenapan nubuat tentang Mesias yang termaktub dalam Alkitab Perjanjian Lama. Konsep Mesias dalam agama Kristen pada dasarnya berbeda dari konsep Mesias dalam agama Yahudi. Inti dari keyakinan Kristen adalah bahwasanya dengan percaya dan menerima wafat dan kebangkitan Yesus, umat manusia yang berdosa dapat dirukunkan kembali dengan Allah, dan dengan demikian beroleh tawaran keselamatan dan janji hidup kekal.

Paham tritunggal dan paham antitritunggal

Paham Tritunggal

Tritunggal adalah keyakinan bahwa Allah itu esa dalam tiga pribadi: BapaPutra, dan Roh Kudus. Istilah “Tritunggal” mengacu pada ajaran bahwa Allah yang esa terdiri atas tiga pribadi berlainan yang serentak ada secara kekal, yakni Bapa, Putra (menjelma menjadi Yesus Kristus), dan Roh Kudus.

Paham Antitritunggal

Antitritunggal atau antitrinitarianisme (atau nontrinitarianisme) mengacu pada teologi yang menolak doktrin Tritunggal. Berbagai pandangan antitritunggal, semisal adopsionisme atau modalisme, sudah muncul semenjak permulaan sejarah agama Kristen, dan telah menjadi pemicu sengketa Kristologi.  

Agama Katolik

Istilah ini sudah lekat pada nama persekutuan Kristen terbesar di dunia, yakni Gereja Katolik. Tiga cabang utama agama Kristen di Dunia Timur, yakni Gereja Ortodoks TimurGereja Ortodoks Oriental, dan Gereja Persia, senantiasa menyebut diri Katolik, seturut tradisi rasuli dan syahadat Nikea

Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut:

Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus menyebut sakramen sebagai “tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan”.

Agama Hindu

Agama Hindu (disebut pula Hinduisme) merupakan agama dominan di Asia Selatan—terutama di India dan Nepal—yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama ini meliputi berbagai aliran—di antaranya SaiwaWaisnawa, dan Sakta—serta suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang “moralitas sehari-hari” yang berdasar pada karmadarma, dan norma kemasyarakatan.

Susastra Hindu diklasifikasikan ke dalam dua kelompok: Sruti (apa yang “terdengar”) dan Smerti (apa yang “diingat”). Susastra tersebut memuat teologifilsafatmitologiyadnya (kurban), prosesi ritual, dan bahkan kaidah arsitektur Hindu. Kitab-kitab utama di antaranya adalah WedaUpanishad (keduanya tergolong Sruti), MahabharataRamayanaBhagawadgitaPuranaManusmerti, dan Agama (semuanya tergolong Smerti).

Menurut J. McDaniel, ada enam tipe umum dalam tubuh agama Hindu, yang disusun dengan maksud menampung berbagai pandangan terhadap suatu subjek yang kompleks. Adapun enam tipe tersebut sebagai berikut:

Menurut Michaels, tiga bentuk agama Hindu yakni:

  1. Hinduisme Brahmanis-Sanskritis (Brahmanic-Sanskritic Hinduism)
  2. Agama rakyat dan agama suku
  3. Agama bentukan
    • Agama sektarian
    • Agama-bentukan sinkretis
    • Agama proselitisis (proselytizing religions), atau “Guru-isme”

Menurut Michaels, empat macam religiositas Hindu yakni:

  1. Ritualisme:
  2. Spiritualisme
  3. Devosionalisme
  4. Heroisme

Masyarakat Hindu dikategorikan menjadi empat kelas, disebut warna, yaitu sebagai berikut:

  • Brahmana: pendeta dan guru kerohanian
  • Kesatria: bangsawan, pejabat, dan tentara
  • Waisya: petani, pedagang, dan wiraswasta
  • Sudra: pelayan dan buruh

Agama Buddha

Ajaran dasar Buddhisme dikenal sebagai Empat Kebenaran Mulia atau Empat Kebenaran Ariya (Cattari Ariya Saccani), yang merupakan aspek yang sangat penting dari ajaran Buddha. Sang Buddha telah berkata bahwa karena kita tidak memahami Empat Kebenaran Ariya, maka kita terus menerus mengitari siklus kelahiran dan kematian.

Empat Kebenaran Ariya tersebut adalah:

  • Kebenaran Ariya tentang Dukkha (Dukkha Ariya Sacca)
  • Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha (Dukkha Samudaya Ariya Sacca)
  • Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
  • Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
    • Kebijaksanaan (Panna), terdiri dari Pengertian Benar (sammä-ditthi) dan Pikiran Benar (sammä-sankappa)
    • Kemoralan (Sila), terdiri dari Ucapan Benar (sammä-väcä), Perbuatan Benar (sammä-kammanta), dan Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
    • Konsentrasi (Samädhi), terdiri dari Daya-upaya Benar (sammä-väyäma), Perhatian Benar (sammä-sati), dan Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

Empat Kebenaran Mulia tidak dapat dipisahkan antara Kebenaran yang satu dengan Kebenaran yang lainnya.

Jalan Mulia Berunsur Delapan dibabarkan sebagai berikut:
1. Pengertian Benar (Sammã Ditthi)
Pemahaman Benar adalah pengetahuan yang disertai dengan penembusan terhadap

  1. Empat Kebenaran Mulia
  2. Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum)
  3. Hukum Paticca-Samuppäda
  4. Hukum Kamma
  5. Pikiran Benar (Sammã Sankappa)
    Pikiran Benar adalah pikiran yang bebas dari:
  6. Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa)
  7. Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa)
  8. Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa)
  9. Ucapan Benar (Sammã Vãca)

Ucapan Benar adalah berusaha menahan diri dari berbohong (musãvãdã), memfitnah (pisunãvãcã), berucap kasar/caci maki (pharusavãcã), dan percakapan-percakapan yang tidak bermanfaat/pergunjingan (samphappalãpã). Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini:

  1. Ucapan itu benar
  2. Ucapan itu beralasan
  3. Ucapan itu berfaedah
  4. Ucapan itu tepat pada waktunya
  5. Perbuatan Benar (Sammã Kammantã)
    Perbuatan Benar adalah berusaha menahan diri dari pembunuhan, pencurian, perbuatan melakukan perbuatan seksualitas yang tidak dibenarkan (asusila), perkataan tidak benar, dan penggunaan cairan atau obat-obatan yang menimbulkan ketagihan dan melemahkan kesadaran.
  6. Penghidupan Benar (Sammã Ãjiva)
    Penghidupan Benar berarti menghindarkan diri dari bermata pencaharian yang menyebabkan kerugian atau penderitaan makhluk lain. “Terdapat lima objek perdagangan yang seharusnya dihindari (Anguttara Nikaya, III, 153), yaitu
  7. makhluk hidup
  8. senjata
  9. daging atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahluk-mahluk hidup
  10. minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan,
  11. racun

Dan terdapat pula lima pencaharian salah yang harus dihindari (Majjima Nikaya. 117), yaitu:

  1. Penipuan
  2. Ketidaksetiaan
  3. Penujuman
  4. Kecurangan
  5. Memungut bunga yang tinggi (praktik lintah darat)
  6. Usaha Benar (Sammã Vãyama)
    Usaha Benar dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu: berusaha mencegah munculnya kejahatan baru, berusaha menghancurkan kejahatan yang sudah ada, berusaha mengembangkan kebaikan yang belum muncul, berusaha memajukan kebaikan yang telah ada.
  7. Perhatian Benar (Sammã Sati)
    Perhatian Benar dapat diwujudkan dalam empat bentuk tindakan, yaitu:

– perhatian penuh terhadap badan jasmani (kãyãnupassanã)

– perhatian penuh terhadap perasaan (vedanãnupassanã)

– perhatian penuh terhadap pikiran (cittanupassanã)

– perhatian penuh terhadap mental/batin (dhammanupassanã)

Keempat bentuk tindakan tersebut bisa disebut sebagai Vipassanã Bhãvanã.

  1. Konsentrasi Benar (Sammã Samãdhi)
    Konsentrasi Benar berarti pemusatan pikiran pada objek yang tepat sehingga batin mencapai suatu keadaan yang lebih tinggi dan lebih dalam.

Lima Sila

Nilai-nilai kemoralan yang diharuskan untuk umat awam umat Buddha biasanya dikenal dengan Pancasila. Kelima nilai-nilai kemoralan untuk umat awam adalah:

  • Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami
  • Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami
  • Kamesu Micchacara Veramani Sikhapadam Samadiyami
  • Musavada Veramani Sikkhapadam Samadiyami
  • Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Yang artinya:

  • Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.
  • Aku bertekad akan melatih diri menghindari pencurian/mengambil barang yang tidak diberikan.
  • Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perbuatan asusila
  • Aku bertekad akan melatih diri menghindari melakukan perkataan dusta
  • Aku bertekad akan melatih diri menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran

Hari Raya

Terdapat empat hari raya utama dalam agama Buddha. Namun satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak, sekaligus satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia setiap tahunnya.

1.       Waisak

Penganut Buddha merayakan Hari Waisak yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha wafat atau mencapai Nibbana/Nirwana.

2.       Kathina

Hari raya Kathina merupakan upacara persembahan jubah kepada Sangha setelah menjalani Vassa.

3.       Asadha

Kebaktian untuk memperingati Hari besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Hari raya Asadha, diperingati 2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak, guna memperingati peristiwa di mana Buddha membabarkan Dharma untuk pertama kalinya kepada 5 orang pertapa (Panca Vagiya) di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 Sebelum Masehi.

4.       Magha Puja

Hari Besar Magha Puja memperingati disabdakannya Ovadha Patimokha, Inti Agama Buddha dan Etika Pokok para Bhikkhu.

Agama Khonghucu

Hal-hal yang perlu diketahui dalam agama Khonghucu

  • Mengangkat Konfusiussebagai salah satu nabi 
  • Menetapkan Litang (Gerbang Kebajikan) sebagai tempat ibadahresmi, namun dikarenakan tidak banyak akses ke litang, masyarakat umumnya menganggap klenteng sebagai tempat ibadah umat Khonghucu.
  • Menetapkan SishuWujing  sebagai kitab suci resmi
  • Menetapkan tahun baru Imlek, sebagai hari raya keagamaan resmi
  • Hari-hari raya keagamaan lainnya; Imlek, Hari lahir Khonghucu (27-8 Imlek), Hari Wafat Khonghucu (18-2-Imlek), Hari Genta Rohani (Tangce) 22 Desember, Chingming (5 April), Qing Di Gong (8/9-1 Imlek) dsb.
  • Rohaniwan; Jiao Sheng (Penyebar Agama), Wenshi (Guru Agama), Xueshi (Pendeta), Zhang Lao (Tokoh/Sesepuh).
  • Kalender Imlek terbukti dibuat oleh Nabi Khongcu (Konfusius). Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah ditata kembali oleh Nabi Khongcu.

Falsafah Dasar

  1. Tian

Tian adalah Maha Pencipta alam semesta.

  1. Xing

Xing adalah jati diri manusia, kodrat, yaitu perwujudan firman Tian (Tian Ming) dalam diri manusia.

  1. Ren

Ren atau perikemanusiaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Zhong (setia) dan Shu (solidaritas).

Lima Sifat Mulia (Wu Chang)

Lima Sifat Kekekalan (Wu Chang):

  1. Ren – Cinta Kasih
  2. Yi – Kebenaran/ Keadilan/ Kewajiban
  3. Li – Kesusilaan/ Kepantasan
  4. Zhi – Bijaksana
  5. Xin – Dapat dipercaya

Lima Etika (Wu Lun)

Lima hubungan norma etika dalam bermasyarakat merupakan bentuk dasar interaksi manusia. Dengan menjalani kehidupan yang sesuai dengan asas Wu Lun, seseorang akan menikmati keselarasan dalam kepribadiannya maupun dalam hubungannya dengan masyarakat.

Delapan Kebajikan (Ba De)

  1. Xiao – Laku Bakti; yaitu berbakti kepada orang tua, leluhur, dan guru.
  2. Ti – Rendah Hati; yaitu sikap kasih sayang antar saudara, yang lebih muda menghormati yang tua dan yang tua membimbing yang muda.
  3. Zhong – Setia; yaitu kesetiaan terhadap atasan, teman, kerabat, dan negara.
  4. Xin – Dapat Dipercaya
  5. Li – Susila; yaitu sopan santun dan bersusila.
  6. Yi – Bijaksana; yaitu berpegang teguh pada kebenaran.
  7. Lian – Suci Hati; yaitu sifat hidup yang sederhana, selalu menjaga kesucian, dan tidak menyeleweng/ menyimpang.
  8. Chi – Tahu Malu; yaitu sikap mawas diri dan malu jika melanggar etika dan budi pekerti.

Kitab suci agama Khonghucu dibagi menjadi dua kelompok:

Wu Jing (五 經) (Kitab Suci yang Lima) yang terdiri atas:

  1. Kitab Sanjak Suci 詩經Shi Jing
  2. Kitab Dokumen Sejarah 書經Shu Jing
  3. Kitab Wahyu Perubahan 易經Yi Jing
  4. Kitab Suci Kesusilaan 禮經Li Jing
  5. Kitab Chun-qiu 春秋經Chunqiu Jing

Si Shu (Kitab Yang Empat) yang terdiri atas:

  1. Kitab Ajaran Besar – 大學Da Xue
  2. Kitab Tengah Sempurna – 中庸Zhong Yong
  3. Kitab Sabda Suci – 論語Lun Yu
  4. Kitab Mengzi – 孟子Meng Zi

Selain itu masih ada satu kitab lagi: Xiao Jing (Kitab Bakti).

Mental Ideologi

Tes Mental Ideologi

Tujuan utama dari tes ini adalah untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana mental dan ideologi tertanam dalam diri masing-masing calon taruna. Tes ini juga untuk mengukur sejauh mana kesiapan calon untuk mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.

Penilaian dalam tes mental dan ideologi ini mencakup wawasan calon taruna tentang kebangsaan. Mencakup di dalamnya seputar pergaulan remaja, kebijakan pemerintah, agama, UUD 1945, Pancasial, wawasan nusantara serta berita atau isu-isu terkini.

1

6 Agama di Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

2

PANCASILA

Pancasila adalah dasar ideologi-ideologi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

unnamed

Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun atau UUD '45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

1200px-Communist_Party_of_Indonesia.svg

Komunisme

Komunisme (bahasa Latin: communis, bahasa Inggris: common, universal)adalah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi yang tujuan utamanya terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang,dan negara.

3

PAHLAWAN REVOLUSI

Pahlawan Revolusi adalah gelar yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragedi pada tanggal 30 September 1965 malam dan 1 Oktober 1965 dini hari. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar ini diakui juga sebagai Pahlawan Nasional.