PENALARAN LOGIKA DEDUKSI

PENALARAN LOGIKA DEDUKSI

Tes logika deduksi menguji kemampuan mendapatkan fakta-fakta pada premis (suatu pernyataan) dan memanipulasi informasi tanpa mengubah maknanya. Tes ini berfokus pada pengambilan simpulan secara logis, bukan pada persoalan kemampuan berbahasa Indonesia. dalam tes ini, terdapat beberapa cara penarikan simpulan.

  1. Penalaran Langsung

Penalaran langsung, yaitu jika A adalah subhimpunan dari B dan x anggota A maka simpulannya x juga anggota B.

Perhatikan notasi di bawah ini!

  • Premis 1: semua anggota A adalah anggota B.
  • Premis 2: A terjadi
  • Simpulan: B terjadi

Tidak berlaku jika x adalah anggota B pada premis 2. Jadi, tidak dapat ditarik simpulan.

     2. Penalaran Tidak Langsung

Penalaran tidak langsung, yaitu jika A adalah subhimpunan dari B dan x bukan anggota B maka simpulannya x bukan anggota A.

  • Premis 1: Semua anggota A adalah anggota B.
  • Premis 2: x bukan anggota B.
  • Simpulan: x bukan anggota A
  1. Premis 1: Semua anggota A adalah anggota B.
  2. Premis 2: B tidak terjadi
  3. Simpulan: A tidak terjadi

    3. Penalaran Transisi

Penalaran transisi adalah jika A subhimpunan dari B dan B adalah subhimpunan dari C maka dapat ditarik simpulan bahwa A bagian dari C.

  • Premis 1: semua anggota A adalah anggota B.
  • Premis 2: B adalah  anggota C.
  • Simpulan: A merupakan anggota C.

    4. Modus Ponens

Modus ponens

Premis 1:

Premis 2: p

Simpulan: q

    5. Modus Tollens

Modus tollens

Premis 1:

Premis 2: q

Simpulan: p

    6. Silogisme

  1. Macam-macam silogisme

   C. Disjungtif

  1. Hukum-huku silogisme
  • Silogisme terdiri atas 3 bagian, yaitu Subjek (S), Predikat (P), dan Bentuk Tengah/Middle Term (M).
  • Bentuk Tengah (M) tidak terdapat simpulan.
  • Setidaknya terdapat satu oremis harus positif.
  1. Jika salah satu premis berproporsi positif dan premis berproporsi lain negatif maka simpulan harus proporsi negatif.
  2. Jika kedua promis negatif maka tidak dapat ditarik simpulannya.
  • Setidaknya terdapat satu premis harus universal.
  1. Jika kedua premis berproporsisi partikular maka simpulannya tidak sah. Hal ini karena kebenarannya tidak pasti.
  2. Jika salah satu premis berporposisi partikular maka simpulannya berporposisi partikular.
  3. Jika premis mayor berproporsisi partikular dan premis minor berproporsisi negatif maka tidak ada simpulannya.
  4. Jika tidak konsisten term predikat pada simpulan dengan term predikat pada premis maka simpulan salah.

    G. Dilema

  CONTOH SOAL

  1. Jika kabut asap semakin tebal maka penglihatan berkurang.

         Jika bantuan pemerintah meningkat maka api cepat padam.

         Kabut asap semakin tebal atau api tidak cepat padam.

  A. Penglihatan berkurang atau bantuan pemerintah tidak meningkat.

  B. Penglihatan tidak berkurang atau bantuan pemerintah meningkat.

  C. Penglihatan berkurang dan bantuan pemerintah meningkat.

  D. Jika bantuan pemerintah tidak meningkat maka api tidak cepat padam.

  E. Jika kabut asap semakin tebal maka api tidak cepat padam.

  Pembahasan:

TRIK!

Dilema Dua Arah

 

Premis 1: Jika kabut asap semakin tebal maka penglihatan berkurang.

Premis 2: Jika bantuan pemerintah meningkat maka api cepat padam.

Premis 3: Kabut asap semakin tebal atau api tidak cepat padam.

Simpulan : Penglihatan berkurang atau bantuan pemerintah tidak meningkat.

  • Jawaban: A
  1. Semua orang yang sudah berumur 17 tahun punya KTP.

         Semua orang yang punya KTP pernah ke kantor kelurahan.

  A. Semua orang yang punya KTP tidak pernah ke kantor kemurahan.

  B. Semua orang yang sudah berumur 17 tahun pernah ke kantor kelurahan.

  C. Semua orang pernah ke kantor kemurahan mengurus KTP.

  D. Ada pemilik KTP yang belum pernah ke kantor kelurahan.

  E. Sebagian orang yang sudah berumur 17 tahun tidak pernah ke kantor kelurahan.

  Pembahasan:

TRIK!

Penalaran transisi adlah jika A adalah subhimpunan dari B dan B adalah subhimpunan dari C maka dapat ditarik simpulan bahwa A bagian dari C.

Premis 1 : Semua orang yang sudah berumur 17 tahun punya KTP.

Premis 2 : Semua orang yang punya KTP pernah ke kantor kelurahan.

Simpulan : Semua orang yang sudah berumur 17 tahun pernah ke kantor kelurahan.

  • Jawaban: B
  1. Semua siswa dari kelas XI akan ke perpustakaan.

         Sebagian siswa yang ada di aula adalah siswa kelas XI.

  A. Seluruh siswa yang ada di aula adalah kelas XII.

  B. Semua siswa yang ada di aula akan ke perpustakaan.

  C. Sebagian siswa yang ada di aula akan ke perpustakaan.

  D. Ada siswa kelas XI tidak ke perpustakaan.

  E. Sebagian siswa yang ada di aula tidak akan ke perpustakaan.

  Pembahasan:

TRIK!

Silogisme memiliki beberapa hukum, satu di antaranya yakni jika salah satu premis tedapat proporsisi partikular maka dapat ditarik simpulannya proporsisi partikular.

Premis 1 : Semua orang yang sudah berumur 17 tahun pernah ke kantor kelurahan.

Premis 2 : Sebagian siswa yang ada di aula adalah siswa kelas XI.

Simpulan : Sebagian siswa yang ada di aula akan ke perpustakaan.

  • Jawaban: C
  1. Setiap peserta tes TOEFL menerima buku panduan dari panitia.

          Shila tidak menerima buku panduan dari panitia

  A. Shila tidak mengikuti tes TOEFL dengan panitia tersebut.

  B. Shila mengikuti tes TOEFL yang berbeda.

  C. Panitia lupa memberikan Shila buku panduan.

  D. Shila bukan peserta tes TOEFL.

  E. Shila tidak menghadiri tes TOEFFL.

  Pembahasan:

TRIK!

Penalaran tidak langsung adalah jika A adalah subhimpunan dari B dan x bukan anggota B maka dapat ditarik simpulan bahwa x bukan anggota A

Premis 1 : Setiap peserta tes TOEFL menerima buku panduan dari panitia.

Premis 2 : Shila tidak menerima buku panduan dari panitia.

Simpulan :  Shila bukan peserta tes TOEFL.

  • Jawaban: D
  1. Jika ibu jadi memasak rendang maka ibu akan membeli daging.

          Jika ibu membeli daging maka Ibu membuat santan.

  A. Jika Ibu tidak jadi memasak rendang maka Ibu membuat santan.

  B. Jika Ibu tidak jadi memasak rendang maka ibu tidak Ibu membuat santan.

  C. Jika Ibu jadi memasak rendang maka Ibu tidak membuat santan.

  D. Jika Ibu jadi memasak rendang maka Ibu membeli sayur.

  E. Jika ibu memasak rendang maka ibu membuat santan.

  Pembahasan:

TRIK!

Silogisme Hipotesis

 

Premis 1: Jika ibu jadi memasak rendang maka ibu akan membeli daging.

Premis 2: Jika ibu membeli daging maka Ibu membuat santan.

Simpulan: Jika ibu memasak rendang maka ibu membuat santan.

  • Jawaban: E

    D. PENALARAN LOGIKA ANALISIS

Tipe soal logika analisis berbeda dengan tipe soal yang lain. Logika analissi termasuk tipe soal yang unik. Anda memerlukan kemampuan analisis yang baik dalam mengerjakan logika analisis.

  • Struktur Soal

Soal logika analisis berupa sebuah bacaan dengan sebuah pernyataan. Struktur dari tipe soal ini terdiri atas 3 bagian, yaitu: intro, syarat batas, dan pertanyaan.

  1. Intro

Bagian intro menjelaskan tentang penganar masalahnya, apakah tentang orang, benda, tempat, dsb.

Contoh:

John membawa bekal makan siang setiap berangkat ke kantor. Bekal makan siang John diatur oleh istrinya tanpa memperhitungkan hari ketika John tidak masuk kerja. Nasi merah dan nasi putih dibawa oleh John secara bergantian setiap hari kerja. Lauk untuk dua hari kerja berurutan berupa ayam goreng, kemudia ikan goreng untuk satu hari kerja berikutnya, dan berulang setiap hari kerja.

  1. Syarat batas

Dari pengantar masalah yang disajikan pada bagian intro, akan dilanjutkan syarat batas yang harus dipenuhi tentang boleh atau tidaknya, urutannya, dsb. Syarat batas ini berlaku untuk pertanyaan yang akan diberikan.

Contoh:

Hari pertama pada minggu pertama adalah hari Senin. Bekal makan siang pertama yang dibawa John adalah nasi merah dan ikan goreng. John tidak masuk kerja pada hari Rabu dan Jumat minggu ketiga karena anaknya sakit. Hari Selasa minggu ketiga adalah hari libur kemerdekaan Indonesia.

  1. Pertanyaan

Setelah diberikan intro dan syarat batas, akan diberikan sebuah pertanyaan tentang bacaan tersebut.

Contoh:

Pada hari apakah selama empat minggu pertama, John lebih sering membawa bekal nasi putih dan ayam goreng?

  A. Senin

  B. Selasa

  C. Rabu

  D. Kamis

  E. Jumat

  • Ragam Soal
  1. Orde (urutan)

Tipe soal tentang orde ada dua jenis, yaitu orde berdasarkan kualitas dan berdasarkan kuantitas.

   a. Orde kualitas

Pada dasarnya, penyelesaian soal orde kualitas adalah membuat beberapa kemungkinan dari syarat batas dengan memberikan tanda >, <, atau = pada masalah tentang orde kualitas yang dibahas.

Contoh:

Berikut ini adalah yang harus diikuti dalam mengungsikan penduduk yang tinggal di sebuah pemukiman rawan bencana ketika menghadapi suatu ancaman bencana.

  • Prempuan lebih diutamakan untuk diungsikan daripada laki-laki.
  • Semua laki-laki dewasa yang tidak sakit harus bertindak sebagai relawan.
  • Anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) diutamakan untuk diungsikan terlebih dahulu daripada mereka yang berusia remaja dan dewasa.
  • Ibu-ibu hamil harus segera diungsikan pertama.
  • Pamong desa dan relawan hanya boleh mengungsi setelah semua petugas medis dan penduduk desa diungsikan.
  • Petugas medis harus mengungsi sevara bersama-sama dengan karang taruna.

    b. Orde kuantitas

Dalam soal orde kuantitas, Anda dapat melihat lebih jelas urutannya dengan menentukan terlebih dulu nilai pada setiap syarat batas yang diberikan. Soal orde kuantitas bila dibilang lebih mudah karena kita hanya menentukan besar nilai dari setiap syarat batas yang diberikan pada bacaan kemudian diurutkan berdasarkan kuantitas nilai-nilai tersebut.

Contoh:

James akan pergi ke luar negeri selama 2 minggu untuk berlibur sehingga ia harus memilih salah satu dari 3 bawahannya yang akan menggantikannya di kantor. Beberapa informasi yang menjadi dasar keputusan James adalah sebagai berikut:

  • Kevin cukup kretif dan cukup baik memimpin namun ia sering sakit sehingga terkesan kurang rajin bekerja.
  • Irving paling kreatif dan cukup sehat, tetapi masih kalah dari Tristan dalam hal kerajinan dan masih kalah dari Kevin dalam hal kepemimpinan.
  • Dalam kreativitas, Tristan masih di bawah Irving dan Kevin, tetapi ia paling rajin, paling sehat, dan paling bagus memimpin.
  1. Kombinasi

Tipe soal kombinasi berkaitan dengan peluang dan frekuensi suatu kejadian. Tipe soal ini di antaranya adalah tentang jadwal dan posisi.

    a. Jadwal

Pada dasarnya, penyelesaian tipe soal ini adalah dengan cara membuat tabel hari dari Senin-Minggu. Selanjutnya, tulis setiap variabel dalam syarat batas pada hari yang sesuai.

Contoh:

Kolam renang Quicken Loans Arena membuat jadwal renang bagi sebuah sekolah pukul 14.00-16.00. setiap siswa hanya boleh berenang sekali seminggu. Hari Kamis dan Minggu disediakan khusus untuk wanita. Kolam renang ditutup pada hari Selasa untuk pembersihan kolam. Tiga orang siswa perempuan (Kyrie, Della, dan Love) dan dua siswa laki-laki (Matthew dan Dani) adalah siswa sekolah tersebut yang memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Kyrie dan Della tidak mau berenang bersama siswa laki-laki.
  • Karena alergi air kotor, Mattew dan Love tidak berani berenang setelah dua hari pembersihan kolam
  • Dani kurang pandai berenang sehingga tidak mau berenang bersama-sama Mattew.
  • Setiap Senin dan Jumat pukul 14.00-16.00 Dani les Bahasa Inggris.
  • Setiap Sabtu dan Minggu pukul 14.00-16.00 Della dan Mattew belajar menari.

    b. Posisi

Untuk menyelesaikan tipe soal ini, Anda dapat membuat denah posisi, apakah sejajar, pararel, berhadapan, berkebalikan, atau melingkar.

Contoh:

Dua bangunan ruko berdiri sejajar saling berhadapan. Masing-masing bangunan terdiri atas tiga toko.

  • Toko elektronik bersebelahan dengan toko obat dan saling berhadapan dengan salon pada tengah bangunan.
  • Toko perlengkapan bayi tepat di depan toko obat dan berseberangan secara diagonal dengan toko pakaian wanita.
  • Toko sepatu berada pada salah satu bangunan tersebut.
  1. Implikasi (hubungan sebab-akibat)

Tipe soal implikasi sedikit banyak masih berhubungan dengan tipe soal kombinasi, namun lebih jelas pengerjaannya menggunakan aturan implikasi. Syarat batas “jika … maka …” ini jelas terlihat pada bacaan. Untuk menyelesaikannya secara mudah, Anda bisa melihat dulu pada pilihan jawaban yang tidak mungkin, coret, dan pilihan jawaban yang sesuai dengan syarat batas pada soal.

Contoh:

Seorang pegawai menyusun rencana studi untuk kuliah malam. Tiga dari lima mata kuliah yang bisa diambil, yaitu: Manajemen, Bahasa Inggris, kuntansi, Administrasi, dan Hukum. Peraturan mengambil mata kuliah sebagai berikut:

  • Pegawai harus mengambil tiga mata kuliah.
  • Jika mengambil Hukum, ia tidak boleh mengambil Bahasa Inggris.
  • Jika mengambil Administrasi, ia harus mengambil Manajemen, demikian pula sebaliknya.
  • Jika mengambil Hukum, ia dapat mengambil Akuntansi.

CONTOH SOAL

  1. Ibu akan membeli 5 jenis bahan makanan di pasar tradisional. Letak kios setiap penjual berurutan satu arah dimulai dar kios 1-5 sebagai berikut.
  • Penjual beras memiliki alat penggilingan tepung yang bersuara keras dan bising sehingga berada di kios paling ujung.
  • Kios penjual ayam dan penjual buah selalu berdekatan.
  • Penjual sayur ingin berada di urutan nomor 1.
  • Penjual telur tidak suka mendengar suara bising.
  • Sebagian besar pembeli sayur langsung membeli telur.

Jika Ibu sudah membeli telur maka setelahnya Ibu akan membeli ….

  A. Ayam, buah, dan beras

  B. Sayur, buah, dan beras

  C. Ayam, beras, dan sayur

  D. Ayam dan buah

  E. Beras dan buah

  Pembahasan:

Tabel kemungkinan urutan letak penjual bahan makanan.

Jika Ibu sudah membeli telur selanjutnya Ibu akan membeli ayam, buah, dan beras.

  • Jawaban: A
  1. Dalam turnamen futsal kelurahan terdapat 4 tim yang bertanding, yakni tim A, B, C, dan D. Setiap tim saling bertemu satu kali. Dalam setiap pertandingan, tim yang menang, seri, dan kalah berturut-turut mendapatkan nilai 2, 1, dan 0. Hasil pertandingan menunjukkan bahwa tim A menang dua kali dan tidak pernah kalah, tim B menang sekali dan seri dua kali, tim C kalah dua kali dan tidak pernah menang, serta tim D tidak pernah seri.

Berdasarkan hasil pertandingan, pernyataan berikut ini yang benar adalah ….

  A. Urutan juara turnamen fitsal adalah A, B, C, D.

  B. Urutan juara turnamen futsal adalah A, B, D, C.

  C. Nilai tim B lebih rendah dari nilai tim C.

  D. Tim C merupakan juara ketiga.

  E. Tim A merupakan juara kedua.

  Pembahasan:

Karena setiap tim bertemu satu kali, total pertandingan setiap tim harus berjumlah tiga. Tabel kemungkinan jumlah nilai hasil pertandingan sebagai berikut.

Berdasarkan jumlah nilai, urutan juara dari turnamen futsal tersebut adalah tim A, B, D, dan C.

  • Jawaban:B
  1. Urutan nilai dari lima siswa yang mengikuti seleksi Olimpiade Matematika sebagai berikut.
  • Nilai Anya lebih tinggi dari Indah
  • Nilai Okta lebih tinggi dari Anya
  • Nilai Yana lebih rendah dari Anya, tetapi lebih tinggi dari Indah, dan
  • Nana memiliki nilai paling tinggi.

Urutan siswa dari yang memiliki nilai terendah adalah ….

  A. Indah, Anya, Yana, Okta, dan Nana

  B. Indah, Anya, Okta, Yana, dan Nana

  C. Indah, Yana, Anya, Okta, dan Nana

  D. Nana, Okta, Anya, Yana, dan Indah

  E. Nana, Anya, Okta, Yana, dan Indah

  Pembahasan:

Urutan siswa dengan nilainya:

  • Nilai Anya lebih tinggi dari Indah

          A  >  I

  • Nilai Okta lebih tinggi dari Anya

          O  >  A

  • Nilai Yana lebih rendah dari Anya, tetapi lebih tinggi dari Indah

           A  >  Y  >  I

  • Nana memiliki nilai paling tinggi

           N  >  …  >  …  >  … > …

  Maka, didapatkan urutan: N  >  O  >  A  >  Y  >  I

Jadi, urutan siswa dari yang memiliki nilai terendah adalah Indah, Yana, Anya, Okta, dan Nana.

  • Jawaban: C
  1. Di antara anak-anak Kompleks Permata, Ashika lebih tua dari Beni dan Dina lebih muda dari Eri. Beni lebih tua dari Cece dan Ashika lebih muda dari Dina. Di antara lkelima anak tersebut, yang umurnya paling tua adalah ….

    A. Ashika

    B. Beni

    C. Cece

    D. Dina

    E. Eri

  Pembahasan:

Syarat batas umur:

  • Ashika lebih tua dari Beni

            A  >  B

  • Dina lebih muda dari Eri

            D  <  E

  • Beni lebih tua dari Cece

            C  <  B

  • Ashika lebih muda dari Dina

            A  <  D

    Maka, didapatkan urutan:

            E  >  D  >  A  >  B  >  C

Jadi, anak yang umurnya paling tua adalah Eri.

  • Jawaban: E
  1. Seleksi awal untuk posisi pegawai Bank Indonesia periode 1 Januari 2016 menetapkan syarat pelamar adalah sarjana dengan umur di bawah 26 tahun. Sarjana B lahir tahun 1989 dan umur C lebih muda satu tahun dari B. Sarjana D lebih muda dari C dan diwisuda tahun 2013 tepat waktu. Sarjana E umurnya 6 bulan lebih muda dari D. Sarjana A meraih gelar diploma tahun 2012 setahun sebelum wisuda sarjana.

  Berdasarkan informasi di atas, pelamar yang pasti lolos seleksi awal adalah ….

  A. A dan D

  B. A dan E

  C. B dan C

  D. A, D, dan E

  E. A, B, dan E

Pembahasan:

Syarat batas umur:

  • Sarjana B lahir tahun 1989 maka B = 27 tahun
  • Umur C lebih muda satu tahun dari B, maka C = 28 tahun
  • Sarjana D lebih muda dari C dan diwisuda tahun 2013 tepat waktu, maka D = 25 tahun.
  • Sarjana E umurnya 6 bulan lebih muda dari D, maka E = 24 tahun 6 bulan
  • Sarjana A meraih gelar diploma tahun 2012 setahun sebelum wisuda sarjana, artinya wisuda sarjana tahun 2013 sehingga A = 25 tahun.

Jadi, pelamar yang pasti lolos seleksi awal adalah A, D, dan E.

  • Jawaban: D

TIPS DAN TRIK:

  1. Buatlah skema untuk mempermudah analisis
  2. Analisislah pilihan jawaban. Coret pilihan jawaban yang tidak sesuai dengan syarat batas soal.

PENALARAN NUMERIKAL

PENALARAN NUMERIKAL

  • Tes Penalaran Numerikal terdiri atas tes aljabar dan aritmetika serta deret.

 A. Tes Aritmetika

  1. Bilangan bulat
    Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif. Pada garis bilangan, bilangan yang terletak di sebelah kanan selalu bernilai lebih besar dari bilangan di sebelah kiri. Jika p di sebelah kanan q, maka p > q atau q< p.
  • Jenis Bilangan Bulat
  1. Bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol pada garis bilangan dan mempunyai anggota yang bernilai negatif atau bilangan bulat yang kurang dari nol.
  2. Bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol pada garis bilangan dan anggotanya terdiri atas bilangan-bilangan bulat yang bernilai positif atau lebih dari nol.
  3. Bilangan bulat nol yaitu bilangan bulat yang anggotanya hanya bilangan nol.
  • Operasi Bilangan Bulat
    Operasi pada bilangan bulat memiliki aturan yang secara umum dituliskan sebagai berikut:
  1. Bilangan yang ada di dalam tanda kurung pengerjaannya harus didahulukan.
  2. Kuadrat dan penarikan akar lebih kuat dari perkalian dan pembagian, sedangkan perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan.
  3. Kuadrat dan penarikan akar dikerjakan lebih dulu daripada operasi lain.
  4. Perkalian dan pembagian posisinya sama kuat sehingga pengerjaannya didahulukan yang sebelah kiri atau yang lebih depan.
  5. Penjumlahan dan pengurangan posisinya sama kuat sehingga pengerjaannya pun dimulai dari yang berada di sebelah kiri atau lebih depan.
  • KPK dan FPB
  1. KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)
    Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan hasil perkalian bilangan itu sendiri dengan bilangan asli secara berurutan. KPK adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan bulat atau lebih dengan nilai terkecil yang dapat dibagi habis oleh bilangan tersebut.
  2. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
    Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan bagian atau unsur dari suatu bilangan dan bisa membagi bilangan tersebut hingga habis. FPB adalah faktor dari dua bilangan bulat atau lebih dengan nilai terbesar yang dapat membagi habis bilangan tersebut.

   2. Pecahan
Pecahan adalah suatu bilangan yang dapat dinyatakan dengan bentuk a/b , dengan a dan b adalah bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan a disebut pembilang dan b disebut penyebut.

  • Jenis-jenis Pecahan
  1. Pecahan biasa
    Pecahan dengan bentuk a/b , dengan a, b ∈ bilangan bulat dan b ≠ 0.
  2. Pecahan campuran
    Pecahan campuran merupakan bentuk sederhana dari pecahan biasa a/b dengan a > b, b ≠ 0 sehingga diubah menjadi bentuk a b/c , dengan a, b, dan c ∈ bilangan bulat.
  3. Pecahan desimal
    Pecahan desimal merupakan bentuk lain dari suatu pecahan yang ditandai dengan ciri koma (,). Pecahan desimal merupakan bentuk dari pecahan biasa dengan penyebut 10,100,1000, dst.
  4. Pecahan persen atau perseratus
    Bentuk lain pecahan dengan penyebut 100 dan penulisannya dinotasikan dengan %, a% artinya a/100 .
  5. Pecahan permil atau perseribu .
    Pecahan dengan penyebut 1.000 dan dinotasikan dengan ‰, b‰ artinya b/1000 .
  • Operasi pada Pecahan
  1. Penjumlahan dan pengurangan
    Pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, yang harus diperhatikan adalah penyebutnya. Untuk pecahan biasa dan pecahan campuran, penjumlahan dan pengurangan dapat dilakukan jika penyebutnya sama dan operasinya dilakukan cukup dengan menjumlahkan atau mengurangi pembilangnya sedangkan penyebut tetap.
    Untuk pecahan desimal, operasi penjumlahan dan pengurangan dilakukan dengan menyejajarkan posisi koma.
  2. Perkalian
    Operasi perkalian pada pecahan dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, sedangkan pada pecahan desimal perkalian dilakukan seperti perkalian biasa tetapi jumlah angka di belakang koma merupakan banyaknya angka di belakang koma bilangan yang dikalikan.

   3. Satuan dan besaran
    A. Sistem satuan Panjang
Sistem satuan Panjang lainnya adalah:
1 inci = 2,54 cm
1 kaki = 30,48 cm
1 yard = 91,44 cm
  B. Sistem satuan waktu
Satuan waktu yang sering digunakan dan perlu diketahui secara umum sebagai berikut:
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 hari = 24 jam
1 minggu = 7 hari
1 bulan = 30 hari
1 triwulan = 3 bulan
1 caturwulan = 4 bulan
1 semester = 6 bulan
1 tahun = 12 bulan
1 tahun = 52 minggu
1 tahun = 365 hari
1 lustrum = 5 tahun
1 windu = 8 tahun
1 dasawarsa = 10 tahun
1 dekade = 10 tahun
1 abad = 100 tahun
1 milenium = 1000 tahun
  C. Sistem satuan luas
Satuan luas lainnya:
1 are = 1 dam²
1 hektar = 1 ha = 1 hm²
1 hektar = 100 are
1 hektar = 10.000 m²
  D.System satuan berat
Satuan berat lainnya:
1 ton = 1.000 kg
1 kuintal = 100 kg
1 kg = 2 pon
1 pon = 500 g
1 kg = 10 ons
1 ons = 1 hg
1 ons = 100 g
  E. Sistem satuan Volume
Satuan volume lainnya:
1 liter = 1 dm³
1 ml = 1 cm³
1 cc = 1 cm³
1 liter = 1.000 cc
  F. Satuan kuantitas
Satuan kuantitas biasanya digunakan dalam bidang perdagangan. Yang sering digunakan secara umum di antaranya:
1 lusin = 12 buah
1 gros = 12 lusin
1 gros = 144 buah
1 kodi = 20 buah
1 rim = 500 lembar
  G. Satuan debit
Debit adalah volume zat cair yang mengalir per satuan waktu. Satuan debit yang sering digunakan adalah liter/detik dan m³/detik.

  H. Waktu, Jarak, dan Kecepatan

  1. Kecepatan sebuah benda yang bergerak adalah perbandingan antara jarak yang ditempuh benda dengan waktu tempuhnya.

    Satuan kecepatan yang biasa digunakan adalah km/jam.
  2. Waktu adalah perbandingan antara jarak yang ditempuh benda dengan kecepatan yang digunakan.
  3. Jarak yang ditempuh adalah perkalian kecepatan yang digunakan dengan waktu. Jarak = kecepatan x waktu ,Satuan jarak yang biasa digunakan adalah km.

  4. Aritmetika sosial

  • Untung dan rugi
    Dalam suatu transaksi jual beli, harga suatu barang yang dibeli disebut harga pembelian dan harga barang yang dijual disebut harga penjualan.
    Untung dalam transaksi jual beli akan didapat jika harga penjualan lebih besar daripada harga pembelian.
    Untung = harga jual – harga beli

    Sedangkan rugi terjadi jika harga pembelian lebih besar daripada harga penjualan.
    Rugi = harga beli – harga jual
  • Bruto, Neto, Tara dan Diskon
  1. Bruto adalah berat kotor suatu barang yaitu berat isi atau berat ditambah berat kemasan atau media.
    Bruto = Neto + tara
  2. Neto adalah berat bersih suatu barang.
    Neto = Bruto – Tara
  3. Tara adalah berat kemasan atau media suatu barang.
    Tara = Bruto – Neto
  4. Diskon atau rabat merupakan potongan harga terhadap suatu barang, biasanya dinyatakan dalam persen (%).
    Diskon = % diskon x harga jual awal
  5. Statistika
    Statistika merupakan materi yang akan selalu berkaitan dengan data dan penyajian data baik pemusatan data maupun penyebaran data.
  • Pengolahan data
  1. Mean (x ̅) atau rata-rata hitung, yaitu jumlah semua data dibagi banyaknya data.
  2. Modus (Mo), yaitu data yang paling sering muncul atau memiliki frekuensi paling tinggi.
  3. Median atau nilai tengah, yaitu nilai yang ada ditengah data yang telah berurutan dari nilai terkecil sampai dengan terbesar.
  4. Kuartil, yaitu nilai yang membagi data yang sudah terurut menjadi empat bagian yang sama sehingga akan terdapat tiga nilai yang disebut:

  • Penyajian data
    Ada beberapa cara untuk menyajikan data statistika, di antaranya:
  1. Tabel, cara penyajian data dalam bentuk baris dan kolom.
  2. Diagram batang, cara penyajian data dalam sebuah diagram yang berbentuk batang atau balok.
  3. Diagram garis, cara penyajian dalam bentuk baris.
  4. Diagram lingkaran, penyajian data dalam bentuk lingkaran yang dibagi beberapa bagian.
  5. Poligon atau histogram, merupakan diagram yang menyajikan data dalam bentuk batang seperti halnya diagram batang, namun data yang satu dengan yang lainnya dibuat tidak terpisah dan poligon adalah diagram garis yang menyatakan data dalam bentuk garis yang dihubungkan antarnilai tengah setiap data yang berada diatas histogram.
  6. Geometri
  • Bangun datar
  1. Persegi
    Bangun datar yang memiliki 4 sisi sama panjang dan 4 titik sudut yang sama besar.Keliling, K = 4 x s .

         Luas, L = s x s = s2

     2. Persegi Panjang                                                

Bangun datar yang memiliki dua pasang sisi berhadapan yang sama panjang.

K = 2 x (p + l)
L = p x l
    3. Segitiga
Bangun datar yang dibatasi oleh tiga sisi dan memiliki tiga titik sudut.
K = AB + BC + AC
L = 1/2 x a x t
    4. Jajaran genjang
Bangun datar yang memiliki dua pasang sisi berhadapan sama panjang dan dua pasang titik sudut berhadapan sama besar.

K = KL + LM + MN + KN
    = 2 x (KL + MN)
L  = a x t atau L = alas x tinggi
    5. Layang-layang
Bangun datar memiliki dua diagonal tegak lurus yang tidak sama panjang.

K = 2 x (AB + BC)
L = 1/2 x d1 x d2

    6. Belah ketupat
Bangun datar yang memiliki 4 sisi sama panjang dan dua sisi yang berhadapan sejajar.

K = 4 x s
L = 1/2 x d1 x d2
    7. Trapesium
Bangun datar yang memiliki sepasang sisi yang sejajar.

K = AB +BC +CD +AD
L = 1/2 x jumlah sejajar x tinggi
    8. Lingkaran
Bangun datar yang dibatasi oleh garis lengkung dan memiliki jari—jari.

K=2×π×r atau K=π×d
L=π×r^2 atau L= 1/4×π×d^2

  • Bangun Ruang
  1. Kubus

L_permukaan=6×s^2=6s^2
Volume=s×s×s=s^3
     2. Balok

L_permukaan=2[(p×l)+(p×t)+(l×t)]
Volume=p×l×t
    3. Prisma

L_permukaan=(2×L_alas )+(K×t)
Volume=V=L_alas×t

    4. Limas

L_permukaan=L_alas+jumlah luas segitiga pada bidang tegak
Volume=V=〖1/3×L〗_alas×t

     5. Kerucut

L_permukaan=πr(r+s)
L_selimut=πrs
Volume=V=1/3 πr^2 t
    6. Tabung

L_permukaan=2πr(r+t)
L_selimut=2πrt
Volume=V=πr^2 t

    7. Bola

L_permukaan=4πr^2
Volume=V=4/3 πr^3

CONTOH SOAL:
Sri membeli tas di sebuah toko dengan harga Rp200.000. Jika tas yang hendak dibeli Sri mendapatkan diskon sebesar 20% serta mendapat lagi potongan 5% karena menggunakan kartu anggota. Berapa harga tas yang harus Sri bayar?
A. Rp176.500
B. Rp162.500
C. Rp152.000
D. Rp171.000
E. Rp166.500
Pembahasan:
Harga awal tas = Rp200.000
Diskon 20%, maka 20/100×Rp200.000=Rp40.000
Sehingga Rp200.000-Rp40.000=Rp160.000
Karena menggunakan kartu anggota, maka mendapat lagi potongan 5%.
Sehingga 5/100×Rp160.000=Rp8.000
Jadi, harga tas yang harus dibayar adalah Rp160.000-Rp8.000=Rp152.000.

  • Jawaban: C

Nilai rata-rata ulangan matematika 30 siswa di suatu kelas adalah 7,2. Setelah ada satu orang siswa baru yang masuk dan mengikuti ulangan, nilai rata-rata ulangan matematika kelas tersebut menjadi 7,23. Nilai ulangan matematika siswa baru adalah ….
A. 8,13
B. 8,00
C. 7,75
D. 7,52
E. 7,50
Pembahasan:
Jumlah siswa 30, rata-rata 7,2 sehingga:
30×7,2=216
Jumlah siswa 31, rata-rata menjadi 7,23, maka 31×7,23=224,13
Jadi, nilai ulangan matematika siswa baru adalah 224,13-216=8,13.

  • Jawaban: A

 

 

 

 

 

 

 

Suatu bilangan bulat habis dibagi 18 dan 24, bilangan tersebut juga akan habis dibagi ….
A. 18
B. 15
C. 13
D. 10
E. 6
Pembahasan:
Untuk mengetahui bilangan bulat yang dibagi 18 dan 24, cari faktor prima dari kedua bilangan tersebut.
Faktor prima 18 adalah 2×32
Faktor prima dari 24 adalah 23×3
Faktor prima dari 18dan 24 adalah 2×3=6
Jadi bilangan dari 18 dan 24 akan habis dibagi 6.

  • Jawaban: E

Lima belas persen dari 50 sama dengan tiga puluh persen dari bilangan ….
A. 18
B. 12
C. 16
D. 25
E. 26
Pembahasan:
Secara sederhana kalimat matematika dari soal di atas adalah:
15%×50=30%×a
Untuk menentukan nilai a cukup disederhanakan kedua ruasnya.
15%×50= _2 30%×a
50=2a
a=50/2
a=25
Jadi, 15% dari 50=30% dari 25

  • Jawaban: D
    B. Tes Aljabar
  1. Perbandingan
  • Perbandingan senilai
    Perbandingan senilai atau disebut juga perbandingan lurus merupakan perbandingan dua variabel, misal A dan B. Jika A dan B dikali atau dibagi dengan bilangan yang sama, maka besarnya perbandingan tetap, artinya semakin besar A semakin besar pula nilai B begitupun sebaliknya semakin kecil nilai A maka nilai B pun akan semakin kecil.
  • Perbandingan berbalik nilai
    Berbeda dengan perbandingan senilai, jika nilai A semakin besar, maka nilai B akan semakin kecil. Sebaliknya, jika nilai B semakin besar, maka nilai A semakin kecil.
    Nilai perbandingan
  1. Jika A : B = p : q, berlaku:

A=p/q×B
B=q/p×A
      2. Jika A : B = p : q dan A + B diketahui, berlaku:
A=p/(p+q)×(A+B)
B=q/(p+q)×(A+B)
     3. Jika A : B = p : q dan A – B diketahui, berlaku:
A=p/(p-q)×(A-B)
B=q/(p-q)×(A-B)

     2. Eksponen
Bilangan berpangkat
Bilangan berpangkat atau eksponen merupakan perpangkatan suatu nilai bilangan yang dinotasikan sebagai berikut:


Bilangan berpangkat memiliki aturan dasar operasi hitung sebagai berikut:

  • Akar

 

3. Himpunan
Himpunan adalah kumpulan suatu benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. Himpunan biasanya dinotasikan dengan huruf kapital dan anggotanya ditulis di antara dua kurung kurawal { … }.

  • Jenis-jenis Himpunan
  1. Himpunan kosong
    Himpunan yang tidak mempunyai anggota. Notasi: ∅ atau { }
    2.Himpunan semesta
    Himpunan semua anggota yang sedang dibicarakan. Notasi: S.
    3.Himpunan bagian
    Himpunan yang merupakan bagian dari himpunan lainnya. Notasi: ⊂
    4.Himpunan ekuivalen
    Dua himpunan yang memiliki banyak anggota yang sama. Notasi: ∼
    5.Himpunan sama
    Dua himpunan yang memiliki anggota yang sama. Notasi: =
    Himpunan saling lepas
    Dua himpunan yang anggotanya tidak ada yang sama. Notasi: ⊃⊂
  • Operasi Himpunan
  1. Irisan
    Operasi himpunan yang menunjukkan bahwa anggota-anggotanya merupakan anggota dari dua himpunan. Notasi: A∩B={x│x∈A dan x∈B}.

      2. Gabungan
Operasi himpunan yang menunjukkan bahwa anggotanya merupakan gabungan dua himpunan. Notasi: A∪B={x│x∈A dan x∈B}.

     3. Selisih
Selisih himpunan A dan B yaitu himpunan yang merupakan anggota A tetapi bukan anggota B. Notasi: A-B={x│x∈A dan x∉B}.

      4. Simetri
Himpunan yang merupakan anggota himpunan A sekaligus anggota himpunan B. Notasi: A+B={x│x∈(A∪B) dan x∉(A∪B)}.

Komplemen
Komplemen himpunan A dalam himpunan semesta S adalah semua anggota S yang bukan anggota A. Notasi: A^’=A^C={x│x∈S dan x∉A}.
     4. Komparasi kuantitatif
Model soal komparasi kuantitatif adalah menentukan hubungan antara dua variabel, apakah <, >, =, atau hubungan dua variabelnya tidak dapat ditentukan.
Hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Jika kedua variabel dapat ditentukan dengan perhitungan, maka bandingkan
  • Lakukan penyederhanaan di kedua variabel untuk mempermudahkan
  • Agar tidak menghitung sampai akhir, kurangkan kedua variabel sehingga:
  1. Jika x-y>0, maka x>y
  2. Jika x-y<0, maka x<y
  3. Jika x-y=0, maka x=y
  • Jika setelah dilakukan perhitungan terdapat hubungan yang berbeda, artinya kedua variabel hubungannya tidak dapat ditentukan.

     5. Persamaan dan pertidaksamaan

  • Persamaan
    Persamaan merupakan kalimat terbuka yang dihubungkan menggunakan tanda “=”.
    Bentuk umum: ax+by=c, dengan a, b, c ∈ bilangan real.
    Cara menyelesaikan persamaan di antaranya:
  1. Grafik, dengan menggambar titik-titik pada diagram kartesius dan menentukan titik potongnya.
  2. Substitusi, yaitu menyatakan satu variabel dari salah satu persamaan kemudian memasukkan nilai tersebut ke persamaan lainnya.
  3. Eliminasi, yaitu menghilangkan salah satu variabel pada kedua persamaan untuk menentukan nilai variabel lain.
  4. Campuran, yaitu gabungan dari eliminasi dan substitusi
  • Pertidaksamaan
    Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda ketidaksamaan (<,>,≤,≥).
    Cara menyelesaikan pertidaksamaan, yaitu:
  • Menambah atau mengurangi kedua ruas pertidaksamaan dengan bilangan yang sama, tanda ketidaksamaan tetap.
  • Mengalikan atau membagi kedua ruas pertidaksamaan dengan bilangan positif yang sama, tanda ketidaksaan tetap.
  • Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama, tanda ketidaksamaan harus dibalik atau berubah ( < menjadi >, > menjadi <, ≤ menjadi ≥, dan ≥ menjadi ≤).
    Operasi hitung pada interval suatu pertidaksamaan di antaranya:
  • Penjumlahan, cukup dengan menjumlahkan ujung-ujung interval
  • Pengurangan, kalikan dengan (-) agar tanda berbalik arah, kemudian jumlahkan ujung-ujung interval
  • Perkalikan, kalikan ujung-ujung interval sehingga menghasilkan empat kemungkinan. Nilai terkecil dan terbesar merupakan batas intervalnya.
  • Pemangkatan, perhatikan ujung-ujung interval. Jika interval melewati nol, jadikan nol sebagai batas interval dan perhatikan nilai setiap bilangan yang dipangkatkan. Sesuaikan dengan tanda pertidaksamaan.

  CONTOH SOAL

  2. Di suatu kampung, mayoritas penduduknya adalah peternak. Sebanyak 150 orang memelihara kambing, 50 orang memelihara sapi, dan 30 orang tidak memelihara sapi dan kambing. Jika keseluruhan penduduk di kampung tersebut 210 orang, banyaknya peternak yang memelihara sapi dan kambing adalah ….
A. 10 orang
B. 15 orang
C. 20 orang
D. 25 orang
E. 30 orang
Pembahasan:
Banyaknya penduduk yang memiliki ternak:
210-30=180 orang
Banyaknya peternak yang memelihara kambing dan sapi misal a, sehingga:
(150-a)+a+(50-a)=180
200-1=180
a=20
Jadi, penduduk yang memelihara kambing dan sapi ada 20 orang.

  • Jawaban: C



4. Pakan sebanyak 21 kg dihabiskan oleh 30 ekor ayam. Jika keseluruhan ayam banyaknya 50 ekor, diperlukan pakan sebanyak ….
A. 45 kg
B. 40 kg
C. 35 kg
D. 30 kg
E. 25 kg
Pembahasan:
Perbandingan antara banyak pakan dengan jumlah ayam merupakan perbandingan lurus atau sebanding, sehingga:
50/30×21=35 kg
Jadi, untuk 50 ekor ayam diperlukan sebanyak 35 kg.

  • Jawaban: C

   C. Tes Deret
Tes Deret menguji peserta untuk menentukan pola angka atau huruf dari satu suku ke suku berikutnya. Peserta selayaknya dapat mengimajinasikan berbagai kemungkinan pola yang tepat. Kemampuan melakukan operasi hitung sederhana sangat dibutuhkan di sini.
Pola bilangan pada deret merupakan operasi bilangan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, penarikan akar, pemangkatan, atau gabungan dari beberapa operasi tersebut.
Pola dalam suatu deret dapat ditentukan dengan cara:

  • Perhatikan perubahan dari suku ke suku berikutnya, kemudian tentukan operasi apa yang berlaku untuk semua suku pada deretan tersebut.
  • Lihat perubahan di setiap dua suku yang berurutan, apakah selisihnya relatif kecil atau besar.
  • Anggap bahwa semua deret adalah satu larik, jika tidak ditemukan hubungan periksa dengan dua larik, dan seterusnya.
  • Jika beberapa larik polanya tidak ditemukan kekonsistenan, periksa dengan pola fibonacci.
  • Jangan abaikan satu angka pun dalam deretan karena semua suku harus diperhitungkan.
  1. Jenis deret
  • Satu deret
    Pola bilangan satu deret merupakan sebuah deretan angka atau huruf dengan pola yang dapat ditentukan oleh operasi aljabar antara satu suku dengan suku berikutnya.
  • Dua deret
    Pola bilangan dua deret ini merupakan sebuah deretan maupun huruf yang ditandai dengan tidak ada hubungan antara satu suku dengan suku lainnya.

     2. Tipe deret
    a. Larik

  • Satu larik
    Sebuah deret yang memiliki satu pola bilangan dan hubungan antar sukunya dapat ditentukan dengan mudah karena hanya satu pola.
  • Dua larik
    Deret yang memiliki dua pola berbeda karena dibagi menjadi 2 larik atau 2 sub deret. Pola larik pertama pada suku ganjil, dan pola larik kedua pada suku genap.
  • Tiga larik
    Deretan yang dibedakan menjadi 3 larik dengan pola yang masing-masing berbeda. Pola di setiap lariknya yaitu:
    Larik 1: U1, U4, U7, …
    Larik 2: U2, U5, U8, …
    Larik 3: U3, U6, U9, …
  • Empat larik
    Sebuah deret yang memiliki 4 larik atau sub deret dengan pola berbeda. Polanya:
    Larik 1: U1, U5, U9, …
    Larik 2: U2, U6, U10, …
    Larik 3: U3, U7, U11, …
    Larik 4: U4, U8, U12, …
      B. Tingkat
    Tingkat merupakan tipe deret dengan ciri memiliki pola bilangan pada pola yang pertama yang telah ditentukan dan pada pola berikutnya atau yang disebut tingkat pada deretan pola bilangan lebih teratur hubungannya antara suku yang satu dengan suku lainnya.
    Fibonacci
    Tipe deret fibonacci merupakan tipe deret dengan ciri nilai pada suku berikutnya merupakan penjumlahan dua suku sebelumnya, dengan dua suku pertama merupakan nilai awal.

CONTOH SOAL:
200, 250, 225, 450, 500, 475, … , ….
A. 950dan 1.000
B. 450 dan 500
C. 950 dan 450
D. 500 dan 950
E. 1.000 dan 950

  • Jawaban: A

   TIPS DAN TRIK

  1. Perhatikan deret angka tersebut memiliki 1 larik atau lebih dengan mengamati perubahan dari satu bilangan ke bilangan berikutnya.
  2. Perhatikan apakah deret huruf tersebut memilliki 1 larik atau lebih dengan mengamati perubahan dari satu huruf ke huruf berikutnya.
  3. Pola bilangan dapat berupa operasi hitung tertentu atau bahkan gabungan dari beberapa operasi hitung.
  4. Agar lebih mudah dalam menyelesaikan deret huruf, Anda dapat menulis huruf-huruf berikut:
    A B C D E F G H I
    J K L M N O P Q R
    S T U V W X Y Z
  5. Anda dapat memanfaatkan jari tangan untuk menentukan huruf pada suku berikutnya.
  6. Jika bilangan atau huruf yang dicari terletak ditengah-tengah, perhatikan pola di sebelah kiri dan kanannya. Jangan sampai mengabaikan salah satu bagian karena Anda akan terjebak.
  7. Dengan rajin berlatih, Anda akan semakin terampil dalam menentukan pola deret.
  8. Jika Anda masih kebingungan dalam menyelesaikan sebuah soal, kerjakan soal berikutnya. Waktu sangatlah berharga.

TES INTEGENSIA UMUM

TES INTEGENSIA UMUM

Tes Intelegensi Umum (TIU) Biasa disebut juga dengan Tes potensi Akademik ialah untuk menguji dan menilai kompetisi pelamar dalam kemampuan verbal, kemapuan numerik, kemampuan logika serta kemampuan analisis.

NALRA

PENALARAN VERBAL

Tes Penalaran Verbal terdiri atas tes sinonim (persamaan kata), tes anonim (lawan kata), dan tes analogi (padanan kata).

hipwee-mat6

PENALARAN NUMERIKAL

Tes Penalaran Numerikal terdiri atas tes aljabar dan aritmetika serta deret.

Hukum deduktif bahwa segala yang dipandang benar pada semua peristiwa dalam suatu golongan/katagori/klasifikasi, berlaku pula sebagai hal yang benar pada peristiwa khusus (partikular), jika hal yang khusus itu sebenar-benarnya merupakan bagian/jenis/kelas dari yang umum. Tujuan deduktif ialah untuk menemukan penjelasan sebab akibat mengapa suatu fenomena terjadi atau fenomena apa yang akan terjadi.

PENALARAN LOGIKA DEDUKSI

Tes logika deduksi menguji kemampuan mendapatkan fakta-fakta pada premis (suatu pernyataan) dan memanipulasi informasi tanpa mengubah maknanya.

PENALARAN VERBAL

PENALARAN VERBAL

  1. PENALARAN VERBAL

Tes Penalaran Verbal terdiri atas tes sinonim (persamaan kata), tes anonim (lawan kata), dan tes analogi (padanan kata). Tes ini bertujuan mengukur pemahaman seseorang terhadap kata. Dengan kata lain, melalui tes ini, perbendaharaan kata seorang peserta dapat diketahui.

TIP DAN TRIK:

  1. Bersahabatlah dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tambah perbendaharaan kata setiap harinya dengan membaca makna atau definisi kata dari kamus. Atau, Anda dapat mengakses http://kbbi.web.id/.
  2. Perhatikan pola soal bahkan pola jawaban. Dengan demikian, Anda akan semakin terlatih untuk menjawab dengan tepat.

  A. Tes Sinonim

Tes Sinonim menguji peserta untuk menentukan persamaan dari suatu kata. Peserta harus jeli untuk mengetahui kata yang memiliki arti atau definisi serupa dengan kata pada soal. Beberapa kata terkadang merupakan kata yang tidak umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Sinonim mutlak

Sinonim mutlak merupakan kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apa pun tanpa mengubah makna struktural dan makna leksikal, dalam rangkaian kata/frausa/kalimat.

Contoh:

  • tampan = cakap
  • Laris = laku, larap
  1. Sinonim semirip

Sinonim semirip merupakan kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja.

Contoh:

  • melihat = memandang
  • membawa  = mengangkut
  1. Sinonim selingkung

Sinonim selingkung merupakan kata yang dapat saling mengganti dalak satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal.

  • Contoh: ayu = manis

CONTOH SOAL:

  1. RELATIF = ….

   A. NISBI

   B. FLEKSIBEL

   C. KAKU

   D. PASTI

   E. MUTLAK

Pembahasan:

TRIK!

Kata diatas merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris. Jadi, perbanyak kosakata dalam Bahasa Inggris.

Kata RELATIF berasal dari kata RELATIVE yang berarti ‘tidak mutlak; nisbi’. Jadi, kata yang bersinonim dengan RELATIF adalah NISBI.

  • Jawaban: A
  1. PINDAI = …..

           A. MELIHAT SEKILAS

           B. MENCERMATI

           C. MELIRIK

           D. MEMBUANG

           E. MEMINDAHKAN

Pembahasan:

TRIK!

Perbanyak perbendaharaan Bahasa Indonesia dengan sering membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan membaca buku/artikel.

Kata PINDAI memiliki arti ‘melihat dengan cermat dan lama’. Jadi, kata yang bersinonim dengan PINDAI adalah MENCERMATI.

  • Jawaban: B
  1. GALAT = ….

      A. YAKIN

      B. VALID

      C. PASTI

      D. MUTLAK

      E. KELIRU

  Pembahasan:

TRIK!

Jika menemukan kata yang tidak biasa digunakan atau terasa asing, pilih jawaban yang berbeda dari seemua pilihan jawaban yang ada.

Pilihan A, B, C, dan D memiliki makna yang hampir sama, tetapi pilihan C memiliki makna yang berbeda. Karena berbeda, pilihan E dapat dipastikan maknanya sama atau tidak dengan melihat arti kata pada soal. Kata GALAT memiliki arti ‘kekeliruan, cacat, atau kesalahan’. Jadi, kata yang bersinonim dengan GALAT adalah KELIRU.

  • Jawaban: E
  1. INTRAKURIKULER = ….

        A. SEKOLAH

        B. KEGIATAN DISEKOLAH

        C. SISWA

        D. LAPANGAN

        E. KEGIATAN DI LUAR SEKOLAH

 Pembahasan:

 TRIK!

Kata yang berimbuhan asing seperti pasca, ekstra, dan intra, dapat diartikan kata perkatanya.

INTRA memiliki arti ‘di dalam’, sedangkan KURIKULER memiliki arti ‘kegiatan siswa’. Jadi, kata INTRAKURIKULER memiliki arti ‘kegiatan siswa di sekolah atau mahasiswa dalam kampus yang sesuai dengan komponen kurikulum’.

  • Jawaban: B
  1. BIMBANG = ….

        A. PASRAH

        B. FLEKSIBEL

        C. PERCAYA

        D. YAKIN

        E. RAGU-RAGU

 Pembahasan:

 TRIK!

Cari tahu arti katanya karena bisa jadi sinonimnya terdapat pada arti kata.

Kata bimbang memiliki arti ‘tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu’. Jadi, kata yang bersinonim dengan BIMBANG adalah RAGU-RAGU.

  • Jawaban: E

TIP DAN TRIK:

  1. Kata-kata yang memiliki bunyi mirip dengan soal tidak selalu tepat.
  2. Perbanyak perbendaharaan bahasa Indonesia dengan sering membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan buku/artikel.
  3. Perbanyak kosakata dalam bahasa Inggris karena terkadang kata-kata pada soal merupakan kata serapan.

Anda dapat mempelajari tabel kata berikut sebagai salah satu acuan latihan.

    2. Tes Antonim

Tes Antonim menguji peserta untuk menentukan lawan dari suatu kata. Artinya, kata yang memiliki makna atau definisi yang bertentangan. Konsentrasi dari peserta sangat diharapkan karena terkadang pada pilihan ganda, ada kata yang merupakan sinonim dari kata pada soal itu. Itu merupakan jawaban yang menjebak. Ketelitian sangat diperlukan untuk menyelesaikan soal jenis ini.

  1. Antonim kembar

Antonim kembar merupakan antonim yang melibatkan pertentangan antara dua kata.

  • Contoh: senang > < sedih
  1. Antonim hierarkis

Antonim hierarkis merupakan antonim yang pertentangan katanya dalam posisi bertingkat.

  • Contoh: Januari > < Februari
  1. Antonim majemuk

Antonim majemuk merupakan antonim yang melibatkan banyak kata.

Contoh: Rumah itu berwarna merah > < Rumah itu berwarna putih

  1. Antonim relasional

Antonim relasional merupakan antonim yang kedua katanya saling berhubungan.

  • Contoh: suami > < istri
  1. Antonim gradual

Antonim gradual merupakan antonim yang memiliki tingkatan dalam pertentangan.

  • Contoh: rumah mewah > < rumah sederhana

  CONTOH SOAL:

  1. AKIL > < ….

     A. BERAKAL

     B. PANDAI

     C. LEMAH

     D. BODOH

     E. CERDIK

 Pembahasan:

 TRIK!

Untuk kata yang tidak biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, cermati pilihan jawabannya. Pilihlah kata yang BERBEDA dari semua pilihan yang ada.

AKIL memiliki arti ‘berakal; cerdik; pandai’. Kata BERAKAL, CERDIK, dan PANDAI memiliki arti yang sama dengan AKIL. Jadi, lawan kata AKIL adalah BODOH.

  • Jawaban: D
  1. EKSPOR > < ….

       A. PENGIRIMAN

       B. PEMBELIAN

       C. LUAR NEGERI

       D. BARANG

       E. IMPOR

 Pembahasan:

 TRIK!

Lawan kata EKS (KELUAR) adalah IM (DALAM).

EKSPOR memiliki arti ‘pengiriman barang dagangan ke luar negeri’. Jadi, lawan kata EKSPOR adalah IMPOR yang memiliki arti ‘pemasukan barang dari luar negeri’.

  • Jawaban: E
  1. RAPUH > < ….

        A. TEGAR

        B. KUKUH  

        C. KOYAK

        D. RENTAN

        E. KUAT

 Pembahasan:

 TRIK!

Jika ada dua atau lebih pilihan jawaban yang memungkinkan, pilih salah satu setelah menelaah arti kata pada soal.

RAPUH memiliki arti ‘sudah rusak (patah, pecah, sobek, putus)’.

  • TEGAR memiliki arti ‘keras dan kering; keras kaku’.
  • KUAT memiliki arti ‘tahan; tidak mudah goyah; ketat; erat’.
  • KUKUH memiliki arti ‘kuat terpancang pada tempatnya; tidak mudah roboh atau rusak; teguh’.

Jadi, lawan kata yang tepat dari RAPUH adalah KUKUH.

  • Jawaban: B
  1. ANGGARA > < ….

        A. JINAK

        B. LIAR

        C. HALUS

        D. MALU

        E. BUAS

 Pembahasan:

 TRIK!

Untuk kata yang tidak biasa digunakan kehidupan sehari-hari, ARTIKAN KATANYA terlebih dahulu lalu cari lawan katanya.

ANGGARA memiliki arti ‘buas; liar’. Kata BUAS dan LIAR memiliki arti yang sama dengan ANGGARA, sedangkan MALU dan HALUS memiliki arti kata yang tidak berhubungan dengan ANGGARA. Jadi, lawan kata ANGGARA adalah JINAK.

  • Jawaban: A

TIP DAN TRIK:

  1. Ingat bahwa Anda sedang mencari antonim (lawan kata) dari sebuah kata. Oleh karena itu, jangan sampai terjebak dengan kata pada pilihan ganda yang merupakan sinonim dari soal. Konsentrasi penuh sangat diperlukan disini.
  2. Jika dalam pilihan ganda terdapat kemiripan arti, pilihlah yang paling berbeda.
  3. Jika dalam pilihan ganda terdapat dua kata yang berlawanan, kemungkinan jawaban yang tepat adalah salah satunya.
  4. Perkayalah perbendaharaan kata dalaam bahasa Inggris karena hal tersebut sangat membantu dalam menyelesaikan soal.
  5. Hindari menghabiskan waktu untuk menjawab hanya satu soal karena penasaran.

Tabel kata berikut dapat Anda pelajari.

    3. Tes analogi

Tes analogi menguji peserta untuk menemukan padanan kata yang sesuai dengan pola. Pasangan kata memiliki hubungan tertentu dan berbeda-beda untuk setiap soal. Pengetahuan umum peserta terkadang dibutuhkan di sini.

Pada umumnya, beberapa hubungan pada bentuk “… : …”, diantaranya:

  1. Sinonim kata
  2. Antonim kata
  3. Waktu
  4. Bagian dari
  5. Definisi
  6. Temuan dan tokoh penemunya
  7. Istilah dalam suatu bidang pengetahuan
  8. Sebab dan akibat
  9. Kata benda dan kata sifat
  10. Benda (alat) dan fungsinya
  11. Pancaindera dan penyakitnya
  12. Mata uang dan negara
  13. Urutan peristiwa

 

  1. Tipe 1: Melengkapi Pasangan Analog

Pada tipe 1, Anda akan diberikan dua buah kata yang terkait satu sama lain dalam suatu hubungan tertentu. Selanjutnya, Anda akan diberikan kata ketiga. Anda akan diminta untuk menentukan kata keempat dalam pilihan jawaban sehingga kata ketiga dan keempat memiliki hubungan yang sama dengan dua kata di awal.

  • [Kata Pertama] : [Kata Kedua] = [Kata Ketiga] : ….
  1. Tipe 2: Memilih Pasangan Analog

Pada tipe 2, Anda akan diberikan sepasang kata yang terkait satu sama lain dalam suatu hubungan tertentu. Selanjutnya akan diminta memilih pasangan kata dalam pilihan jawaban yang memiliki hubungan yang sama dengan pasangan kata di awa.

[Kata Pertama] : [Kata Kedua] = …. : ….

  1. Tipe 3: Analogi Ganda

Pada tipe 3, Anda akan diberikan dua buah kata dalam dua pasangan yang berbeda. Masing-masing pasangannya rumpang. Anda akan diminta untuk melengkapi kedua pasang kata analog tersebut.

[Kata Pertama] : …. = [Kata Kedua] : ….

  CONTOH SOAL:

  1. MANIS : LIDAH = JALAN : ….

   A. KAKI

   B. JEMBATAN PENYEBERANGAN

   C. SEPATU

   D. JARING

   E. TROTOAR

  Pembahasan:

  TRIK!

  Jenis padanan hubungan: “fungsi”.

MANIS dapat dirasakan oleh LIDAH dan JALAN dapat dilakukan dengan KAKI

  • Jawaban: A
  1. PIRAMID : MESIR = …. : ….

     A. BOROBUDUR : Indonesia

     B. CANDI : KOTA

     C. KAIRO : TIMUR TENGAH

     D. PRASASTI : LINGGA

     E. CINA : BARONGSAI

  Pembahasan:

  TRIK!

Jenis padanan hubungan: “asosiasi”.

PIRAMID merupakan keajaiban dunia yang terdapat di MESIR dan BOROBUDUR merupakan keajaiban dunia yang terdapat di Indonesia.

  • Jawaban: A
  1. BERUDU : …. = LARVA : ….

    A. KATAK MUDA : KEPOMPONG

    B. KECEBONG : PUPA

    C. TELUR : DAUN

    D. PERUBAHAN : PERKEMBANGAN

    E. IKAN : KUPU-KUPU

   Pembahasan:

   TRIK!

Jenis padanan hubungan: “derajat”.

Setelah BERUDU, metamorfosis pada katak selanjutnya adalah KATAK MUDA dan setelah LARVA, metamorfosis pada kupu-kupu selanjutnya adalah KEPOMPONG.

  • Jawaban: A

TIP DAN TRIK:

  1. Pastikan bahwa ruas kiri dan ruas kanan memiliki kesamaan pola. Jangan sampai terjebak pada pola yang terbalik, misalkan alat : fungsi = fungsi : alat (ini salah).
  2. Teruslah menambah pengetahuan tentang berbagai hal.
  3. Jika anda masih kebingungan dalam menyelesaikan sebuah soal, kerjakan soal berikutnya. Waktu sangatlah berharga.

   4. Tes Kelompok Kata

Tes kelompok kata menguji peserta untuk mencari kata yang tidak termasuk dalam suatu kelompok tes kata. Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecermatan, kecepatan, dan ketepatan berpikir dalam mengelompokan beberapa hal. Kemampuan ini penting dalam dunia kerja. Anda yang dapat mengelompokkan sesuatu dengan cermat, cepat dan tepat akan lebih mudah memilah-milah pekerjaan. Dengan demikian, cara kerja Anda akan lebih efektif dan efisien.

  • CONTOH SOAL:
  1. Pilihlah kata berikut yang tidak temasuk dalam kelompoknya!

     A. Zebra

     B. Singa

     C. Harimau

     D. Kuda

     E. Jerapah

Pembahasan:

Jenis kelompok kata: “hewan liar”

Zebra, singa, harimau, dan jerapah merupakan hewan liar, sedangkan kuda merupakan hewan peliharaan.

  • Jawaban: D
  1. Pilihlah kata berikut yang tidak temasuk dalam kelompoknya!

      A. Tembaga

      B. Seng

      C. Kuningan

      D. Alumunium

      E. Iron

 Pembahasan:

Jenis kelompok kata: “logam murni”

Tembaga, seng, alumunium, dan besi merupakan logam murni, sedangkan kuningan merupakan logam paduan (tembaga dan seng).

  • Jawaban: C
  1. Pilihlah kata berikut yang tidak temasuk dalam kelompoknya!

        A. Januari

        B. Mei

        C. Juli

        D. Agustus

        E. November

Pembahasan:

Jenis kelompok kata: “bulan dengan 31 hari”

Januari, Mei, Juli, dan Agustus merupakan bulan dengan 31 hari, sedangkan November merupakan bulan dengan 30 hari.

  • Jawaban: E
  1. Pilihlah kata berikut yang tidak temasuk dalam kelompoknya!

        A. Kecubung

        B. Rubi

        C. Marmer 

        D. Safir

        E. Opal

  Pembahasan:

Jenis kelompok kata: “batu mulia”

Kecubung, rubi,safir dan opal merupakan batu mulia, sedangkan marmer merupakan batu pahatan dan konstruksi.

  • Jawaban: C

TIP DAN TRIK:

  1. Perhatikan setiap kata dalam soal. Jika pada pilihan jawaban yang tersedia terdapat kata yang tidak Anda mengerti, beralihlah ke pilihan jawaban yang lain. Jika pilihan jawaban yang lain termasuk kelompok kata pada soal, kemungkinan besar kata yang tidak Anda pahami tadi adalah jawabannya.
  2. Jawaban yang mempunyai akhiran atau awalan yang sama bisa jadi bukan termasuk dalam kelompok kata yang dimaksudkan pada soal.
  3. Bekali diri Anda dengan pengetahuan umum seluas mungkin.