TPA – Logika Cerita

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                   Tes Potensi Akademik Logika Cerita

Tes logika ini dikenal dengan tes logika analitis. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam menghuubungkan informasi yang factual dan sedikit tidak beraturan, serta memecahkan suatu permasalahan dengan menghubungkan gagasan lain. Kemampuan yang diperlukan dalam menyelesaikan soal tes ini adalah kemampuan logika. Anda diminta untuk mempelajari suatu cerita singkat dan kemudian melakukan penalaran terhadap setiap pertanyaan yang diberikan berdasarkan informasi dari cerita. Umumnya jawaban dari soal jenis ini tidaklah eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun kita harus melakukan penalaran terlebih dulu, untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar.

Contoh soal logika cerita

  1. Ada 8 kotak peti, masing-masing diberi nomor 1 sampai 7. Buah jambu, melon, semangka, jeruk, mangga dan durian akan dimasukkan kedalam peti-peti tersebut dengan aturan sebagai berikut :
  • Durian harus dimasukkan ke peti nomor 4
  • Semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon
  • Jeruk harus diletakkan disamping mangga

Jika melon diletakkan di peti nomor 2, maka mana yang tidak boleh dilakukan ?

         A. Semangka diletakkan di nomor 3

         B. Jeruk diletakkan di peti nomor 5

         C. Mangga diletakkan di peti nomor 7

         D. Semangka diletakkan di peti nomor 5

         E. Jambu diletakkan di peti nomor 1

Jawaban: A. Semangka diletakkan di nomor 3

Keterangan bahwa semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon.

  1. Finda adalah anak Pak Fandi dan Bu Fandi. Arni adalah anak Pak Dede dan Bu Anggi. Pak Fandi adalah adik Bu Anggi. Apakah hubungan antara Finda dan Arni?

           A. Saudara ipar

           B. Saudara kandung

           C. Saudara misan

           D. Saudara sepupu

           E. Saudara tiri

Jawaban: D. Saudara sepupu

Kalimat penjelas terdapat pada pernyataan bahwa Pak Fandi (Ayah Finda) dan Bu Anggi (Ibu Arni) adalah bersaudara.

  1. Anisa ingin lulus kuliah sebelum semester 8. Ingin mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah. Setelah mendapatkan pekerjaan, ia ingin punya usaha sambilan. Ingin punya tabungan setelah semester 8. Anisa ingin lulus kuliah setelah punya usaha sambilan sebelum semester 8.

Manakah urutan keinginan pencapaian Anisa yang tepat?

          A. Dapat kerja – lulus kuliah – sebelum semester 8 – usaha sambilan – punya tabungan

          B. Dapat kerja – lulus kuliah – usaha sambilan – sebelum semester 8 – punya tabungan

       C. Usaha sambilan – dapat kerja – lulus kuliah – punya tabungan – sebelum semester 8

       D. Punya tabungan – lulus kuliah – dapat kerja – usaha sambilan – sebelum semester 8

         E. Dapat kerja – usaha sambilan – lulus kuliah – sebelum semester 8 – punya tabungan

Jawaban: E. Dapat kerja – usaha sambilan – lulus kuliah – sebelum semester 8 – punya tabungan

  1. Seorang artis berencana mengunjungi enam negara di dunia, yaitu Amerika, Prancis, Belanda, Jepang, Korea, Cina satu kali. Direncanakan jadwal kunjungan artis tersebut sebagai berikut:
  • Artis tersebut mengunjungi Jepang hanya jika ia telah mengunjungi Belanda dan Korea
  • Artis tersebut tidak dapat engunjungi Korea sebelum mengunjungi Amerika
  • Kota kedua yang dikunjungi adalah Prancis.

Jika artis mengunjungi Cina pada kesempatan pertama, manakah negara dibawah ini yang ia kunjungi pada kesempatan ketiga?

         A. Amerika

         B. Jepang

         C. Prancis

         D. Amerika dan Belanda

         E. Amerika, Belanda dan Jepang

Jawaban: D. Amerika dan Jepang

Jika artis mengunjungi Cina pada kesempatan pertama, maka ada dua kemungkinan urutan yang terjadi. Urutan kemungkinan pertama adalah: Cina, Prancis, Amerika, Belanda, Korea, Jepang. Sedangkan urutan kemungkina kedua adalah: Cina, Prancis, Belanda, Amerika, Korea, Jepang. Jadi, kemungkinan negara ketiga yang ia kunjungi adalah Amerika dan Belanda.

TPA – Logika Umum

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                 Tes Potensi Akademik Logika Umum

 Tes logika umum adalah tes yang terdiri atas satu atau dua pernyataan yang selanjutnya dicari kesimpulannya. Terdapat beberapa bentuk logika umum yang perlu Anda kuasai agar mampu menjawab soal tes ini.

 A. Pernyataan atau kalimat deklaratif merupakan kalimat yang mempunyai nilai benar saja atau salah saja, tetapi tidak sekaligus bernilai benar atau salah. Nilai tersebut disesuaikan dengn keadaan yang sesungguhnya. Contoh:

  • Bilangan cacah terkecil adalah -1 (Salah)
  • Bulan adalah satu-satunya satelit Bumi (Benar)

 B. Ingkaran atau Negasi adalah pernyataan baru yang dibentuk oleh pernyataan semula sehingga bernilai salah apabila pernyataan pernyataan semula bernilai benar dan bernilai benar apabila pernyataan semula bernilai salah. Contoh:

  • p = Bumi berbentuk bulat (Benar)
  • ~p = Bumi tidak berbentuk bulat (Salah)
  • p = Bandung adalah ibukota Indonesia (Salah)
  • ~p = Bandung bukan ibukita Indonesia (Benar)

   C. Disjungsi adalah dua kata yang dapat digabung dengan menggunakan kata hubung “atau”. Dua pernyataan atau lebih yang mengunakan kata hubung seperti: dan, jika…, maka…, meskipun , tetapi, dapat disebut sebagai kalimat majemuk. Contoh:

  • p = Rafi pandai matematika
  • q = Rafi pandai bahasa inggris

Disjungsi : Rafi pandai matematika atau bahasa inggris

Notasi disjungsi : p  Ú  q

Sementara ingkaran atau negasi dari disjungsi pernyataan diatas adalah

  • p  Ú  q = Rafi pandai matematika atau bahasa inggris
  • ~( p  Ú  q) = Rafi tidak pandai matematika dan bahasa inggris

  D. Konjungsi adalah jika dua pernyataan, p dan q, digabungkan untuk membentuk kalimat majemuk dengan kata hubung “dan”. Contoh:

  • p = Ranti adalah anak yang pintar
  • q = Ranti adalah anak yang rajin

konjungsi : Ranti adalah anak yang pintar dan rajin.

Notasi konjungsi : p  Ù  q

Sementara ingkaran atau negasi dari konjungsi pernyataan diatas adalah

  • p  Ù  q = Ranti adalah anak yang pintar dan rajin
  • ~p  Ù  ~q = Ranti adalah anak yang tidak pintar atau tidak rajin

  E. Implikasi adalah suatu pernyataan majemuk yang dibentuk oleh pernyataan p dan q dengan menggunakan kata hubung “jika…, maka…”

Implikasi jika p maka q dinotasikan p Þ q. p disebut anteseden atau sebab, sedangkan q disebut konsekuen atau akibat. Nilai kebenaran implikasi jika:

  • p bernilai benar dan q bernilai benar maka implikasinya bernilai benar.
  • p bernilai salah dan q bernilai benar maka implikasinya bernilai benar.
  • p bernilai salah dan q bernilai salah maka implikasinya bernilai benar.
  • p bernilai benar dan q bernilai salah maka implikasinya bernilai salah.

     Contoh soal tes logika umum

  1. Semua mahasiswa Perguruan Tinggi memiliki Nomor Induk Mahasiswa. Andi seorang mahasiswa. Jadi…..

          A. Andi mungkin memiliki nomor induk mahasiswa

          B. Belum tentu Andi memiliki nomor induk mahasiswa

          C. Andi memiliki nomor induk mahasiswa

          D. Andi tidak memiliki nomor induk mahasiswa

          E. Tidak dapat ditarik kesimpulan

Jawaban: C. Andi memiliki nomor induk mahasiswa

  1. Permen yang dibungkus dalam kemasan menarik sangat laris terjual. Permen X dibungkus dalam kemasan berwarna merah menyala. Menurut anak-anak, warna merah menyala sangatlah menarik.

          A. Permen X kurang laris terjual di kalangan anak-anak

          B. Permen X tidak laku terjual di kalangan orang dewasa

          C. Permen X laris terjual

          D. Permen X laris terjual di kalangan anak-anak

          E. Tidak dapat ditarik kesimpulan

Jawaban: D. Permen X laris terjual di kalangan anak-anak

  1. Semua karyawan diberi cuti. Sebagian karyawan diberi pesangon. Maka….

           A. Semua karyawan diberi cuti dan pesangon

           B. Karyawan yang diberi cuti biasanya diberi pesangon

           C. Sebagian karyawan diberi cuti dan pesangon

           D. Karyawan yang diberi cuti pasti diberi pesangon

           E. Karyawan tidak diberi cuti dan pesangon

Jawaban: C. Sebagian karyawan diberi cuti dan pesangon

Premis 1 : Semua karyawan diberi cuti ( p Þ q )

Premis 2 : Sebagian karyawan diberi pesangon ( ~p Þ r )

Kesimpulan (Konklusi) : Sebagian karyawan diberi cuti dan pesangon ( ~p Þ q Ú r )

  1. Kendaraan roda tiga dilarang masuk jalan tol. Sementara becak beroda empat. Apakah kesimpulannya?

             A. Becak tidak dilarang masuk jalan tol

             B. Becak dilarang masuk jalan tol

             C. Becak harus masuk jalan tol

             D. Tidak ada kesimpulan

             E. Semua salah

Jawaban: D. Tidak ada kesimpulan

Tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik karena soal kurang lengkap. Soal tidak menyebutkan boleh tidaknya kendaraan beroda empat dapat memasuki jalan tol.

TPA – Numerik Angka Dalam Cerita

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                    Tes Potensi Akademik Numerik Angka Dalam Cerita

Tes ini biasanya berbentuk cerita dengan dasar matematika yaitu dengan konsep aritmatika dan aljabar. Dalam menyelesaikan soal dalam tes ini, Nada harus memahami kemampuan dasar matematika. Terdapat beberapa materi yang sebaiknya dikuasai jika ingin sukses menyelesaikan tes ini.

     A. Jarak dan Kecepatan

Rumus-rumus yang berlaku:

                   Jarak = Kecepatan x Waktu …………… (satuan jarak adalah Km)

                   Waktu = Jarak : Kecepatan ……………. (satuan waktu adalah Jam)

          Kecepatan = Jarak : Waktu ……………. (satuan kecepatan adalah Km/Jam)

 

     B. Bangun Datar

Rumus keliling dan luas bangun datar:

     1. Persegi

Luas = sisi x sisi

Keliling = 4 x sis

 

    2. Persegi panjang

Luas = panjang x lebar

Keliling = 2 x (panjang + lebar)

 

    3. Segitiga

Luas = ½ x alas x tinggi

Keliling = jumlah panjang ketiga sisi

 

    4. Trapesium

Luas = ½ x (jumlah panjang sisi yang sejajar) x tinggi

Keliling = Jumlah panjang keempat sisi

 

    5. Jajaran genjang

Luas = Alas x Tinggi

Keliling = Jumlah panjang keempat sisi

 

    6. Lingkaran

Luas = μ x r2

Keliling = 2 x μ x r

r = Jari-jari

μ = 22/7 atau 3,14

 

    7. Belah ketupat

Luas = diagonal pertama x diagonal kedua

Keliling = Jumlah panjang keempat sisi

 

   8. Layang-layang

Luas = diagonal pertama x diagonal kedua

Keliling = Jumlah panjang keempat sisi

 

    C. Bangun Ruang

Rumus-rumus yang berlaku:

  1. Kubus
  2. Balok
  3. Prisma tegas segitiga

Volume = Luas Alas x Tinggi

Luas permukaan = (2 x Luas Alas) + ( x Luas Sisi Tegak)

 

    9. Limas segi empat

Volume =1/3  x  Luas Alas x Tinggi

Luas permukaan =  Luas Alas  Luas Sisi Tegak

 

    10. Tabung

Volume = μ x r2 x Tinggi

Luas permukaan = 2μr2 (r + Tinggi)

 

    11. Kerucut

Volume = 1/3 μr2 x Tinggi

Luas pemukaan = μ r (r + s)

 

   12. Bola

Volume = 4/3 μr3

Luas permukaan = 4 μr2

 

      D. Aritmatika Sosial

Harga jual adalah harga yang ditetapkan penjual kepada pembeli terhadap suatu barang. Harga beli adalah harga harga pada saat barang dibeli pedagang terhadap suatu barang.

Rumus yang berlaku dalam aritmatika sosial adalah:

                   Untung = harga jual – harga beli

                   Persentase untung = (untung)/(harga beli)  x  100%

                   Rugi = harga beli – harga jual

                   Persentase rugi = (rugi)/(harga beli)  x  100%

 

    E. Perbandingan

Perbandingan ada dua macam, yaitu perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai. Perbandingan senilai adalah perbandingan yang jika nilai awalnya diperbesar maka nilai akhir juga semakin besar. Begitupula sebaliknya. Rumus perbandingan senilai adalah

x / y = a / b

 

Sedangkan perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dua nilai jika nilai awal diperbesar maka nilai akhir menjadi kecil. Perbadingan ini bersifat terbalik. Rumus perbandingan berbalik nilai adalah

x / b = a / y

 

Contoh soal

  1. Eko adalah seorang karyawan perusahaan terkemuka yang gemar membaca koran sambil meminum secangkir kopi luwak kesukaannya. Jika Eko bisa membaca 2 halaman koran tiap x menit. Maka dalam 7 menit eko mampu membaca berapa halaman ?

           A. 14/2x

           B. 14/x

           C. x/14

           D. 7x/2

           E. 7/x

Jawaban:  D. 7x/2

Kalimat matematis yang dapat dibuat dari peryataan soal diatas adalah x / 2.

Sehingga dalam 7 menit, Eko mampu membaca sebanyak

7 X (x/2) = 7x/2 halaman.

 

  1. Tiga kakak beradik bernama Nia, Nanik dan Nur. Nanik 9 tahun lebih tua dari Nia. Nur 2 tahun lebih tua dari Nanik. Dan bila usia mereka dijumlah akan mendapatkan angka 95. Berapakah usia Nia sekarang?

            A. 26

            B. 35

            C. 15

            D. 24

            E. 25

Jawaban: E. 25

Misalkan Nia = Ni; Nanik = Na; Nur = Nu

Na = Ni + 9 ;     Nu = Na + 2 ;     Ni + Nu + Na = 95

Masukan persamaan terakhir menjadi

Ni + (Ni + 9) + 2 + Ni + 9 = 95

3 Ni + 20 = 95 sehingga 3 Ni = 75

Ni = 25 tahun

 

  1. Seorang sales promotion girl (SPG) akan mendapat komisi 15% dari penjualan produk senilai Rp 3.000.000,-. Apabila ia telah menerima komisu Rp 150.000,- berapa bagiankah yang masih harus diterimanya?

           A. 1/3

           B. ¼

           C. 2/3

           D. 2/4

           E. ¾

Jawaban: C. 2/3

Komisi yang didapat setelah menjual produk senilai Rp 3.000.000,- adalah:

15/100 x Rp 3.000.000 = Rp 450.000. SPG baru menerima komisis sebesar Rp 150.000, maka ia masih harus menerima Rp Rp 300.000.

Rp 300.000 / Rp 450.000 = 2 /3 bagian,

 

  1. Rata-rata nilai dari 35 siswa adalah 6,5. Apabila nila dari dua orang siswa yang belum ikut ujian dimasukkan, maka rata-ratanya berubah menjadi 6,6. Berapa jumlah nilai anak tersebut?

           A. 14,6

           B. 15,3

           C. 16,7

           D. 17,6

           E. 18,3

Jawaban: C. 16,7

Rumus rata-rata = (jumlah nilai total) / (banyak data)

Rumus jumlah nilai total = (rata-rata) x (banyak data)

Jumlah nilai total 35 siswa adalah 35 x 6,5 = 227,5

Jumlah nilai total 37 siswa adalah 37 x 6,6 = 244,2

Nilai dari dua orang siswa tambahan adalah 244,2 – 227,5 = 16,7

TPA – Numerik Logika Angka

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                          Tes Potensi Akademik Numerik Logika Angka

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan di bidang angka, terutama struktur berpikir dalam logis matematika. Tes ini menguji tingkat ketelitian karena melibatkan beberpa operasi hitung. Agar sukses menyelesaikan tes ini, dibutuhkan kemampuan kognitif, ketenangan serta kecerdika. Dalam tes logika angka ini, Anda harus mampu membuat penalaran logis terhadap satu atau serangkaian persamaan angka-angka yang ada.

Contoh soal 1

  1. Jika x – y = 1; dan xy = 64. Mana pernyataan yang benar berikut ini?

            A.x = y – 1

            B.x = y / 64

            C.x > y

            D.x = 64y

            E.x = 1 / 64y

Jawaban: C. x > y

Jika x – y = 1 maka dipastikan bahwa nilai x lebih besar daripada y karena hasil pengurangan kedua variabel menghasilkan angka positif. Melalui persamaan kedua xy = 64, nilai x = 64 / y.

  1. Nilai m = 4 dan n = – 4. Jika p = 9(-m-n) dan q = 2(-n+n) Maka yang benar adalah…

            A.p = q

            B.p > q

            C.p – q = – 8

            D.q – p = 64

            E.q < (p – 64)

Jawaban: A. p = q

Nilai p = 9 (- 4 –(- 4)) = 0

Nilai q = 2 (-(-4) + (- 4)) = 0

  1. Jika x – y = 2 dan xy = 125. Manakah pernyataan yang benar berikut ini?

            A.x = y – 2

           B.x = y125

           C.x > y

           D.x = 125y

           E.y = 1/125x

Jawaban: C. x > y

53 = 125 memenuhi persamaan x – y = 2 dan xy = 125. Sehingga didapat nilai x = 5 dan y = 3.

TPA – Numerik Seri Huruf

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                              Tes Potensi Akademik Numerik Seri Huruf

Tes seri huruf ini prinsipnya adalah sama dengan tes seri angka. Tes ini berisi barisan huruf yang mempunyai pola tertentu. Pola huruf dapat berupa melompat satu, urutan dari belakang, dan sebagainya. Namun pola yang ada selalu teratur sehingga huruf berikutnya dapat ditentukan. Anda akan diminta untuk mencari deret urutan huruf selanjutnya dari deretan huruf yang ada. Untuk mendapatkan jawaban, Anda diharuskan jeli dan banyak berlatih untuk mempertajam daya analisa dan kejeliannya.

Terdapat satu tips yang dapat membantu Anda dalam mengerjakan tes seperti ini. Anda bisa memisalkan urutan huruf ini dengan urutan angka, sehingga dapat memudahkan Anda dalam menetukan pola deret huruf tersebut.

Contoh soal

  1. Seri huruf:  Z   V   R   selanjutnya adalah…

           A. M

           B. O

           C. T

           D. L

           E. N

Jawaban: E.  N

Deret huruf dimulai dari urutan belakang. Pola yang berlaku adalah dengan mundur setiap empat huruf ke belakang.

 

  1. Seri huruf:   A    B    D    G   K  selanjutnya adalah…

           A. P

           B. Q

           C. O

           D. U

           E. M

Jawaban: A. P

Perhatikan pola diatas. Pola deret huruf diatas adalah meloncat setiap 1 angka. Sehingga huruf selanjutnya adalah huruf ke 16 yaitu P.

 

  1. Seri huruf :  A   C   E   G   I  selanjutnya adalah…

            A. J dan M

            B. J dan N

            C. J dan L

            D. K dan M

            E. K dan N

Jawaban: D.  K dan M

Perhatikan pola diatas. Pola deret huruf diatas adalah setiap deret selanjutnya ditambah dengan dua angka diatasnya

TPA – Numerik Seri Angka

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                  Tes Potensi Akademik Numerik Seri Angka

Tes ini merupakan tes yang berisi soal berhitung. Tes numerik seri angka ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dalam menentukan sebuah deret angka. Pola deret angka melibatkan berbagai operasi perhitungan seperti penjumlahan, pengurangan, pengalian, pembagian, pemangkatan, pengakaran atau campuran dari beberapa operasi hitung tersebut. Pada tes ini, Anda harus menentukan hubungan satu angka dengan angka setelahnya. Hubungan antara angka tersebut harus dipastikan sama dan konsisten.

Untuk mengerjakan tes numerik seri angka ini, peserta harus mampu menganalisa deret urutan paling logis dan konsisten dari angka-angka yang diberikan. Terkadang seolah ada dua jawaban yang memungkinkan. Namun demikian, sesungguhnya hanya ada satu pilihan jawaban yang benar.

 

Contoh soal:

 

  1. Seri angka : 75 97   60   92   45 selanjutnya…

             A.87

             B.78

             C.102

             D.75

             E.54

Jawaban: A. 87

Pola yang berlaku berdasarkan soal diatas adalah pola bertingkat. Deret angka setelahnya ditentukan pada pola hitungan tingkat kedua, dimana jarak satu angka ke angka lainnya merupakan penjumlahan dan pengurangan angka 10 secara bergantian.

Berdasarkan pola hitungan deret diatas, maka angka selanjutnya adalah penjumlahan dari 45 dan 42 sehingga dihasilkan angka 87.

 

  1. Seri angka: 1 5 9 2 6 10 3 selanjutnya…

             A.6 11   4

             B.7 11   4

             C.7 12   5

             D.6 12   3

             E.8 11   5

Jawaban: B. 7   11   4

Pola yang berlaku berdasarkan soal diatas adalah dengan menambahkan angka 1. Pola penambahan yang sama dilakukan setiap dua angka setelahnya.

 

  1. Seri angka: 13 14   17   22   29   38 selanjutnya…

             A.45 47

             B.45 49

             C.49 62

             D.49 65

             E.49 63

Jawaban: C. 49   62

Pola yang berlaku adalah dengan menambahkan angka ganjil yang dimulai dengan angka 1.

Berdasarkan pola hitungan deret diatas, maka dua angka selanjutnya adalah:

38 + 11 = 49

49 + 13 = 62

 

TPA – Pengelompokan Kata

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                               Tes Potensi Akademik Pengelompokan Kata

Tes pengelompokan kata  bertujuan untuk mengetahui kemampuan perbendaharaan kata yang Anda miliki pada suatu topic tertentu. Setiap soal terdapat beberapa kata yang menunjukkan kelompok kata tertentu. Kelompok kata mengandung suatu pengertian. Contoh:

Manakah yang tidak termasuk dalam kelompoknya?

  1. Jasad
  2. Raga
  3. Rohani
  4. Jasmani
  5. Tubuh

Jasad, raga dan jasmani merupakan sebutan untuk tubuh. Sehingga kata yang tidak termasuk dalam kelompok adalah rohani.

 

Contoh soal

  1. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?

          A.Minister of Defence

          B.Minister of Economy

          C.Prime Minister

          D.Minister of Trade

          E.Foreign Affair Minister

Jawaban: C. Prime Minister

Prime Minister merupakan sebutan yang ditujukan untuk seseorang. Sedangkan Ministry of Defense, Ministry of Economy, Ministry of Trade dan Foreign Affair of Trade adalah nama lembaga pemerintahan.

 

  1. Mana yang tidak masuk dalam kelompoknya ?

            A.Borobudur

            B.Prambanan

            C.Monas

            D.Batik

            E.Malioboro

Jawaban: C. Monas

Bororbudur, Prambanan, Batik dan Malioboro identik dengan Kota Yogyakarta. Jadi, yang tidak masuk dalam kelompok kata diatas adalah Monas.

 

  1. Manakah kata berikut yang tida termasuk kelompoknya?

           A.Elementer

           B.Sederhana

           C.Mudah dimengerti

           D.Dasar

           E.Tingkatan

Jawaban: E. Tingkatan

Elementer berarti sederhana, mudah dimengerti dan dasar.

 

  1. Carilah kata berikut yang tidak termasuk dalam kelompoknya!

           A.Merah

           B.Jingga

           C.Kuning

           D.Hijau

           E.Hitam

Jawaban: E. Hitam

Hitam merupakan warna yang tidak ada pada pelangi.

 

  1. Manakah pasangan yang salah?

          A.Keberuntungan

          B.Selamat

          C.Nasib baik

          D.Dewi keberuntungan

          E.Fortuna

Jawaban: B. Selamat

Dewi Fortuna merupakan nama dari dewi keberuntungan, nasib baik dan symbol keberuntungan.

 

TPA – Hubungan Gambar

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                            Tes Potensi Akademik Hubungan Gambar

Tes ini terdiri atas soal-soal mengenai tes perbandingan gambar. Tes ini bertujuan untuk mencari pasangan gambar dari gambar yang dibandingkan. Diperlukan ketelitian berpikir logis dan analitis, serta kecermatan dan ketepatan dalam memilih jawaban soal. Sekilas gambar yang ada membingungkan. Namun jika Anda memahami petunjuk soal dan sudah mengetahui pola kunci dari setiap soal maka Anda akan mudah menemukan jawabannya dengan cepat.

Contoh soal:

  1. Carilah padanan (kesetaraan) hubungan gambar berikut ini…

Jawaban: B

Perbandingan di gambar pertama menunjukan hasil pencerminan ke bawah dari bangun segitiga. Jadi, hasil pencerminan bawah dari gambar kedua adalah gambar pada opsi B.

 

  1. Perhatikan pasangan gambar pertama. Selanjutnya tentukan pasangan gambar kedua agar mempunyai perbandingan yang tepat dengan pasangan gambar pertama.

Jawaban: B

Gambar persegi dihubungkan dengan persegi., sedangkan gambar segitiga seharusnya juga dihubungkan dengan gambar segitiga. Jadi jawaban yang tepat adalah B.

 

  1. Manakah gambar yang memiliki hubungan yang sama?

Jawaban: E

Hubungan kedua gambar adalah persegi hitam yang menjadi isi dalam bangun persegi panjang. Persegi panjang berisi satu persegi hitam menjadi dua persegi hitam. Sehingga pada segitiga berisi satu persegi hitam, kemudian menjadi segitiga berisi dua persegi hitam.

TPA – Logika Diagram

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                               Tes Potensi Akademik Logika Diagram

Tes ini biasanya menggunakan konsep diagram venn. Diagram Venn digunakan untuk menunjukan relasi antar kelas. Kelas atau kelompok atau himpunan merupakan kumpulan dari suatu objek. Objek tersebut biasanya disebut anggota suatu himpunan. Sebuah kelas atau kelompok didefinisikan dari isi himpunannya. Diagram Venn biasanya dibuat dalam bentuk lingkaran yang digambarkan sesuai dengan hubungan antar himpunannya.

Untuk memudahkan mengerjakan soal seperti ini, perlu dipahami algoritma diagram Venn seperti dibawah ini.

  • Jika tidak beririsan, lingkarannya terpisah. Gambar dibawah ini menggambarkan jika terdapat dua kelompok yang tidak saling berhubungan atau berkaitan.

  • Jika beririsan, lingkarannya ada yang menempel. Lingkaran yang beririsan dibawah ini menjelaskan bahwa sebagian kelompok lingkaran pertama termasuk dalam kelompok lingkaran kedua. Begitupula sebaliknya, sebagian kelompok lingkaran kedua merupakan kelompok lingkaran pertama.

  • Jika menjadi subset, lingkaran yang menjadi subset berada di dalam. Diagram dibawah ini menjelaskan bahwa satu kelompok kecil merupakan bagian dari satu kelompok besar. Contohnya: Lingkaran kecil merupakan himpunan dari Universitas Indonesia, Univesitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro; sedangkan lingkaran besar merupakan kelompok perguruan tinggi di Jawa.

Dalam soal tes jenis ini, kita diminta untuk melakukan penalaran terhadap berdasarkan diagram yang telah disediakan dalam soal. Soal jenis ini terkadang terlihat mudah, namun bila tidak berhati-hati seorang peserta Tes Potensi Akademik sering terjebak memilih jawaban yang keliru. Contoh soal tes logika diagram

  1. Berdasarkan diagram dibawah, manakah pernyataan yang tidak benar?

         A. Sebagian A adalah juga B

         B. Sebagian B juga A

         C. Sebagian E adalah B

         D. Semua D adalah B

         E. Semua E adalah A

Jawaban: C. Sebagian E adalah B

Berdasarkan diagram diatas, kotak E termasuk dalam kotak A namun tidak beririsan dengan kotak B. sehingga pernyataan sebagian E adalah B adalah salah.

TPA – Analisa Pernyataan dan Kesimpulan (Silogisme)

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

   Tes Potensi Akademik Analisa Pernyataan dan Kesimpulan (Silogisme)

Penarikan kesimpulan dalam silogisme diambil atas dua pernyataan implikasi. Aturannya adalah:

Jika p => q benar, dan q => r  benar maka p => r adalah benar. Kedua pernyataan tersebut dapat ditulis dalam persamaan  dibawah:

  1. Premis 1 : p => q
  2. Premis 2 : q => r 

     Kesimpulan (konklusi): p => r

Dalam prinsip silogisme, terdapat premis mayor dan premis minor. Premis mayor merupakan premis pertama (premis 1) sedangkan premis minor merupakan premis kedua (premis 2). Contoh silogisme:

  1. Premis 1 : Jika tanaman tidak disiram maka tanaman akan mati
  2. Premis 2 : Jika tanaman mati maka tidak ada lagi hijaunya dedaunan

    Kesimpulan : Jika tanaman tidak disiram maka tidak ada lagi hijaunya dedaunan.

Terdapat dua modus lain dalam metode penarikan kesimpulan.

  1. Modus Ponens

Jika p => q benar dan p benar maka q benar. Notasi modus ponens adalah:

  1. Premis 1 : p => q
  2. Premis 2 : p

     Kesimpulan (Konklusi) : q

Contoh:

  1. Premis 1 : Jika Bayu rajin menabung maka ia memiliki uang yang banyak
  2. Premis 2 : Bayu rajin menabung

     Kesimpulan : Bayu memiliki uang yang banyak.

  1. Modus Tolens

Jika p => q benar dan ~q benar, maka ~p benar. Notasi modus tolens adalah:

  1. Premis 1 : p => q
  2. Premis 2 : ~q

     Kesimpulan : ~q

Contoh :

  1. Premis 1: Jika Sita tidak belajar sungguh-sungguh maka ia tidak naik kelas
  2. Premis 2 : Sita naik kelas

      Kesimpulan : Sita belajar sungguh-sungguh

Dalam soal jenis ini, kita diminta untuk menganalisa apakah suatu pernyataan dan kesimpulan yang diambil dalam sebuah soal itu salah ataukah sudah benar. Contoha dari tes verbal analisa silogisme adalah seperti berikut.

Untuk tes logika silogisme ini, jawablah :

      A. Bila benar

      B. Bila salah pada pernyataan pertama

      C. Bila salah pada pernyataan kedua

      D. Bila pernyataan pertama dan kedua salah

      E. Bila salah pada kesimpulan

  1. Semua mammalia bernafas dengan paru-paru

Ikan salmon adalah mammalia

Jadi, ikan salmon bernafas dengan paru-paru

Jawaban: A. Benar

  1. Semua pejabat Pemda mendapatkan mobil dinas

Pak Rahmat adalah mantan pejabat Pemda

Jadi, Pak Rahmat tidak lagi mendapatkan mobil dinas

Jawaban: A. Benar

Premis 1 : Semua pejabat Pemda mendapatkan mobil dinas (p Þ q)

Premis 2 : Pak Rahmat adalah mantan pejabat Pemda (~p)

Kesimpulan : Jadi, Pak Rahmat tidak lagi mendapatkan mobil dinas (~q)

  1. Semua pemilik kendaraan bermotor harus memiliki surat izin mengemudi

Faiz memiliki motor

Faiz tidak perlu surat izin mengemudi

Jawaban : E. Salah pada kesimpulan

Premis 1 : Semua pemilik kendaraan bermotor harus memiliki surat izin mengemudi (p Þ q)

Premis 2 : Faiz memiliki motor (p)

Kesimpulan yang benar : Faiz harus mempunyai surat izin mengemudi (q)