INFO SMMPTN

INFO SMMPTN

Kata Pengantar

Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 60 Tahun 2018 Pasal 3 ayat 3 menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru program sarjana (S1) pada Perguruan Tinggi Negeri, (PTN) selain dilakukan melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, dapat juga dilakukan melalui Jalur Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, para Rektor dari 18 PTN yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat, dalam pertemuannya di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2019, telah bersepakat untuk dapat melanjutkan menyelenggarakan program seleksi masuk perguruan tinggi jalur mandiri secara bersama tahun 2020 yang dinamakan program SMM PTN-BARAT 2020. Delapan belas PTN yang tergabung dalam penyelenggaraan SMM PTN-BARAT 2020 adalah:

Program SMM PTN-BARAT 2020, pada dasarnya merupakan jalur seleksi mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi yang teknis pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama. SMM PTN-BARAT adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tulis dalam bentuk cetak (UTBC) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa yang dilakukan secara bersama dibawah koordinasi panitia SMM PTN-BARAT.

Pembiayaan penyelenggaraan SMM PTN-BARAT 2020 sepenuhnya bersumber dari biaya registrasi dan seleksi para calon mahasiswa. Informasi lebih lanjut meliputi ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya registrasi dan seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan pilihan PTN serta program studinya, secara rinci dapat dilihat pada laman www.smmptnbarat.id dan website masing-masing perguruan tinggi peserta SMM PTN-BARAT tahun 2020.

Ketentuan Umum dan Persyaratan

  1. Ketentuan Umum

SMM PTN-BARAT 2020 merupakan seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang penyelenggaraannya dilakukan secara bersama antar perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS-PTN Indonesia Wilayah Barat. Penyelenggaraan seleksinya berdasar hasil ujian tulis berbasis cetak (UTBC) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan dan ujian lainnya yang dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia SMM PTN-BARAT.

  1. Persyaratan
  1. Pendaftaran
    1. Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C, harus memiliki ijazah.
    2. Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C tahun 2019, telah memiliki Surat Keterangan Lulus yang memuat sekurang-kurangnya informasi jati diri, pas foto yang bersangkutan, serta dibubuhi cap yang sah.
    3. Peserta seleksi dalam kondisi kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran pada program studinya.
    4. Ijazah adalah 3 tahun terakhir 2018, 2019, dan 2020 kecuali untuk beberapa universitas:
      • UMRAH, UNJA, UNSIKA, dan Unimal tahun ijazah 5 tahun terakhir (2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020);
      • ISBI menerima tahun ijazah 10 tahun terakhir yaitu mulai ijazah dari tahun 2011 sampai dengan 2020 dan Paket C maksimal umur 25 tahun; dan
      • UPR 3 tahun terakhir (2018, 2019, dan 2020) untuk Fakultas Kedokteran dan 5 tahun terakhir (2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020) untuk fakultas lainnya.
    5. Bagi yang mengambil Prodi Ekonomi Pembangunan, Menajemen, dan Akutansi Fakultas Ekonomi kampus utama, harus ikut ujian Berkemampuan Bahasa Inggris pada hari Sabtu tanggal 20 Juli 2020 di UPT Pusat Bahasa Unand dengan mengisi link http://ukb.smmptn.unand.ac.id
  2. Penerimaan

Peserta seleksi lulus pendidikan menengah, lulus SMM PTN-BARAT 2020, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh masing-masing PTN penerima, termasuk besaran nilai UKT dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) atau Biaya Pengembangan Institusi (BPI) yang besarnya dapat dilihat pada website perguruan tinggi masing-masing.

Prosedur Pendaftaran

  1. Pendaftaran SMM PTN-BARAT 2020 dilakukan secara online.
  2. Proses pendaftaran diawali dengan mengisi biodata singkat pada laman pendaftaran untuk mendapatkan Kode Pembayaran dan PIN yang dimulai sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan tanggal 10 Juli 2020 pukul 15.00 WIB. Setelah Kode Pembayaran diperoleh, proses pembayaran dapat dilakukan melalui bank mitra yaitu Mandiri, BNI, dan BTN. Tata cara pembayaran dapat dilihat di bawah.
  3. Pengisian borang (formulir) pendaftaran ujian tulis dan keterampilan dilakukan melalui website https://pendaftaran.smmptnbarat.id/ dengan cara memasukan seluruh data yang diperlukan secara benar.
  4. Pendaftaran dimulai sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan tanggal 12 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.

Pada saat melakukan pendaftaran secara online, bagi peserta yang mengikuti SBMPTN 2020, diminta memasukkan nomor tes SBMPTN 2020 pada kolom yang disediakan.

Jenis Ujian

  1. Ujian Tulis (UTBC)

Materi Ujian Tulis terdiri atas:

  1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).
  2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi.
  1. Ujian Keterampilan

Ujian Keterampilan diperuntukkan bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan terdiri dari:

  1. Ujian keterampilan seni rupa dengan mata tes menggambar, tes pengetahuan dan wawasan seni rupa.
  2. Ujian keterampilan seni tari dengan mata tes tari bentuk, tes kreatifitas tari, tes imitasi gerak, serta tes pengetahuan dan wawasan seni tari (dalam bentuk wawancara).
  3. Ujian keterampilan seni musik dengan mata tes musikalitas, tes praktek instrumen, serta tes pengetahuan dan wawasan seni musik (dalam bentuk wawancara).
  4. Ujian keterampilan seni drama/teater dengan mata tes praktek monolog, tes praktek pantomim, serta tes pengetahuan dan wawasan seni drama/teater (dalam bentuk wawancara).
  5. Ujian keterampilan fotografi dengan mata tes memotret, pengetahuan seni, dan wawasan seni (dalam bentuk wawancara).
  6. Ujian keterampilan televisi dan film dengan mata tes membuat naskah, story board, pengambilan gambar, serta tes pengetahuan seni dan wawasan seni (dalam bentuk wawancara).
  7. Ujian keterampilan olah raga dengan mata tes kesehatan dan tes keterampilan motorik.
  8. Ujian berkemampuan Bahasa Inggris bagi peserta yang memilih Program Studi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020 Jam 07.00 WIB di Gedung Pusat Bahasa Universitas Andalas.

Kelompok Ujian

Kelompok ujian SMM PTN-BARAT 2020 terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

  1. Kelompok ujian Saintek dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek.
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA, TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, TKD Soshum.

Setiap peserta dapat mengikuti salah satu dari kelompok Saintek, Soshum, atau Campuran.

Kelompok Program Studi dan Jumlah dan Pilihan

  1. Peserta dapat memilih program studi sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, maka peserta mengikuti kelompok ujian Saintek.
    2. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian Soshum.
    3. Jika program studi yang dipilih terdiri dari kelompok Saintek dan Soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian Campuran.
  2. Peserta yang memilih prodi-prodi yang masuk pada kelompok Saintek atau Soshum saja dapat memilih sebanyak-banyak 3 prodi pada satu PTN atau lebih.
  3. Peserta yang memilih prodi-prodi yang masuk kelompok Campuran (Saintek dan Soshum) dapat memilih sebanyak-banyak 4 prodi pada satu PTN atau lebih.
  4. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  5. Peserta diwajibkan untuk memilih prodi pada PTN tempat mengikuti ujian sebagai pilihan pertama.
  6. Bagi yang memilih prodi bidang keolahragaan dan seni diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Biaya Register dan Seleksi Ujian Tulis dan Keterampilan

  1. Biaya registrasi dan seleksi bagi peserta yang masuk kelompok Saintek atau Soshum (tidak ada materi uji keterampilan) sebesar Rp 350.000,-
  2. Biaya registrasi dan seleksi bagi peserta yang masuk kelompok Campuran dan kelompok Saintek atau Soshum yang ada materi uji keterampilan dan/atau materi ujian berkemampuan Bahasa Inggris adalah sebesar Rp 500.000,-
  3. Biaya registrasi dan seleksi dapat dibayarkan pada waktu yang ditetapkan melalui Bank yang ditetapkan.
  4. Biaya registrasi dan seleksi yang telah dibayarkan TIDAK DAPAT ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Jadwal Ujian

  • Ujian Tulis (UTBC) :

UTBC dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 16 Juli 2020 dengan jadwal sebagai berikut:

  • Ujian Keterampilan :

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Jumat s.d. Sabtu tanggal 17 s.d. 18 Juli 2020

Tempat dan Lokasi Ujian

  1. Tempat ujian peserta SMM PTN-BARAT 2020 adalah di PTN pilihan pertama.
  2. Lokasi ruang ujian tulis diatur dan ditetapkan oleh panitia pada masing-masing PTN peserta program seleksi SMM PTN-BARAT 2020.
  3. Lokasi ujian keterampilan dilakukan di PTN tempat ujian tulis, dan apabila tidak tersedia, maka dilakukan di PTN terdekat, dengan biaya transportasi atas tanggungan peserta.

Pengumuman Hasil Seleksi

Hasil seleksi SMMPTN 2020 akan diumumkan pada tanggal 25 Juli 2020 mulai pukul 10.00 WIB dan dapat diakses melalui laman http://pengumuman.smmptnbarat.id dan laman mirror sebagai berikut:

Daftar Kampus

Al Quran dan Hadist

ALQURAN DAN HADIST

Ø Al-Quran

 


Pengertian Al Quran

 

Pengertian Al-Quran menurut bahasa adalah bacaan atau sesuatu yang dibaca secara berulang.

Sedangkan menurut terminologi, Al-Quran artinya firman Allah SWT yang diturunkan hanya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah mukjizat untuk kemudian disampaikan dengan jalan mutawattir dengan perantaraan malaikat Jibril.

Sedangkan menurut syariat Islam, membaca Al-Quran dinilai sebagai salah satu ibadah kepada Allah SWT.

 

Al-Qur’an menurut seorang ahli bernama Muhammad Ali ash-Shabuni adalah firman Allah SWT yang tidak ada tandingannya, firman Allah SWT ini diturunkan kepada Nabi Muhammad yang disampaikan melalui perantara yaitu malaikat Jibril AS. Al-Quran sendiri diawali dengan bacaan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Naas yang termasuk surat makkiyah.


Fungsi Al-quran

 

Keberadaan Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai firman Allah SWT tentunya mempunyai beberapa fungsi. Adapun beberapa fungsi dari Al-Qur’an adalah :

 

1. Petunjuk Bagi Manusia

Terkait hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah 2 : 185 dan Surah Al-Fusilat 41 : 44 yang menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk bagi umat manusia.

2. Sumber Pokok Dari Ajaran Agama Islam

Hal ini telah diyakini dan juga diakui kebenarannya oleh hukum Islam. Ajaran dalam Al-qur’an juga meliputi persoalan tentang kemanusiaan secara umum seperti halnya mengenai ibadah, hukum, ekonomi, poleksosbud, serta ilmu pengetahuan dan juga seni.

3. Peringatan dan Pelajaran Bagi Manusia

Dalam Al-Qur’an juga banyak diterangkan mengenai kisah para Nabi dan umat terdahulu baik itu umat yang melaksanakan perintah Allah SWT maupun umat yang menentang dan bahkan mengingkari ajaran Allah SWT. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kita sehingga kita dapat mengambil hikmah dari berbagai kisah yang tercantum dalam Al-qur’an tersebut.

4. Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Turunnya Al-Qur’an merupakan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW selain mukjizat lainnya. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang fungsinya sebagai pedoman hidup setiap umat Muslim dan sebagai korektor serta penyempurna dari kitab-kitab Allah SWT yang telah diturunkan sebelumnya, bahkan Al-qur’an juga mempunyai nilai abadi karena selamanya tidak dapat diubah.


Nama-nama Al-quran

 

Menurut seorang ahli bernama As-Suyug, Al-Qur’an mempunyai 55 nama, dan bahkan dalam Ensiklopedia Islam untuk Pelajar disebutkan ada setidaknya 78 nama bagi kitab suci Al-Quran.

Beberapa nama Al-Qur’an tersebut yang paling populer dan paling banyak digunakan di masyarakat adalah :

1. Al-Quran

Merupakan nama yang paling populer dan juga paling sering digunakan dalam kitab suci terkahir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ini.Al-Qur’an berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca. Salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan nama ini adalah Surah Al-Baqarah : 185.

2. Al-Kitab

Al-Qur’an juga seringkali disebut sebagai Kitabullah yang artinya Kitab Suci Allah SWT dan dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang ditulis. Ayat Al-Qur’an yang menyebutkan nama ini adalah Surah Al-Baqarah : 2 dan Surah Ali’imran : 3.

3. Al-Furqan

Al-Furqan berarti pembeda yang mempunyai maksud bahwa mukjizat Nabi Muhammad SAW ini merupakan suatu pembeda bagi mana yang haq dan mana yang bathil atau mana yang baik dan mana yang buruk.Nama Al-Furqan sebagai salah satu nama Al-Qur’an termaktub dalam Surah Al-Furqan : 1.

4. Al-Zikr

Al-Zikr artinya adalah pemberi peringatan dimana Al-Qur’an dapat memberikan peringatan kepada manusia. Adapun ayat dalam Al-Qur’an yang mengandung nama ini terdapat dalam Surah Al-Hijr : 9.

5. At-Tanzil

Sedangkan At-Tanzil artinya yang diturunkan, maksudnya adalah Al-Qur’an ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara yaitu Malaikat Jibril AS untuk disampaikan kepada umat manusia secara mutawattir. At-Tanzil sebagai nama lain dari Al-Qur’an ini disebutkan dalam Surah Asy-Syu’ara : 192.



Kedudukan Al-qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam

 

Al-Qur’an dalam Islam dijadikan sumber hukum umat Islam. Al-Qur’an merupakan sumber hukum dari semua hukum yang ada di bumi sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam Surah An-Nisa’ ayat 59, yang artinya “

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri diantara kamu.Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.

Dari ayat yang telah disebutkan tadi, telah tercantum dengan jelas bahwa Al-Qur’an mempunyai kedudukan sebagai sumber hukum Islam yang paling utama dan dapat pula dijadikan pedoman hidup serta petunjuk bagi seluruh umat manusia.



Sejarah Singkat Turunnya Al Quran

Al Quran di turunkan melalui perantara malaikat Jibril yang menyampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Proses turunnya Al Quran berlangsung selama 22 tahun , 2 bulan dan 22 hari secara berangsur-angsur.

Wahyu pertama yang turun adalah Surat Al ‘Alaq ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun pada tanggal 17 Ramadhan di Gua Hira. Wahyu yang selanjutnya di turunkan jedanya selama 3 tahun.

Adapun urutan ayat dan surat yang ada di dalam Al Quran saat ini bukanlah berdasarkan diturunkannya ayat dan surat tersebut.

Adapun lokasi penurunannya di bagi menjadi dua, yaitu di Makkah dengan jumlah 86 surat yang diturunkan selama 13 tahun, dan digolongkan ke dalam surat Makiyyah. Serta di Madinah dengan jumlah 28 surat yang diturunkan selama 10 tahun dan di golongkan ke dalam surat Madaniyyah.



Periode Diturunkannya Al Quran

Periode Makkah pertama selama 4 sampai dengan 5 tahun. Pada masa ini, dakwah Islam masih terbatas pada ruang lingkup yang kecil, dan ayat yang diturunkan pun pada umumnya membahas tentang pelajaran bagi Rasulullah untuk membentuk kepribadiannya, pembahasan tentang dasar-dasar akhlak Islamiyah, pengetahuan tentang sifat Allah serta bantahan mengenai pandangan hidup di masyarakat Jahiliyah kala itu.

Periode Makkah kedua selama 4 sampai dengan 9 tahun. Pada masa ini dakwah Islam sudah mulaiterbuka. Masyarakat Makkah sudah mulai berfikir untuk menghalangi dakwah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa ini umumnya tentang kewajiban sebagai seorang muslim, pembaasan tentang ke esaan Allah, pembahasan tentang hari kiamat, serta ancaman dan kecaman kepada orang musyrik yang mempunyai prilaku buruk.

Periode Madinah selama 10 tahun. Rasulullah mulai hijrah dari Makkah ke Madinah, dan masyarakat sekitar mulai terbentuk keimanannya. Disana, masyarakat Yahudi dan Islam hidup berdampingan, namun seiring berjalannya waktu, kaum Yahudi pun mulai ikut menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.



Tahap Turunnya Al Qur’an

Yang dimaksud dengan Tahap-tahap diturunkannya Al-Qur’an adalah tertib dari fase-fase disampaikannya kitab Suci Al-Qur’an, mulai dari sisi allah SWT sampai kepada nabi Muhammad SAW. Kitab Suci ini tidak seperti kitab-kitab Suci sebelumnya. Karena, Kitab Suci ini kebanyakan diturunkan secara bertahap, sehingga betu-betul menunjukkan kemu’jizatannya. Selain itu, penyampaian Kitab Suci tersebut sangat luar biasa, yang tidak dipunyai oleh kitab-kitab sebelumnya. Proses-proses diturunkannya Al-Qur’an ada tiga fase atau tahapan, seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut:

·         Tahap Pertama

Tahapan Pertama, Al-qur’an diturunkan/ditempatkan ke Lauh Mahfudh. Lauh Mahfudh adalah suatu tempat dimana manusia tidak bisa mengetahuinya secara pasti. Dalil yang mengisyaratkan bahwa Al-qur’an itu diletakkan di Lauh mahfudh itu ialah terdapat dalam firman Allah swt: “Bahkan (Yang didustakan mereka) itu yaitu Al-Qur’an yang mulia yang tersimpan di lauh mahfudh.” (QS. Al Buruj: 21 – 22). Tetapi berkaitan sejak kapan Al-quran ditempatkan di Lauh mahfudh, dan bagaimana caranya merupakan hal-hal ghaib tidak ada yang mampu mengetahuinya selain Allah SWT.

·         Tahapan Kedua

Tahapan kedua, Al-Qur’an singgah dari Lauh Mahfudh ke Baitul izzah di Langit dunia. Sehinggai, setelah berada di Lauh Mahfudh, Kitab Al-Qur’an itu letakkan ke Baitul Izzah di Langit dunia atau langit terdekat dengan bumi ini. Banyak dalil yang menjelaskan penurunan Al-Qur’an tahapan keduanya ini, baik dari ayat Al-Qur’an ataupun dari Hadits Nabi Muhammad saw, diantaranya adalah seperti dibawah ini:

  1. Sesungguhnya Kami menurunkan-Nya (Al-qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. (QS. Ad-Dukhon: 3).
  2. Sesungguhnya Kami telah menurunkan-Nya (Al-qur’an) pada malam kemuliaan. (QS. Al-Qadri: 1).
  3. ” (Beberapa hari itu) ialah Bulan Ramadlan, bulan yang didalamnya diturunkan permulaan) Al-Qur’an”. (QS. Al-Baqarah: 185).

·         Tahapan Ketiga

Tahapan Ketiga, Al-Qur’an diturunkan dari Baitul Izzah dilangit dunia langsung kepada Nabi Muhammad saw. Artinya, baik melalui perantaraan Malaikat Jibril, atau pun secara langsung ke dalam hati sanubari Nabi Muhammad saw, ataupun dari balik tabir.

Firman Allah swt. Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi, di antaranya sebagai berikut:

  1. ”Dan sesungguhnya Kami telah menyinggahkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.” (QS. Al-Baqarah: 99).
  2. ”Dia-lah yang menyinggahkan urunkan Al-Qur’an kepadamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah point-point isi Al-Qur’an, dan yang lain (ada ayat-ayat) yang mutasyabbihat.” (QS. Ali Imran: 7).
  3. ”Ia (Al-quran) itu dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibrl) ke dalam hatimu (Muhammad) supaya kamu menjadi salah seorang diantara orang–orang yang mengirim peringatan.” (QS. Asy – Syu’ara: 193 – 194).
  4. ”Sesungguhnya Al-Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah SAW seraya berkata:” Wahai Rasulullah, bagaimanakah wahyu itu turun kepadamu? Maka Rasulullah SAW bersabda:” kadang-kadang datang kepadaku seperti gemurunnya bunyi lonceng, dan itu paling berat bagiku. Maka begitu berhenti bunyi itu dariku, aku telah merajai apa yang sudah diucapkannya. Dan kadang-kadang malaikat menyamar kepadaku sebagai laki-laki, lalu mengajak berbicara denganku. Maka aku kuasai apa yang diucapkannya.” Aisyah lalu berkata:” Saya pernah menyaksikan beliau wahyu pada hari yang sangat dingin, tetapi begitu selesai wahyu itu dari beliau, maka bercucurlah keringat dipelipis beliau.” (H.R. Al-Bukhari).

Awal Mula Dibukukannya Al Quran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ayat-ayat Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Pada saat itu, kertas belum ada di Arab, meskipun sudah ditemukan di China.

Karena Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, maka ketika menerima Wahyu, beliau langsung menyampaikannya kepada para sahabat. Para sahabat lalu menghafalkannya di luar kepala. Bagi yang bisa menulis, diminta untuk menuliskannya di atas kulit pohon, batu, kain, kulit hewan dan lain sebagainya.

Untuk menjaga kemurnian Al Quran, setiap tahun malaikat Jibril bersama Rasululah selalu mengulang hafalan Al Quran. Bahkan di tahun terakhir menjelang wafatnya, Nabi Muhammad bersama malaikat jibril mengulangi hafalannya sebanyak dua kali.

Pembukuan Al Quran pertama kali dilakukan pada masa Abu Bakar Ash Shiddiq atas usulan dari Umar bin Khaththab. Hal ini terjadi karena Umar khawatir atas kemurnian Al Quran karena tidak sedikit dari para penghafal yang mati Syahid karena ikut berperang.

Pembukuan itu dipimpin oleh Zaid bin Tsabit dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang sudah pernah dituliskan oleh para sahabat di batu, kain, kulit pohon, kulit hewan dan lain sebagainya. Hasil dari hall tersebut adalah pembukuan resmi Al Quran yang pertama kalinya.

Al Quran yang sudah disatukan menjadi buku tersebut lalu disimpan oleh Abu Bakar sampai ia meninggal dunia. Setelahnya, di simpan oleh Umar sampai ia meninggal, dan diteruskan oleh anaknya yaitu Hafsah.

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Al Quran pertama kalinya di gandakan dan di distribusikan. Hal ini terjadi karena Islam sudah tersebar luas sampai ke Iran. Setelah itu, penggandaan dan pendistribusian Al Quran kembali dilanjutkan oleh Huzaifah bin Yaman.



Hikmah Diturunkannya Al-Qur’an Secara Bertahap

Al-Qur’an tidak diturunkan kepada Rasulullah saw. sekaligus satu kitab. Tapi secara berangsur-angsur, surat-persurat dan ayat-perayat. Sebagaimana yang kita ketahui segala sesuatu yang Allah kehendaki itu memiliki hikmah dan memiliki tujuan. Nah, begitu juga dengan proses turunnya Al-Qur’an secara bertahap. Diantara hikmah atau tujuannya dijelaskan sebagai berikut:

  • Untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqon ayat 32 yang artinya: “Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al-Qur’an itu tidak disinggahkan kepadanya sekali singgah saja?” demikianlah agar kami perkuat hatimu dengannya dan kami melafaskannya dengan tartil (teratur dan benar)”.

Ayat diatas menerangkan bahwa Allah memang sengaja menyinggahkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur. Tidak singgah langsung berbentuk satu kitab dengan tujuan untuk meneguhkan hati Nabi Saw. Sebab dengan turunnya wahyu secara bertahap berdasarkan peristiwa, kondisi, serta situasi yang mengiringinya, tentu hal itu lebih sangat kuat menancap dan sangat terkesan di hati sang penerima wahyu tersebut, ialah Nabi Muhammad. Dengan itu turunnya malaikat kepada beliau juga lebih sering, yang tentunya dapat membawa dampak psikologis kepada beliau; terbaharui semangatnya dalam mengemban risalah dari sisi Allah. Beliau tentunya juga sangat senang dengan kegembiraan yang susah diungkapkan dengan kata-kata.

  • Untuk menantang orang-orang kafir yang mengingkari al-Qur’an

Allah menantang orang-orang kafir agar membuat satu surat saja yang sebanding dengannya. Dan ternyata mereka tidak bisa membuat satu surat saja yang seperti al-Qur’an, apalagi membuat langsung satu kitab.

  • Supaya mudah dihafal dan dipahami

Dengan singgahnya al-Qur’an secara berangsur-angsur, sangatlah gampang bagi manusia untuk menghafal serta memahami maknanya. Lebih-lebih untuk orang-orang yang buta aksara (huruf) seperti orang-orang arab pada saat itu, Al-Qur’an turun secara bertahap tentu sangat menolong mereka dalam menghafal serta memahami ayat-ayatnya. Memang ayat-ayat al-Qur’an begitu suratnya turun oleh para sahabat langsung dihafalkan dengan baik, dipahami artinya, lantas dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya Umar bin Khattab pernah berbicara: “Pelajarilah Al-Qur’an lima ayat-lima ayat. Sebab Jibril biasa singgah membawa Qur’an kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam lima ayat-lima ayat”. (Hadist Riwayat Baihaqi)

  • Supaya orang-orang mukmin bersemangat dalam menerima Qur’an dan giat mengamalkannya

Kaum muslimin pada masa itu memang senantiasa menginginkan serta merindukan turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Apalagi pada saat ada kejadian yang sangat menuntut penyelesaian wahyu seperti ayat-ayat berkaitan kabar bohong yang disebarkan oleh kaum munafik untuk memfitnah ummul mukminin Aisyah radiyallahu’anha, dan ayat-ayat tentang li’an.

  • Mengiringi peristiwa-peristiwa di masyarakat dan bertahap dalam menetapkan suatu hukum.

Al-Qur’an singgah secara berangsur-angsur, yaitu dimulai dari masalah-masalah yang sangat penting kemudian menyusul masalah-masalah yang penting. Karena masalah yang sangat pokok dalam Islam ialah masalah Iman, maka pertama kali yang diprioritaskan oleh Al-Qur’an adalah tentang keimanan kepada Allah, malaikat, iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepada hari akhir, kebangkitan dari kubur, surga dan neraka. Setelah akidah Islamiyah itu tumbuh serta mengakar di hati, baru Allah menyinggahkan ayat-ayat yang memerintah berakhlak mulia dan mencegah perbuatan keji dan mungkar untuk membasmi kejahatan serta kerusakan sampai pada akarnya. Juga ayat-ayat yang menerangkan halal haram pada makanan, minuman, harta benda, kehormatan serta hukum syari’ah lainnya. Begitulah peristiwa al-Qur’an diturunkan sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang mengiringi perjalanan jihad panjang kaum muslimin untuk memperjuangkan agama Allah di muka bumi. Dan ayat-ayat itu tak henti-henti memotivasi mereka dalam perjuangan ini.

 


Ø Hadits

 

Pengertian Hadits

Hadits menurut bahasa yaitu sesuatu yang baru, menunjukkan sesuatu yang dekat atau waktu yang singkat. Hadits juga berarti berita yaitu sesuatu yang diberitakan, diperbincangkan, dan dipindahkan dari seorang kepada orang lain.

Hadits menurut istilah syara’ ialah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik itu ucapan, perbuatan, atau pengakuan (taqrir). Berikut ini adalah penjelasan mengenai ucapan, perbuatan, dan perkataan.

Hadits Qauliyah ( ucapan) yaitu hadits hadits Rasulullah SAW, yang diucapkannya dalam berbagai tujuan dan persuaian (situasi).

Hadits Fi’liyah yaitu perbuatan-perbuatan Nabi Muhammad SAW, seperti  pekerjaan melakukan shalat lima waktu dengan tatacaranya dan rukun-rukunnya, pekerjaan menunaikan ibadah hajinya dan pekerjaannya mengadili dengan satu saksi dan sumpah dari pihak penuduh.

Hadits Taqririyah yaitu perbuatan sebagian para sahabat Nabi yang telah diikrarkan oleh Nabi SAW, baik perbuatan itu berbentuk ucapan atau perbuatan, sedangkan ikrar itu adakalanya dengan cara mendiamkannya, dan atau melahirkan anggapan baik terhadap perbuatan itu, sehingga dengan adanya ikrar dan persetujuan itu. Bila seseorang melakukan suatu perbuatan atau mengemukakan suatu ucapan dihadapan Nabi atau pada masa Nabi, Nabi mengetahui apa yang dilakukan orang itu dan mampu menyanggahnya, namun Nabi diam dan tidak menyanggahnya, maka hal itu merupakan pengakuan dari Nabi. Keadaan diamnya Nabi itu dapat dilakukan pada dua bentuk :

Pertama, Nabi mengetahui bahwa perbuatan itu pernah dibenci dan dilarang oleh Nabi. Dalam hal ini kadang-kadang Nabi mengetahui bahwa siapa pelaku berketerusan melakukan perbuatan yag pernah dibenci dan dilarang itu. Diamnya Nabi dalam bentuk ini tidaklah menunjukkan bahwa perbuatan tersebut boleh dilakukannya. Dalam bentuk lain, Nabi tidak mengetahui berketerusannya si pelaku itu melakukan perbuatan yang di benci dan dilarang itu. Diamnya Nabi dalam bentuk ini menunjukkan pencabutan larangan sebelumnya.

Kedua, Nabi belum pernah melarang perbuatan itu sebelumnya dan tidak diketahui pula haramnya. Diamnya Nabi dalam hal ini menunjukkan hukumnya adalah meniadakan keberatan untuk diperbuat. Karena seandainya perbuatan itu dilarang, tetapi Nabi mendiamkannya padahal ia mampu untuk mencegahnya, berarti Nabi berbuat kesaahan ; sedangkan Nabi terhindar bersifat terhindar dari kesalahan.

 Definisi Hadits Menurut Ahli

 

Menurut ahli hadits diantaranya adalah Al Hafidz dalam Syarh Al bukhary dan Al Hafizh dari Shakawu, hadits adalah segala ucapan, perbuatan, dan juga keadaan dari Nabi Muhammad SAW termasuk didalamnya segala macam keadaan beliau yang diriwayatkan dalam sejarah baik itu tentang kelahiran beliau, tempat tempat tertentu dan peristiwa peristiwa tertentu yang berkaitan dengan itu, baik sebelum dibangkitkan sebagai Rasulullah maupun setelahnya.

Kedudukan Hadits

Dalam kedudukannya sebagai penjelas, hadits kadang-kadang memperluas hukum dalam Al-Qur’an atau menetapkan sendiri hukum di luar apa yang ditentukan Allah dalam Al-Quran.

Kedudukan Hadits sebagai bayani atau menjalankan fungsi yang menjelaskan hukum Al-Quran, tidak diragukan lagi dan dapat di terima oleh semua pihak, karena memang untuk itulah Nabi di tugaskan Allah SWT. Namun dalam kedudukan hadits sebagai dalil yang berdiri sendiri dan sebagai sumber kedua setelah Al-Quran, menjadi bahan perbincangan dikalangan ulama. Perbincangan ini muncul di sebabkan oleh keterangan Allah sendiri yang menjelaskan bahwa Al-Quran atau ajaran Islam itu telah sempurna. Oleh karenanya tidak perlu lagi ditambah oleh sumber lain.

 

Penulisan Hadits

Para penulis sejarah Rasul, ulama hadis, dan umat Islam semuanya sependapat menetapkan bahwa AI-Quranul Karim memperoleh perhatian yang penuh dari Rasul dan para sahabatnya. Rasul mengharapkan para sahabatnya untuk menghapalkan AI-Quran dan menuliskannya di tempat-tempat tertentu, seperti keping-keping tulang, pelepah kurma, di batu-batu, dan sebagainya.

Ketika Rasulullah SAW. wafat, Al-Quran telah dihapalkan dengan sempurna oleh para sahabat. Selain itu, ayat-ayat suci AI-Quran seluruhnya telah lengkap ditulis, hanya saja belum terkumpul dalam bentuk sebuah mushaf. Adapun hadis atau sunnah dalam penulisannya ketika itu kurang memperoleh perhatian seperti halnya Al-Quran.

Penulisan hadis dilakukan oleh beberapa sahabat secara tidak resmi, karena tidak diperintahkan oleh Rasul sebagaimana ia memerintahkan mereka untuk menulis AI-Quran. Diriwayatkan bahwa beberapa sahabat memiliki catatan hadis-hadis Rasulullah SAW. Mereka mencatat sebagian hadis-hadis yang pernah mereka dengar dari Rasulullah SA W.

Diantara sahabat-sahabat Rasulullah yang mempunyai catatan-catatan hadis Rasulullah adalah Abdullah bin Amr bin AS yang menulis, sahifah-sahifah yang dinamai As-Sadiqah. Sebagian sahabat menyatakan keberatannya terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh Abdullah itu Mereka beralasan bahwa Rasulullah telah bersabda.

Artinya:
“Janganlah kamu tulis apa-apa yang kamu dengar dari aku selain Al- Quran. Dan barang siapa yang lelah menulis sesuatu dariku selain Al- Quran, hendaklah dihapuskan. ” (HR. Muslim)
Dan mereka berkata kepadanya, “Kamu selalu menulis apa yang kamu dengar dari Nabi, padahal beliau kadang-kadang dalam keadaan marah, lalu beliau menuturkan sesuatu yang tidak dijadikan syariat umum.” Mendengar ucapan mereka itu, Abdullah bertanya kepada Rasulullah SAW. mengenai hal tersebut. Rasulullah kemudian bersabda:

Artinya:

“Tulislah apa yang kamu dengar dariku, demi Tuhan yang jiwaku di tangannya. tidak keluar dari mulutku. selain kebenaran “.

Menurut suatu riwayat, diterangkan bahwa Ali mempunyai sebuah sahifah dan Anas bin Malik mempunyai sebuah buku catatan. Abu Hurairah menyatakan: “Tidak ada dari seorang sahabat Nabi yang lebih banyak (lebih mengetahui) hadis Rasulullah daripadaku, selain Abdullah bin Amr bin As. Dia menuliskan apa yang dia dengar, sedangkan aku tidak menulisnya”. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa larangan menulis hadis dinasakh (dimansukh) dengan hadis yang memberi izin yang datang kemudian.

 Jenis – Jenis Hadits

Jenis – jenis hadits dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori, yaitu :

1.      Berdasarkan Keutuhan Rantai Sanad

Berdasarkan tingkat keutuhan rantai Sanadnya, hadits dapat digolongkan ke dalam 6 jenis, yaitu :

Hadits Mursal – Merupakan hadits yang penutur satunya tidak dijumpaik secara langsung.

Hadits Munqathi’ – Merupakan hadits yang putus pada salah satu atau pun dua penutur.

Hadits Mu’dlal – Merupakan hadits yang terputus pada dua generasi penutur secara berturut – turut.

Hadits Mu’allaq – Merupakan hadits yang terputus sebanyak 5 penutur, dimulai dari penutur pertama secara berturut – turut.

Hadits Mudallas – Merupakan hadits yang tidak tegas disampaikan secara langsung kepada penutur.

Hadits Musnad – Merupakan hadits yang penuturnya paling jelas dan tidak terpotong sama sekali.

2.      Berdasarkan Jumlah Penutur

 

Berdasarkan Jumlah penuturnya, hadits dapat dikelompokkan ke dalam 2 jenis hadits, yaitu :

Hadits Mutawatir – Merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang sudah sepakat untuk saling mempercayai.

Hadits Ahad – Merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang belum mencapai tingkatan mutawatir. Hadits Ahad sendiri dapat dikelompokkan ke dalam tida macam hadits yaitu Gharib, Aziz, dan Mansyur.

3.      Berdasarkan Tingkat Keaslian Hadits

Berdasarkan tingkat keasliannya, hadits dapat dibagi menjadi 4 macam hadits, yaitu :

Hadits Sahih – Merupakan hadits yang sanadnya bersambung, paling diakui tingkat keasliannya dan paling banyak diterima oleh kelompok ulamah.

Hadits Hasan – Merupakan hadits yang sanadnya bersambung, namun diriwayatkan oleh rawi yang tidak sempurna ingatannya.

Hadits Dhaif – Merupakan hadits yang sanadnya tidak bersambung atau pun diriwayatkan oleh rawi yang tidak kuat ingatannya / tidak adil.

Hadits Maudlu’ – Merupakan hadits yang dicurigai palsu atau pun karangan manusia.

Hubungan Hadits dengan Al-Qur’an

Bila kita lihat dari fungsinya hubungan Hadits dengan Al-Qur’an sangatlah berkaitan. Karena pada dasarnya Hadits berfungsi menjelaskan hukum-hukum dalam Al-Qur’an dalam segala bentuknya sebagaimana disebutkan di atas. Allah SWT menetapkan hukum dalam Al-Qur’an adalah untuk diamalkan, karena dalam pengalaman itulah terletak tujuan yang digariskan. Tetapi pengalaman hukum Allah diberi penjelasan oleh Nabi. Dengan demikian bertujuan supaya hukum-hukum yang ditetapkan Allah dalam Al-Qur’an secara sempurna dapat dilaksanakan oleh umat.

Sebagaimana dalam uraian tentang Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa sebagian besar ayat hukum dalam Al-Qur’an adalah dalam bentuk garis besar yang secara amaliyah belum dapat dilaksanakan tanpa penjelasan dari hadits. Dengan demikian keterkaitan hadits dengan Al-Qur’an yang utama adalah berfungsi untuk menjelaskan Al-Qur’an. Dengan demikian bila Al-Qur’an disebut sebagai sumber asli bagi hukum fiqh, maka hadits disebut sebagai bayani. Dalam kedudukannya sebagai bayani maka dalam hubungannya dengan Al-Qur’an, Hadits menjalankan fungsi sebagai berikut :

  1. Menguatkan dan menegaskan hukum-hukum yang tersebut dalam Al-Qur’an atau disebut fungsi ta’kid dan taqrir. Dalam bentuk ini Hadits hanya seperti mengulangi apa-apa yang tersebut dalam Al-Qur’an.
  2. Memberikan penjelasan terhadap apa yang dimaksud dalam Al-Qur’an dalam hal :
  3. Menjelaskan arti yang masih samar dalam Al-Qur’an
  4. Merinci apa-apa yang dalam Al-Qur’an disebutkan secara garis besar
  5. Membatasi apa-apa yang dalam Al-Qur’an disebutkan secara umum
  6. Memperluas maksud dari suatu yang tersebut dalam Al-Qur’an

Faedah Mempelajari Ilmu Hadits

 

Tujuan mempelajari Ilmu hadis adalah untuk mengetahui (memilah) hadis-hadis yang shahih dari yang selainnya. Yakni mengetahui keadaan dari suatu hadis, apakah hadis tersebut shahih, hasan, atau bahkan dha’if (lemah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pegangan).









Source :  https://belajargiat.id/hadits/    ,https://pengertiandefinisi.com/pengertian-hadits-dan-jenis-jenis-hadits/ , https://belajargiat.id/quran/ , https://www.ayoksinau.com/pengertian-nuzulul-quran/ , https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/1952/pengertian-kedudukan-dan-fungsi-hadits.html

BENTUK MOLEKUL / GEOMETRI MOLEKUL

BENTUK/GEOMETRI Molekul

Bentuk molekul suatu zat ditentukan berdasarkan percobaan, antara lain dengan metode difraksi sinar X dan metode spektroskopi infra merah. Dari bentuk-bentuk molekul yang diperoleh, para ilmuwan menyusun teori untuk menjelaskan bentuk molekul tersebut.

  1. Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion)

Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) menyatakan bahwa pasangan elektron dalam ikatan (PEI) kimia ataupun pasangan elektron yang tidak dipakai bersama (yaitu pasangan elektron bebas (PEB)) saling tolak-menolak, pasangan elektron cenderung untuk berjauhan satu sama lain. Tolakan-tolakan ini menyebabkan suatu senyawa memiliki struktur geometri

Berikut ini adalah urutan besarnya gaya tolakan antara dua pasang elektron yaitu PEB-PEB > PEB-PEI > PEI-PEI

    2. Teori Domain Elektron

Teori domain elektron berkaitan erat dengan teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) yang mengemukakan adanya tolakan pasangan elektron pada kulit valensi.

Teori domain elektron dikembangkan oleh Gilliespie dan Hargittai (1991) berdasarkan ide-ide yang dikemukakan oleh Sidgwick dan Powell. Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul tanpa perlu melibatkan orbital-orbital atom yang terlibat dalam pembentukan ikatan.

  • Pengertian Domain Elektron

Elektron yang terdapat pada suatu atom, kecuali atom hidrogen dan helium dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu elektron pada kulit dalam (inner shell electron) dan elektron pada kulit valensi (valence shell electron). Elektron-elektron tersebut tidak stationer dan posisinya tidak dapat ditentukan secara pasti akibat berlakunya ketidakpasian Heissenberg. Oleh karena itu, elektron-elektron tersebut dianggap sebagai awan muatan (charge cloud) yang menempati daerah tertentu dalam ruang di sekitar inti atom. Daerah tertentu dalam ruang pada kulit valensi suatu atom yang ditempati oleh awan muatan pasangan elektron disebut domain pasangan elektron (electron pair domain). Domain pasangan elektron ada dua macam, yaitu domain pasangan elektron ikatan atau domain elektron ikatan dan domain pasangan elektron bebas atau domain elektron bebas. Dalam model domai elektron, berlaku aturan sebagai berikut:

  • Setiap elektron ikatan, baik ikatan tunggal, rangkap dua, maupun rangkap tiga berarti 1 domain
  • Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain

Berdasarkan model domain elektron, bentuk molekul hanya ditentukan oleh domain elektron ikatan. Domain elektron bebas dianggap tidak berperan dalam menentukan bentuk molekul, namun dapat mempengaruhi sudut ikatan suatu molekul.

Domain elektron bebas menempati ruangan pada kulit valensi atom lebih besar daripada domain elektron ikatan, maka domain elektron bebas dapat memperkecil sudut ikatan yang ada.Bentuk-bentuk molekul yang memiliki 2 sampai 6 domain elektron diberikan dalam tabel berikut:

Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinyatakan sebagai berikut:

  • Atom pusat dinyatakan dengan lambang A.
  • Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X.
  • Domain elektron bebas dinyatakan dengan E.

Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkahsebagai berikut:

1) Menentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV).

2) Menentukan jumlah domain elektron ikatan (X).

3) Menentukan jumlah domain elektron bebas (E).

     3. Teori hibridisasi

Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul, tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. Sebagai contoh, teori domain elektron meramalkan molekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut, akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron? Pada tingkat dasar, atom C (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut.

Dengan konfigurasi elektron seperti itu, atom C hanya dapat membentuk 2 ikatan kovalen (ingat, hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untuk membentuk ikatan kovalen). Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatan kovalen, dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p, sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut.

Dengan demikian C memiliki 4 orbital kosong yang kemudian digunakan untuk berikatan kovalen dengan H. CH4 memiliki orbital hibridisasi sp3. Berikut ini adalah bentuk orbital molekul berdasarkan teori hibridisasi:

  1. Gaya antar Molekul

Gaya antarmolekul ialah gaya tarik antar molekul. Gaya antarmolekul ini menentukan keberadaan materi terkondensasi-cairan dan padatan. Umumnya gaya antarmolekul jauh lebih lemah daripada gaya intramolekul. Jadi biasanya diperlukan energi yang lebih kecil untuk menguapkan cairan daripada untuk memutuskan ikatan dalam molekul cairan. misalnya H-O-H —— H-O-H , ikatan antar H2O lebih mudah putus daripada ikatan antara H dan O didalam 1 molekul H2O

  • Gaya Dipol-dipol

Gaya dipol-dipol merupakan gaya yang bekerja antara molekul – molekul polar. yaitu  antara molekul yang memiliki momen dipol. Semakin besar momen dipolnya, maka sebakin kuat gayanya.

  • Gaya ion dipol

Gaya ion dipol ini mirip seperti gaya dipol dipol, bedanya disini ialah interaksinya antara molekul polar dan ion (bisa kation atau anion). Kekuatan interaksi bergantung pada muatan dan ukuran ion dan pada besarnya momen dipol dan ukuran molekul. Muatan kation umumnya lebih terpusat, karena kation biasanya lebih kecil daripada anion. Jadi, untuk muatan yang sama, kation berinteraksi yang lebih kuat dari anion.

  • Gaya Dispersi

Gaya dispersi ialah jawabannya. gaya dispersi ialah gaya tarik menarik yang timbul sebagai hasil dipol dipol yang terinduksi sementara dalam atom atau molekul. Ketika terdapat molekul non polar  berdekatan dengan suatu molekul polar. Kesetimbangan distribusi muatan di dalam molekul tersebut akan terganggu akibat mleku polar. Sehingga sifat elektrostatisnya ‘tertular’ atau terinduksi dari molekul polar dan hanya bersifat sementara.

  • Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah jenis khusus interaksi dipol dipol antara atom hidrogen dalam ikatan polar, seperti N-H, O-H, atau F-H, dengan atom elektronegatif O, N atau F. Energi rata rata satu ikatn hidrogen cukup besar untuk satu interaksi dipol dipol (hingga 40 kJ/mol). Jadi, ikatanj hidrogen merupakan suatu gaya yang kuat dalam menentukan struktur atau sifat dari banyak senyawa. Bukti awal adanya ikatan hidrogen berasal dari kajian mengenai titik didih senyawa. Misalnya saja H2O, yang memiliki ikatan hidrogen O-H. titik didihnya 100C. Kekuatan ikatan hidrogen ditentukan ditentukan oleh interaksi coulomb antara pasangan elektron bebas pada atom elektronegatif  dan inti hidrogen.

Gaya antarmolekul yang bersifat tarik menarik. namun molekul juga melakukan gaya tolak menolak satu sama lain. Ketika dua molekulnya berdekatan, gaya tolak antara muatan yang sama timbul. dan semakin dekat, makan akan semakin tinggi energi tolaknya. Oleh karena itu akan dibutuhkan energi yang lebih tinggi untuk memampatkan suatu molekul

    Contoh Soal

  1. Jika atom 4X dan 17Y berikatan, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terbentuk adalah ….
    A. segi empat planar dan polar
    B. linear dan polar
    C. tetrahedral dan nonpolar
    D. oktahedral dan nonpolar
    E. linear dan nonpolar
  2. Molekul mempunyai bentuk oktahedral. Jika diketahui nomor atom S = 16, bentuk orbital hibrida adalah . . . .

  3. Manakah molekul yang memiliki gaya tarik-menarik dipol-dipole antarmolekulnya? (Gunakan tabel periodik yang tersedia)

         A. AsH3

         B. BCl3

         C. Cl2

         D. CO2

         E. XeF4

     4. Gaya intermolekul apasajakah yang ada pada partikel-partikel HI dan H2S?

      A. dipol-dipol dan ion-dipol

      B. gaya dispersi, dipol-dipol, dan ion-dipol

      C. gaya dispersi, ikatan hidrogen, dipol-dipol, dan ion-dipol

      D. gaya dispersi dan dipol-dipol

      E. gaya dispersi, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen

  • Pembahasan
  1. Elektron valensi dari unsur X dan Y adalah 

4X  : 1s2 2s2                      (2 elektron valensi) 

17Y : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5   (7 elektron valensi)

Unsur X menggunakan kedua elektronnya untuk berikatan dengan Y. Sementara itu, 1 unsur Y hanya mampu berikatan dengan 1 elektron unsur X. Berarti dibutuhkan 2 unsur Y agar dapat berikatan membentuk XY2.

atom pusat        : X; PEI                    : 2; PEB                   : ½(2 − 2) = 0

tipe molekul     : AX2 bentuk molekul : linear

Tidak terdapatnya elektron bebas menyebabkan bentuk molekulnya simetris. Bentuk molekul yang simetris ini merupakan ciri dari senyawa kovalen nonpolar.

Jadi, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terjadi antara unsur X dan Y adalah linear dan bersifat nonpolar

  • Jawaban : E
  1. Molekul mempunyai bentuk oktahedral. Dalam molekul yang menjadi :
    Atom pusat = S (nomor atom 16)
    Konfigurasi S =

    Atom S akan berikatan tunggal dengan F(nomor atom 9), karena jumlah elektron valensi F adalah 7 sehingga hanya membutuhkan satu buah elektron lagi agar stabil secara oktet.

    Konfigurasi F =

    Diagram Orbital :

  • Atom S berkewajiban untuk menyediakan enam buah orbital yang berisi elektron tidak berpasanan agar bisa berikatan dengan enam bua atom F. Pada bentuk dasar seperti gambar diatas, atom S hanya mempunyai dua orbital yang terisi elektron yang tidak berpasangan. Untuk menyediakan 4 orabital lagi, maka masing masing satu buah elektron pada sub kulit 3s dan 3p diseksitasi / promosi / dipindahkan ke orbital 3d sehingga tercipta orbital baru (orbital hibrida) yang memiliki enam buah elektron tidak berpasangan pada orbitalnya.

     

Orbital yang sudah berisi enam buah elektron menyendiri akan ditempai oleh enam buah elektron dari atom F

  • Jawaban: E
  1. Molekul-molekul akan memiliki gaya dipol-dipol bila molekul tersebut bersifat polar.
    Setiap atom kebanyakan akan stabil bila elektron valensinya berjumlah 8 atau 2. Untuk senyawa kovalen bisa dicapai dengan menggunakan pasangan elektron bersama atom-atom lain.
    AsH3:
    As atom pusat (jumlahnya hanya 1 atom).
    As mempunyai e-valensi 5
    H atom luar dengan e-valensi 1
    H merupakan atom monovalen (perlu 1 elektron lagi untuk stabil)
    H berjumlah 3 atom X3
    Jumlah EB = valensi atom pusat – (jumlah atom luar × elektron yang diperlukan per atom)
    Jumlah EB = 5 – (3 × 1) = 5 – 3 = 2
    PEB = jumlah EB/2 = 2/2 = 1 E1
    Keterangan EB = elektron bebas, PEB = pasangan elektron bebas
    AsH3 sistem AX3E1 atau AX3E
    AX3E Bentuk molekul piramida segitga polar

    BCl3:
    B atom pusat (jumlahnya hanya 1 atom).
    B mempunyai e-valensi 3
    Cl atom luar dengan e-valensi 7
    Cl merupakan atom monovalen (perlu 1 elektron lagi untuk stabil)
    Cl berjumlah 3 atom X3
    Jumlah EB = valensi atom pusat – (jumlah atom luar × elektron yang diperlukan per atom)
    Jumlah EB = 3 – (3 × 1) = 3 – 3 = 0
    PEB = 0 E0
    BCl3 sistem AX3E0 atau AX3
    AX3 Bentuk molekul segitiga datar nonpolar

    CO2:
    C atom pusat (jumlahnya hanya 1 atom).
    C mempunyai e-valensi 4
    O atom luar dengan e-valensi 6
    O merupakan atom divalen (perlu 2 elektron lagi untuk stabil)
    O berjumlah 2 atom X2
    Jumlah EB = valensi atom pusat – (jumlah atom luar × elektron yang diperlukan per atom)
    Jumlah EB = 4 – (2 × 2) = 4 – 4 = 0
    PEB = 0 E0
    CO2 sistem AX4E0 atau AX4
    AX4 Bentuk molekul tetrahedral nonpolar

    Cl2:
    Cl2 atau Cl – Cl molekul diatomik

    XeF4:
    Xe atom pusat (jumlahnya hanya 1 atom).
    Xe mempunyai e-valensi 8
    F atom luar dengan e-valensi 7
    F merupakan atom monovalen (perlu 1 elektron lagi untuk stabil)
    F berjumlah 4 atom X4
    Jumlah EB = valensi atom pusat – (jumlah atom luar × elektron yang diperlukan per atom)
    Jumlah EB = 8 – (4 × 1) = 8 – 4 = 4
    PEB = jumlah EB/2 = 4/2 = 2 E2
    XeF4 sistem AX3E2
    AX3E2 Bentuk molekul segiempat datar nonpolar
    Kesimpulan, dari pilihan molekul yang tersedia hanya AsH3 yang bersifat polar. Jadi yang memiliki gaya tarik menarik adalah AsH3 saja. Molekul lain semua bersifat nonpolar, tidak punya gaya dipol-dipol.

  • Jawaban : A
  1. Gaya dispersi dimiliki oleh setiap zat yang berinteraksi. Demikian pula HI dengan H2S sudah pasti memiliki gaya dispersi. Ingat bahwa setiap spesi atau zat yang memiliki elektron akan memiliki gaya dispersi. Memang pengaruhnya biasanya kalah dibanding jenis interaksi lain bila ada bersamaan, namun tetap ada. HI dan H2S merupakan molekul yang bersifat polar , pada molekul sesama polar maka terjadi interaksi dipol-dipol.HI dan H2S tidak mungkin memiliki ikatan hidrogen, ikatan hidrogen hanya terjadi pada molekul yang punya ikatan H-F, H-O, H-N dan pada atom pusatnya harus memiliki PEB. Kesimpulan jawaban yang tepat D.

Lembaga Sosial

LEMBAGA SOSIAL

  1. Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial disebut juga dengan pranata sosial atau institusi sosial. Pengertian lembaga sosial menurut para ahli di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Robert Mac Iver dan H Page – lembaga sosial merupakan prosedur atau tata cara ang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang bergabung dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut dengan asosiasi.
  • Harton – lembaga sosial adalah suatu sistem hubungan sosial yang mengandung nilai-nilai dan prosedur tertentu dalam usaha memenuhi kbutuhan-kebutuhan pokok masyarakat.
  • Soerjono Soekanto – lembaga sosial merupakan kumpulan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
  • Major Polak – lembaga sosial merupakan suatu kompleksitas atau system peraturan dan adapt istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.
  1. Ciri-ciri Lembaga Sosial

Menurut Gillin & Gillin, ciri-ciri lembaga sosial adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai tingkat kekelan tertentu
  • Mempunyai tujuan
  • Mempunyai perangkat untuk mencapai tujuan
  • Mempunyai lambang atau simbol
  • Mempunyai tradisi tertulis dan tidak tertulis
  • Berbentuk organisasi pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktifitas masyarakat.
  1. Tipe-tipe Lembaga Sosial

Terdapat berbagai macam tipe lembaga sosial yang dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi perkembangan, sistem nilai, sudut penerimaan masyarakat, faktor penyebaran, dan fungsinya.

  1. Berdasarkan klasifikasi perkembangan, lembaga sosial dibedakan menjadi crescive institutions dan enacted institutions.
    • Crescive institutions – lembaga yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat
    • Enacted institutions – lembaga yang sengaja dibentuk untuk kepentingan tertentu
  2. Berdasarkan sistem nilai yang diterima masyarakat dibedakan menjadi basic institutions dan subsidiary institutions.
  • Basic institutions – lembaga yang sangat penting untuk mempertahankan dan memelihara tata tertib dalam masyarakat. Contoh : keluarga, sekolah, negara.
  • Subsidiary institutions – lembaga sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang kurang penting. Contoh : kegiatan rekreasi.
  1. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat, lembaga sosial dibedakan menjadi social sactioned institutions dan unsanctioned institutions.
  • Approved institutions – lembaga yang diterima masyarakat. spt; sekolah, perusahaan, perbankan dan koperasi
  • Unsanctioned institutions – lembaga yang ditolak masyarakat, spt; perjudian, perampokan, dll
  1. Berdasarkan faktor penyebarannya, lembaga sosial dibedakan menjadi general institutions dan restricted institutions.
  • General institutions – lembaga yang dikenal oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Spt; agama, IPTEK
  • Restricted institutions – lembaga yang dianut oleh masyarakat tertentu. Spt; agama Islam, Kristen, Hindu, dll
  1. Berdasarkan fungsinya, lembaga sosial dibedakan menjadi cooperative institutions dan regulative institutions.
  • Cooperative institutions – lembaga yang berfungsi menghimpun tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga. Spt; Lembaga industri
  • Regulative institutions – lembaga yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga itu sendiri. Contoh; Lembaga Hukum
  1. Fungsi Lembaga Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, fungsi lembaga sosial adalah sebagai berikut.

  • Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku
  • Menjaga keutuhan masyarakat
  • Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial

Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah sebagai berikut.

  • Manifes atau nyata – fungsi lembaga sosial yang disadari dan diakui oleh masyarakat
  • Laten atau terselubung – fungsi lembaga sosial yang tidak didasari atau tidak dikehendaki masyarakat
  1. Macam-macam Lembaga Sosial

Lembaga sosial yang ada dalam masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Lembaga sosial keluarga
  • Keluarga merupakan kesatuan kelompok terkecil di dalam masyarakat.
  • Tujuan lembaga sosial keluarga adalah mengatur manusia dalam hal reproduksi.
  • Fungsi nyata keluarga meliputi :
    • Sosialisasi – mengatur masalah tanggung jawab untuk merawat dan mendidik atau mensosialisasikan anak.
    • Pengaturan hubungan biologis – mengatur masalah hubungan kekerabatan yaitu ikatan-ikatan persaudaraan yang didasarkan adanya hubungan darah.
    • Reproduksi – mengatur masalah hubungan seksual untuk melanjutkan keturunan melalui ikatan perkawinan.
    • Afeksi – setiap anggota keluarga dapat mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anggota keluarga yang lain.
  • Fungsi laten keluarga meliputi :
    • Kontrol sosial – melaksanakan pengendalian sosial terhadap anggota keluarga.
    • Ekonomi – mengatur masalah ekonomi keluarga.
    • Penentuan status – mewariskan gelar kebangsawanan.
    • Perlindungan – melindungi anggota keluarga.

   2. Lembaga Ekonomi

  • Lembaga ekonomi adalah bagian dari lembaga sosial yang berkaitan dengan pengaturan bidang ekonomi supaya ketertiban masyarakat tetap terpelihara. Lembaga ekonomi meliputi lembaga produksi, lembaga distribusi, dan lembaga konsumsi.
  • Tujuan lembaga ekonomi terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.
  • Fungsi nyata lembaga ekonomi meliputi :
    • Mengatur kegiatan produksi barang dan jasa
    • Mengatur kegiatan distribusi barang dan jasa
    • Mengatur kegiatan konsumsi barang dan jasa
    • Mengubah pola penggunaan waktu anggota masyarakat
  • Fungsi laten lembaga ekonomi adalah mengubah dan/atau merusak lingkungan hidup

   3. Lembaga Politik

  • Lembaga politik adalah negara yang merupakan lembaga yang memegang monopoli paksaan fisik dalam suatu wilayah tertentu.
  • Fungsi nyata lembaga politik
    • Melaksanakan kesejahteraan umum
    • Memelihara ketertiban di dalam wilayahnya
    • Menjaga keamanan dari serangan pihak luar
  • Fungsi laten lembaga politik adalah sebagai saluran mobilitas sosial

    4. Lembaga Pendidikan

  • Lembaga pendidikan merupakan badan usaha yang bergerak dan bertanggungjawab atas terselengggaranya pendidikan bagi anak didik.
  • Fungsi nyata lembaga pendidikan antara lain sebagai berikut.
    • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
    • Mengembangkan bakat perorangan demi kepentingan pribadi maupun kepentingan masyarakat
    • Melestarikan kebudayaan
    • Menanamkan keterampilan bagi partisipasi dalam demokrasi
  • Fungsi laten lembaga pendidikan
    • Pembinaan kemajuan
    • Pengurangan pengendalian orang tua
    • Penambahan pengetahuan
    • Mempertahankan sistem kelas sosial

   5. Lembaga Agama

  • Lembaga agama sebagai bagian dari lembaga sosial adalah sistem norma yang secara khusus mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya dan antarsesama manusia sehingga ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan.
  • Fungsi nyata lembaga agama meliputi :
    • Ritual yang melambangkan doktrin dan yang mengingatkan manusia pada doktrin tersebut, serta seperangkat norma perilaku yang konsisten dengan doktrin tersebut.
    • Menyangkut pola keyakinan yang disebut doktrin, yang menentukan sifat hubungan antarmanusia dengan sesamanya dan dengan Tuhan
    • Menyatukan para pemeluknya dalam suatu ikatan persaudaraan
    • Di beberapa negara, fungsi nyata lembaga agama juga meliputi pengendalian negara secara aktual
  • Fungsi laten lembaga agama
    • Menjalankan fungsi pendidikan.
    • Sebagai lingkungan pergaulan masyarakat.
    • Merangsang perkembangan kemajuan kesenian arsitektur.

  Contoh Soal (UN 2011-2012) :

  1. Orang tua mengajak anak untuk membantu mengolah lahan pertanian ketika sekolah libur. Kegiatan tersebut berkaitan dengan fungsi keluarga, yaitu …

   A. Afeksi

   B. Sosialisasi

   C. Proteksi

   D. Ekonomi

   E. Konsumsi

  • Jawaban : B

  Pembahasan :

Fungsi keluarga meliputi :

  • Sosialisasi – mengatur masalah tanggung jawab untuk merawat dan mendidik atau mensosialisasikan anak.
  • Pengaturan hubungan biologis – mengatur masalah hubungan kekerabatan yaitu ikatan-ikatan persaudaraan yang didasarkan adanya hubungan darah.
  • Reproduksi – mengatur masalah hubungan seksual untuk melanjutkan keturunan melalui ikatan perkawinan.
  • Afeksi – setiap anggota keluarga dapat mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anggota keluarga yang lain.
  • Kontrol sosial – melaksanakan pengendalian sosial terhadap anggota keluarga.
  • Ekonomi – mengatur masalah ekonomi keluarga.
  • Penentuan status – mewariskan gelar kebangsawanan.
  • Perlindungan – melindungi anggota keluarga.

TRANSFORMASI GEOMETRI

TRANSFORMASI GEOMETRI

Transformasi dapat diartikan sebagai perubahan. Sehingga, transformasi geometri dapat didefinisikan sebagai perpindahan benda dalam ruang lingkup geometri. Materi yang akan dibahas meliputi ilustrasi perubahan dan rumus transformasi geometri yang meliputi translasi, refleksi, rotasi, dilatasi

  1. Translasi (Pergeseran)

Translasi merupakan perubahan objek dengan cara menggeser objek dari satu posisi ke posisi lainnya dengan jarak tertentu. 

  1. Refleksi (Pencerminan)

Seperti halnya bayangan benda yang terbentuk dari sebuah cermin. Sebuah objek yang mengalami refleksi akan memiliki bayangan benda yang dihasilkan oleh sebuah cermin. Hasil dari refleksi dalam bidang kartesius tergantung sumbu yang menjadi cerminnya. 

  1. Rotasi (Perputaran)

Rotasi atau perputaran merupakan perubahan kedudukan objek dengan cara diputar melalui pusat dan sudut tertentu. Besarnya rotasi dalam transformasi geometri sebesar   disepakati untuk arah yang berlawanan dengan arah jalan jarum jam. Jika arah perputaran rotasi suatu benda searah dengan jarum jam, maka sudut yang dibentuk adalah  . Hasil rotasi suatu objek tergantung dari pusat dan besar sudut rotasi. 

  1. Dilatasi

Dilatasi disebut juga dengan perbesaran atau pengecilan suatu objek. Jika transformasi pada translasi, refleksi, dan rotasi hanya mengubah posisi benda, maka dilatasi melakukan transformasi geometri dengan merubah ukuran benda. Ukuran benda dapat menjadi lebih besar atau lebih kecil. Perubahan ini bergantung pada skala yang menjadi faktor pengalinya.

  Contoh soal dan pembahasan

Bayangan kurva  jika dicerminkan terhadap sumbu x dilanjutkan dengan dilatasi pusat O dan faktor skala 2 adalah ….

  • Pembahasan

Matriks transformasi pencerminan terhadap sumbu x:

Matriks transformasi dilatasi pusat O dan faktor skala 2:

Matriks transformasi untuk pencerminan terhadap sumbu x dilanjutkan dengan dilatasi pusat O dan

faktor skala 2:

Matriks transformasi untuk menentukan bayangan:

Sehingga diperoleh dua persamaan:

Jadi, bayangan kurva  jika dicerminkan terhadap sumbu x dilanjutkan dengan dilatasi pusat O

dan faktor skala 2 adalah

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

  1. Dalam perusahaan perseorangan saldo laba/saldo rugi dan prive diperhitungkan ke modal. Demikian juga dengan perusahaan jasa, saldo laba/rugi dan prive diperhitungkan ke dalam modal. Jumlah pendapatan diselisihkan dengan beban. Jika pendapatan lebih besar dari beban, berarti memperoleh laba yang sifatnya menambah modal, sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari beban, diketahui kerugian yang sifatnya mengurangi modal.
  2. Untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debit dan saldo kredit akun-akun buku besar setelah diadakan penutupan, disusunlah  daftar yang disebut dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan berisi akun riil saja, yaitu harta, utang, dan modal.

 

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN:

  • Perhatikanlah bagian dari kertas kerja berikut:

     

Berdasarkan kertas kerja di atas, penyesuaian yang dilakukan menggunakan pendekatan ….

      A. Harta

      B. Beban

      C. Pendapatan

      D. Utang

      E. Neraca

  • Jawaban: B

   Pembahasan:

Pencatatan penyesuaian beban-beban yang dibayar di muka dapat dilakukan dengan 2 pendekatan yaitu pendekatan  harta (neraca) atau  pendekatan beban (laba rugi), dalam jurnal penyesuaian di atas, akun beban asuransi diletakkan di kredit, hal ini menandakan sebelum dilakukannya penyesuaian, perusahaan mencatat asuransi tersebut ke dalam akun beban asuransi, artinya perusahaan melakukan pencatatan dengan pendekatan beban. Sebab jika melakukan pencatatan dengan metode harta atau neraca, maka akan ditemukan akun asuransi dibayar di muka terletak di kredit dalam kertas kerja bagian penyesuaian.

  • Pelunasan utang usaha sebesar Rp1.500.000,00 apabila dicatat dalam jurnal umum adalah ….

           A. Utang usaha :  Rp1.500.000,00

                Kas : Rp1.500.000,00

            B. Kas : Rp1.500.000,00

                 Utang usaha  :  Rp1.500.000,00

            C. Kas  :  Rp1.500.000,00

                 Piutang usaha  :  Rp1.500.000,00

             D. Piutang usaha  :  Rp1.500.000,00

                     Kas  :  Rp1.500.000,00

              E. Beban utang  :  Rp1.500.000,00

                     Kas : Rp1.500.000,00

  • Jawaban: A

  Pembahasan:

Transaksi pelunasan utang usaha sebesar Rp1.500.000,00 dicatat dalam jurnal umum dengan mendebitkan utang usaha pada kas. Utang usaha memiliki saldo normal di sebelah kredit yang artinya apabila hutang bertambah akan dijurnal disebelah kredit sedangkan apabila berkurang disebelah debit. Oleh karena itu pelunasan utang usaha akan menyebabkan berkurangnya utang usaha, sehingga utang usaha dicatat disebelah debit. Kas memiliki saldo normal di sebelah debit yang artinya apabila kas bertambah akan dijurnal disebelah debit sedangkan apabila berkurang disebelah kredit. Oleh karena itu pembayaran kas untuk pelunasan utang usaha akan menyebabkan berkurangnya kas, sehingga kas dicatat disebelah kredit.

TAHAP SELEKSI STAN-PTKIN 2020

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                  TAHAP SELEKSI STAN-PTKIN 2020

  • Melalui sistem, Panitia Nasional membuat pemeringkatan siswa  berdasarkan  nilai  mata  pelajaran  yang  menjadi  mata  uji  dalam  Ujian  Nasional (UN)  2020,  mulai  semester (satu) hingga semester 5 (lima). Berdasarkan  pemeringkatan prestasi akademik yang dilakukan Panitia Nasional dan sesuai dengan ketentuan akreditasi sekolah, siswa  yang memenuhi syarat diizinkan untuk mendaftar SPAN-PTKIN  2020
  • Peserta  dapat  mengecek   kelulusan  pada  web pengumuman.span-ptkin.ac.id  dengan  memasukkan  nomor  pendaftaran

PRINSIP SELEKSI STAN-PTKIN 2020

The Story Behind PopIt

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

                                  PRINSIP SELEKSI STAN PTKIN 2020

  • Seleksi dilakukan berdasarkan prinsip:
  1. Mendapatkan  calon  mahasiswa  yang  berkualitas secara akademik  dengan  menggunakan  nilai  rapor  dan prestasi – prestasi  akademik  lainya.
  2. Memperhitungkan  rekam  jejak  kinerja  sekolah. 
  3. Menggunakan  rambu-rambu  kriteria  seleksi nasional dan  kriteria  yang  ditetapkan  oleh masing-masing PTKIN  secara  adil, akuntabel, dan  transparan.